Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kimia organik

kimia organik

Ratings: (0)|Views: 527 |Likes:
Published by floatshaker

More info:

Published by: floatshaker on May 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2013

pdf

text

original

 
Pembahasan1) Proses destruksi
Pada tahap ini, sampel dipanaskan dalam asam sulfat pekat sehingga terjadi penguraiansampel menjadi unsur-unsurnya yaitu unsur-unsur C, H, O, N, S, dan P. Unsur N dalam protein ini dipakai untuk menentukan kandungan protein dalam suatu bahan. 1,5 gramsampel yaitu cakar ayam ditambah dengan katalisator. Katalisator berfungsi untuk mempercepat proses destruksi dengan menaikkan titik didih asam sulfat saat dilakukan penambahan H
2
SO
4
pekat serta mempercepat kenaikan suhu asam sulfat, sehinggadestruksi berjalan lebih ceapat. Katalisator N terdiri dari campuran
2
SO
4
+ CuSO
4
dengan perbandingan 20 : 1. Tiap 1 gram K 
2
SO
4
dapatmenaikan titih didih 3
0
C. Karena titik didih tinggi maka asam sulfat akan membutuhkanwaktu yang lama untuk menguap.Kontak asam sulfat dengan sampel akan lebih lama sehingga proses destruksiakan berjalan lebih efektif. Setelah ditambah katalisator N, sampel dimasukkan dalamlabu khyedal kemudian ditambah dengan 35 ml H
2
SO
4
pekat. H
2
SO
4
pekat yangdipergunakan untuk destruksi diperhitungkan dari adanya bahan protein. Asam sulfatyang bersifat oksidator kuat akan mendestruksi sampel menjadi unsur-unsurnya.Penambahan asam sulfat dilakukan dalam lemari asam untuk menghindari S yang beradadi dalam protein terurai menjadi SO
2
yang sangat berbahaya. Setelah penambahan asamsulfat larutan menjadi keruh.Labu khyedal yang berisi sampel kemudian ditutup dan dipanaskan. Pemanasanyang terjadi mengakibatkan reaksi berjalan lebih cepat. Sampel didestruksi hingga larutan berwarna jernih yang mengindikasikan bahwa proses destruksi telah selesai. Selamadestruksi, akan terjadi reaksi sebagai berikut :(CHON) + O
n
+ H
2
SO
4
CO
2
+ H
2
O + (NH
4
)
2
SO
4
Proses destruksi dapat dikatakan selesai apabila larutan berwarna jernih.Larutan yang jernih menunjukkan bahwa semua partikel padat bahan telah terdestruksimenjadi bentuk partikel yang larut tanpa ada partikel padat yang tersisa. Larutan jernihyang telah mengandung senyawa (NH
4
)
2
SO
4
ini kemudian didinginkan supaya suhusampel sama dengan suhu luar sehingga penambahan perlakuan lain pada proses
 
