Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Edisi 370

Edisi 370

Ratings: (0)|Views: 1,275 |Likes:
Published by Hary Buana
Edisi 37- dari Mingguan Medikom
Edisi 37- dari Mingguan Medikom

More info:

Published by: Hary Buana on May 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2012

pdf

text

original

 
HARGA ECERAN Rp2.500,- LUAR JAWA + Ongkos Kirim
Tepat & Perlu
Media KMedia KMedia KMedia KMedia Komomomomomunikasi Masyunikasi Masyunikasi Masyunikasi Masyunikasi MasyaaaaaakaakaakaakaakatttttTTTTTanspar anspar anspar anspar anspar ananananan
Selengkapnya baca Halaman 3
Edisi 370 Tahun VII 24 s.d. 30 Mei 2010
Simak Halaman Khusus
PURWASUKA
Satu Halaman Untuk Purwakarta - Subang dan Karawang
Halaman 5
 d  i   h   a l   4  
Bukan hanya Agus, dalam kasusupah pungut di Subang pihakkejaksaan juga telah menetapkanBupati Subang Eep Hidayat sebagaitersangka. Pejabat lain yangdituduh korupsi dan penikmatupah pungut oleh kejaksaantermasuk mantan Wakil BupatiSubang Maman Yudia yang kinisebagai anggota DPRD Jawa Baratdan Bambang Heryanto mantanSekda Kabupaten Subang yang kinimenjabat Kepala Dinas PendapatanDaerah Provinsi Jabar juga jaditersangka.Gonjang-ganjing upah pungutmenjadi isu panas bak bola liar.Karena sebagian pihak menganggapupah pungut yang masuk kekantong-kantong pribadi parapegawai pemerintah daerah adalahhal yang wajar karena punyalandasan hukum. Apalagi sejalandengan tugas dan fungsi. Sebagianpihak menilai, upah pungut yangdile-galkan oleh pemerintah seha-rusnya tidak perlu ada. Pasalnyapenerima upah pungut adalahorang-orang yang sudah men-dapatgaji yang rutin dari Negara.Pertanyaannya, apakahpungutan itu sah atau tidak?Apakah layak disebut upeti, suap,atau korupsi? Bila upah pungutdinyatakan salah, tentu banyakpihak yang akan antre masuk bui,terutama bupati dan wali kota sertagubernur seluruh Indonesia.Karena, mereka-me-rekalahpenerima upah pungut dan yangmendistribusikan pe-nerima upahpungut di daerah sesuai SK yangdilahirkan.Menurut Guru Besar FakultasHukum Universitas Padjadjaran(Unpad) Bandung I Gede PancaAstawa, upah pungut (UP) tidaklayak dipersoalkan. Sebab, PajakBumi dan Bangunan (PBB) itupajak pusat yang pengaturan dan
Upah Pungut Halal atau Haram?
Kepala Daerah Antre Masuk Bui
Bagi masyarakat umum kata ‘upah pungut’ mungkin tidak terlalu akrab. Tapi bagi aparatpenyelenggara Negara, kata upah pungut akhir-akhir ini menjadi perdebatan dan isu menarik.Sebab, karena upah pungut mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten SubangAgus Muharam divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Subang dan dikuatkan vonismajelis hakim kasasi Mahkamah Agungdengan hukuman satu tahun penjara dan wajibmembayar denda Rp50 juta serta membayarganti rugi duit yang dikorupsi Rp1,1 miliar.
urusannya diserahkan kepadadaerah yang memungut.“Pemerintah pusat memberikankeleluasaan kepada setiapdaerah untuk mengurus perihalteknis pemungutan pajak pusatdi daerahnya. Pemerintah pusatpun menargetkan perolehanpajak di setiap daerahnya, makasetiap daerah mempunyai caratersendiri untuk pengaturanpemungutan pajak,” kata Panca.Ditanya mengenai insentif  yang tertuang dalam SK kepaladaerah, Panca menjelaskan, haltersebut merupakan perkara wajar. “Insentif itu kan sebagaimotivasi bagi para petugaspemungut pajak dan itu
reward
bagi mereka untuk bisamencapai target pungutan yangdiberikan pemerintah pusatkepada daerah,” lanjutnya.Ia juga berpendapat, upahpungut tidak perlu dimasukkandalam peraturan pemerintahdaerah. Dikarenakan pajak bumidan bangunan (PBB)merupakan pajak pusat, kecualiterkait upah pungut retribusidaerah ataupun pajak daerah.Sementara menanggapiperso-alan isu upah pungut yangtelah mendudukkan beberapapejabat daerah sebagai pesakitandengan tuduhan korupsi upahpungut, Dedi Haryadi dariBandung Institute of GovernanceStudies (BIGS) mengungkapkan,munculnya istilah upah pungutmerupakan sebuah bentukkekeliruan yang terjadi selamaini. Sebab, dalam KepmendagriNo 35 Tahun 2002 danKepmendagri No 27 Tahun 2002tentang Pedoman Alokasi BiayaPemungutan Pajak Daerah, tidakada istilah upah pungut. “Dalam
Ke Halaman 11
“Kalau dia (Irianto MS Syafiuddin,
red
) tidak melantik Darip Mulyana,kita akan panggil. Kita tanya apaalasan dia tidak mau melantikDarip Mulyana,” kata Theo L Sambuaga kepada
Medikom
di Jakarta, Jumat pekan kemarin. Theo Sambuaga menegaskan,siapa pun tidak bisa menghalang-halangi pelantikan Darip Mulyanasebagai Ketua DPD Partai GolkarKabupaten Bekasi, karena DaripMulyana merupakan pemenangMusyawarah Daerah (Musda) PartaiGolkar VIII Kabupaten Bekasi, yangdilaksanakan pada 19-20 Januari2010 di Hotel Sahid Lippo Cikarangdan berakhir di Gedung Olahraga(GOR) Tambun Selatan,” ujarnya.Karena itu, mantan MenteriPerumahan Rakyat (Menpera) di eraPresiden BJ Habibie ini mendesak
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Theo L Sambuaga:
Siapapun Tidak Bisa Halangi Pelantikan Darip Mulyana
JAKARTA,
 
 Medikom
–Wakil Ketua Umum DewanPimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Theo L Sambuagamengancam akan memanggil Ketua Dewan Pimpinan Daerah(DPD) Partai Golkar Jawa Barat Irianto MS Syafiuddin, jikatidak melantik HM Darip Mulyana sebagai Ketua DPD PartaiGolkar Kabupaten Bekasi, masa bakti 2010-2015.
Ketua DPD Partai Golkar JawaBarat Irianto MS Syafiuddinsecepatnya melantik Darip Mulyana,sekaligus mengukuhkan komposisidan personalia Dewan PimpinanDaerah Partai Golongan KaryaKabupaten Bekasi, masa bakti2010-2015.Ketika ditanya sanksi yang akandiberikan DPP terhadap DPD PartaiGolkar Jawa Barat, bila tidakmelantik Darip Mulyana, TheoSambuaga balik bertanya, “Siapa yang bilang DPD Partai Golkar JawaBarat enggan melantik Darip. Itukan menurut Anda.”Pemimpin Umum Harian Umum
Suara Karya
ini meyakini, KetuaDPD Partai Golkar Jawa BaratIrianto MS Syafiuddin bakalmelantik Darip Mulyana, sekaligusmengukuhkan komposisi danpersonalia DPD Golongan KaryaKabupaten Bekasi. Sebaliknya, jikaYance–panggilan akrab Irianto MSSyafiuddin–tidak melantik DaripMulyana, pihaknya akan melihattingkat kesalahan yang dilakukanDPD Partai Golkar Jawa Barat.“Yang pasti, kita akan panggilYance, jika yang bersangkutantidak melantik Darip Mulyana.Surat DPP yang dikirim ke KetuaDPD Partai Golkar Jawa Barat itukan sudah sangat jelas, mauberkilah apalagi Yance,” tandasnya.Mantan Ketua Komisi I DPR RIini menyatakan, surat DPP PartaiGolkar Nomor: B-459/Golkar/IV/2010, tanggal 30 April 2010 tentangDPD Partai Golkar KabupatenBekasi, yang dikirim ke Ketua DPDPartai Golkar Jawa Barat, sudahfinal.Sebab, berdasarkan hasil Tim
Fact Finding
DPP Partai Golkarberdasarkan Surat Tugas DPP PartaiGolkar Nomor: ST-31/B/DPP/Golkar/III/2010, tanggal 19 Maret2010, menurut Theo Sambuaga,kelanjutan Musda VIII Partai GolkarKabupaten Bekasi yangdiselenggarakan di GedungOlahraga Tambun Selatan,Kabupaten Bekasi, pada 19-20 Januari 2010 sudah sesuai denganAD/ART Partai Golkar dan Juklak-01/DPP/Golkar/X/2009.DPP Partai Golkar menyimpulkanbahwa rapat yang dilaksanakan diKantor DPD Partai Golkar JawaBarat di Bandung, pada 24 Februari2010 adalah forum yang tidakmemiliki kewenangan untukmengambil keputusan tentangkepengurusan DPD Partai GolkarKabupaten Bekasi, baik dari sisikepesertaan maupun prosedur danmekanisme penyelenggaraan rapat. 
 Tidak terbukti
Dalam surat yang ditembuskan,antara lain kepada Ketua UmumDPP Partai Golkar, Wakil-WakilKetua Umum DPP Partai Golkar,Ketua Korbid Kaderisasi DPP PartaiGolkar, Ketua Korbid Organisasi &Daerah DPP Partai Golkar sertaKetua Korbid PP Wilayah Jawa, Bali& NTB DPP Partai Golkar itu,dinyatakan bahwa indikasipemalsuan persyaratan calon yangdituduhkan kepada HM DaripMulyana tidak dapat dibuktikan,sehingga rekomendasi Tim KajianDPD Partai Golkar Jawa Barattentang pelaksanaan Musda Ulangadalah tidak beralasan.Sedangkan terhadap NenengHasanah Yasin, selaku anggotaFraksi Partai Golkar di DPRD JawaBarat, DPP menilai Neneng lebihdiperlukan kehadiran danpengabdiannya untuk kepentinganPartai Golkar di Jawa Barat,sehingga lebih strategis bagi yangbersangkutan dan partai apabila yang bersangkutan tetap pada jabatannya selaku pengurus di DPDPartai Golkar Jawa Barat.
Ke Halaman 11
Theo L Sambuaga
KARAWANG,
 Medik om
 –Rabu pekanlalu, kejadian aneh kembalimewarnai gedung Rumah SakitUmum Daerah (RSUD) KabupatenKarawang. Salah seorang warga yang selanjutnya diketahuibernama Sugiono (58) mengamukhisteris lantaran pelecehan yangdilakukan oleh salah seorangperawat RSUD tersebut. Sugionoadalah warga Jatirasa BaratKelurahan KarangpawitanKecamatan Karawang BaratKabupaten Karawang yang kecewaatas pelayanan tim medis RSUDKarawang.Keterangan yang dihimpun
Medikom
, kekecewaan Sugionoberawal ketika cucunya yangbernama Rezka Yunita Sulien (6)berobat ke RSUD Karawang dengandiantar Ibunya, Merlien (30),berbekal kartu keluarga miskin(gakin) pada dua pekan lalu.Alhasil Rezka menderita demam
Keluarga PasienNgamuk diRSUD Karawang
 Dirut Katakan ‘Sensasi’
berdarah dengue (DBD) inimenjalani rawat inap.Namun, beberapa harikemudian, pihak RSUD datang danmenunjukkan sikap yang tidakbersahabat terhadap keluargaRezka. Beberapa perawatmendatangi pasien danmenyuruhnya untuk pindah denganalasan akan ada pasien baru yangmasuk. Pasien seperti dipaksauntuk pindah ke tempat yang tidak jelas seraya para perawat langsungmengganti seprei yang baru sajaditempati oleh Rezka.Kontan saja Merlien sang IbuRezka menangis sedih bercucuranair mata. Selanjutnya Sugionomengamuk dan mencaci maki paraperawat serta dokter yang berada disekitar lokasi gedung RSUD. “Cucusaya bukan hewan. Kenapa harusdiperlakukan seperti hewan,” teriak
Ke Halaman 11
SUBANG,
 
