Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
BAB IPENDAHULUANA. LATAR BELAKANG
Munculnya fenomena aliran sesat tidak terlepas dari problem psikologis baik  para tokoh pelopornya, pengikutnya serta masyarakat secara keseluruhan. Problemaliran sesat mengindikasikan adanya anomali nilai-nilai di masyarakat.Aliran sesat bukan fenomena baru, selain dia mengambarkan anomali, jugakemungkinan adanya deviasi sosial yaitu selalu ada komunitas yang abnormal. Baik  berada dalam abnormalitas demografis, abnormalitas sosial, maupun abnormalitas psikologis. Sedangkan bentuk deviasi dapat bersifat individual, situasional dansistemik. Abnormalitas perilaku seseorang tidak dapat diukur hanya dengan satukriteria, karena bisa jadi seseorang berkategori normal dalam pengertian kepribadiantetapi abnormal dalam pengertian sosial dan moral. Demikian halnya dengan para penganut aliran sesat, akan diperoleh kriterium kategori yang tidak tegas. Salah satuyang paling mungkin untuk menyatakan kesesatan adalah defenisi atau batasanketidaksesatan yang bersifat formalistik atau diakui sebagai batasan institusional.Walaupun sudah jelas dituangkan dalam Firman Allah SWT:
 Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu(Al-Maidah 5:3).
Merebaknya panji-panji yang bertentangan dengan esensi ajaran agama Islamdewasa ini, tentu melahirkan problematika yang serius, yang patut untu
1
 
didiskusikan, Mengingat tidak ada perubahan aturan ibadah yang telah ditetapkanoleh Nabi Muhammad SAW.
B. RUMUSAN MASALAH
Dalam makalah ini, kami mencoba memaparkan pembahasan tentang latar  belakang munculnya aliran-aliran sesat di Indonesia, mengapa aliran-aliran tersebutdianggap/divonis sesat dan bagaimana cara menghindarinya.
C. TUJUAN
Dari penjelasan makalah ini kami sebagai penulis bertujuan untuk memenuhitugas mata kuliah Agama Islam di samping itu untuk memperdalam pemahamanmahasiswa agar mempunyai wawasan yang luas tentang pemikiran aliran-aliran sesatIslam yang tersebar di Indonesia.
2
 
BAB IIPEMBAHASANA. DEFINISI ALIRAN SESAT
Kata sesat dapat diartikan sebagai keyakinan yang dianut seseorang yangmenjadi keyakinan publik, atau menjadi keyakinan para pengikutnya, sehingga orangyang di ikuti keyakinannya yang sesat disebut menyesatkan. Sedangkan pengertian“sesat menyesatkan”
(dallun mudillun)
adalah paham atau pemikiran yang dianut dandiamalkan oleh sebuah kelompok yang bertentangan dengan aqidah dan syariat Islamserta dinyatakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyimpang berdasarkan dalilSyar’i
1
.Aliran sesat dapat didefinisikan sebagai suatu kepercayaan yang menyimpangdari mainstream masyarakat, namun batasan ini menjadi rancu karena kriteriakesesatan bersifat multikriteria. Oleh karena itu silang pendapat apakah suatu aliransesat atau tidak merupakan masalah tersendiri yang tidak mudah. Aliran hanya dapatdinyatakan sebagai sesat apabila mengacu pada satu kumpulan kriteria yangdinyatakan secara apriori sebagai “tidak sesat”. Oleh karena itu ukuran sosiologis, politis dan psikologis hanya merupakan penjelas saja tentang kemungkinan-kemungkinan mengapa seseorang/kelompok menjadi bagian dari aliran sesat.
1
 
(Rakermas MUI, 6/11/07, Jakarta)
3
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more