3
PENDAHULUANA.
Latar Belakang Masalah
Efektivitas suatu pembelajaran sangat ditentukan oleh sejauh manaperencanaan yang dilakukan oleh tenaga pengajar. Perencanaan pembelajarantidak hanya sekedar untuk melengkapi kebutuhan administrasi dan kurikulum,tetapi harus didesain dengan melibatkan komponen-komponen desaininstruksional yang meliputi tujuan instruksional yang diawali dengan analisisinstruksional, analisis peserta didik dan kontek, merumuskan sasaran kinerja,pengembangan instrumen penilaian, mengembangkan strategi pembelajaran,mengembangkan dan memilih materi, dan mengembangkan dan melakukanevaluasi formatif dan sumatif.
1
Namun, pengembangan bahan ajar yang dilakukan selama ini baru dalambatas pengadaan bahan cetak berupa
hand out, ringkasan materi,
dan materipenyajian dalam bentuk
Powerpoint
. Bahan cetak lain seperti buku dan modulmasih sangat terbatas dihasilkan apalagi kalau bahan ajar berupa audio, visual,dan multi media yang mengintegrasikan Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK). Pengembangan modul hanya sekedar mengumpulkan materi yang langsungdiajarkan kepada peserta didik tanpa melakukan analisis kebutuhan dan berbagaiproses yang sistemik dan sistematis. Proses penyusunan seperti ini tidak dapatmenjangkau kebutuhan peserta didik yang sesungguhnya sehinga materipembelajaran yang disampaikan cenderung tidak dapat menarik minat pesertadidik. Begitu pula, pembelajaran yang hanya mengandalkan
handout
danringkasan materi
memang dapat memberikan ringkasan pelajaran yang bisadisampaikan dalam waktu singkat dan dapat dipahami lebih cepat. Tetapi,akibatnya peserta didik hanya dapat memahami secara sederhana aplikasipembelajaran yang bersifat dangkal. Sedangkan, secara konseptual, teori-teori,postulat, dan rumus-rumus yang membangun pemahaman secara mendalam tidak dapat dijabarkan dengan sistematis dan berkelanjutan.
1
Dick and carey,
The Systemstic Design of Instruction
, Sixth Edition (New York:Pearson, 2005)hal. 1
—
361.