 Medik om
 –Ratusan massagabungan wartawan media cetakdan televisi dari berbagai organisasikewartawanan yang ada di Subang,disertai massa dari sejumlahorganisasi mahasiswa dan LSM diSubang, Kamis (20/5) melakukandemo mengutuk aksi premanismedan kekerasan terhadap wartawanke kantor Pemda, DPRD, kejaksaandan berakhir di Mapolres Subang.Pada aksi tersebut para pendemoberorasi yang berisikanpenentangan terhadap perilakupihak-pihak yang melakukan aksipremanisme pada pekerja media/pers. Dan sudah seyogianyaaparatur pemerintah memberikan
Wartawan DemoAntikekerasan
keleluasaan kepada pekerja media/pers dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya. Semua pihakmenentang pihak-pihak yangmelakukan tindak kekerasankepada pekerja media/pers yangsampai kini masih terjadi. Yangterakhir, kekerasan yang dialami wartawan
Radar Karawang
, Sigit diRengasdengklok, Karawang.Ketua Persatuan WartawanIndonesia (PWI) PerwakilanKabupaten Subang H DadangHidayat dalam orasinyamengatakan, menjadi wartawanmerupakan hak asasi warga negara,
Ke Halaman 11
Pada aksi tersebut para pendemo berorasi yang berisikanpenentangan terhadap perilaku pihak-pihak yang melakukan aksipremanisme pada pekerja media/pers
Rugikan Negara PejabatPT Pindad Dituntut
Dilumat LuapanSungai Cimanuk Jumat Sore
MEDAN,
 Medik om
-
Karena
 
berpotensi
 
merugikan negara ratusanmiliar, DPRD Sumut mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara(Kejatisu) mengusut kerjasama jual-menjual batang kayu antaraPTPN III dengan PT Tiga Mutiara Nusantara (Timun). “Kerjasamatersebut juga patut kita pertanyakan, karena bukan sajamengundang kecurigaan, tetapi juga selama ini PTPN III bergerakdi bidang perkebunan,” kata anggota Komisi B DPRD Sumut, IrWashington Pane didampingi anggota lain, Tononan Silalahi,kepada wartawan, baru-baru ini.Washington Pane mengatakan, perlu diusut penetapan hargabatang kayu oleh PT Timun sesuai kerjasama selama lima tahun yang diduga tidak melebihi ambang batas wajar. Washington Panemencontohkan, dari luas 1 hektare dengan jarak rentang tanaman2 sampai 3 meter, akan diperoleh sekitar 200 batang kayu. Selamaini, PTPN III melepas harga per batang Rp18.000, sedangkan PTPNlain menjualanya dengan harga Rp50.000 per batang. “Sehinggakalau dikalikan selisihnya akan terdapat angka Rp32.000 perbatang. Jumlah ini kalau dikalikan dengan luas kebun PTPN IIIribuan hektare, maka selisih jumlahnya mencapai raturan miliar,”kata Washington Pane, politikus dari Partai Peduli Rakyat Nasional(PPRN) Sumut, lebih jauh.“Dengan selisih itu, wajar selaku wakil rakyat mempertanyakansesungguhnya ke mana orientasi PTPN III selama ini. Apakahperkebunan atau perkayuan. Kemudian, kerja sama yang didugapenuh kongkalikong itu juga memukul industri lokal, yangseharusnya mensuplai kayu tersebut kepada pembeli,” katanya.Dan pada Juli 2004, PT Perkebunan Nusantara III (Persero)menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Yeo AikResources Berhad dan PT Innex Tripanca Corporation untukbersama-sama membangun pabrik
rubber wood
dengan komitmeninvestasi sebesar 3,87 juta dolar AS.
Ir Washington Pane dan Tononan Silalahi
Wajar DipertanyakanKerjasamaPTPN III-PT Timun
Ke Halaman 11
BEKASI,
 
 Medik om -
Sejumlah pabrik dan rumah sakit yangmembuang limbah ke kali CBL Cikarang, dipanggil DPRDKabupaten Bekasi bersama BPLHD (Badan PengendalianLingkungan Hidup Daerah) Pemkab Bekasi, PJT II (Perum Jasa Tirta), LSM FOR Kampus dan sejumlah perusahaan. Di antaranyaPT Cikarang Listrindo, PT Gunung Garuda, PT Fajar Paper, PT Sinta Putra Industri, PD Tahun Pratama, Jababeka, dan RumahSakit Bhakti Husada Cikarang. Satu per satu perusahaan danrumah sakit memaparkan keterangan pada DPRD/Komisi Ctentang perusahaan mereka. Namun, menurut keterangan yangdiberikan kepada Dewan, semuanya membantah telah membuanglimbah secara langsung ke kali Cikarang. “Limbah itu telahmemenuhi syarat dan ada IPAL-nya. Kami tidak membuang secaralangsung ke kali Cikarang,” tutur mereka.Namun, Marjaya, Riban, dan Fery dari LSM FOR Kampus,menuduh kali CBL Cikarang berwarna hitam pekat akibat limbahpabrik dibuang sembarangan oleh beberapa perusahaan diCikarang. Dikatakan, siapa lagi kalau bukan limbah pabrik yangdibuang ke kali CBL Cikarang. “Buktinya sudah jelas, kalinyaberwarna hitam pekat, bahkan menurut PJT II, kali Cikarang telahtercemar logam berat,” tegas LSM FOR Kampus.“Pokoknya warga Sukatani butuh air bersih sekarang juga. Sebabair kali yang ada sekarang sudah tidak bisa dipakai mandi lagi.Kalau pun mandi di kali menjadi gatal-gatal pada kulit,pengawasan dari BPLHD sangat lemah sehingga kali Cikarangmenjadi tercemar,” sesalnya.
Kali CikarangTercemar, SiapaBertanggung Jawab?
Ke Halaman 11
 
