Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
9Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HUKUMAN MATI

HUKUMAN MATI

Ratings: (0)|Views: 2,242|Likes:
Published by chynd_shine

More info:

Published by: chynd_shine on May 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/10/2013

pdf

text

original

 
HUKUMAN MATI DAN PENJERAAN PELAKU KEJAHATANOleh : Dra. D.T.P. Kusumawardhani, M.Si.
Pengantar
Hukuman mati sering menjadi subjekyang kontroversial. Pihak yang tidaksetuju dengan hukuman mati biasanyaberpendapat bahwa hukuman penjaraseumur hidup adalah suatu jenishukuman pengganti yang efektif, danbahwa hukuman mati tersebutdianggap melanggar atau memperkosahak para pelaku kejahatan untuk hidup.Sementara itu, para pendukunghukuman mati, menganggap bahwahukuman mati dapat dibenarkan,setidaknya bagi para pelakupembunuhan, dengan prinsip gantirugi, bahwa hukuman penjara seumurhidup tidaklah secara efektif membuatpelaku kejahatan atau calon pelakukejahatan (
 potential offenders
) takutuntuk melakukan kejahatan. Beberapaargumentasi berputar-balik di sekitardata empiris, tentang sejauh manahukuman mati adalah suatu jenishukuman memang lebih membawaaspek penjeraan (
deterence aspec
)lebih besar dibanding hukuman penjaraseumur hidup.Suatu keputusan untuk menentukanhukuman mati sebagai putusanpengadilan tidaklah pernah dibuatdengan enteng. Sidang pengadilansecara menyeluruh menyelidiki segalahal yang terkait dengan kejahatan yangdilakukan dan latar belakang dariterdakwa. Hakim kemudian membuatkeputusan terakhir setelahmempertimbangkan hasil penyelidikandan sidang yang menyeluruh inidengan pengacara yang ditugaskan,penyelidik dan anggota staff lain.Pengacara terdakwa diundang untukhadir pada sidang pengadilan untukmenyajikan informasi apapun yangmereka anggap relevan dengankeputusan hukuman mati tersebut.Tentu saja akan selalu ada kritik atashukuman mati. Beberapa kritikusmenyerang eksistensi hukuman matidari sudut alasan atau pertimbanganmoral dan religius, pertimbanganbahwa semua orang berhak untukmemutuskan apa yang baik bagi dirimereka sendiri. Kritik yang lain adalah"
discriminatory enforcement 
" — bahwahukuman mati tidak dikenakan denganseimbang antar terdakwa dari latarbelakang atau ras yang berbeda. Saat-saat ini, pihak yang tidak stuju denganeksistensi hukuman mati sudah denganlantang mengatakan bahwa denganmemberikan hukuman mati bagiterdakwa berarti orang tidak bersalahbisa dibunuh. Walaupun kita tidakdapat mengetahui dengan pastiataupun sekedar memahamipelaksanaan hukuman mati di negaralain, namun kita dapat sajamenawarkan pengamatan tertentu:Ada suatu perbedaan besar antarasuatu kasus tentang pembebasantuduhan dari seorang terdakwa yangsebelumnya dijatuhi hukuman matidengan kasus di mana seorang tidakbersalah benar-benar dieksekusihukuman mati. Studi yang dikutip olehpihak yang tidak setuju denganhukuman mati bersandar pada kasus dimana pembebasan dari tuduhan terjadisebelum hukuman mati dilaksanakan,bukan kasus di mana orang yang tidakbersalah benar-benar dieksekusi.Begitulah, kesalahan kritik, walauberdasar pada suatu studi adalahbahwa mereka lupa seorang terdakwa
1
 
tidak begitu saja diberikan hukumanmati, ia telah menjalani suatu prosespengadilan yang dapat dipertanggung jawabkan.Lebih dari 130 tahun yang lalu, ahlifilsafat yang terkemuka, YohanesStuart Mill, berbicara dengan fasihtentang isu hukuman mati ini di depanParlemen Inggris : "Apakah denganmemberikan denda pada pelakukejahatan merupakan suatu keinginanuntuk menunjukkan rasa hormat bagihak milik atau untuk memenjarakanpelaku kejahatan tersebut, atau untukmempertahankan kebebasan pribadi?Sama tidak beralasannya untuk berpikirbahwa apakah mengambil nyawa orangyang telah membunuh orang lain ituuntuk menunjukkan penghormatanuntuk hidup manusia? Kita tunjukkan,sebenarnya, dengan seseorangmelakukan pelanggaran hak orang lain,merujuk aturan hukum negara, makasebenarnya pelaku yang bersangkutantelah siap untuk mengambil denda bagidirinya sendiri."Di dalam keinginan kita yang dapatdimengerti untuk berbuat adil danuntuk melindungi hak pelaku kejahatandi dalam sistem peradilan pidana kita,marilah kita tetap tidak mengabaikanatau memperkecil hak dari korbanmereka. Hukuman mati, boleh jadi,adalah suatu alat yang perlu yangmenegaskan lagi kesucian hidupmanusia seiring dengan penjaminanbahwa pelaku kejahatan yangbersangkutan tidak pernah lagimencoba merugikan orang yang lain.
Moralitas Hukuman Mati :
Bagaimana mungkin pembunuhanakan ditanggapi dengan serius jikahukuman terhadap perbuatan tersebut juga tidak sama seriusnya? Suatukejahatan, betapapun, merupakansuatu perbuatan yang menjengkelkan,sama seperti hukuman yangmengikutinya itu. Seperti Edward Kochkatakan: "Adalah denganmemberlakukan hukuman yang palingtinggi untuk pengambilan hidupmanusia (membunuh), kita dapatmenyatakan nilai hidup manusia yangpaling tinggi."Mike Royko, wartawan Award-WinningChicago benar-benar mempertahankanposisi ini, dengan mengatakan :"karena aku menghormati hidupmanusia maka aku menyukai hukumanmati. Pembunuhan adalah kejahatanyang paling mengerikan yang pernahada di dunia. Apapun bentuk hukumanbagi pembunuhan jika kurang darihukuman mati adalah suatupenghinaan kepada masyarakat dankorban. Kita tidak menghargai hidupkorban jika kita tidak cukup untukmenghukum pembunuh secara penuh."Hukuman adalah cara yang ditempuholeh masyarakat menyatakan ataumengekspresikan pengutukkannya dariperbuatan salah; dan, dalam rangkamemelihara rasa hormat untuk hukum,adalah penting bahwa hukumanmenimbulkan penderitaan yangseimbang bagi pelaku. Merupakansuatu kekeliruan untuk pertimbangkanapakah hukuman sebagai alatpenghalang (
deterrent 
) atau tidak ada,pencegahan atau perkembangankembali (
reformative
). Kebenaranadalah bahwa beberapa kejahatanmenjadi sangat memalukan sehinggamasyarakat meminta dengan tegashukuman yang memadai, sebab pelakuyang salah layak untuk itu, tanpatergantung apakah hukuman tersebutmerupakan suatu penghalang(
deterrent 
) atau tidak."Di dalam Kontrak Sosial yang ditulisoleh J.J. Rousseau, 1792, dapat dilihatbahwa : "setiap penjahat sebenarnyaadalah seorang pemberontak danseorang pengkhianat kepada tanah airnya. Dengan pelanggaran hukumnya, iabisa berhenti menjadi salah satuwarganegara: ia bahkan dianggap
2
 
