Pendidikan Pada Masa Kolonial Belanda
Tilaar (1995) dalam pandangannya menyebutkan ada 5 ciri yang dapat ditemukan pendidikan kita di masaKolonial Belanda, yaitu :1.
Sistem Dualisme
Dalam sistem dualisme diadakan garis pemisah antara sistem pendidikan untuk golongan Eropah dan sistem pendidikan untuk golongan Bumi Putera. Jadi, di sini diadakan garis pemisah sesuai dengan politik kolonial yangmembedakan antara Bumi Putera dan pihak penjajah.2.
Sistem Konkordansi
Sistem ini berarti bahwa pendidikan di daerah penjajahan diarahkan atau disesuaikan dengan pendidikan yangterdapat di Belanda. Sistem ini diasumsikan bahwa dengan sistem yang berkonkordansi dengan sistem yang adadi Negeri Belanda, maka mutu pendidikan akan terjamin setingkat dengan pendidikan di Negeri Belanda. Olehkarena itu, lulusan sekolah dari daerah jajahan dapat melanjutkan ke sekolah tinggi yang terdapat di NegeriBelanda.3.
Sentralisasi
Kebijakan pendidikan di zaman kolonial diurus oleh sebuah Departemen Pengajaran. Departemen ini yangmengatur segala sesuatu mengenai pendidikan dengan perwakilannya yang terdapat di Propinsi-propinsi yang besar.4.
Menghambat Gerakan Nasional
Sistem pendidikan pada masa itu sangat selektif karena bukan diperuntukan untuk masyarakat Bumi Putera untuk mendapatkan pendidikan yang seluas-luasnya atau pendidikan yang lebih tinggi. Di dalam kurikulum pendidikankolonial pada waktu itu, misalnya, sangat dipentingkan penguasaan bahasa Belanda dan hal-hal mengenai NegeriBelanda. Misalnya, di dalam mata pelajaran Ilmu Bumi, anak-anak Bumi Putera harus menghafal kota-kota kecildi Negeri Belanda, dll.5.
Perguruan Swasta yang Militan
Salah satu sekolah Swasta yang sangat gigih menentang kekuasaan kolonial ialah Sekolah-sekolah Taman Siswayang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara tanggal 3 Juli 1922. Seperti kita ketahui, Sekolah-sekolah Taman Siswadidasarkan kepada 7 asas, yaitu:1.Pendidikan didasarkan kepada kodrat alam.2.Sistem among atau Tut Wuri Handayani, yaitu suatu prinsip pendidikan mendorong anak didik dari belakang, bukan menggurui agar anak dapat berdiri sendiri.3.Pendidikan haruslah didasarkan kepada budaya nasional bukan budaya asing.4.Pendidikan haruslah didasarkan kepada kerakyatan.5.Pendidikan diarahkan kepada memupuk kepercayaan kepada kekuatan sendiri untuk tumbuh.6.Pendidikan harus dapat membiayai diri sendiri dan oleh sebab itu menolak segala jenis subsidi yangdiberikan pemerintah kolonial.7.Keikhlasan lahir batin bagi guru untuk mendekati anak didik.
Pendidikan Pada Masa Pendudukan Militerisme Jepang
Dengan pecahnya Perang Dunia II, yang disebabkan oleh invasi tentara kerajaan Jepang tanggal 7 Desember 1941, maka runtuhlah sistem pemerintahan kolonial dan sekaligus pula sistem pendidikan yang ada di dalamnya.Dimulailah masa pendudukan militerisme Jepang selama hampir 3,5 tahun.Terlepas dari berbagai bentuk negatif, pendidikan masa penjajahan militer Jepang banyak sedikitnya telah pula mengembangkan berbagai hal yang positif di dalam pembinaan sistem pendidikan di Indonesia.Menurut Tilaar (1995) ada beberapa hal pembinaan sistem pendidikan di masa pendudukan Jepang, yaitu :1.
Pendidikan untuk Kebutuhan Perang Asia Timur Raya
Tentara pendudukan Jepang ingin menghapuskan sisa-sisa pengaruh Barat di dalam masyarakat Indonesia. Halini terlihat, antara lain, kebijakan untuk menghapuskan bahasa Belanda, baik dalam pergaulan sehari-hari, berbagai tulisan maupun nama seperti toko atau perkumpulan. Kemudian diganti dengan bahasa Indonesia, baik dalam pergaulan sehari-hari maupun di sekolah-sekolah.Isi pendidikan diganti. Zaman kolonial Belanda, isi pendidikan diarahkan kepada kebudayaan Barat,zaman pendudukan Tentara Jepang, diganti dengan kebudayaan Jepang.2.
Hilangnya Sistem Dualisme dalam Pendidikan
Masa pendudukan militerisme Jepang, hanya satu pendidikan yang hidup yaitu sistem pendidikan yang diimpor dari Jepang. Sifat pendidikan yang terbuka untuk seluruh anak Indonesia. Ini proses demokratisasi pertama dalamsistem pendidikan nasional kita.3.
Perubahan Sistem Pendidikan yang Lebih Merakyat
Beberapa hal yang terjadi sistem pendidikan di masa pendudukan Jepang :
2