Sisi Lain
Edisi 370 Tahun VII 24 s.d. 30 Mei 2010
2
Jawa Barat
BANDUNG,
 Medik om
 –Gubernur JawaBarat Ahmad Heryawan memintasemua pihak untuk bersamamenyediakan fasilitas perumahan yang layak di Jawa Barat. Apalagi saatini Jawa Barat masih mengalami
backlog
atau kekuranganketersediaan perumahan terbesar diIndonesia, yaitu sekitar 1 juta unitrumah pada tahun 2009.Kekurangan ini diperkirakan akanterus bertambah di tahun-tahunmendatang. Apalagi jumlahpenduduk Jawa Barat kian tahundiperhitungan terus bertambah. Saatini saja tercatat 42,5 juta pendudukmendiami kawasan Jawa Barat.“Kita maklumi bersama, sejalandengan semakin bertambahnya jumlah penduduk khususnya didaerah perkotaan, kebutuhaninfrastruktur perumahan yang layakhuni dan terjangkau telah menjadisalah satu isu strategis pembangunan yang perlu mendapat prioritasperhatian semua pihak. Apalagi JawaBarat merupakan kawasan denganpenduduk terbesar sehingga
Jabar Kekurangan SatuJuta Unit Rumah
perhatian Pemerintah Pusat punharus proporsional ke Jawa Barat,”tegas Heryawan saat memberikansambutan pada silaturahim Acara
Groundbreaking
Apartemen
 TheSuites @ Metro
belum lama ini.Menurut Heryawan, jika masalahini tidak segera ditangani bersamasecara sungguh-sungguh, makatidak menutup kemungkinanmunculnya permasalahan baru diperkotaan, mulai dari menurunnyadaya dukung dan daya tampunglingkungan, terhambatnya penataanruang, menurunnya derajat keseha-tan penduduk, hingga terhadapmasalah sosial bahkan kriminal dimasyarakat. “Pembangunan kawa-san baru dengan lingkungan yangtertata diharapkan menumbuhkankehidupan sosial ekonomi yangsehat dan kondusif,” ujarnya.Sejalan dengan programPembangunan 1.000 Tower RumahSusun Sederhana (Rusuna) yangdigulirkan Pemerintah Pusat,pembangunan hunian vertikal dinilaitepat sebagai salah satu alternatif hunian di tengah keterbatasan sertatingginya harga lahan di perkotaan.Diharapkan terbangun sinergi yanglebih mantap antara PemerintahPusat dan Pemerintah Provinsi Jabarserta pihak swasta, dalam rangkamemenuhi tingginya kebutuhanperumahan di perkotaan, khusus-nya bagi kalangan masyarakatberpenghasilan rendah (MBR).Pemerintah Provinsi Jawa Baratdalam hal ini berfungsi sebagairegulator dan fasilitator, melaluidukungan kebijakan perizinan sertadukungan lainnya yang berpihakpada masyarakat. Untuk itu,keberpihakan tidak hanya padaProgram Rumah Susun Sederhana(Sewa maupun Milik), tetapi jugafasilitasi Penyiapan Kawasan SiapBangun (KASIBA) atau LingkunganSiap Bangun (LISIBA), di antaranyapembangunan Rusunawa bagi parapekerja industri di Kabupaten Ban-dung, Kabupaten Bandung Barat,serta direncanakan pula untuk dae-rah Bogor, Depok dan Bekasi(BODEBEK) serta Kota Cimahi.
(IthinK)BANDUNG,
 Medik om
 – 
Warga RT02/RW 01 Jalan Gamelan, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong,Kota Bandung, memprotes rencanaalih fungsi fasilitas umum (fasum)menjadi perumahan. Di bawah lahankosong seluas 1.300 meter itu sejaktahun 1970 terdapat
septic tank
komunal untuk 200 rumah. Wargatidak mengklaim lahan tersebutadalah milik Pemkot, yang selama inilahan tersebut adalah taman, tetapilebih tepatnya adalah fasum, yangnotabene di bawahnya ada
septictank
komunal. Warga, saat membelirumah ditambah tanah ataskerjasama CV Ade dengan pihakPemkot saat itu. Jadi, lahan tersebutmerupakan bagian dari masyarakat. Tetapi saat ini diduga fasum tersebuttelah dimiliki oleh seseorang untukdibangun rumah. Yang menjadipertanyaan: apakah fasum bisadikomersilkan?Demikian diungkapkan beberapa warga yang merasa dirugikan atasdugaan penjualan fasum tersebut, yang diduga telah mempunyaisertifikat hak milik. Salah satu warga,Ny Lina Idris Daeng M, kepada
Medikom
,
 
