Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
69Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah metode studi islam stain pekalongan

makalah metode studi islam stain pekalongan

Ratings: (0)|Views: 20,789|Likes:
Published by dhanank_kiud
makalah tetang metode studi islam
makalah tetang metode studi islam

More info:

categoriesTypes, Speeches
Published by: dhanank_kiud on May 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, ODT, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/09/2013

pdf

text

original

 
KATA PENGANTARPuji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atasrahmat dan karunia-Nya makalah ini telah dapat diselesaikan penyusun. Makalahini disusun guna melengkapi tugas mata kuliah Metodologi Studi Islam, denganharapan agar penyusun mengerti dan memahami yang tentang kajian SejarahMetodologi Studi Islam . Makalah ini diharapkan dapat dipelajari secara mandirioleh mahasiswa di dalam maupun di luar kegiatan perkuliahan karena selainmemuat macam-macam kajian sejarah di dalamnya juga terdapat bagaimanahubungan Islam dan agama lain di Indonesia. Tujuannya agar mahasiswa dapatmengadakan refleksi sejauh mana mereka merasa tuntas pada mata kuliah yangtelah diikutinya dalam hal ini adalah Metodologi Studi Islam. Kepada berbagaifihak yang telah berpartisipasi dalam proses penyusunan makalah ini, kamisampaikan penghargaan dan kami ucapkan terima kasih. Kepada para pembaca,kami berharap makalah ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan demi perbaikan,kami mengharapkan adanya masukan-masukan untuk penyempurnaan modul inidi masa mendatang.Pekalongan, Maret 2010Tim Penyusun
 
PENDEKATAN SEJARAH DALAM STUDI ISLAMA. PendahuluanIslam telah menjadi kajian yang menarik minat banyak kalangan. Studikeislaman pun semakin berkembang. Islam tidak lagi dipahami hanya dalampengertian historis dan doktriner, tetapi telah menjadi fenomena yang kompleks.Islam tidak hanya terdiri dari rangkaian petunjuk formal tentang bagaimanaseorang individu harus memaknai kehidupannya. Islam telah menjadi sebuahsistem budaya, peradaban, komunitas politik, ekonomi dan bagian sah dariperkembangan dunia. Mengkaji dan mendekati Islam, tidak lagi mungkin hanyadari satu aspek, karenanya dibutuhkan metode dan pendekatan interdisipliner.Kajian agama, termasuk Islam, seperti disebutkan di atas dilakukan oleh sarjanaBarat dengan menggunakan ilmu-ilmu sosial dan humanities, sehingga munculsejarah agama, psikologi agama, sosiologi agama, antropologi agama, dan lain-lain. Dalam perjalanan dan pengembangannya, sarjana Barat bukan hanyamenjadikan masyarakat Barat sebagai lapangan penelitiannya, namun jugamasyarakat di negara-negara berkembang, yang kemudian memunculkanorientalisme.Sarjana Barat sebenarnya telah lebih dahulu dan lebih lama melakukan kajianterhadap fenomena Islam dari pelbagai aspek: sosiologis, kultural, perilakupolitik, doktrin, ekonomi, perkembangan tingkat pendidikan, jaminan keamanan,perawatan kesehatan, perkembangan minat dan kajian intelektual, dan seterusnya.Sementara itu, agama atau keagamaan sebagai sistem kepercayaan dalamkehidupan umat manusia dapat dikaji melalui berbagai sudut pandang. Islamkhususnya, sebagai agama yang telah berkembang selama empat belas abad lebihpemikiran keagamaan maupun realitas sosial, politik, ekonomi dan budaya. Salahsatu sudut pandang yang dapat dikembangkan bagi pengkajian Islam itu adalahpendekatan sejarah. Berdasarkan sudut pandang tersebut, Islam dapat dipahamidalam berbagai dimensinya. Betapa banyak persoalan umat Islam hingga dalamperkembangannya sekarang, bisa dipelajari dengan berkaca kepada peristiwa-
 
peristiwa masa lampau, sehingga segala kearifan masa lalu itu memungkinkanuntuk dijadikan alternatif rujukan di dalam menjawab persoalan-persoalan masakini. Di sinilah arti pentingnya sejarah bagi umat Islam pada khususnya, apakahsejarah sebagai pengetahuan ataukah ia dijadikan pendekatan didalammempelajari agama. Bila sejarah dijadikan sebagai sesuatu pendekatan untumempelajari agama, maka sudut pandangnya akan dapat membidik aneka-ragamperistiwa masa lampau. Sebab sejarah sebagai suatu metodologi menekankanperhatiannya kepada pemahaman berbagai gejala dalam dimensi waktu. Aspek kronologis sesuatu gejala, termasuk gejala agama atau keagamaan, merupakan cirikhas di dalam pendekatan sejarah. Karena itu penelitian terhadap gejala-gejalaagama berdasarkan pendekatan ini haruslah dilihat segi-segi prosesnya danperubahan-perubahannya. Bahkan secara kritis, pendekatan sejarah itu bukanlahsebatas melihat segi pertumbuhan, perkembangan serta keruntuhan mengenaisesuatu peristiwa, melainkan juga mampu memahami gejala-gejala struktural yangmenyertai peristiwa. Inilah pendekatan sejarah yang sesungguhnya perludikembangkan di dalam penelitian masalah-masalah agama.Makalah ini berusaha membahas tentang karakteristik pendekatan sejarah sebagaisalah satu pendekatan di dalam Studi Islam dengan didahului pembahasan seputaraspek Studi Islam.B. Studi Islam sebagai Disiplin IlmuMunculnya istilah Studi Islam, yang di dunia Barat dikenal dengan istilah IslamicStudies, dalam dunia Islam dikenal dengan Dirasah Islamiyah, sesungguhnya telahdidahului oleh adanya perhatian besar terhadap disiplin ilmu agama yang terjadipada abad ke sembilan belas di dunia Barat. Perhatian ini di tandai denganmunculnya berbagai karya dalam bidang keagamaan, seperti: buku Intruduction toThe Science of Relegion karya F. Max Muller dari Jerman (1873); Cernelis P.Tiele (1630-1902), P.D. Chantepie de la Saussay (1848-1920) yang berasal dariBelanda. Inggris melahirkan tokoh Ilmu Agama seperti E. B. Taylor (1838-1919).Perancis mempunyai Lucian Levy Bruhl (1857-1939), Louis Massignon (w. 1958)dan sebagainya. Amirika menghasilkan tokoh seperti William James (1842-1910)yang dikenal melalui karyanya The Varieties of Relegious Experience (1902).Eropa Timur menampilkan Bronislaw Malinowski (1884-1942) dari Polandia,Mircea Elaide dari Rumania. Itulah sebagian nama yang dikenal dalam dunia ilmuagama, walaupun tidak seluruhnya dapat penulis sebutkan di sini.Tidak hanya di Barat, di Asia pun muncul beberapa tokoh Ilmu Agama. Di Jepangmuncul J. Takakusu yang berjasa memperkenalkan Budhisme pada penghujungabad kesembilan belas dan T. Suzuki dengan sederatan karya ilmiahnya tentangZen Budhisme. India mempunyai S Radhakrishnan selaku pundit Ilmu Agamamaupun filsafat India, Moses D. Granaprakasam, Religious Truth an relationbetween Religions (1950), dan P. D. Devanadan, penulis The Gospel andRenascent Hinduism, yang diterbitkan di London pada 1959. dan filsafat analitis.Berbeda dengan dunia Barat, Ilmu Agama (baca: Studi Islam) di dunia Islam telah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->