Pendidikan adalah sebuah keniscayaan untuk melakukan perubahan nyata dari masyarakat jahili menuju masyarakat madani. Islam memberikan perhatian besar terhadap pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari awal mula turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad adalah ayat yang memerintahkannya untuk membaca, (surat al-Alaq 1-5). Membaca yang dimaksudkan adalah mengulang pelafalan ayat-ayat yang dibacakan oleh malaikat Jibril kepadanya. Hal ini adalah cara yang memungkinkan pada saat itu mengingat Nabi Muhammad adalah seorang yang ummi, yang tidak dapat menulis dan membaca (tulisan). Maka demikianlah seterusnya Beliau mendapat pengajaran dari Allah, di samping juga Allah memerintahkannya untuk mengajarkan ilmu-ilmu itu kepada kaumnya.
Untuk menjaga keberlangsungan, keteraturan, dan ketertiban pendidikan, sehingga dapat mencapai sasaran yang diinginkan, adalah sangatlah urgen pembentukan suatu lembaga, yaitu lembaga pendidikan. Dalam perjalanan sejarahnya yang harum, dikarenakan sebuah tuntutan zaman, lembaga ini mengalami perkembangan dari masa ke masa dan memunculkan bentuk lembaga baru. Sehingga akhirnya kita mendapati berbagai bentuk kelembagaan dalam pendidikan Islam dengan masing-masing keistimewaannya. Berikut kami paparkan lembaga-lembaga tersebut yang muncul di masa awal Islam.
Lembaga pendidikan Islam pertama dalam sejarah Islam adalah lembaga pendidikan yang berada dalam rumah al-Arqam bin Abi al-Arqam di Mekkah1 di atas bukit Shafa.2 Di sinilah Rasulullah memberikan pencerahan dan pengajaran agama Islam kepada sejumlah orang yang menerima dakwah yang Beliau lakukan dengan sembunyi-sembunyi.
Selain juga terdapat pengajaran-pengajaran tersembunyi di masing-masing rumah sahabat Beliau, dengan mendatangkan seorang sahabat yang telah belajar al-Quran dari Beliau, untuk membacakan dan mengajarkannya kepada penghuni rumah yang telah masuk Islam, sebagaimana dalam kisah awal mula Umar bin al- Khattab masuk Islam, yang mana ia mendapati Khabbab bin al-Aratti sedang membacakan al-Quran untuk saudara perempuan Umar, Fathimah, dan suaminya,
Pada fase Mekkah, geliat pendidikan Islam di Madinah setelah musim haji tahun kesebelas dari kenabian juga memulai babak baru. Hal ini berkat gerakan dakwah yang dilancarkan oleh beberapa orang dari Bani Khazraj dari penduduk Yatsrib (Madinah) yang menerima dakwah Rasulullah pada saat menunaikan haji ke Mekkah. Ketika kembali ke Madinah mereka memulainya dengan menemui para pembesar kabilah-kabilah di Madinah, menerangkan Islam dan mendakwahkannya. Mereka masuk dari pintu ke pintu hingga hampir tidak ada rumah melainkan penghuninya telah mengetahui berita akan kenabian Muhammad bin Abdillah dan risalah Islam yang dia bawa.4 Namun mereka tidaklah puas demikian saja, bahkan mereka mengajukan kepada Rasulullah agar mengutus ke Madinah seorang yang dapat mengajari Islam dan al-Quran. Maka
Jika mengacu pada pembahasan pendidikan Islam, maka pada masa ini tidak didapati lembaga pendidikan Islam melainkan rumah-rumah para sahabat. Adapun penyebutan adanya lembaga yang disebut kuttab6 oleh beberapa literatur adalah kurang tepat, meski sebelum masa Islam lembaga kuttab telah didapati di
3Ibid, hlm. 103.
4Ibid, hlm. 136, 143, dan 144.
5Ibid, hlm. 144. Lihat Dr. Muhammad Musthafa al-A’dzam,Diraasaat fi al-Hadits an-Nabawy