belum lama ini,mengatakan, pihaknya selaku oranglama di sekitar fasum sangat kagetfasum telah berubah fungsi. Ny Idris
Pemerintah Kota Diminta TegasJika Fasum Dikomersilkan
memahami betul bahwa sejak tahun1970 di bawah lahan kosong/ruangterbuka atau fasum itu terdapat
septic tank
komunal. Namundisinyalir telah dimiliki oleh beberapaorang, yakni Hj Annie Sumarni, HDeden Fuad, dan RH Hasan Saputra.Warga lain yang termasuk oranglama di daerah Gamelan, yakni IrSoewarno Darsoprayitno, jugamembenarkan di bawah fasumterdapat
septic tank
komunal. “Kalauini dibangun dapat merugikan wargasekitar,” katanya.Untuk itu dia mengharapkanpihak Pemkot dapat menundapembangunan perumahan di atasfasum tersebut, menelusuri latarbelakang peralihan fasum ke pihakindividu. Dalam hal ini, kataSoewarno, pihak Pemkot dapatmelindungi kepentingan orangbanyak di atas kepentingankelompok atau individu.Disinggung tentang apakah waktuitu fasum ini ada penyerahan dariCV Ade ke pihak Pemkot, menurutSoewarno dan Utang Warmana,dalam logikanya tidak mungkin adapenyerahan karena lahan ini adalahfasum yang merupakan bagian yangtidak terpisahkan dari masyarakat yang mendiami Jalan Gamelan RT 01 RW 01 Kelurahan Turangga,Kecamatan Lengkong.Hal ini juga telah dikuatkan dariDepartemen PU, Pusat Penelitian danPengembangan Pemukiman, JalanPanyaungan, Cileunyi Wetan,Kabupaten Bandung, tertanggal 8Desember 1994 yang ditandatanganioleh Pgs Padarmanto Darmonegoro.Intinya agar keberadaan lahan/tanah tersebut tetap sesuai denganfungsinya, tidak dialihkan sehinggaberubah fungsi, karena masihdibutuhkan sebagai areal penelitian.Atas permasalahan ini, pihaknyatelah menyampaikan ke pihakPemerintah Kota Bandung beberapakali, termasuk pada pertemuandengan Wakil Wali Kota Bandung AyiVivananda di Jalan Nyland No 13,baru-baru ini, dalam acara
openhouse
, agar pihak Pemkot Bandungdapat membatalkan rencana pemba-ngunan di atas ruang terbuka/fasi-litas umum tersebut. Dan pihak Pem-kot berjanji akan menelusuri perali-han lahan tersebut dengan memang-gil pihak terkait. “Diharapkan wargabersabar,” kata Wakil Wali Kota, saatitu.
Medikom
sendiri mencobakonfirmasi ke Camat Lengkong untukklarifikasi permasalahan ini. Tetapisampai berita ini diturunkan belumada informasi dari pihak kecamatan.(
 Laures
)
BANDUNG,
 Med ik om
 –Satupenghargaan lagi berhasil disabet PT  Telekomunikasi Indonesia (Telkom)operator TIME (Telecommunication,Information, Multimedia danEdutainment). Plasa Telkom meraihService Quality Award 2010 untukkategori Cellular (CDMA) servicepoints, di Ballroom Hotel Mulia Jakarta baru-baru ini. Penghargaanditerima oleh VP Commerce &Customer Care Bagyo Nugroho, dariYuliana Agung selaku CEO CustomerSatisfaction & Loyalty, dandidampingi oleh Pemimpin RedaksiMajalah
Marketing
Rahmat Susanta.Service Quality Award adalahsebuah penghargaan bergengsi yangdiberikan kepada perusahaan walkin center yang berhasil memberikankepuasan pelanggan tertinggi ISSI(Indonesian Service SatisfactionIndex). Plasa Telkom menerimapenghargaan tertinggi yangdidasarkan kepada survei melalui wawancara langsung terhadap 2.400konsumen di daerah Jakarta danSurabaya. Faktor service value danservice quality menjadi ukuran dalammenentukan tingkat kepuasanpelanggan terhadap layanan servis.Persaingan industri telekomunikasimakin ketat, masing-masing operatorberlomba memberikan yang terbaikbagi pengguna produknya. “Olehkarena itu, kami sangatmemperhatikan dan terusmeningkatkan pelayanan kepadapengguna produk-produk TelkomGroup,” kata Vice President Public andMarketing Communication TelkomEddy Kurnia. Penghargaan inimerupakan kali kedua, setelah padatahun 2009 lalu Telkom meraihpenghargaan.Eddy Kurnia mengatakankegembiraannya atas penghargaanService Quality untuk Telkom
Plasa Telkom Raih ServiceQuality Award 2010
tersebut. Ia menyebut hasil inisebagai buah investasi Telkom untukmemenangi persaingan. “Inimerupakan bukti bahwa kami tidakhanya dapat mempertahankankualitas servis, tetapi juga berhasilmempertahankan predikat terbaik,”ujar Eddy Kurnia.Penghargaan ini merupakanmomentum penting bagi Telkomuntuk melanjutkan prosestransformasi perusahaan, di manainti dari transformasi tersebut adalahmemberikan layan yang terbaik bagipelanggan dan dapat dirasakansangat berbeda dari sebelumnya.Dijelaskannya, Telkom telahmengubah penampilan Plasa Telkommenjadi lebih akrab dan nyaman.“Dengan semakin baiknya layanan Telkom tentu akan berdampak padaloyalitas pelanggan yang tentunyaakan diiringi dengan peningkatan
revenue
dan dapat memberikan
profitability
yang maksimal bagiperusahaan,” kata Eddy. Selain Plasa Telkom sebagai walk in centre yangtersebar di seluruh wilayah Indonesia, Telkom juga memberikan pelayanankepada pelanggan melalui contactcentre 147 dan web in centre di www.telkom.co.id.Pada ajang InternationalConference & Net Promoter Customer(NPS) Loyalty Award 2010 yangdiselenggarakan oleh OctovateConsulting Group dan Majalah
SWA
,di Jakarta (10/5). Produk unggulan Telkom, yakni Flexi dan Speedyberhasil meraih penghargaanbergengsi masing-masingpenghargaan NPS Leader untuklayanan Internet Broadband Speedydan NPS Excellence untuk layanananCDMA Prepaid, Flexi Trendy.Net Promotor Score (NPS) adalahsebuah metodologi eksklusif danterbaru yang dikembangkan olehSatmetrix System Inc, Bain &Company & Reichheld. Net Promotermerupakan metodologi pengukuranscientific yang diaplikasikan dalampengukuran peningkatan marketingdan kinera keuangan perusahaan.NPS diklaim sebagai metodologiterbaru yang praktis dan akurat dandiakui oleh Harvard Business Reviewdan Harvard Business Scholl.
(IthinK)
Service Quality Award adalah sebuahpenghargaan bergengsi yang diberikankepada perusahaan walk in center yangberhasil memberikan kepuasan pelanggantertinggi ISSI (Indonesian Service SatisfactionIndex). Plasa Telkom menerima penghargaantertinggi yang didasarkan kepada surveimelalui wawancara langsung terhadap 2.400konsumen di daerah Jakarta dan Surabaya.
BANDUNG,
 Medik om
-
Daya tarik daridestinasi wisata yang terdapat di Jawa Barat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan tingginyapeminat Jabar Travel Exchange (JTX)2010. Jumlah pendaftar atau peserta yang berpartisipasi dalam promosi wisata atau JTX kali ini meningkatsignifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya atau selama 12kali penyelenggaraan.Hal ini, menurut Kadisparbud Jabar Ir H Herdiwan MM, sepertidijelaskan kepada
Medikom
, Jumat(21/5), akan berimplikasi positif dengan kunjungan wisatawan danpertumbuhan ekonomi masyarakat.“Nilai transaksi selama JTX 2010 diHotel Horison, 19-21 Mei, mencapailebih dari Rp90 miliar. Ya, angkaterbesar selama sejarah JTX. Iniseharusnya membuka mata kitaterbuka tentang peran yang luar biasasektor pariwisata,” tuturnya, itubelum lagi dampak dari kehadiran
seller
dan
buyer
dalam
event
itu,untuk transaksi kebutuhannya baikuntuk konsumsi, sandang, hiburandan kebutuhan lainnya.Kontak antara penyedia jasapariwisata lokal (
seller
) dengansejumlah penawaran paket wisatanyadan penggunanya dari luar negeri(
buyer
) sebagai operator yangmemfasilitasi wisatawanmancanegara (wisman) merupakansarana yang efektif untuk pemasaranatau promosi wisata.
Event
regulersetiap tahun ini diharapkan bisameningkatkan angka kunjungan wisman ke seluruh destinasi atau
Jabar Travel ExchangeBerdampak Luar Biasa
objek wisata yang terdapat di Jabar.Para
buyer
yang menghadiri kontakbisnis sektor pariwisata itudiharapkan menjadi agen atauoperator yang menyebarkaninformasi tentang dunia pariwisatadi Jawa Barat sekaligus menjadi agenpromosi Jabar, termasuk ke negara-negara besar lainnya di dunia. “Danseharusnya juga ketika tujuh negarabesar yang penduduknya berpotensi wisata itu diberi informasi berupa infodunia pariwisata, maka diharapkanketika pulang ke negara masing-masing, efektif untuk mendongkrakcitra pariwisata Jabar. Mereka sebagai
buyer
atau agen pariwisata Jabardiharapkan akan menjadi agenpromosi wisata Jabar,” tuturKadisparbud.Untuk mendukung kenyamananbagi wisatawan yang berkunjung kedestinasi, terus dilakukanpembenahan sarana-prasana, mestidisadari sangat minim dan terbatasdalam segi pembiayaannya, termasukuntuk melakukan promosi wisataseperti JTX. Untuk itu sinergisitasantara Pemerintah Provinsi Jabardengan pemkab/pemkot dan pelakuusaha bidang penyelenggaraankepariwisataan, serta masyarakat,diharapkan semakin meningkatuntuk pembangunan sektorpariwisata sebagai salah satu uratnadi perekonomian masyarakat.“Tapi sayang, sarana-prasaranauntuk mencapai hingga kawasan wisata atau destinasi yangseharusnya bisa mengangkat wajahcitra pariwisata Jabar masih belummemadai. Keterbatasan inimenjadi tanggung jawab semua
stakeholders
, pemerintah sebagaifasilitator terus berupaya,”tambahnya.Secara terpisah, Ketua Panitia JTX 2010, Nicolaus Lumanauwdalam keterangan persnya menga-takan, peningkatan peserta yangmencapai lebih 180 perusahaandan tercapainya transaksi bisnissekitar Rp100 miliar, menunjuk-kan bahwa Jabar memilikikeunggulan dalam daya tarik wisata. “JTX 2010 ini merupakanacara tahunan untuk terjadinyakontak antara
seller
dengan
buyer
tentang tawaran sejumlah paket wisata. Sekitar 90%
seller
berasaldari Jabar, sisanya dari Bali, Yogya-karta dan DKI Jakarta. Sedangkan
buyer
57 peserta berasal dari Jeddah, Arab Saudi, Jepang,Malaysia, Australia, Thailand danYaman,” tandas Pengurus ASITA Jabar ini, dengan harapan jaringanbisnis ini bisa mendongkrakkunjungan wisman ke Jabar.Kontak bisnis tertutup selamatiga hari sejak pukul 09.00–16.00,berlangsung antara
seller
dan
buyer
hingga ditutup, Jumat (21/5). Selanjutnya, sebagai acarapamungkas, seluruh pesertakontak, khususnya
buyer
mengunjungi destinasi wisataunggulan untuk wisata alampegunungan, yaitu Lembang,kawasan Tangkuban Parahu danCiater, sekaligus menginap dikawasan sejuk itu. (
Zaz
)
Daya tarik dari destinasi wisata yang terdapatdi Jawa Barat menjadi salah satu faktor yangmenyebabkan tingginya peminat Jabar TravelExchange (JTX) 2010.CIMAHI,
 
