Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kepemimpinan

kepemimpinan

Ratings: (0)|Views: 270 |Likes:
Published by magnifiqo

More info:

Published by: magnifiqo on May 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2012

pdf

text

original

 
PENDAHULUAN
Dalam hal pendahuluan kita fokuskan dulu pada kepemimpinan secara umum (Global), karena model-modelkepemimpinan adalah sebuah anak cabang dari teori kepemimpinan itu sendiri. Menurut Sarros dan Butchatsky (1996),kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku dengan tujuan tertentu untuk mempengaruhi aktifitas anggotakelompok untuk mencapai tujuan bersama yang dirancang untuk memberikan manfaat individu dan organisasi.Berdasarkan definisi diatas kepemimpinan memiliki beberapa implikasi, antara lain:a. Kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain yaitu para karyawan atau bawahan, para karyawan atau bawahan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin. b. Seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang dengan kekuasaannya mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan. Kekuasaan itu dapat bersumber dari: Hadiah, hukuman, otoritas dan charisma.c. Pemimpin harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri, sikap bertanggung jawab yang tulus, pengetahuan,keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan, kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain dalam membangunorganisasi.Kepemimpinan sering disamakan dengan managemen, kedua konsep tersebut berbeda. Perbedaan antara pemimpin dan manager dinyatakan secara jelas oleh Bennis dan Nannus (1995). Pemimpin berfokus pada mengerjakanyang benar, sedangkan manager memusatkan perhatian pada mengerjakan secara tepat. Kepemimpinan memastikantangga yang kita daki bersandar pada tembok secara tepat, sedangkan managemen mengusahakan agar kita mendakitangga seefisien mungkin.Dari pemaparan kepemimpinan diatas mungkinlah jelas tentang kepemimpinan, namun tentang model-modelmasih belum karena suatu model adalah suatu penelitian yang setiap saat bisa digugurkan antara satu model denganmodel yang lain, karena sebuah model dalam kepemimpinan bersifat dinamis, dan mungkin hal inilah yang akan kita bahas dan menjadi pokok suatu permasalahan antara satu model dengan model yang lain, dan kita juga akan membahastentang model terbaru (sekarang) yang dianggap lebih efektif dari model-model kepemimpinan sebelumnya.
PEMBAHASAN
Banyak studi mengenai kecakapan kepemimpinan yang dibahas dari berbagai perspektif yang telah dilakukan oleh para peneliti. Analisis awal tentang kepemimpinan dari tahun 1900-an hingga tahun 1950-an memfokuskan perhatian pada perbedaan karakeristik antara pemimpin (Leaders) dan pengikut / karyawan (Followers).Karena hasil penelitian pada saat periode tersebut menunjukkna bahwa tidak terdapat satupun sifat atau watak (Trait) atau kombinasi sifat atau watak yang dapat menerangkan sepenuhnya tenang kemampuan para pemimpin, maka perhatian para peneliti bergeser pada masalah pengaruh situasi terhadap kemampuan dan tingkah laku para pemimpin.Studi-studi kepemimpinan selanjutnya berfokus pada tingkah laku yang diperagakan oleh para pemimpin yang efektif.Untuk memahami factor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkah laku para pemimpin yang efektif, para peneliti menggunakan model kontingensi. Dengan model kontingensi tersebut para peneliti menguji keterkaitan antar watak pribadi, variable-variable situasi keefektifan pemimpin. Hal ini dilakukan pada tahun 1970-an dan 1980-an.
 
