Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
55Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
STUDI EKSPERIMENTAL DALAM PENENTUAN SIFAT POLARISASI CAHAYA DENGAN KONSEP HUKUM MALUS

STUDI EKSPERIMENTAL DALAM PENENTUAN SIFAT POLARISASI CAHAYA DENGAN KONSEP HUKUM MALUS

Ratings: (0)|Views: 2,010 |Likes:
Published by ABDUS SOLIHIN
Polarisasi adalah proses pembatasan gelombang vektor yang membentuk suatu gelombang transversal sehingga menjadi satu arah. Dalam eksperimen ini dilakukan pendekatan hukum malus untuk mengidentifikasi sifat polarisasi cahaya. Pendekatan hukum malus tersebut berhubungan dengan intensitas cahaya yang masuk ke polaroid dan intensitas cahaya yang keluar polaroid. Agar data hasil eksperimen lebih smooth, maka digunakan dua buah polaroid yang di pasang sejajar dalam eksperimen ini. Polaroid pertama disebut sebagai polarisator yang berfungsi mengubah cahaya tak terpolerisasi menjadi cahaya terpolarisasi, sedangkan polaroid kedua disebut sebagai analisator karena berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya terpolarisasi yang dibentuk oleh polaroid pertama. Dari eksperimen yang dilakukan didapatkan bahwa hubungan antara sudut yang dibentuk oleh Polaroid pertama dengan Polaroid kedua adalah berbanding terbalik dengan nilai intensitas cahaya terpolarisasi yang terbentuk. Semakin besar sudut yang dibentuk oleh Polaroid pertama maka semakin kecil nilai intensitas yang dibentuk, bahkan ketika sudut mencapai 90° nilai intensitas sama dengan nol.
Polarisasi adalah proses pembatasan gelombang vektor yang membentuk suatu gelombang transversal sehingga menjadi satu arah. Dalam eksperimen ini dilakukan pendekatan hukum malus untuk mengidentifikasi sifat polarisasi cahaya. Pendekatan hukum malus tersebut berhubungan dengan intensitas cahaya yang masuk ke polaroid dan intensitas cahaya yang keluar polaroid. Agar data hasil eksperimen lebih smooth, maka digunakan dua buah polaroid yang di pasang sejajar dalam eksperimen ini. Polaroid pertama disebut sebagai polarisator yang berfungsi mengubah cahaya tak terpolerisasi menjadi cahaya terpolarisasi, sedangkan polaroid kedua disebut sebagai analisator karena berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya terpolarisasi yang dibentuk oleh polaroid pertama. Dari eksperimen yang dilakukan didapatkan bahwa hubungan antara sudut yang dibentuk oleh Polaroid pertama dengan Polaroid kedua adalah berbanding terbalik dengan nilai intensitas cahaya terpolarisasi yang terbentuk. Semakin besar sudut yang dibentuk oleh Polaroid pertama maka semakin kecil nilai intensitas yang dibentuk, bahkan ketika sudut mencapai 90° nilai intensitas sama dengan nol.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: ABDUS SOLIHIN on May 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2013

pdf

text

original

 
Download Free e-books Fisika dihttp://www.elhobela.co.cc Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
STUDI EKSPERIMENTAL DALAM PENENTUAN SIFAT
 
POLARISASI CAHAYA DENGAN KONSEP HUKUM MALUS
 
JURNAL LAPORAN EKSPERIMEN FISIKA II
 Diajukan guna memenuhi laporan akhir praktikum eksperimen fisika II untuk Mahasiswa Fisika Semester VIOleh
ABDUS SOLIHIN
 
LABORATORIUM OPTOELEKTRONIKA DAN FISIKA MODERN
 
JURUSAN FISIKA
 
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
 
UNIVERSITAS JEMBER
 
2010
 
Download Free e-books Fisika dihttp://www.elhobela.co.cc Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
Kata Pengantar
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberi sangatbanyak kenikmatan kepada makhluknya, sehingga dengan kenikmatan tersebuthamba ini mampu menyelesaikan tulisan ini. Shalawat dan salam tetaptercurahkan kepada Rasullullah Muhammad SAW yang telah menyampaikanrisalah kebaikan akhlak, keobjektifan berpikir, dan kemaksimalan humanismelewat ayat-
ayat Qur’aniah yang dibawanya berupa Al
-
Qur’an, Al
-Hadits, danpeluang kemajuan yang berupa ayat-ayat kauniah.Salah satu dari sedemikian banyaknya ayat kauniah tersebut adalahfenomena polarisasi cahaya yang secara garis besar dirangkum dalam fakta sainsberupa hukum Malus. Diharapkan eksperimen ini dapat menambah kerangkafilosofis bagi penulis, dan semoga juga bagi pembaca, guna kemaksimalan nilai-nilai kemanusiaan kita dihadapan sesama dan dihadapan Sang Pencipta.Demikian kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada:1.
 
Ketua Jurusan Fisika: Bpk. Dr. Edy Sutrisno2.
 
Dosen pembimbing praktikum: Bpk. Misto, M.Si; Ibu Mutmainnah, M.Si,dan Bpk Supriyadi, S.Si3.
 
Asisten pembimbingSebagaimana pri-
 bahasa “tak ada gading yang tak retak”, maka penulis
mengharapkan kritik dan saran guna penyempurnaan tulisan selanjutnya. Penulisucapkan terimakasih banyak atas perhatiannya.Penulis,
ABDUS SOLIHIN
 
Download Free e-books Fisika dihttp://www.elhobela.co.cc Persembahan Web-blog Edukasi ELHOBELA
STUDI EKSPERIMENTAL DALAM PENENTUAN SIFAT POLARISASICAHAYA DENGAN KONSEP HUKUM MALUS
Abdus SolihinJurusan Fisika FMIPA Universitas JemberEmail: elhobela@gmail.com17 Mei 2010
Abstrak
Polarisasi adalah proses pembatasan gelombang vektor yangmembentuk suatu gelombang transversal sehingga menjadi satu arah. Dalameksperimen ini dilakukan pendekatan hukum malus untuk mengidentifikasi sifat  polarisasi cahaya. Pendekatan hukum malus tersebut berhubungan denganintensitas cahaya yang masuk ke polaroid dan intensitas cahaya yang keluar  polaroid. Agar data hasil eksperimen lebih smooth, maka digunakan dua buah polaroid yang di pasang sejajar dalam eksperimen ini. Polaroid pertama disebut sebagai polarisator yang berfungsi mengubah cahaya tak terpolerisasi menjadicahaya terpolarisasi, sedangkan polaroid kedua disebut sebagai analisator karena berfungsi untuk mengurangi intensitas cahaya terpolarisasi yang dibentuk oleh polaroid pertama. Dari eksperimen yang dilakukan didapatkan bahwahubungan antara sudut yang dibentuk oleh Polaroid pertama dengan Polaroid kedua adalah berbanding terbalik dengan nilai intensitas cahaya terpolarisasi yang terbentuk. Semakin besar sudut yang dibentuk oleh Polaroid pertama makasemakin kecil nilai intensitas yang dibentuk, bahkan ketika sudut mencapai 90
  
 nilai intensitas sama dengan nol.
Kata Kunci:
 Indeks Bias, Hukum Malus, Polarisasi, Polaroid 

Activity (55)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Afra D'KoChuiqk liked this
pricil99 liked this
Lylie Warihatin liked this
lisna_turrahmi liked this
Cesc Fabredank liked this
Jamil Hamka liked this
Ana RF liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->