 Medik om
 –Jabatan Wakapolresta Cimahi yang semula dijabatKompol Faizal SIk beberapa hari lalu resmi diserahterimakan kepadaKompol Nugroho Arianto SIk yang sebelumnya menjabat WakapolrestaBandung Tengah.Sertijab yang dilaksanakan di Aula Gedung Pengabdian Polresta Cimahidipimpin langsung oleh Kapolresta Cimahi AKBP Drs H Rusdi HartonoMSi. Turut hadir dalam acara Sertijab tersebut para Kapolsek se PolrestaCimahi, para Kasat, Kanit dan anggota dari berbagai unit di lingkunganPolresta Cimahi juga para ibu-ibu Bhayangkari.Dalam sambutannya, Kapolresta Cimahi AKBP Rusdi Hartono,mengatakan dalam dinamika Kepolisian, sertijab merupakan hal yangbiasa dilaksanakan, seperti halnya saat ini di Polresta Cimahi.Ia mengucapkan terima kasih kepada Waka yang lama Kompol Faizal yang telah menjalankan tugas sesuai fungsinya dengan baik dan seriuspenuh dedikasi yang tingi. “Saya juga mengucapkan selamat datang kepadaKompol Nugroho Arianto yang sekarang telah resmi menjadi wakil sayadi Polresta Cimahi dalam menjalankan tugas,” katanya.Waka Polresta Cimahi yang baru Kompol Nugroho Arianto menuturkan, jabatan yang diembannya merupakan tanggung jawab besar yang harusdijalankan dengan baik. “Karena itu, saya harapkan dukungan seluruh jajaran rekan-rekan di Polresta Cimahi,” tuturnya.Selamat jalan Bang Faizal sampai jumpa lagi di Polresta Cimahi.Selamat datang Bang Nugroho, selamat menjalankan tugas di PolrestaCimahi.
(Fredy Hs/Sis)
Kompol Nugroho AriantoWaka Polresta Cimahi
BANDUNG,
 Medik om
 – 
Sejak 17 Maret 2010 telah ditempatkan 16 orangasisten fasilitator kabupaten dan 16 orang asisten fasilitator teknikkabupaten di 12 kabupaten yang bertugas membantu fasilitator kabupatenataupun fasilitator teknik kabupaten. Oleh karena itu fasilitator/fasilitatorteknik kabupaten segera melakukan konsolidasi dengan para asistenfasilitator kabupaten dan fasilitator teknik kabupaten sehingga pembagiantugas dapat dilaksanakan dengan baik dan jelas.Di samping itu, pada bulan Januari sampai dengan Februari 2010,Satker PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi Jawa Barat maupun kabupatentelah dilaksanakan audit atas laporan keuangan oleh Badan PengawasKeuangan Provinsi Jawa Barat.Demikian diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat danPemerintahan Desa Jabar Dr Ir H Dadang Mohamad MSCE pada acaraRapat Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan Se-Jawa Barat, di KantorBPMPD Jabar Jalan Soekarno-Hatta Bandung, baru-baru ini.Dikatakannya, penyelenggaraan rakor merupakan kegiatan rutin yangdilaksanakan setiap bulan dalam rangka evaluasi program bulansebelumnya dan rencana program bulan berikutnya. Rakor dapat jugadijadikan forum silaturahmi antara satuan kerja provinsi dengankoordinator provinsi, agar terwujud hubungan harmonis di antara parapelaku PNPM Mandiri Perdesaan provinsi dan kabupaten.Berdasarkan hasil audit BPKP, lanjut Dadang, terdapat temuanmenyangkut provinsi, kabupaten maupun di lapangan, antara lain berupa,pertama, masih lambatnya pengisian data induk fasilitator setiap bulan,mulai dari kabupaten sampai korprov, sehingga mempengaruhi data indukdi satker provinsi. Kedua, kebijakan pembayaran biaya transportasi, untukhal ini mohon bantuan faskab apabila ada kelebihan pembayaran ataukesalahan input data dalam pembayaran honorarium dan tunjanganagar memberitahukan Satker PNPM Mandiri Perdesaan Provinsi. Ketiga,kinerja fasilitator kecamatan belum optimal, karena hal-hal, sepertipenyusunan rencana anggaran biaya dan desain rencana anggaran biaya,pelaksanaan pembangunan fisik yang tidak sesuai dengan desain RABmaupun RAB, penyaluran simpan pinjam kelompok perempuan tidaksesuai dengan proposal, pengadaan material tidak sesuai petunjuk teknisoperasional.Kondisi tersebut, kata Dadang, diakibatkan kurangnya pengawasandan binaan fasilitator kabupaten atau fasilitator teknik kabupaten.“Sehubungan hal tersebut kami mohon perhatian koordinator provinsi,fasilitator kabupaten, fasilitator teknik kabupaten maupun fasilitatorkecamatan untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan padapelaksanaan kegiatan di lapangan,” kata Dadang.Di samping itu, juga hasil audit BPKP menyangkut asuransi, di manatunjangan asuransi yang diberikan kepada fasilitator dengan peruntukanasuransi kesehatan dan kecelakaan. Diharapkan fasilitator melakukankontrak asuransi sesuai dengan peruntukannya. Selanjutnya, evaluasikinerja terhadap fasilitator belum dilaksanakan secara optimal danobjektif. “Mohon jadi perhatian satker kabupaten, faskab untukmelakukan evaluasi kinerja sesuai standar operasional danmenyampaikan hasilnya tepat waktu,” katanya.(
 Laures
)
Perlu Koordinasi MengelolaPNPM Mandiri Perdesaan
BANDUNG,
 
 Medik om
-Dalam rangkaoptimalisasi dan pencapaianprogram Keluarga Berencana (KB), jajaran BKKBN Provinsi Jawa Barat,baru-baru ini, melakukan pelayananMOP (metode operasi pria) di Keca-matan Cisewu, Kabupaten Garut.Dukungan pemerintah serta par-tisipasi warga masyarakat terhadapprogram KB pria sangat bagus. Tercapainya 71 akseptor di kecama-tan tersebut menunjukkan duku-ngan terhadap program cukup responsif.Sebagai penyeimbang danpenghibur masyarakat dalampelayanan, segenap tim Mupen (MobilUnit Penerangan) milik Provinsi JawaBarat diterjunkan. Dengan 6 unitdiharapkan terhibur wargaKecamatan Cisewu melaluipemutaran film. Enam unit Mupenditurunkan ke desa setiap malamnya.Hiburan berlangsung selama 2malam untuk 8 desa. Selain menghi-bur warga, tim kru Mupen didampingiPLKB dan TPD melakukanpenyuluhan serta advokasi kepadamasyarakat, terutama kepada parasuami yang telah mempunyai anaklebih dari dua. Kebanyakan darimasyarakat peserta MOP, selain faktorbanyak anak, ternyata faktorekonomi juga mempengaruhi.Wawan, kepada
Medikom
, usaipelaksanaan operasi, menuturkan,“Pak saya ikut MOP ini selain anaksudah banyak, ekonomi juga seret.Bagaimana ke depannya anak-anaksaya nantinya. Dan saya ke tempatini sudah bicara dengan istri. Selainmenyetujui, istri juga mengeluhkanbiaya kalau dia yang di-KB,sebagaimana dilakukannya selamaini. “Melalui program ini saya banyakterima kasih telah melakukanpelayanan di daerah terpencil,” tuturWawan. Tim medis spesialis yangdidatangkan dari Cianjur dapat
Warga Cisewu DukungProgram KB Pria
melakukan operasi kecil kepada 71pasien MOP. Pelayanan MOP inimerupakan pelayanan terbaikkarena dapat menghimpun 71akseptor, walaupun targetsebelumnya harus mencapai 150akseptor.Sebagaimana dituturkan salahsatu panitia penyelenggara, saatdikonfirmasi mengenai alasanpencapaian akseptor tidakmemenuhi target, pencapaianakseptor tidak memenuhi targetsesuai harapan disebabkan cuacaalam saat ini terus-terusan turunhujan. Selain itu, jarak kediamanakseptor dengan tempat pelayanancukup jauh, sampai-sampai harusditempuh jarak puluhan kilometerdan medan jalan pun berbatu danterjal. “Karena guyuran hujan,kami memaklumi situasi seperti ini.Dengan 71 akseptor saja sudahcukup bagus,” tutur Pak Acuy.Kepala Kanwil BKKBN Provinsi Jawa Barat, Drs Rukman HeryanaMSi, dalam sambutannya di aulaKecamatan Cisewu mengatakan,untuk mendukung programpemerintah sekaligus sebagaiupaya meningkatkan kesejahte-raan masyarakat, diharapkankaum pria juga turut andilmenyukseskan program denganmengikuti Program Keluarga Be-rencana melalui MOP. Itu pun apa-bila telah memenuhi persyaratan,di antaranya anak lebih dari dua,faktor ekonomi atau keluargamiskin, dan dapat persetujuan darikeluarga. Selain itu, peranan priaikut KB dapat juga meringankanbeban istri yang selama ini harusmengeluarkan uang untuk ber-KB.“Dengan pria ikut KB maka bebanistri pun berkurang dan dapatdiperuntukkan yang lain,” tegasnyadi hadapan masyarakat dan parapelajar SMU setempat. (
Iwan
)
BANDUNG,
 Medik om
 –MasyarakatKota Bandung menyambut meriahPawai Kafilah Musabaqah TilawatilQuran (MTQ) Kota Bandung danPersib U-21, Jumat (21/5). Meskimenimbulkan kemacetan lalu lintaskendaraan di beberapa ruas jalan,Wali Kota Bandung H Dada Rosadamemenuhi janji keinginan warga KotaBandung, mengarak keliling kotapiala Juara Umum MTQ Jabar 2010 yang berhasil dipertahankan kafillahKota Bandung. Bersamaan itu pula,turut diarak piala gelar juarasepakbola Liga Super Indonesia (LSI)2010 yang diraih Persib U 21.“Ini keinginan masyarakatsekaligus ungkapan kegembiraan, juga apresiasi pada mereka yangberprestasi,” ujar Dada yang larutdalam kegiatan bersama Wakil WaliKota Bandung Ayi Vivananda, saatmelepas rombongan di TamanMonumen Bandung lautan Api (BLA) Tegallega, Jumat (21/5).Peserta pawai dilepas di gerbangtimur Tegallega, menuju Jalan Moh Toha, BKR, Laswi, Sukabumi,Supratman, Diponegoro, Gasibu,layang Paspati, Pasteur,Cokroaminoto, Pajajaran,Abdurrahman Shaleh, Garuda,Sudirman, Jamika, Peta dan finis di Tegallega kembali.Kegiatan diharapkan Dada,menjadi media motivasi warga lainKota Bandung ikut berprestasi dibidang lain, baik secara peroranganmaupun kolektif. Apalagi Bandungsaat ini dihari yang sama, sedangdalam penilaian sinergitas kinerjakecamatan dalam menunjangakselarasi pencapaian target indekspembangunan manusia (IPM) tingkat Jabar yang diwakili KecamatanBatununggal. Target prestasi lainnya,
Masyarakat Sambut PawaiKafilah MTQ dan Persib U-21
piala Adipura sebagai penghargaantertinggi dalam pengelolaanlingkungan hidup, ketertiban dankebersihan kota.Sama halnya dengan kafillah MTQ,kepada warga berprestasi lain, PemkotBandung juga tidak segan-seganmemberi apresiasi. Di kesempatanmenerima Persib U 21 melaporkankeberhasilannya menjuarai LSI, diPendopo Jalan Dalem Kaum Dadamenyerahkan
kadeudeuh
(bonus)Rp100 juta. Keberhasilan Persib U 21,baginya tidak hanya disyukuri tapi juga telah mengobati kerinduanprestasi Persib di LSI.Kepada Persib U 21 karena masihanak-anak, Dada mengingatkansekaligus berpesan, selain mening-katkan
skill
dan kemampuanuntuk berprestasi, mereka jugaharus mengimbanginya denganpendidikan formal di sekolah. “Iniuntuk kesejahteraan ke depan,”ujarnya.Ketua panitia acara yangsekaligus Asisten Perekonomiandan Pembangunan Kota BandungH Ubad Bactiar melaporkan,sedikitnya seribu lebih kendaraanmotor dan mobil mengiringi pawai.Mereka terdiri unsur SKPD dilingkungan pemkot, klub mobilhardtop, motor besar, ormas danLSM keagamaan juga bobotohPersib.
(Dudi)
 
