Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Anestesi Pada Pasien Hipertensi Final

Anestesi Pada Pasien Hipertensi Final

Ratings: (0)|Views: 558 |Likes:
Published by Hafiz Ibrahim

More info:

Published by: Hafiz Ibrahim on May 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2012

pdf

text

original

 
Anestesi Pada Pasien Hipertensi
Bab 1PENDAHULUAN
Hipertensi adalah penyakit yang umum dijumpai.Diperkirakan satu dari empatpopulasi dewasa di Amerika atau sekitar 60 juta individu dan hampir 1 milyar penduduk dunia menderita hipertensi, dengan mayoritas dari populasi inimempunyai risiko yang tinggi untuk mendapatkan komplikasi kardiovaskuler.1-4Data yang diperoleh dari Framingham Heart Study menyatakan bahwa prevalensihipertensi tetap akan meningkat meskipun sudah dilakukan deteksi dini dengandilakukan pengukuran tekanan darah (TD) secara teratur. Pada populasi berkulitputih ditemukan hampir 1/5 mempunyai tekanan darah sistolik (TDS) lebih besar dari160/95 mmHg dan hampir separuhnya mempunyai TDS lebih besar dari 140/90mmHg. Prevalensi hipertensi tertinggi ditemukan pada populasi bukan kulit putih.2,5Hipertensi yang tidak terkontrol yang dibiarkan lama akan mempercepat terjadinyaarterosklerosis dan hipertensi sendiri merupakan faktor risiko mayor terjadinyapenyakit-penyakit jantung, serebral, ginjal dan vaskuler.3 Pengendalian hipertensiyang agresif akan menurunkan komplikasi terjadinya infark miokardium, gagal jantung kongestif, stroke, gagal ginjal, penyakit oklusi perifer dan diseksi aorta,sehingga morbiditas dapat dikurangi.3,6 Konsekuensi dari penggunaan obatobatantihipertensi yang rutin mempunyai potensi terjadinya interaksi dengan obat-obatyang digunakan selama pembedahan. Banyak jenis obat-obatan yang harus tetapdilanjutkan selama periode perioperatif, dimana dosis terakhir diminum sampaidengan 2 jam sebelum prosedur pembedahan dengan sedikit air dan dilanjutkankembali pada saat pemulihan dari pengaruh anestesia.7 Tingginya angka penderitahipertensi dan bahayanya komplikasi yang bisa ditimbulkan akibat hipertensi inimenyebabkan pentingnya pemahaman para ahli anestesia dalam manajemenselama periode perioperatif. Periode perioperatif dimulai dari hari dimanadilakukannya evaluasi prabedah, dilanjutkan periode selama pembedahan sampaipemulihan pasca bedah.1,7
Kasus
1
 
1.1 IDENTITAS
Nama : Nn. R (123510)Umur : 39 tahunJenis Kelamin : PerempuanAlamat : Bidasari 2B-26Agama : IslamTanggal operasi : 1 May 2010
1.2 ANAMNESIS
(Alloanamnesa)
1.2.1 Keluhan Utama
Hidung mampet sejak 3 bulan sebelum masuk rumah sakit
1.2.2 Riwayat penyakit sekarang
Pasien datang ke poliklinik THT dengan keluhan hidung mampet, sesaknapas sejak 3 bulan sebelum masuk rumah sakit. Pasien sering bersin-bersinsetiap pagi, pusing dan menjalar ke atas kepala. Bersin disertai dengansekret berwarna jernih dan sedikit encer. Saat ini keluhan makin berat. Pasiensering mengeluh hidung tersumbat dan apabila tidur diberitahu suaminyabahwa pasien sering ngorok.
1.2.3 Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat alergi obat -, riwayat penyakit infeksi kronis –
1.2.4 Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada keluarga pasien yang mengalami penyakit yang sama.
1.2.5 Riwayat pengobatan
Pasien tidak pernah dirawat di rumah sakit dan tidak pernah mengalamioperasi.
1.3 PEMERIKSAAN FISIK
Kesadaran : CM, tampak sakit sedangTanda vital :Tekanan darah: 169/112 mmHgNadi : 80x/menitRR : 18 x/menitSuhu : afebrisKepala : konjungtiva anemis - /-, Sklera ikterik -/-,Telinga : normotia2
 
Mulut : Gigi geligi tidak ada kelainan, mukosa mulut normal, massa (-)Hidung : mukosa hidung normal, epitaksis (-), massa (-)Leher : KGB dan tiroid tidak teraba membesar, massa (-)Jantung : SI SII normal, regular, Murmur -, Gallop –Paru : Suara nafas vesikuler kanan kiri, Ronchi - / -, Wheezing - / -Perut : datar, soepel, Bu + Normal, NT -, udema -, hepat dan lien tidak terabamembesar Ekstremitas : akral hangat, motorik N, reflex NStatus THT :Telinga : Dalam batas normalHidung : Septum deviasi –Sekret –HiperemisKonka membesar Tenggorokan : Uvula normalTonsil normalHiperemis
1.4 DIAGNOSIS
Hipertrofi konka et causa Rinitis Allergi
1.5 TINDAKAN
Pada pasien, tindakan yang dilakukan adalah konkotomi yaitu pemotongan konkainferior dengan cara kauterisasi. Operasi dilakukan oleh dr Teppy Sp THT padatanggal 1 Mei 2010 di kamar operasi RS Otorita Batam.
1.6 LAPORAN ANESTESI
Pasien, Ny. R, 39 tahun, datang ke ruang operasi untuk menjalani operasielektif konkotomi pada tanggal 1 Mei 2010 dengan menggunakan General Anestesi3

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ernest Pitri liked this
dewi zul liked this
fahrulrz3963 liked this
sary_pratignyo liked this
Marik Guizot liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->