Hasil-hasil penelitian pada periode ini mengarah pada kesimpulan bahwa pemimpin dan kepemimpinanadalah persoalan yang sangat penting untuk dipelajari (Crucial), namun kedua hal tersebut disadari sebagai komponenorganisasi yang sangat kompleks.Dalam perkembangannya, model yang relative baru dalam studi kepemimpinan disebut sebagai modelkepemimpinan Transformasional. Model ini dianggap sebagai model yang terbaik dalam menjelaskan karakteristik  pemimpin. Konsep kepemimpinan Transformasional ini mengintergrasikan ide-ide yang dikembangkan dalam pendekatan watak, gaya dan kontingensi-kontingensi.Berikut ini akan dibahas tentang perkembangan pemikiran ahli-ahli managemen mengenai model-modelkepemimpinan yang ada dalam literature, dan agar lebih praktis pembahasan ini kita bagi menjadi dua, yaitu: model-model kepemimpinan masa lalu dan sekarang.
2.1. MODEL-MODEL KEPEMIMPINAN MASA LALU.
2.1.1. Model Watak KepemimpinanPada umumnya studi-studi kepemimpinan pada tahap awal mencoba meneliti tentang wataindividu yang melekat pada diri para pemimpin, seperti misalnya: kecerdasan, kejujuran, kematangan,ketegasan, kecakapan berbicara, kesupelan dalam bergaul, status social ekonomi, dan lain-lain (Bass1960, Stogdill 1974).Stogdill (1974) menyatakan bahwa terdapat enam kategori factor pribadi yang membedakanantara pemimpin dan pengikut yaitu kapasitas, prestasi, tanggung jawab, partisipasi, status dan situasi. Namun demikian banyak studi yang menunjukkan bahwa factor-faktor yang membedakan antara pemimpin dan pengikut dalam satu studi tidak konsisten dan tidak didukung dengan hasil-hasil studiyang lain.Disamping itu watak pribadi bukanlah factor yang dominant dalam menentukan keberhasilankinerja managerial para pemimpin. Hingga tahun 1950-an, lebih dari 100 studi yang telah dilakukanuntuk untuk mengindifikasi watak atau sifat personal yang dibutuhkan oleh pemimpin yang baik, dandari studi-studi tersebut dinyatakan bahwa hubungan antara karakteristik, watak dengan efektifitaskepemimpinan, walupun positif tetapi signifikasinya sangat rendah (Stogdill 1970).Bukti-bukti yang ada menyarankan bahwa apabila kepemimpinan didasarkan pada factor situasi,maka pengaruh watak yang dimiliki oleh para pemimpin mempunyai pengaruh yang tidak segnifikan.Kegagalan studi-studi tentang kepemimpinan pada periode awal ini yang tidak berhasil meyakinkanadanya hubungan yang jelas antara watak pribadi pemimpin dan kepemimpinan membuat para penelitiuntuk mencari factor-faktor lain (selain factor watak), seperti misalnya factor situasi yang diharapkandapat secara jelas menerangkan perbedaan karakteristik antara pemimpin dan pengikut.2.1.2. Model Kepemimpinan SituasionalModel kepemimpinan situasional merupakan pengembangan model watak kepemimpinan denganfocus utama factor situasi sebagai variable penentu kemampuan kepemimpinan.
 
Studi-studi kepemimpinan situasional mencoba mengidentifikasi karakteristik situasi ataukeadaan sebagai factor penentu utama yang membuat seorang pemimpin berhasil melaksanakan tugas-tugas organisasi secara efektif dan efisien. Dan juga model ini membahas aspek kepemimpinan lebih berdasarkan fungsinya, bukan lagi hanya berdasarkan watak kepribadian pemimpin.Hencley (1973) menyatakan bahwa factor situasi lebih menentukan keberhasilan seorang pemimpin dibandingkan watak pribadinya, menurut pendekatan kepemimpinan situasional ini seseorang bisa dianggap sebagai pemimpin atau pengikut tergantung pada situasi atau keadaan yang dihadapi.Banyak studi yang mencoba untuk mengidentifikasi karakteristik situasi khusus yang mempengaruhikinerja para pemimpin.Hoy dan Miskel (1987) menyatakan bahwa terdapat empat factor yang mempengaruhi kinerja pemimpin, yaitu sifat structural organisasi, iklim atau lingkungan organisasi, karakteristik tugas atau peran dan karakteristik bawahan.Kajian model kepemimpinan situasional lebih menjelaskan fenomena kepemimpinandibandingkan dengan model terdahulu. Namun demikian model ini masih dianggap belum memadaikarena model ini tidak dapat memprediksikan kecakapan kepemimpinan yang mana yang lebih efektif dalam situasi tertentu.2.1.3. Model Pemimpin Yang Efektif Model kajian kepemimpinan ini memberikan informasi tentang type-type tingkah laku para pemimpin yang efektif. Tingkah laku para pemimpin dapat dikategorikan menjadi dua dimensi, yaitustruktur kelembagaan dan konsiderasi.a. Dimensi struktur kelembagaan menggambarkan sampai sejauh mana pemimpin mendefinisikan danmenyusun interaksi kelompok dalam rangka mencapai tujuan organisasi serta sejauh mana para pemimpin mengorganisasikan kegiatan-kegiatan kelompok mereka, dimensi ini dikaitkan denganusaha para pemimpin mencapai tujuan organisasi. b. Dimensi konsiderasi menggambarkan sampai sejauh mana tingkat hubungan kerja antara pemimpindan bawahannya, dan sampai sejauh mana pemimpin memperhatikan kebutuhan social dan emosi bagi bawahan, misalnya kebutuhan akan pengakuan, kepuasan kerja dan penghargaan yangmempengaruhi kinerja mereka dalam organisasi. Dimensi konsiderasi ini juga dikaitkan denganadanya pendekatan kepemimpinan yang mengutamakan komunikasi dua arah, partisipasi danhubungan manusiawi.Halpin (1966) menyatakan bahwa tingkah laku pemimpin yang efektif cenderung menunjukkankinerja yang tinggi terhadap dua aspek diatas. Dia berpendapat bahwa pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang menata kelembagaan organisasinya secara sangat terstruktur dan mempunyai hubungandan persahabatan yang sangat baik. Secara ringkas model kepemimpinan efektif ini mendukunganggapan bahwa pemimpin yang efektif adalah pamimpin yang dapat menangani kedua aspek organisasidan manusia sekaligus dalam organisasinya.2.1.4. Model Kepemimpinan Kontingensi

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
daedian liked this
Irma Afrina liked this
JuZz ANgga liked this
Ovan D Luffi liked this
Ahmad Zulkarnaen liked this
dhuika liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->