Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
46Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Biodata Bambang Pamungkas

Biodata Bambang Pamungkas

Ratings: (0)|Views: 52,670|Likes:
Published by sdtigaskwtgh

More info:

Published by: sdtigaskwtgh on May 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/04/2013

pdf

text

original

 
A.
Biodata Bambang Pamungkas
Informasi pribadi
 Nama lengkap: Bambang PamungkasTanggal lahir:10 Juni1980(umur 27) Tempat lahir: Salatiga,IndonesiaTinggi: 171 cm
Informasi klub
Klub sekarang:Persija Nomor punggung: 20Posisi:S triker 
Klub profesional
1999 – 20002000 – 20012001 – 20042005 – 20062007 –Sekarang:Persija:EHC Norad: Persija:Selangor FC: Persija
Tim nasional
1999- Sekarang:Indonesia
.
Bambang Pamungkas
 
) adalahseorang pemainsepak bolaIndonesia. Saat ini dia bermain untuk Persija JakartadiDivisi  Utama Liga Indonesiadan pernah mewakili negara dalamtimnas sepak bola Indonesia. Dia biasa berposisi sebagai penyerang.Meskipun tidak terlalu tinggi (171 cm), Bambang mempunyai lompatan yangtinggi dan tandukan yang akurat. Salah satu pemain yang dikaguminya adalah rekannyadalam tim nasional,Kurniawan Dwi Yulianto.
 
Saat masih bermain dalam tim remajaJawa Tengah, ia pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Haornas, sebuah kejuaraan tingkat remaja. Bambang juga pernahmenjadi pencetak gol terbanyak untuk skuad Indonesia di Piala Asia U-19 Grup V,dengan 7 gol.Penampilan pertama Bambang bersama timnas senior adalah pada2 Juli 1999  dalam pertandingan persahabatan melawanLituania. Bambang, yang saat itu baru berusia18 tahun, berhasil menciptakan sebuah gol dalam pertandingan yang berakhir seri 2-2.
B.
Karir Profesional Bambang Pamungkas
Bambang menjaringkan 24 gol pada musim pertamanya diLiga Indonesia walaupun tim yang diwakilinyaPersija Jakartagagal ke babak akhir. Saat musim tersebut berakhir, Bambang bergabung dengan sebuah tim divisi 3 Belanda,EHC Norad. Namunmasalah keluarga dan kegagalan dalam menyesuaikan diri dengan cuaca sejuk Eropamenyebabkan beberapa bulan setelah itu, EHC Norad meminjamkan Bambang kembalikepada Persija sebelum kedua-dua pihak mengakhiri kontrak atas persetujuan bersama.Setahun kemudian, Bambang menjadi
top score
dengan 8 gol sekaligusmembantu Indonesia menjadi juara keduaPiala Tiger 2002.Hingga penampilan terakhirnya untuk Indonesia pada kualifikasiPiala Dunia 2006melawan Sri Lanka pada September 2004, Bambang telah menjaringkan 18 gol dalam 35 penampilan. Namun masalah kecederaan serta prestasi yang menurun (kaliterakhir Bambang menjaringkan gol untuk Indonesia adalah pada 12 Februari 2004)menyebabkannya tersisih dari skuad Piala Tiger Indonesia 2004. Saat rekan-rekannya berjuang di Piala Tiger, Bambang menandatangani kontrak denganSelangor FC. HinggaJuli 2005, ia adalah pencetak gol terbanyak untuk timnya dengan 22 gol.Musim 2007 ia kembali memperkuat Persija Jakarta di Liga Indonesia.Pada 10 Juli 2007, ketika pertandingan Indonesia-Bahrain, ia mencetak gol,memastikan Indonesia menang 2-1.
 
 
C.
Penuturan Ayah Bambang Pamungkas
 
Sepak bola telah mengubah hidup Haji Misranto, dari pas-pasan menjadiserbakecukupan. Perubahan drastis itu tidak lepas dari ketekunan, kesabaran, kegigihandan pengorbanannya dalam mendidik serta menularkan ilmu bermain sepak bola kepadaanak-anaknya. Hasilnya, salah satu putra mantan pelatih GT-One Getas tahun 1980-an itumenjadi pemain besar.Tidak hanya terkenal di Indonesia, tapi juga berkibar di negeri tetangga, Malaysia.Dia adalah Bambang Pamungkas. Pensiunan PNS yang pernah melatih klub RajawaliAmbarawa itu pun sangat bersyukur. Andai Bambang tidak sesukses seperti sekarang,kehidupannya tentu tidak seperti ini, menjadi orang terpandang di kampungnya, DesaGetas Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.''Dulu, makan nasi tiwul (nasi terbuat dari gaplek-red) bagi karyawan rendahanseperti saya sudah biasa. Waktu itu saya harus menanggung tujuh anak. Setelah masa berjalan, saya tidak mengira hidup bisa berubah seperti ini. Kami harus bersyukur kepadaAllah,'' jelas Misranto, yang matanya tidak pernah lepas mengamati anak-anak asuhannyayang tergabung dalam klub Apacinti di lapangan Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Salatiga.Ya, sulit membayangkan kehidupan keluarga Haji Misranto bisa seperti sekarangini. Bagaimana tidak? Kehidupannya dulu penuh warna keprihatinan. Saat jadi karyawanrendahan PTP XVIII Getas, Kabupaten Semarang (sekarang PTPN IX Getas), dapurnya bisa
ngebul 
setiap hari saja sudah merupakan berkah tersendiri. Kehidupan yang serbasulit itu juga membuat pria kelahiran 6 Januari 1943 ini tidak mungkin bisamenyekolahkan anak-anaknya ke jenjang lebih tinggi.Tetapi sosok Misranto bukan tipe orang pemalas. Dia tidak pernah menyerahdengan keadaan, kendati sehari-hari harus makan seadanya demi membesarkan anak-anaknya. Dengan harapan, kelak mereka bisa
mikul duwur mendem jero
kepada orangtua.Jalan satu-satunya yang bisa dilakukan untuk mengangkat derajat keluarga hanyamenggiring empat anak laki-lakinya ke lapangan. Kebetulan, tidak jauh dari rumahnya,sekitar 100 meter, terdapat lapangan sepak bola permanen milik PTP XVIII yang sehari-hari digunakan latihan klub GT One Getas.

Activity (46)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Siska Ismayani liked this
Andy Risnandar liked this
Mardiana Ulfa liked this
Priyo Basuki liked this
Rahman Tiau liked this
Arifin Dewi liked this
Frizka Kusuma liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->