berperang melawan negara. Dalamkeadaan yang demikian, negara dandia sendiri, kedua-duanya, tidak bisadiselamatkan: salah seorang harusbinasa. Di dalam membunuh penjahat,kita tidak begitu banyakmenghancurkan warganegara seprtikita berhadapan dengan musuh negara.Pengadilan dan penghakiman adalahbukti bahwa penjahat telahmerusakKontrak Sosial, dan dengandemikian, mereka adalah tidak lagimerupakan suatu anggota negara itu.
Hukuman Tidak Sah
Hukuman mati adalah sering ditentangdalam konteks bahwa setiap sistemperadilan pidana dapat berbuat keliru,orang yang tidak bersalah akan bisadieksekusi karena kekhilafan prosesperadilan. Hukuman mati tidak mudahdiubah dibanding hukuman yang lain.Kita ambil contoh, jika terdakwadituntut hukuman penjara 12 tahun,bagi Hakim dalam memutuskanhukuman akan lebih mudahmengubahnya menjadi 8 tahun.Sementara jika tuntutan PenuntutUmum adalah hukuman mati, Hakimdalam mengambil keputusan hukumanakan lebih sulit merubahnya menadihukuman penjara 12 tahun. Parapendukung dari hukuman matimenunjukkan bahwa hukuman yanglebih ringan, termasuk hukumanpenjara seumur hidup dapat jugadikenakan salah dan
incarceration
(hukuman kurungan) adalah juga tidakdapat diubah jika yang tidak bersalahmati dalam penjara.
Hak-Hak Untuk Hidup
Kritikus hukuman mati biasanyamengrikiti bahwa hukuman mati adalahsuatu pelanggaran yang menyangkuthak untuk hidup atau ' kesucian hidup'.Banyak perjanjian internasional dankonstitusi nasional menjamin hak untukhidup. Bagaimanapun, banyak jugaperjanjian internasional dan konstitusinasional menganggap bahwa hak untukhidup adalah suatu hak asasi manusiaatau hak alami yang ada dan bebasdari hukum yang dibuat oleh manusia.Penganjur dari hukuman mati biasanyamempertahankan argumentasinyadengan anggapan bahwa kritikusseolah-olah tidak melihat masalahdengan suatu pelanggaran hak untukkebebasan dari penjahat ketika merekadalam penjara karena hukumankurungan (
incarceration
) diterapkansebagai ganti hukuman mati yangdikehendaki mereka. Oleh karena itu,penganjur memandang argumentasikritikus tidak mendasar dan tidakpenting untuk diperhatikan.Hak untuk hidup dan hak untukmemperoleh kebebasan dinyatakanmenjadi suatu hak alami oleh ahlifilsafat Yohanes Locke, pada abab 17,yang secara rinci menerima hukumankurungan (
incarceration
) dan hukumanmati sebagai jawaban ataspemerkosaan hak kebebasan danhidup. Hak-Hak untuk kebebasan danhidup adalah juga diumumkan menjadihak azasi manusia oleh dokumenterkenal seperti
United NationsUniversal Declaration of Human Rights
.Dalam dokumen tersebut dimuatsecara rinci pembebasan hukumanmati di dalam keadaan tertentu, sepertikejahatan yang dikategorikan sebagaikejahatan serius.
Tidak Manusiawi
Pihak yang tidak setuju denganeksistensi hukuman mati padaumumnya menganggap bahwapenerapan hukuman mati itumenunjukkan bahwa masyarakat yangbersangkutan tidak manusiawi, ataubahkan masyarakat tersebut mengakuiperlakuan suatu format siksaan.Mereka yang membuat argumentasi inibiasanya menganggap bahwa, sebagaitambahan terhadap pelanggaran hakuntuk hidup, hukuman matibertentangan dengan hak untuk
3

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Nicky Takaishi added this note|
sexy *****
Bayu Tandjing liked this
R Arie Hartawan liked this
nununghadi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->