Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BADAN HUKUM

BADAN HUKUM

Ratings: (0)|Views: 1,110 |Likes:
Published by Donni Siagian

More info:

Published by: Donni Siagian on May 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2013

pdf

text

original

 
Kekayaan Negara yang Dipisahkan di Badan Usaha Milik Negara, Khususnya Perusahaan Perseroan dan KaitannyaTindak Pidana di Korupsi
OlehRidwan Khairandy
A. Pendahuluan
Persoalan korupsi bagi Indonesia telah masalah bangsa yang sangatmengkhawatirkan. Ia telah merambah ke dalam berbagai sektor kehidupan negara.Walaupun telah banyak upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan persoalan tersebut,namun hasilnya dirasakan belum terlalu menggembirakan. Hal tersebut diakui sendirioleh Presiden .Di tengah upaya penyidikan dan penuntutan oleh aparat penegak terhadapkasus korupsi di berbagai BUMN, khususnya Perusahaan Perseroan (Persero) yang begitu gencar, ternyata menimbulkan banyak kritik. Aparat penegak hukum seringkalidikatakan tidak memahami konsep badan hukum, seperti Perseroan terbatas (PT) atauPerusahaan Perseroan (Persero). Juga tidak dipahami benar apa konsekuensi yuridis penyertaan modal oleh negara dalam bentuk kekayaan negara yang dipisahkan danBadan Usaha Milik Negara (BUMN). Akibatnya, tindakan aparat untuk memberantaskorupsi di BUMN ternyata bertentangan UU No. 40 tahun 2007 tentang PerseroanTerbatas (dulu UU No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas) dan UU No. 19Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara yang menjadi dasar eksistensi dankegiatan perusahaan dimaksud.
B. Korporasi sebagai Badan Hukum
BUMN, khususnya Persero pada dasarnya adalah sebuah korporasi, sebuah badan usaha berbadan hukum yang bertujuan untuk mencari keuntungan. Dengan1
 
memahami makna dan konsekuensi badan hukum, akan didapat pemahaman yang utuhtentang Persero.Pada dasarnya badan hukum adalah suatu badan yang dapat memiliki hak-hak dan kewajiban-kewajiban untuk melakukan suatu perbuatan seperti manusia, memilikikekayaan sendiri, dan digugat dan menggugat di depan pengadilan.Badan hukum ini adalah rekayasa manusia untuk membentuk suatu badanyang memiliki status, kedudukan, kewenangan yang sama seperti manusia. Oleh karena badan ini adalah hasil rekayasa manusia, maka badan ini disebut sebagai
artificial  person.
Di dalam hukum, istilah
 person
(orang) mencakup makhluk pribadi, yaknimanusia (
natuurlijk persoon
) dan badan hukum (
 persona moralis
,
legal person
,
legal entity
,
rechtspersoon
). Keduanya adalah subjek hukum, sehingga keduanya adalah penyandang hak dan kewajiban hukum. Dengan perkataan lain, sebagaimana yangdikatakan oleh J. Satrio, mereka ia memiliki hak/dan atau kewajiban yang diakuihukum.
1
 Oleh karena badan hukum adalah subjek, maka ia merupakan badan yangindependen atau mandiri dari pendiri, anggota, atau penanam modal badan tersebut.Badan ini dapat melakukan kegiatan bisnis atas nama dirinya sendirinya sepertimanusia. Bisnis yang dijalankan, kekayaan yang dikuasai, kontrak yang dibuat semuaatas nama itu sendiri. Badan ini seperti halnya manusia memiliki kewajiban-kewajibanhukum, seperti membayar pajak dan mengajukan izin kegiatan bisnis atas nama dirinyasendiri.
2
  Nindyo Pramono
3
menyatakan bahwa filosofi pendirian badan hukum adalah bahwa dengan kematian pendirinya, harta kekayaan badan hukum tersebut diharapkanmasih dapat bermanfaat oleh orang lain. Oleh karena itu, hukum menciptakan suatukreasi “sesuatu” yang oleh hukum kemudian dianggap atau diakui sebagai subjek 
1
J. Satrio,
 Hukum Pribadi, Bagian I Persoon Alamiah
, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1999,hlm 13.
2
Robert W. Hamilton,
The Law of Corporation
, West Publishing Co, St. Paul, Minn, 1996,hlm 1.
3
Nindyo Pramono, “Kekayaan Negara Yang Dipisahkan Menurut UU No. 19 Tahun 2003tentang BUMN”, dalam Sri Rejeki Hartono, et.al, ed,
 Permasalahan Seputar Hukum Bisnis: Persembahan kepada Sang Maha Guru
, Tanpa Penerbit, Jogjakarta, 2006, hlm 142.
2
 
mandiri seperti halnya orang (
natuurlijk persoon
atau
natural person
). Kemudian“sesuatu” itu oleh ilmu hukum disebut sebagai badan hukum (
rechtspersoon
atau
legal  person
). Agar badan hukum itu dapat bertindak seperti halnya orang alamiah, makadiperlukan organ sebagai alat bagi badan hukum itu untuk menjalin hubungan hukumdengan pihak ketiga.Secara teoritik, baik di negara
common law
maupun
civil law
dikenal beberapaajaran atau doktrin yang menjadi landasan teoritik keberadaan badan hukum. Ada beberapa konsep terkemuka tentang personalitas badan hukum (
legal personality
),yakni:
4
 
1.
 Legal Personality as Legal Person
5
 Menurut konsep ini badan hukum adalah ciptaan atau rekayasa manusia, badanmerupakan hasil suatu fiksi manusia. Kapasitas hukum badan ini didasarkan padahukum positif. Oleh karena personalitas badan hukum ini didasarkan hukum positif, maka negara mengakui dan menjamin personalitas hukum badan tersebut.Badan hukum yang memiliki hak dan kewajiban tersebut diperlakukan sama denganmanusia sebagai
“real” person
.
2.
Corporate Realism
6
 
Menurut konsep ini personalitas hukum suatu badan hukum berasal dari suatukenyataan dan tidak diciptakan oleh proses inkorporasi, yakni pendirian badanhukum yang didasarkan pada peraturan perundang-undangan. Suatu badan hukumtidak memiliki personalitas sendiri yang diakui negara. Personalitas hukum ini tidak didasarkan pada fiksi, tetapi didasarkan pada kenyataan alamiah layaknya manusia.
3.
Theory of the Zweckvermogen
7
Menurut konsep ini suatu badan hukum terdiri atas sejumlah kekayaan yangdigunakan untuk tujuan tertentu. Teori ini dapat ditelusuri ke dalam sistem hukumyang menentukan – seperti hukum Jerman – bahwa institusi dalam hukum publik (
 Anstalten
) dan
endowment 
dalam hukum perdata (
Stiftungen
) adalah badan hukum
4
Daniel Zimmer, “Legal Personality”, dalam Ella Gepken Jager, et.al, eds,
VOC 1602 – 2002: 400 Years of Company Law
, Kluwer Legal Publisher, Deventer, 2005, hlm 267 – 269.
5
Konsep
legal personality as legal person
ini dikenal pula dengan istilah Teori Fiksi.
6
Pendekatan ini
corporate realism
ini dikenal pula dengan istilah Teori Kenyataan Yuridis.
7
Teori ini dikenal pula dengan istilah Teori Kekayaan Bertujuan.
3

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dkrisno Simbolon added this note
LAMBAT KALI INTERNET INI
tingkatkan kembali hukum ini.....
darurat liked this
Subagio Aridarmo liked this
Dyah Paramita liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->