Lintas Kota
3
Edisi 370 Tahun VII 24 s.d. 30 Mei 2010
Sekitar 120 rumah yang dihunisekitar 200 KK di Blok Hegarmanah,Desa Pasindangan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka,terendam air luapan SungaiCimanuk hingga ketinggian kuranglebih 80 cm. Warga yang tampakenggak siap, belingsatan berupayamengamankan harta benda danberusaha mengevakuasi keluargaterutama anak-anak dan perem-puan ke tempat yang lebih tinggi.Selain merendam rumah, air jugamenyapu sekitar 287 hektare sawahdi Desa Sukawana dan Pasindangan yang kondisi padinya tengahberbunga. Di di Desa Babakananyar,kondisi padi baru berumur 70 harian.Pangkal penyebab banjir, tanggulSungai Cimanuk di Blok Keman,Desa Sukawana, KecamatanKertajati jebol sekitar 30 meteran, Jumat (21/5).Menurut beberapa warga, sepertidisampaikan H Madi (40), Kasma (59),Adnawi (40), Wahyu (39), dan Adnawi(49), luapan air terjadi sekitar pukul06.30 WIB. Air tiba-tiba saja datanglangsung merendam pemukimanpenduduk. Kondisi air semakin siang justru semakin meluap. Di beberapatitik di pemukiman penduduk yangletaknya lebih rendah air hinggamencapai ketinggian kurang lebihsatu meter.“Air datang langsung keruh,awalnya hanya setinggi sekitar 10cm. Namun setengah jam kemudianlangsung meluap hingga sepaha,”ungkap H Madi setelah mengantarkeluarganya di pengungsian yang jaraknya sekitar setengah kilometerdi Kertajati.Untuk sementara warga kinimengungsi di famili mereka di Desadan Kecamatan Kertajati serta ditempat pengungsian. Beruntungbagi warga, sebab TNI dari LanudSugiri Sukani, Batalyon 321 Galuh Taruna, dan PMI Majalengka sigapmembangun tenda dan membuka
Dilumat LuapanSungai Cimanuk Jumat Sore
 Luapan air Sungai Cimanuk begitu rakus melumat ribuan rumah penduduk Kabupaten Majalengka dan Indramayu, Jumat (21/5). Air sungai meluap akibat jebolnya tanggul yang memang sudah pada kondisi kritis.
dapur umum.Sementara para pemuda tetapbertahan di lokasi. Mereka tinggal dipos ronda dan di rumah warga yangposisinya lebih tinggi meski sedikitterendam untuk menunggu ternak yang dikhawatir terbawa banjir.Hingga pukul 17.00 WIB air belummenunjukkan penyusutan.Mantri Pertanian Kecamatan Jatitujuh Dulkalim menyebutkan,selain merendam pemukimanpenduduk, air juga merendamsekitar 220 hektare areal sawah. DiDesa Pasindangan sekitar 120hektare dan Desa Sukawana,Kertajati sekitar 100 hektare.“Air dari Cimanuk tersebutsebelum masuk ke pemukimanpenduduk terlebih dulu merendamsawah, ada juga yang melintasi su-ngai kecil kemudian ke pemukimanpenduduk,” ungkap Dulkalim yangmemprediksi jika banjir cukup lamamaka diperkirakan panen akanmengalami puso, karena kondisipadi kini tengah berbunga.Menurutnya banjir diakibatkanoleh jebolnya empat titik tanggulSungai Cimanuk yang berada diBlok Keman, Desa Sukawana,tepatnya di sebelah hulu tanggul yang sebelumnya sempat jebol.Padahal, beberapa waktu lalu barusaja diperbaiki. Tanggul yang jebol terdapat jugadi Blok Cambay, DesaKertawinangun, Blok Cimoyan DesaKarangsambung serta Desa PasirMalati, Kecamatan Dawuan. Jebolnya tanggul Cimoyan menurutCamat Kadipaten Gatot Sulaeman,merendam empat rumah pendudukdan sawah sekitar 67 hektare di DesaKarangsambung.
Di Indramayu 8 desa terendam
Di Kabupaten Indramayu, luapanair Sungai Cimanuk melumpuhkanribuan rumah warga termasukbangunan SD dan madrasah diempat desa serta Pasar Bangkir, Jumat (21/5) pukul 07.00 WIB.Rumah-rumah warga yang keban- jiran terletak di Desa RambatanKulon, Kecamatan Lohbener,Rambatan Wetan Kecamatan Sin-dang, Desa Plumbon, TelukagungKecamatan Indramayu, Desa Suka- wera dan Kertasemaya KecamatanKertasemaya, serta Desa Pagirikandan Pabean Udik Kecamatan Pasekan.Desa-desa yang terkena banjir itukebetulan berada di sisi bawahtanggul Sungai Cimanuk yang debitairnya dalam sepekan terakhir initerus meninggi.Camat Lohbener Wawan SOdimiarta SH di lokasi banjir DesaRambatan Kulon, Jumat (21/5)mengemukakan, air meluap melaluitiga titik tanggul Sungai Cimanuk yang kritis. Masing-masing tangguldi Blok Ballas, Blok Pulo, dan BlokNingkon.Dari atas tanggul kritis di BlokBallas itu, debit air Sungai Cimanukberketinggian 5,5 meter mengalirderas menggenangi ribuan rumah warga di Desa Rambatan Kulon.Sedangkan pemukiman warga diDesa Rambatan Wetan dialiri banjirbandang dari dua titik tanggul yang jyga kritis di Blok Pulo dan BlokBallas.Banjir bandang juga menggenangiPasar Bangkir yang kebetulan pada Jumat (21/5) suasananya sedangramai karena merupakan haripasaran. Selain itu, merendambeberapa bangunan SD, seperti diSD Rambatan Kulon I, II, dan III, airsudah merendam lantai kelassetinggi 80 cm. Pihak sekolahterpaksa meniadakan kegiatanbelajar mengajar (KBM) di sekolahtersebut.“Anak-anak tadi pagi sempatdatang ke sekolah. Namun karenaair sudah menggenangi halamansekolah dan ruang belajar, terpaksamurid-murid diminta belajar dirumah. Khawatir terjadi hal-hal takdiinginkan, sekolah hari inimemulangkan murid-murid,” kataseorang guru. Selain bangunan SD yang kebanjiran, sejumlahbangunan madrasah dan masjid juga terendam.Menurut Camat Lohbener, banjirbandang menggenangi rumah-rumah warga mulai terlihat pada Jumat (21/5) pukul 07.00 WIB. Debitair Sungai Cimanuk yang tinggi danairnya tampak keruh berwarnacoklat tua itu mengalir deras darihulu di Kabupaten Garut. Air meluberdari atas tanggul sungai yang kritisdan menggenangi halaman, lalumasuk ke rumah-rumah dansekolah.Pantauan
Medikom
Jumat (21/5) pada pukul 17.30 WIB ketinggianair di Sungai Cimanuk RambatanKulon semakin meninggi. “Bahkanluapan air sudah memasuki SungaiCimanuk Desa Terusan. Kondisi itumembuat warga sekitar jadi cemastakut air tersebut meluap seperti yang terjadi di Desa RambatanKulon,” ungkap salah seorang warga.
 Tanggul Cimanuk jebol
 Teguh Sutejo staf BBWS CimanukCisanggarung membenarkan jebol-nya tanggul tersebut. Menurutnya,tanggul di Blok Cimoyan, DesaKarangsambung sebetulnya sudah jebol sejak Jumat pekan kemarin.Namun kini semakin lebar setelahcurah hujan terus tinggi serta banjirkiriman dari wilayah hulu, sepertiSumedang dan Garut.“Untuk Blok Cimoyan sekarangsudah mau diperbaiki, dankontraknya sudah dibuat. Demikian juga yang berada di Blok Cambaysudah akan diperbaiki. Di Pasirmalatisudah diatasi dengan penumpukankarung sehingga untuk sementarabisa teratasi,” ungkap Teguh.Yang jadi persoalan danmengkhawatirkan menurutnyaadalah tanggul di Blok Keman. Di wilayah tersebut, kata Teguh, selamabagian bawahnya tidak diperbaikimaka air akan terus menggerustanggul dan akhirnya jebol seperti yang terjadi saat ini.Pengelola Pintu Air Bendung Ren-tang Joko Suwondo menyebutkan,kondisi air di Bendung Rentang padaKamis malam mencapai 1204,555m kubik/detik, pada Jumat siang694,084 m kubik/detik. “Sejak tadimalam air kita buang seluruhnya keCimanuk. Posisi air sekarang masihcukup tinggi, masih rata dengantanggul sehingga banjir masihbelum surut,” ungkap Joko.Bupati Majalengka H Sutrisnosaat mengunjungi pengungsi menye-butkan, pihaknya sudah berupayamelaporkan tanggul Cimanuk yang jebol dan kritis kepada PemerintahPusat dan Provinsi Jawa Baratuntuk segera diperbaiki. “Sekarang yang kita lakukan adalah upayapenyelamatan warga terlebih dulu,serta jangan sampai mereka tidakmakan,” ungkapnya.
(Juremi, H Yonif Fatkhurony)CIMAHI,
 Medik om
 –Kecamatan Cimahi Selatan patut berbangga, karenamewakili dua kecamatan yang ada di Kota Cimahi untuk diikutsertakandalam lomba kecamatan tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2010.Perlombaan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Baratini terkait dengan penilaian sinergitas kinerja kecamatan untukmenunjang akselerasi pencapaian target indeks pembangunan manusia(IPM) tahun 2013 tingkat Provinsi Jabar.“Fokus penilaiannya pada bidang pendidikan, kesehatan dan dayabeli di masyarakat, dilakukan setiap dua tahun sekali dalam sepuluhhari penilaian berturut-turut. Penilaian ini diharapkan dapat memberikanpengembangan kinerja serta pelayanan di bidang kesehatan, pendidikanserta aktivitas ekonomi,” ungkap Ketua Tim Penilai Dedi Haryadi, seusaiacara di Aula Kecamatan Cimahi Selatan pekan kemarin.Sekda Kota Cimahi merasa optimistis Kecamatan Cimahi Selatanakan mampu mewakili Cimahi menjadi yang terbaik di Jawa Barat.“Kami optimis, insya Allah Kecamatan Cimahi Selatan akan mampumewakili Cimahi menjadi yang terbaik di Jawa Barat. Bahkan apabilaternyata benar, ini merupakan kado ulang tahun Kota Cimahi yang ke-9 tahun,” ujarnya.Camat Cimahi Selatan Setia Kusbaran kepada
Medikom
mengatakan,pihaknya merasa bersyukur Kecamatan Cimahi Selatan dapat mewakililomba kecamatan tingkat provinsi. “Semoga Kecamatan Cimahi Selatanberhasil menjadi kecamatan yang terbaik di Jawa Barat,” ungkapnya.
(Imam Sis/Fredy)
Cimahi Selatan PesertaLomba KecamatanTingkat Provinsi
BANDUNG,
 Medik om
 –Komisi BDPRD Provinsi Jawa Baratmeninjau Pangkalan PendaratanIkan (PPI) Pamayangsari danCipatujah Kabupaten Tasikmalaya baru-baru ini. KetuaKomisi B Hasan Zainalmengapresiasi positif peningkatanhasil produksi ikan laut diKabupaten Tasikmalaya, walaupun beberapasarana dan prasarana belumlengkap.Berdasarkan data statistik dariDinas Peternakan Perikanan danKelautan Kabupaten Tasikmalaya,hasil produksi ikan laut padatahun 2009 mencapai 876,40 ton dan pada tahun 2010 sampai dengansaat ini telah mencapai 978,89 ton. PPI Pamayangsari merupakan PPI yang memiliki hasil produksi ikan paling tinggi dibandingkan denganPPI lainnya yang berada di Jawa Barat.Lanjut Hasan, masih ditemui sejumlah hambatan di antaranya belumlengkapnya fasilitas pokok, fungsional dan fasilitas penunjang PangkalanPendaratan Ikan.
Break water
masih kurang panjang, begitu juga kolam/dermaga masih sempit. Selain itu, bengkel juga belum optimalpemanfaatannya, jumlah armada tangkap terbatas dengan ukuran kecil,sehingga daya jangkau nelayan dalam menangkap ikan terbatas, sertauntuk menjaga kesegaran ikan belum tersedianya pabrik es yang bisamemasok kebutuhan nelayan. Hal lain yang memprihatinkan adalahlampu penerangan yang ada sudah diputus PLN karena Rukun Nelayantidak sanggup membayar beban listrik.Untuk mengatasi hambatan tersebut, Hasan menegaskan, Komisi Bmengusulkan penambahan fasilitas PPI dari dana APBD Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jabar dan APBN Pusat. Selain itu, Komis B akanmengusulkan penambahan armada tangkap dari dana provinsi maupunpusat serta akan mendukung akselerasi pembangunan pabrik es. KomisiB juga akan memediasi agar PLN dan Dinas Perhubungan membangunfasilitas penerangan jalan umum.
 
