2
Berbagai fenomena permasalahan di TK, RA ditemui guru dalam memberikanpelayanan pendidikan di sekolah, khususnya dalam perkembangan motorik anak usiadini sebagaimana diungkap Jamaris (2003) anak yang mengalami kesulitan belajarmotorik adalah lemahnya koordinasi gerak visual motorik yaitu anak yang mengalamikesulitan dalam melakukan koordinasi antara gerakan visual (pandangan mata) danmotorik (gerakan tangan, gerakan jari tangan atau kaki) secara serempak pada tujuan.Berbagai permasalahan yang dialami anak seperti dalam kegiatan motorik kasaranak tidak dapat menendang bola ke arah yang dituju. Tendangan selalu melesetwalaupun ia telah melakukan berulang kali. Kesulitan ini mengganggu proses belajarmenulis, membaca dan belajar lainnya. Hal ini ini dikarenakan kegiatan belajar ataukegiatan lainnya membutuhkan kemampuan dalam mengkoordinasikan gerakan visualmotorik.Perkembangan motorik tentu saja dipengaruhi oleh aspek perkembanganlainnya, terutama dengan fisik dan intelektual anak. Dalam makalah ini dipaparkanperanan pendidikan dalam pengembangan perkembangan keterampilan motorik anak usia dini.
B.
Pembahasan1.
Teori-Teori Perkembangan Motorik
Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatanyang terkoordinir antara susunan saraf, otot, dan
spinal cord
. Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yangmenggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yangdipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Perkembangan motorik anak dibagimenjadi dua:1.
Keterampilan atau gerakan kasar seperti berjalan, berlari, melompat, naik turuntangga.2.
Keterampilan motorik halus atau keterampilan manipulasi seperti menulis,menggambar, memotong, melempar dan menagkap bola serta memainkanbenda-benda atau alat-alat mainan (Curtis,1998; Hurlock, 1957 dalam Yusuf 2002).