 berikutnya dapat memperoleh hasil yang diinginkan karena reaksi yang sebelumnyasudah usai.Larutan sampel jernih yang telah dingin kemudian ditambah dengan aquadestuntuk melarutkan sampel hasil destruksi dan blankonya agar hasil destruksi dapatdidestilasi dengan sempurna serta untuk lebih memudahkan proses analisa karena hasildestruksi melekat pada tabung reaksi besar. Kemudian larutan sampel dan blankodidestilasi dalam Kjeltec. Pada dasarnya tujuan destilasi adalah memisahkan zat yangdiinginkan, yaitu dengan memecah amonium sulfat menjadi amonia (NH
3
) denganmenambah 20 ml NaOH-Zn kemudian dipanaskan. Prinsip destilasi adalah memisahkancairan atau larutan berdasarkan perbedaan titik didih. Fungsi penambahan NaOH adalahuntuk memberikan suasana basa karena reaksi tidak dapat berlangsung dalam keadaanasam. Sedangkan fungsi penambahan Zn adalah untuk mencegah terjadinya ionkompleks.Pada tahap destilasi, ammonium sulfat dipecah menjadi ammonia (NH
3
) dengan penambahan NaOH sampai alkalis dan dipanaskan oleh pemanas dalam alat Kjeltec.Selain itu sifat NaOH yang apabila ditambah dengan aquadest menghasilkan panas,meski energinya tidak terlalu besar jika dibandingkan pemanasan dari alat Kjeltec, ikutmemberikan masukan energi pada proses destilasi. Panas tinggi yang dihasilkan alatKjeltec juga berasal dari reaksi antara NaOH dengan (NH
4
)
2
SO
4
yang merupakan reaksiyang sangat eksoterm sehingga energinya sangat tinggi. Ammonia yang dibebaskanselanjutnya akan ditangkap oleh larutan asam standar. Asam standar yang dipakai dalam percobaan ini adalah asam klorida. Asam standar yang dapat dipakai adalah HCl 0,1Ndalam jumlah yang berlebihan.Larutan sampel yang telah terdestruksi dimasukkan dalam Kjeltec danditempatkan di sebelah kiri. Kemudian alat destilasi berupa pipa kecil panjangdimasukkan ke dalamnya hingga hampir mencapai dasar tabung reaksi sehinggadiharapkan proses destilasi akan berjalan maksimal (sempurna). Gelas beker yang berisi75 ml asam klorida + metil oren ditempatkan di bagian kanan Kjeltec. Metil orenmerupakan indikator yang hanya bisa bereaksi pada suasana asam. Indikator inidigunakan untuk mengetahui asam dalam keadaan berlebih. Selain itu alasan pemilihanindikator ini adalah karena memiliki trayek pH
3,1 – 4,4
. Pada suasana asam indikator 
 
akan berwarna merah muda, Asam klorida (HCl) berfungsi sebagai penangkap NH
3
sebagai destilat berupa gas yang bersifat basa. Supaya ammonia dapat ditangkap secaramaksimal, maka sebaiknya ujung alat destilasi ini tercelup semua ke dalam larutan asamstandar sehingga dapat ditentukan jumlah protein sesuai dengan kadar protein bahan.Selama proses destilasi lama-kelamaan volume larutan HCl akan bertamabah, inidikarenakan larutan HCl menangkap NH
3
dari proses distilasi
 
Reaksi yang terjadi :(NH
4
)SO
4
+ NaOHNa
2
SO
4
+ 2 NH
4
OH2NH
4
OH2NH
3
+ 2H
2
O4NH
3
+ 2HCl 2(NH
4
)
2
Cl +H
2
Reaksi destilasi akan berakhir bila ammonia yang telah terdestilasi sudah habis,yang ditandai dengan larutan yang didistilat memercik atu meletup didalam labu khyedal.Setelah destilasi selesai larutan sampel berwarna keruh dan terdapat endapan di dasar tabung ) dan larutan asam dalam erlenmeyer bertambah volumenya. Ammonia yangterbentuk selama destilasi dapat ditangkap sebagai destilat setelah diembunkan(kondensasi) oleh pendingin balik di bagian belakang alat Kjeltec dan dialirkan ke dalamgelas beker yang berisi larutan asam standar.
3.Tahap titrasi
Titrasi merupakan tahap akhir dari seluruh metode Kjeldahl pada penentuankadar protein dalam bahan pangan yang dianalisis. Dengan melakukan titrasi, dapatdiketahui banyaknya asam klorida yang bereaksi dengan ammonia.Untuk tahap titrasi, destilat dititrasi dengan NaOH yang telah distandarisasi(telah disiapkan) sebelumnya. Normalitas yang diperoleh dari hasil standarisasi adalah0,1N. Ambil larutan HCl yang mengandung NH
3
10ml ditambah indikator PP kemudiandititrasi dengan NaOH, hingga titik ekuivalen yang ditandai dengan berubahnya warnalarutan merah bening menjadi bening tak berwarna karena adanya NaOH berlebih yangmenyebabkan suasana netral atau asam. Melalui titrasi ini, dapat diketahui kandungan Ndalam bentuk NH
4
sehingga kandungan N dalam protein pada sampel dapat diketahui:

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nhurul Hidayah liked this
Ayub Al-amin liked this
Anhi Moon liked this
agunkpewe liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->