(IthinK)
DPRD Dukung PenambahanFasilitas PPIPamayangsari dan Cipatujah
Berdasarkan datastatistik dari DinasPeternakan Perikanandan Kelautan KabupatenTasikmalaya, hasilproduksi ikan laut padatahun 2009 mencapai876,40 ton dan padatahun 2010 sampaidengan saat ini telahmencapai 978,89 ton.
BANDUNG BARAT,
 
 Medik om
-Jikadinilai tidak mengacu pada aturan,kebijakan kepala desa dapat jugadipertanyakan masyarakat.Contohnya, masyarakatmenanyakan aset Desa Puncaksari yang dijual. Di antaranya kantor desalama, gedung polindes. Selain itudipertanyakan juga kontribusi tanahcarik yang dipakai bangunan SMAN1 Sindangkrta, dan penjualan raskin yang dinilai terlalu mahal.Hal itu disampaikan masyarakatDesa Puncaksari, KecamatanSindangkerta, Kabupaten BandungBarat, yang enggan disebutkan jatidirinya, baru-baru ini. “Beras raskindi masyarakat dijual dengan hargamencapai Rp2.300/liter. Kan ituterlalu mahal, padahal seharusnyadijual per kilo, bukan per liter, denganharga Rp1.600,” katanya.Saat
Medikom
mengkonfirmasaihal ini, Kepala Desa Puncak Sari, HAsep Dudung mengatakan, untukmasalah tanah carik yang dipakaibangunan sekolah, sampai saat inipihak desa belum pernah menerimaapapun dari pihak sekolah.“Sedangkan polindes itu bukan sayakepala desanya. Untuk gedung desa yang lama, itu hasil musyawarahantara BPD, pemerintah desa,LPMD dan tokoh masyarakat, dandisetujui dengan alasan melihatkondisi bangunan yang sudahrapuh dan takut roboh. Karenagedung tersebut seringkalidipergunakan oleh anak-anaksekolah bermain,” katanya.Yang jelas, ungkapnya, itu hasilmusyawarah dan dijualnya juga keperangkat desa dengan harga Rp2 juta. Namun, belum dibayar sampaisaat ini. Sedangkan untuk berasraskin dijelaskan, dari desa dijualsesuai dengan edaran dari Bulog,Rp1.600/kg kepada RT dan RW,selaku pelaksana penjualan berastersebut. Jadi, desa tidak menjual
Kebijakan KepalaDesa Menuai Protes
lebih kepada RT dan RW.Menurut sumber
Medikom
, hargaberas yang dijual mahal itu untukmenutupi beras-beras yang dibawaoleh para perangkat desa, karenabanyak perangkat yang membawaberas tersebut. “Padahal, kan ituberas untuk masyarakat miskin,kenapa para perangkatmengambilnya. Ya, kalau mau beli,kenapa nggak bayar!” kata sumber.Saat
Medikom
meminta tangga-pan, Camat Sindangkerta, MuhamadYudi BA, selaku pembina di tingkatkecamatan, di ruang kerjanya, Rabu(12/5), mengatakan, untuk kantordesa yang dijual, itu jelas tidakdiperbolehkan, karena itu merupakanaset negara. Apalagi bangunantersebut dibangun di tanah carik desa.Sedangkan untuk beras raskin,sampai saat ini di KecamatanSindangkerta tidak ada masalah.“Kalau pun ada, masyarakat pastimelaporkan ke kecamatan melaluikasi P3D/pemberdayaan yangmenangani masalah beras raskin.Nggak mungkin desa menjualRp2.300. Kan seharusnya dijualseharga Rp1.100/kg. Jadi, kalau desamenjual Rp2.300/liter, jelas itu salahdan keterlaluan,” katanya. Diamenambahkan, pihak kecamatanselalu memberikan pembinaan kepa-da para kepala desa, baik internalmaupun eksternal, melalui rapatmingguan, dan itu sudah maksimal.Namun, menurut salah satuanggota BPD KecamatanSindangkerta, pembinaan yangdilakukan pihak kecamantan saatini belum maksimal. “Itu dilihat dariterjadinya beberapa hal di desa-desadi wilayah Kecamatan Sindangkerta.Contoh, demo di Desa Pasirpogor,Desa Cikadu, itu membuktikanbahwa camat gagal dalammelakukan pembinaan kepada parakepala desa,” tegasnya, kepada
Medikom
. (
K Fauzi R
)
Saat
Medikom 
mengkonfirmasai hal ini,Kepala Desa Puncak Sari, H Asep Dudungmengatakan, untuk masalah tanah carik yang dipakai bangunansekolah, sampai saat inipihak desa belumpernah menerimaapapun dari pihak sekolah. “Sedangkanpolindes itu bukan sayakepala desanya. Untuk gedung desa yanglama, itu hasilmusyawarah antaraBPD, pemerintah desa,LPMD dan tokohmasyarakat, dandisetujui dengan alasanmelihat kondisibangunan yang sudahrapuh dan takut roboh.Karena gedung tersebutseringkali dipergunakanoleh anak-anak sekolahbermain,” katanya.
SOREANG,
 Med ik om
 –PemkabBandung disarankan untuk menarikkembali aset tanah seluas 37 hektare yang dihibahkan ke Yayasan BaleBandung pada tahun 1980-an,karena diduga ada unsur KKN. Pada waktu proses hibah aset tersebut,disinyalir sebagian ada yangdiperjualbelikan.Ketua Komite IndependenPemantau Kinerja Pemerintah
Tarik Aset yang Dihibahkan ke Yayasan Bale Bandung
(Kipen) Moh Reza mengatakan, asetPemkab Bandung yang dihibahkanpada tahaun 1980-an oleh BupatiBandung kepada Yayasan BaleBandung tersebut, tanpa disetujuiDPRD Kabupaten Bandung. ahkandisinyalir ada yang dijualbelikankepada masyarakat.“Dari prosudurnya sudah salahdan sekarang masyarakat yangmembeli tanah tersebut resah,karena tidak bisa menyertifkatkantanahnya,” papar Reza yang jugadibenarkan Opan Sopian, salahseorang warga Baleendah.Dengan adanya masalah itu, Rezameminta Pemkab Bandung menarikkembali aset tersebut, agar bisakembali digunakan untukkepentingan masyarakat. “Misalnyauntuk relokasi korban banjirCieunteng, daripada seperti sekarangstatusnya tidak jelas,” kata RezaAnggota Komisi A DPRD Kabu-paten Bandung Asep Samsudinmembenarkan adanya ketidak-beresan dalam penyerahan aset,bahkan mencium adanya unsurKKN. Karena, bupati yang menjabatsaai itu merupakan pengurus yayasaan yang mendapat hibah.“Adanya ketidakberesan terciumketika pembahasan LKPJ Kemarinsaya lihat dalam proses hibah iniada unsur KKN. Selain ada unsurKKN, tiap tahun yayasan tersebutmendapatkan bantuan daripemerintah baik berbentuk danamaupun fasilitas,” tutur Asepseraya mengatakan, pihaknyaakan memanggil pengurus yaya-san untuk memperjelas statusaset yang telah dihibahkan Pem-kab tersebut.
