BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANG
Munculnya fenomena aliran sesat tidak terlepas dari problem psikologis baik para tokoh pelopornya, pengikutnya serta masyarakat secara keseluruhan. Problemaliran sesat mengindikasikan adanya anomali nilai-nilai di masyarakat.Aliran sesat bukan fenomena baru, selain dia mengambarkan anomali, jugakemungkinan adanya deviasi sosial yaitu selalu ada komunitas yang abnormal. Baik berada dalam abnormalitas demografis, abnormalitas sosial, maupun abnormalitas psikologis. Sedangkan bentuk deviasi dapat bersifat individual, situasional dansistemik. Abnormalitas perilaku seseorang tidak dapat diukur hanya dengan satukriteria, karena bisa jadi seseorang berkategori normal dalam pengertian kepribadiantetapi abnormal dalam pengertian sosial dan moral. Demikian halnya dengan para penganut aliran sesat, akan diperoleh kriterium kategori yang tidak tegas. Salah satuyang paling mungkin untuk menyatakan kesesatan adalah defenisi atau batasanketidaksesatan yang bersifat formalistik atau diakui sebagai batasan institusional.Walaupun sudah jelas dituangkan dalam Firman Allah SWT:“
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”(Al-Maidah 5:3).
Merebaknya panji-panji yang bertentangan dengan esensi ajaran agama Islamdewasa ini, tentu melahirkan problematika yang serius, yang patut untuk
1