Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
71Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Pembahasan Jurnal KROMATOGRAFI

Laporan Pembahasan Jurnal KROMATOGRAFI

Ratings: (0)|Views: 2,176 |Likes:

More info:

Published by: Natalia Debora Panggabean on May 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

 
JURNAL KROMATOGRAFI II
 –
Kel.1 KIM B P2 Hal
 
1
Laporan Pembahasan Jurnal Nama : Addy PrasetyoKromatografi II Ainaro ClaudiaGilang PramanaNatalia Debora PPJP Dewi Anggraeni, S.SiKelas KIM B
 –
P2
 –
Kel.1
SENSITIFITAS PERBANDINGAN ANALISIS KOLESTEROL DENGAN KROMATOGRAFI GAS,KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI DAN METODE SPEKTROFOTOMETRI
PendahuluanKolesterol merupakan steroid hewani yang terdapat paling meluas dan dijumpaidalam hampir semua jaringan hewan. Kolesterol merupakan zat antara yang diperlukandalam biosintesis hormon storoid namun tak merpakan keharusan dalam makanan(Fessenden 1986). Kolesterol memiliki struktur kimia yang mengandung 27 atomkarbon, sering ditemukan sebagai komponen dalam membran sel. Kolesterol, dalam jumlah tertentu dibutuhkan oleh tubuh manusia terutama sebagai prekursorpembentukan hormon steroid dan asam empedu. Namun demikian dalam jumlahberlebih dapat memberikan pengaruh yang kurang menguntungkan untuk kesehatan,antara lain dikatakan sebagai penanggung jawab arteroskeloris (penyempitan pembuluhdarah), penyakit jantung koroner maupun darah tinggi. Sedangkan kelompok sterol lainsampai saat ini masih belum jelas pengaruhnya terhadap kesehatan.Penentuan kolesterol dianggap penting karena korelasi yang erat terhadapterjadinya koroner penyakit jantung. Metode analisis kolesterol sebelumnya sangatbergantung pada metode spektroskopi dan gravimetri
1
. Metode yang didasarkan padaenzimatik, ditambah dengan spektrofotometri untuk analisis kolesterol dari darah yangtidak cocok untuk diaplikasikan pada makanan
2,3
.Metode kromatografi lebih handal, selektif, dan akurat
4,5
karena gangguan daristerol lainnya dapat dengan mudah diselesaikan. Namun, data dari berbagai teknikkromatografi sangat tergantung pada ekstraksi prosedur dan intensitas langkah-langkahsaponifikasi
8,9,10,11,12
. Selanjutnya, para peneliti sebelumnya batas mereka investigasi kesalah perbandingan metode ekstraksi atau pada jenis peralatan analisis yangdigunakan
13,14,15
.
 
JURNAL KROMATOGRAFI II
 –
Kel.1 KIM B P2 Hal
 
2
TujuanPenelitian ini dilakukan untuk membandingkan efisiensi dari tiga prosedurekstraksi yang dipublikasikan (yaitu kromatografi gas, kromatografi cair kinerja tinggidan metode spektrofotometri) dan kontribusi mereka dalam mempengaruhi sensitivitasanalisis kolesterol.Bahan-bahan dan Metodea.
 
Standar kolesterolStandar kolesterol (5-
α
-cholestan-3-
β
-ol, grade kromatografi;
Sigma Chemical Inc, USA
), larutan dibuat dengan pengenceran dari larutan stok (3 mg /mL). Larutan stok digunakan untuk menyiapkan larutan standar yangmengandung 0,03, 0,15, 0,30 dan 0,60 mg/mL kolesterol. Larutan standartersebut diekstraksi untuk menentukan batas deteksi (
Limit Of Detection-LOD
),batas kuantisasi (
Limit Of Quantitation-LOQ
) dan linieritas dari setiapmetode. Pengujian setiap prosedur ekstraksi diuji dengan melarutkan standardiencerkan dengan minyak matriks (murni kelapa sawit)b.
 
Analisis menurut Bohac
13
 Standar kolesterol tersebut disaponifikasikan dengan menggunakan 10 mlethanolic 2% KOH dan 0.3mL larutan pirogalol. Campuran tersebut diinkubasipada 80
o
C selama 15 menit. Setelah pendinginan, 5 mL air suling ditambahkanke dalam campuran sedangkan bagian yang tidak tersaponifikasi diekstraksidengan heksana 2x10mL. Ekstrak heksana yang dihasilkan dipanaskan sampaikering dalam penangas air (45
o
C)c.
 
Analisis menurut Beyer & Jensen
5
 Larutan standar yang telah disaponifikasi menggunakan 2% KOH beralkohol danselama 1 jam, fraksi yang tidak tersaponofikasi diekstraksi dengan heksana2x10mL. Ekstrak digabungkan dan dicuci dengan 5 ml air suling lalu ekstrakdipanaskan sampai kering dalam penangas air (45
o
C)d.
 
Analisis menurut bagian Ilmu Kesehatan Queensland Institut
16
 Larutan standar yang telah disaponifikasi menggunakan 2% KOH beralkohol,fraksi yang tidak tersaponifikasi diekstraksi dengan petroleum eter 4x10mL dansemua ekstrak kemudian digabungkan. Ekstrak dicuci dengan 0.5N NaOH dan
 
JURNAL KROMATOGRAFI II
 –
Kel.1 KIM B P2 Hal
 
3
berulang kali dan dengan air suling sampai larutan menjadi netral (pHnetral). Sisa air yang masih terikat dihilangkan dengan penambahan natriumsulfat anhidrat secukupnya, kemudian ekstrak dipanaskan dalam penangas airmenghilangkan petroleum eter.e.
 
Analisis spektrofotometriPersiapan reagen pewarna:Larutan stok dibuat dengan melarutkan 10g FeCl
3
.6H
2
O dalam asam asetatglasial menggunakan labu takar 100 ml, sebelum digunakan, 1.0mL dari larutanstok dipindahkan ke dalam labu 100 ml dan ditambahkan H
2
SO
4
pekat ke dalamlarutan.Warna Reaksi:Ekstrak kering dari (a), (b) dan (c) disuspensikan dalam 3ml asam asetat glasial,2mL pereaksi pewarna FeCl
3
, larutan berwarna yang dihasilkan itu dibacaserapannya pada panjang gelombang 565nm. Besarnya serapan yang dihasilkanpan ini dibandingkan dengan standar kolesterol eksternal dankadar kolesterol dihitung menggunakan persamaan berikut :Dimana:c = konsentrasi kolesterol (dari kurva standar);DF = faktor pengenceran;W = berat sampelf.
 
Metode kromatografi gasSebelum analisis, semua kering ekstrak dari (a), (b) dan (c) disuspensikan dalam0.8ml petroleum eter. Analisis dilakukan dengan
HP 5890 Series II Plus GasChromatograph
(dilengkapi dengan split/splitless injektor dan kontrol tekananelektronik, EPC); detektor yang digunakan adalah FID (
Flame Ionization Detector 
 atau Detektor Ionisasi Nyala); menggunakan kolom kapiler (0.25mm x 25mpanjang) dilapisi dengan fasa temperatur tinggi 007-65HT (
 Alltech, USA
).Kondisi GC adalah sebagai berikut:Injeksi volume :
1.0μl
 Suhu injektor : 300
o
CTemperatur detektor : 350
o
C

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->