(S Rohmani)PANGALENGAN,
 Medik om
 –Ratusan warga 13 desa di KecamatatanPangalengan Kabupaten Bandungmenanyakan kelanjutan pencairandana rekonstruksi gempa kepadaPemerintah Kabupaten Badungmelalui Komisi B DPRD padakegiatan pansus yang dilaksanakandi beberapa kecamatan.Mereka menyatakan, belummendapatkan kepastian terkaitdengan bantuan. Bantuan kepadapara korban gempa di Pangalenganbaru disalurkan sekitar 10 s.d. 13% yang bersumber dari pemerintahpusat dan provinsi. Sedangkansisanya, sampai saat ini belum jugaditurunkan.Untuk yang ruksak berat besarnyabantuan Rp15 juta per unit rumahdari bantuan pusat. Sedangkanuntuk yang ruksak sedang sekitarRp10 juta berasal dari bantuanprovinsi. Dan bantuan untuk yangrusak ringan nilainya Rp1 juta,sudah selesai diberikan karenabantuan tersebut bersumber dariPemkab Bandung.Masyarakat menginginkan agarbantuan tersebut secepatnyaditurunkan. Apalagi kini musimhujan masih berjalan. Sepertidisampaikan warga DesaMargamulya Engkun, Ibin, dan Dedi.Mewakili masyarakat sekitarnya,mereka menegaskan sudah benar-benar tidak nyaman harus terus tidurdi terpal yang sudah ruksak saatmusim hujan berkepanjangan.Apalagi bagi yang mempunyai
Warga TanyakanBantuan Rekonstruksi
anak kecil, nasibnya bisadibayangkan. “Mudah-mudahanbapak-bapak pejabat bisamerasakan nasib kami yang kenamusibah dan kini belummendapatkan bantuan tersebut.Kapan bantuan akan diturunkan,kami minta kepastian karenasekarang sudah hampir satutahun,” tuturnya. Tokoh masyarakat KertasariDesa Santosa Ajang W beserta DrsPardi juga mengharapakanbantuan secepatnya diturunkan,karena banyak warga desa yangmengeluh. “Mudah-mudahandengan adanya media, batuantersebut secepatnya diturunkan.Sangat kasihan masyarakatkecil,” paparnya kepada
Medikom
.Bupati Bandung H ObarSobarna SIp didampingi KepalaDinas Perumahan saat ditemui
Medikom
mengatakan, pihakpemkab kini sedangkan mengu-sahakan kepada pemerintahpusat/BNPB dan provinsi/BNPD.Karena, bantuan tersebutbersumber dari bantuan pusatdan provinsi. Untuk bantunringan, sudah seratus persen daribantuan pemerintah kabupaten.“Mudah-mudahan secepatnya,tapi bisa terjadi akan selesai padatahun 2010 hingga 2011. Mudah-mudahan saja dari mulai RT, RW,Kades, dan kecamatan dapatmemberikan jawaban dan penger-tian kepada masyarakat,” paparObar.
(Suhendar)BANDUNG,
 Medik om
 –PemerintahKota Bandung pada tahunanggaran 2010 kembalimengucurkan dana hibah ProgramBantuan Wali Kota Khusus(Bawaku) pangan Rp7,5 miliar.Program tersebut dimaksudkanmembantu keluarga miskin (gakin)untuk meringankan pembelianberas miskin (raskin) Rp600/kg,sehingga harga tebus raskin di KotaBandung Rp1.000/kg. Digulirkanselama 9 bulan mulai April s.d.Desember 2010.Untuk mendukungoperasionalnya, dari titik distribusike titik bagi (rumah tangga sasaranpenerima manfaat/RSTPM) bagipelaksana distribusi dianggarkanRp400/kg, diberikan setelahmenyelesaikan administrasi raskinpada bulan sebelumnya.“Saya percaya pelaksana programmampu memegang amanah, telitidan senantiasa mematuhi prosedur yang berlaku. Tidak terjadipengurangan takaran ataupenambahan biaya dari RTSPM,apapun alasannya, karena seluruhbeban biaya operasional telahditanggung APBD,” tandas Wali KotaBandung H Dada Rosada saat
launching
Bawaku Pangan, diPendopo pekan lalu.Acara ditandai penyerahan raskinkepada 5 RTSPM dari KelurahanBabakan Ciamis dan dana hibahbiaya operasional kepada 5koordinator pengelolaan raskin
Pemkot Kucurkan Rp7,5 Miliaruntuk Bawaku Pangan
Kelurahan Babakan Ciamis,Cicaheum, Pasirwangi,Mekarwangi, dan Wates.Dada mengajak seluruh wargakota, turut mengawasi pelaksanaanprogram, baik di tingkat distribusimaupun proses penebusan. Karenasekecil apapun kekeliruan diperbuatpengelola, menurutnya bisamenghambat upayapenanggulangan kemiskinan yangsedang diperjuangkan.“Saya menjamin setiappengaduan akan ditanganisecara proporsional. Saya tidaksegan-segan menindak setiapbentuk penyimpangan,khususnya aparat sesuaidengan tingkat kesalahan yangdiperbuat. Tapi jika itu dilakukanmasyarakat, itu bukan ranahkewenangan saya, silakanadukan ke polisi,” tandas Dada.Ia berharap jumlah gakin KotaBandung, setiap tahun semakinberkurang, agar pemkot bisamengalokasikan anggarannyapada program prioritas lain.RTSPM mampu memanfaatpangan sebaik-baiknya,menjadikan motivasi meraihhak-hak lainnya secara mandiri.Kepala Dinas Pertanian danKetahanan Pangan KotaBandung Dedy Mulyamenyebutkan, RTSPM penerimabawaku pangan di 2010 adasebanyak 63.431 KK darisebelumnya 82.432 RTSPM(gakin). Sesuai ketentuan, setiapRTSPM mendapat pagu alokasi13 kg/gakin.Institusinya bekerja samadengan Perum Bulog Subdivre IBandung, kata Dedy, telahmendistribusikan berascadangan pemerintah sebanyak18,5 ton untuk penanggulanganrawan pangan di 24 kelurahandi Kota Bandung yang terkenabencana banjir.
(Dudi)H Dada Rosada

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Eka Suryo P liked this
Umar Limbong liked this
Yayah Muwardah liked this
Hilman Saripin liked this
asminp liked this
Amir Husin liked this
Tb Koko Asmara liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->