Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
40Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Reformasi

Reformasi

Ratings:

4.67

(18)
|Views: 6,366 |Likes:
Published by tsuyoi
Evaluasi Reformasi
Evaluasi Reformasi

More info:

Categories:Types, Research
Published by: tsuyoi on May 31, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/06/2013

pdf

text

original

 
Latar Belakang
Pasca reformasi merupakan masa yang diharapkan dapat membangunIndinesia kea rah yang lebih baik. Jatuhnya rezim Soeharto sepatutnya menjadilangkah awal menuju perbaikan. Namun, setelah empat kali pergantian presiden pasca reformasi, serta perubahan-peruabahan kebijakan yang dibuat belummemberikan sinyal abik bagi perubahan Indonensia. Pelbagai masalah muncul pasca reformasi. Oleh sebab itu, agar dapat mengetahui lebih apa yang terjadi pasca reformasi, penulis merumuskan dan membahas problematika yang terjadi pasca reformasi serta sedikit kasusyang diperoleh dari sumber dan data yangdidapat.
Rumusan Masalah
Pada tahun 1998, Soeharto untuk pertama kalinya meletakkan jabatannyasetelah 32 tahun sukses dalam menduduki kursi “panas” Presiden.Peristiwa ini bersamaan dengan krisis yang melanda Indonesia. Kondisi demikian membuatmasyarakat tidak lagi percaya dengan pemerntah. Masyarakat mulai membuka pikiran setelah sebelumnya menjadi korban pemerintah yang otoriter. Masyarakatmulai berani memberontak. Cacian, sindiran, bahkan aksi dorong-sorongan di jalan menjadi makanan sehari-hari pemerintah saat itu. Masyarakat menyebutmasa dimana mereka bebas dan berhak menyatakan pendapatnya adalah masareformasi. Dimulai oleh B.J Habibie yang dilantik menjadi presiden barureformasi. Sejumlah permasalahan yang sepatutnya dibahas adalah : Apakahysang telah dicapai dan apakah yang tidak berhasil pasca reformasi; dantantangan-tantangan internal dan eksternal manakah yang dihadapi Indonesiadalam melaksanakan reformasi?Meski pemerintah orde baru —pemerintahan otoriter— telah digulingkan, pemerintahan baru belum tentu berhasil memenuhi hak-hak warga. Reformasimemang ada bagusnya, sebagai contoh adanya pemilihan umum dan pergantian presiden yang bebas dan adil. Namun reformasi juga dapat menambah buruk keadaan pemerintah sewaktu periode orde baru, bahkan membentuk masalah barudi berbagai sektor. Perubahan-perubahan ekonomi, poilitk, dan sosial yang terjadi
 
setelah krisis tahun 1997, maupun dalam bidang desentralisasi, kebijakan persaingan dan privatisasi telah banyak dikupas (Lindenthal, 2004). Bahkanhingga berganti empat presiden pasca reformasi, Indonesia masih dalam keadaandegradasi yang cukup signifikan di berbagai sektor.
Pembahasan
Dalam buku Melewati Perubahan yagng berisikan sekumpulan tulisandalam media Jawa Pos & Indopos, terdapat enam bahasan masalah pascareformasi ng masing-masing sub bahasannya terdiri sedikitnya 6-15 kasus pascarerormasi mulai dari periode Habibie hingga SBY. Mari kita soroti melaluiekonomi. Menurut Kwik Kian Gie, ekonomi reformasi berubah menjadi anarki,dan terjajah oleh kekuatan asing. Korupsi, sudah pasti. Internal maupun eksternal, perekonomi Indonesia mengalami degradasi yang parah khususnya kasus korupsidan suap-menyuap. Sebut saja Akbar Tandjung, Jaksa Agung M.A Rahman,anggota-anggoa DPR. Kasus korupsi ini biasanya dapat merembet ke berbagaielemen pemerintahan lain seperti kasus yang terjadi pada DPRD Surabaya yaituanggotanya seakan-akan memiliki ideologi yang sama dalam mempraktikankorupsi. Anggota DPRD seakan-akan bersatu dan bergotong-royong dalam“memperlancar” aksinya untuk korupsi.Berdasarkan laporan konferensi United Nations Support Facilit foIndonesian Recovery, terjadi banyak perubahan mendasar pada sistem politik selama reformasi diantaranya struktur politik telah berubah secara dramatis darimonopoli ke persaingan. Ketika dibebaskan dalam berpartai, muncul partai-partaiyang berjubel. Mulai dari partai “sungguhan” hingga partai “bohong-bohongan”.Timbulnya partai-partai ini membuat kasus sogok-menyogok menjadikemakluman. Peran militer juga telah berubah dengan cara mengherankan.Masyarakat sipil dan pers pun banyak lebih bersemangat. Terbukti bahwa mediaelektronik semacam TV lebih banyak berpengaruh. RUU tentang penyiaran banyak mengalami revisi. Bahkan, terlalu bebas, budaya kesopanan Indonesiasudah tidak lagi menjadi prioritas, demikian juga dengan pendidikan. TV lebih banyak menyorot budaya luar negeri yang notabene terlalu bebas, tidak ada unsur  pendidikan. DPR seakan susah untuk mengendalikan politik TV dan Radio yang
 
dinilai terlalu bebas. Lebih parah, menurut Lembaga Survei Indonesia, kabar terakhir mengenai problematika pasca reformasi ialah merosotnya popularitasPresiden hingga 50%. Masyarakat benar-benar kehilangan kepercayaannnyakepada Presiden, sang pemipin negaraSektor pertahanan keamanan pasca reformasi juga mengalami penurunan.kurangnya kesadaran dan kerjasama dari semua pihak. menurut Yudhoyono(2004), tindakan hukum tidak jarang didiskreditkan bahkan dijadikan komoditas politik. Hingga pemilihan Presiden keempat pasca reformasi pun, hukum diIndonesia masih didiskreditan. Bukan hanya itu, konflik internal menjadi salahsatu problematika dalam pertahanan keamanan. Seperti yang terjadi di Aceh danPoso. Perpecahan makin meluas. Pertama di Ambon, Poso. Perpecahan antar Muslin dan Kristen yang semula hidup berdampingan secara damai. Hingga pemerintah memutuskan untuk Darurat militer di Poso. Begitu pula yang terjadi diAceh. Sebagian masyarakat menginginkan kebebasan dari NKRI. Namun, meski pemerintah mengirimkan pasukannya ke daerah tersebut, penyelesaian kasustersebut belum terpecahkan. Poso masih bergolak, begitu pula dengan GAM diAceh.Reformasi yang bertujuan untuk mensejahterakan bangsa, realitasnyahingga kini bangsa Indonesia dililit berbagai masalah seperti yang disebutkansebelumnya. Mulai dari masalah persatuan bangsa yang sudah kacau seperti kasusAmbon dan Poso, hingga masalah eksternal Indonesia seperti banyaknya investor menarik sahamnya dari Indonesia. namun, di sisi lain, eksplorasi sumber dayaalam milik Indonesia dilakukan besar-besaran oleh pihak luar, seperti kasusFreeport di Papua. Nampaknya, masa pasca reformasi belum dapat memulihkan kondisiIndonesia yang mengalami penurunan kualitas di berbagai sektor. Mungkinkahakan adanya reformasi jilid 2?

Activity (40)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Anggelica Sulla liked this
p4ma liked this
merya_1 liked this
Retraubun Agyu liked this
Anindya Nova liked this
Dewi Malano liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->