Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
93Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peran Pendidik an Keterampilan Motorik Anak Usia Dini

Peran Pendidik an Keterampilan Motorik Anak Usia Dini

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 6,600 |Likes:
Published by Hannurofik

More info:

Published by: Hannurofik on May 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/30/2014

pdf

text

original

 
1
PPEERRAANN
 
PPEENNDDIIDDIIKK
 
DDAALLAAMM
 
PPEENNGGEEMMBBAANNGGAANN KKEETTEERRAAMMPPIILLAANN
 
MMOOTTOORRIIKK
 
AANNAAKK
 
UUSSIIAA
 
DDIINNII
 Oleh:Hannurofik 
A.
 
Pendahuluan
Tujuan pendidikan Nasional sebagaimana yang termaktup dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 adalah mengembangkankemampuan dan membentuk watak serta peradapan bangsa yang berkembangnyapotensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada TuhanYang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadiwarga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Penyelenggaraan pendidikansebagaimana yang diharapkan dan dapat mencapai tujuan secara optimal, makapendidik mempunyai peranan yang sangat menentukan, artinya bagaimanapun baik danlengkapnya kurikulum, metoda, media, sumber, sarana dan prasarana pendidikanlainnya, tanpa pendidik mustahil tujuan pendidikan dapat dicapai.Undang-undang SPN tahun 2003 pasal 28 satuan pendidikan formal pertamayang diselenggarakan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional adalah pendidikanusia dini yang berbentuk Taman Kanak-Kanak (TK), Raudatul Athfal (RA) ataupunbentuk lain yang sederajat. Untuk itu TK, RA harus mampu mengembangkan potensianak didik, agar dapat mengembangkan diri baik sebagai invidu maupun sebagaianggota masyarakat. Tujuan pendidikan TK, RA sebagaimana tercantum dalamKepmen Dikbub RI No. 0486/U/1992 Bab II Pasal 3 ayat 1 dalam Diknas (2003:143)yaitu; Membantu meletakkkan dasar ke arah perkembangan sikap, pengetahuan,keterampilan dan daya cipta yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diridi lingkungan dan tuntuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya.Sebagai dasar pendidikan tentunya guru merupakan titik sentral pendidikan disekolah, guru dituntut untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme dankompetensinya dalam menjalankan tugas sehari-hari baik sebagai tenaga pendidik,pengjar, atau pembimbing yang senantiasa harus mampu membawa perubahan ke arahyang lebih baik. Dimana masa usia dini dikatakan sebagai masa emas dalam rentangperkembangan individu, pada masa ini anak usia dini mengalami tumbuh kembang yangluar biasa, baik dari segi fisik motorik, emosi, kogitif maupun psikososial.
 
2
Berbagai fenomena permasalahan di TK, RA ditemui guru dalam memberikanpelayanan pendidikan di sekolah, khususnya dalam perkembangan motorik anak usiadini sebagaimana diungkap Jamaris (2003) anak yang mengalami kesulitan belajarmotorik adalah lemahnya koordinasi gerak visual motorik yaitu anak yang mengalamikesulitan dalam melakukan koordinasi antara gerakan visual (pandangan mata) danmotorik (gerakan tangan, gerakan jari tangan atau kaki) secara serempak pada tujuan.Berbagai permasalahan yang dialami anak seperti dalam kegiatan motorik kasaranak tidak dapat menendang bola ke arah yang dituju. Tendangan selalu melesetwalaupun ia telah melakukan berulang kali. Kesulitan ini mengganggu proses belajarmenulis, membaca dan belajar lainnya. Hal ini ini dikarenakan kegiatan belajar ataukegiatan lainnya membutuhkan kemampuan dalam mengkoordinasikan gerakan visualmotorik.Perkembangan motorik tentu saja dipengaruhi oleh aspek perkembanganlainnya, terutama dengan fisik dan intelektual anak. Dalam makalah ini dipaparkanperanan pendidikan dalam pengembangan perkembangan keterampilan motorik anak usia dini.
B.
 
Pembahasan1.
 
Teori-Teori Perkembangan Motorik
Motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatanyang terkoordinir antara susunan saraf, otot, dan
spinal cord 
. Perkembangan motorik meliputi motorik kasar dan halus. Motorik kasar adalah gerakan tubuh yangmenggunakan otot-otot besar atau sebagian besar atau seluruh anggota tubuh yangdipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri. Perkembangan motorik anak dibagimenjadi dua:1.
 
Keterampilan atau gerakan kasar seperti berjalan, berlari, melompat, naik turuntangga.2.
 
Keterampilan motorik halus atau keterampilan manipulasi seperti menulis,menggambar, memotong, melempar dan menagkap bola serta memainkanbenda-benda atau alat-alat mainan (Curtis,1998; Hurlock, 1957 dalam Yusuf 2002).
 
3
1)
 
Motorik kasar anak usia diniKeterampilan motorik kasar adalah bagian dari aktivitas motorik yangmencakup keterampilan otot-otot besar. Gerakan ini lebih menuntut kekuatan fisik dankeseimbangan, seperti merangkak, berjalan, berlari, melompat atau berenang.Pada usia dini diharapkan telah mampu melakukan gerakan-gerakan motorik kasar seperti, menurunkan tangga langkah demi langkah, tetap seimbang ketikaberjalan mundur, berlari dan langsung menendang-nendang bola, melompat-lompatdengan kaki bergantian, melompati selokan selebar setengah meter dengan satu kaki,berjinjit dengan tangan di pinggul, melambungkan bola tenis dengan satu tangan danmenangkapnya dengan menggunakan dua tangan, menyentuh jari kaki tanpa menekuk lutut, mengendarai sepeda roda tiga dan membuat belokan tajam dengan sepeda rodatiga, memanjat tangga-tangga di lapangan bermain.Sesuai dengan perkembangan kemampuan melakukan gerakan motorik kasarseperti contoh-contoh yang diuraikan di atas, maka sebagaimana yang sering kitalihat, alat permainan yang umumnya disediakan di Taman Kanak-kanak yang akanmendukung perkembangan kemampuannya tersebut lebih banyak berupa alat-alatpermainan yang menuntut keseimbangan dan kekuatan fisik serta kecekatan dankecepatan gerak.Bila kita mengamati anak-anak yang sedang bermain di halaman sekolahTaman Kanak-kanak terlihat bahwa sebagian besar dari mereka selalu bergerak,berlari-lari dan seringkali dengan kecepatan yang cukup tinggi. Mereka belumterlalu mampu untuk memperkirakan kecepatan dan gerakan-gerakan yang tepat,selain karena daya antisipasi (kemampuan memperkirakan) mereka belumberkembang dengan baik, pengendalian emosi dan gerak merekapun belum cukupmemadai, sehingga peluang untuk mengalami resiko kecelakaan pada usia ini masihcukup besar. Alat-alat permainan yang disediakan untuk mereka selain memangbermanfaat, juga dapat menimbulkan bahaya bagi keselamatan dan keamanandirinya. Kesadaran mereka terhadap bahaya juga masih kurang, sehinggaperilakunya seringkali tampak seolah-olah ia tidak takut akan bahaya dan terkesannekat. Oleh karena itu seharusnya guru AUD menyadari hal ini dan melakukanupaya-upaya pengamanan dan pencegahan yang cukup matang. Cara yang dapatdilakukan untuk itu, selain harus mengingatkan anak-anak untuk berhati-hati, juga

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->