Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MeTpeN= Perilaku konsumtif

MeTpeN= Perilaku konsumtif

Ratings: (0)|Views: 447 |Likes:
Published by AnisTriastutik

More info:

Published by: AnisTriastutik on May 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/08/2013

pdf

text

original

 
Bayu pratamajati
 
Maret21 undefinedKURANGI NONTON TV, NIKMATI HIDUP!Mari kita kendalikan teknologi agar teknologi tidak mengendalikan kitaPengaruh Media terhadap anak makin besar, teknologi semakin canggih & intensitasnya semakintinggi. Padahal orangtua tidak punya waktu yang cukup untuk memerhatikan, mendampingi &mengawasi anak. Anak lebih banyak menghabiskan waktu menonton TV ketimbang melakukanhal lainnya. Dalam seminggu anak menonton TV sekitar 170 jam. Apa yang mereka pelajariselama itu? Mereka akan belajar bahwa kekerasan itu menyelesaikan masalah. Mereka juga belajar untuk duduk di rumah dan menonton, bukannya bermain di luar dan berolahraga. Hal inimenjauhkan mereka dari pelajaran-pelajaran hidup yang penting, seperti bagaimana cara berinteraksi dengan teman sebaya, belajar cara berkompromi dan berbagi di dunia yang penuhdengan orang lain.Faktanya..• Anak merupakan kelompok pemirsa yang paling rawan terhadap dampak negatif siaran TV.• Data th 2002 mengenai jumlah jam menonton TV pada anak di Indonesia adalah sekitar 30-35 jam/minggu atau 1560-1820 jam/ tahun . Angka ini jauh lebih besar dibanding jam belajar disekolah dasar yang tidak sampai 1000 jam/tahun.• Tidak semua acara TV aman untuk anak. Bahkan, “Kidia” mencatat bahwa pada 2004 acarauntuk anak yang aman hanya sekira 15% saja. Oleh karena itu harus betul-betul diseleksi.• Saat ini jumlah acara TV untuk anak usia prasekolah dan sekolah dasar perminggu sekitar 80 judul ditayangkan dalam 300 kali penayangan selama 170 jam. Padahal dalam seminggu ada 24 jam x 7 = 168 jam! Jadi, selain sudah sangat berlebihan, acara untuk anak juga banyak yangtidak aman.• Acara TV bisa dikelompokkan dalam 3 kategori: Aman, Hati-hati, dan Tidak Aman untuk 
 
anak.• Acara yang ‘Aman’: tidak banyak mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistis. Acara iniaman karena kekuatan ceritanya yang sederhana dan mudah dipahami. Anak-anak bolehmenonton tanpa didampingi.• Acara yang ‘Hati-hati’: isi acara mengandung kekerasan, seks dan mistis namun tidak  berlebihan. Tema cerita dan jalan cerita mungkin agak kurang cocok untuk anak usia SDsehingga harus didampingi ketika menonton.• Acara yang “Tidak Aman”: isi acara banyak mengandung adegan kekerasan, seks, dan mistisyang berlebihan dan terbuka. Daya tarik yang utama ada pada adegan-adegan tersebut.Sebaiknya anak-anak tidak menonton acara ini.Kenapa Kita Harus Mengurangi Menonton TV?• Berpengaruh terhadap perkembangan otak Terhadap perkembangan otak anak usia 0-3 tahun dapat menimbulkan gangguan perkembangan bicara, menghambat kemampuan membaca-verbal maupun pemahaman. Juga, menghambatkemampuan anak dalam mengekspresikan pikiran melalui tulisan, meningkatkan agresivitas dankekerasan dalam usia 5-10 tahun, serta tidak mampu membedakan antara realitas dan khayalan.• Mendorong anak menjadi konsumtif Anak-anak merupakan target pengiklan yang utama sehingga mendorong mereka menjadikonsumtif.• Berpengaruh terhadap SikapAnak yang banyak menonton TV namun belum memiliki daya kritis yang tinggi, besar kemungkinan terpengaruh oleh apa yang ditampilkan di televisi. Mereka bisa jadi berpikir bahwasemua orang dalam kelompok tertentu mempunyai sifat yang sama dengan orang di layar televisi. Hal ini akan mempengaruhi sikap mereka dan dapat terbawa hingga mereka dewasa.
 
• Mengurangi semangat belajar Bahasa televisi simpel, memikat, dan membuat ketagihan sehingga sangat mungkin anak menjadi malas belajar.• Membentuk pola pikir sederhanaTerlalu sering menonton TV dan tidak pernah membaca menyebabkan anak akan memiliki pola pikir sederhana, kurang kritis, linier atau searah dan pada akhirnya akan mempengaruhiimajinasi, intelektualitas, kreativitas dan perkembangan kognitifnya.• Mengurangi konsentrasiRentang waktu konsentrasi anak hanya sekitar 7 menit, persis seperti acara dari iklan ke iklan,akan dapat membatasi daya konsentrasi anak.• Mengurangi kreativitasDengan adanya TV, anak-anak jadi kurang bermain, mereka menjadi manusia-manusia yangindividualistis dan sendiri. Setiap kali mereka merasa bosan, mereka tinggal memencet remotecontrol dan langsung menemukan hiburan. Sehingga waktu liburan, seperti akhir pekan atau libur sekolah, biasanya kebanyakan diisi dengan menonton TV. Mereka seakan-akan tidak punya pilihan lain karena tidak dibiasakan untuk mencari aktivitas lain yang menyenangkan. Inimembuat anak tidak kreatif.• Meningkatkan kemungkinan obesitas (kegemukan)Kita biasanya tidak berolahraga dengan cukup karena kita biasa menggunakan waktu sengganguntuk menonton TV, padahal TV membentuk pola hidup yang tidak sehat. Penelitianmembuktikan bahwa lebih banyak anak menonton TV, lebih banyak mereka mengemil di antarawaktu makan, mengonsumsi makanan yang diiklankan di TV dan cenderung memengaruhiorangtua mereka untuk membeli makanan-makanan tersebut. Anak-anak yang tidak mematikanTV sehingga jadi kurang bergerak beresiko untuk tidak pernah bisa memenuhi potensi merekasecara penuh. Selain itu, duduk berjam-jam di depan layar membuat tubuh tidak banyak bergerak dan menurunkan metabolisme, sehingga lemak bertumpuk, tidak terbakar dan akhirnyamenimbulkan kegemukan.

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wida Cevir's liked this
vallvriano liked this
vallvriano liked this
Muhammad Faisal liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->