Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas Ayat & Hadits Ekonomi, Kebijakan Fiskal

Tugas Ayat & Hadits Ekonomi, Kebijakan Fiskal

Ratings: (0)|Views: 1,382 |Likes:
Published by pandji96

More info:

Published by: pandji96 on May 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2013

pdf

text

original

 
Ayat-ayat dan Hadits EkonomiKebijakan Fiskal Dalam Perspektif Ekonomi IslamDanUpah Dalam IslamA.Kebijakan Fiskal Dalam Perspektif Ekonomi IslamMata KuliahAyat Ayat dan Hadis EkonomiPendahuluan
Kebijakan fiskal yang merupakan salah satu kebijakankeuangan publik
Kebijakan fiskal adalah kebijakan publik yangdiambil pemerintah untuk membelanjakan pendapatannya danmerealisasikan tujuan-tujuan ekonomi. Kebijakan fiskal initelahdilaksanakan sejak zaman Nabi Muhammad SAW yang kemudianditeruskan pada zaman Khulafaur Rasyidin dan terus dikembangkanpara ulama pada abad-abad berikutnya dengan dasar etis dan falsafahsosial yang jelas sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan Sunnah Nabi.Kebijakan fiskal memiliki 3 (tiga) instrumen yaitu kebijakan pendapan,yang tercermin dalam kebijakan pajak, instrumen yang tercermindalam anggaran belanja negara dan yang ketiga adalah utang.Peranan kebijakan fiskal dalam suatu ekonomi ditentukan olehketerlibatan pemerintah dalam aktivitas ekonomi, yang ditentukanoleh situasi sosio-ekonominya, komitmen ideologinya dan hakikatsistem ekonomi.Prinsip Islam tentang kebijakan fiskal dan anggaran belanjabertujuan untuk mengembangkan suatu masyarakat yang didasarkanatas distribusi kekayaan berimbang dengan nilai-nilai material danspiritual pada tingkat yang sama (Mannan,1997,230).
Imam Ghazali
misalnya berpendapat bahwa dalam negaraIslam, kebijaksanaan fiskal merupakan salah satu perangkat untukmencapai
Tujuan Syariah (Maqashid Syariah)
yaitu untukmeningkatkan kesejahteraan dengan tetap menjagakeimanan(agama), kehidupan (jiwa), intelektualitas (akal), kekayaan(harta) dan kepemilikan (keturunan).Pada saat ini pada waktu sistem kapitalistik mendominasisistem negara-negara di dunia dimana pemerintah hanyamenggunakan instrumen
Pajak (T) dan Pengeluaran Pemerintah(G)
yang
tidak didasari spirit religius
(
Umer Chapra, 1985)
, makaperan kebijakan fiskal yang Islami menjadi sangat penting mengingatdua hal yang mendasar yaitu :
1.
Dilarangnya riba
 (QS. Al Baqarah2 : 276-278
, QS 3:130, QS 4:161, QS 30:39)
)
 
Allah menghapuskan (berkah) riba dan menambah(berkah) sedekah
. Dan

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

276. Allah memusnahkan Riba dan menyuburkan sedekah[177]. danAllah tidakmenyukai
setiap
Setiaporang yang tetap dalam kekafiran
lagi
, dan selaluberbuat dosa
(QS 2 : 276)
[178].
277.Sesungguhnya orang-orang yang beriman
dan ber
, mengerjakanamalsaleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka
memperoleh
mendapatpahala
disisi Tuhan mereka dan
di sisi Tuhannya.tidak ada
ketakutan
kekhawatiranterhadap mereka dan tidak(pula)mereka
berdukacita” (QS 2 : 277)
bersedih hati.
278.Hai orang
 
-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan
lah
sisa
sisa riba,
Riba (yang belum dipungut)jika kamu orang-orang yang beriman.
 
[177] Yang dimaksud dengan memusnahkan Riba ialah memusnahkan harta itu ataumeniadakan berkahnya. dan yang dimaksud dengan menyuburkan sedekah ialahmemperkembangkan harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipatgandakan berkahnya.[178] Maksudnya ialah orang-orang yang menghalalkan Riba dan tetapmelakukannya.
(QS. Al Baqarah 2:279)

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 279.Maka jika kamu tidak
memperbuatnya
mengerjakan(meninggalkan sisa
-sisa
riba
) maka
), Makaketahuilah, bahwaAllah dan Rasul-Nya akan memerangimu.
Dan
dan
 
 jika kamu bertaubat (
tidak memperbuat
daripengambilanriba
lagi) maka bagi kamu
), Maka bagimupokok hartamu
(modal), kamu
; kamu tidak Menganiaya dantidak
menganiaya dantidak
(pula
(
)dianiaya
). (QS 2 : 278-279)
.
(QS. Ali ‘Imran 3:130)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 130. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan Riba dengan berlipatganda[228]] dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapatkeberuntungan.[228] Yang dimaksud Riba di sini ialah Riba nasi'ah. menurut sebagian besar ulamabahwa Riba nasi'ah itu selamanya haram, walaupun tidak berlipat ganda. Riba ituada dua macam: nasiah dan fadhl. Riba nasiah ialah pembayaran lebih yangdisyaratkan oleh orang yang meminjamkan. Riba fadhl ialah penukaran suatu barangdengan barang yang sejenis, tetapi lebih banyak jumlahnya karena orang yangmenukarkan mensyaratkan demikian, seperti penukaran emas dengan emas, padidengan padi, dan sebagainya. Riba yang dimaksud dalam ayat ini Riba nasiah yangberlipat ganda yang umum terjadi dalam masyarakat Arab zaman jahiliyah.
(QS. An Nisaa’ 4:29)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 
 

 

 

 

 

 29. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan hartasesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlakudengan suka sama-suka di antara kamu. dan janganlah kamu membunuhdirimu[287]; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.[287] Larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh oranglain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, karena umatmerupakan suatu kesatuan.
(QS. An Nisaa’ 4:16)

 

 

 
 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
syafirarizkiani liked this
Fatima Langit liked this
Nur Nita liked this
Mufti Alam Adha liked this
SYa Koto Loro liked this
Mizan Bukhori liked this
Wilia Astuti liked this
MeLhose ELhosh liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->