Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
32Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Upaya Menumbuhkan Minat Baca Anak di Era Digitalisasi

Upaya Menumbuhkan Minat Baca Anak di Era Digitalisasi

Ratings:

2.0

(1)
|Views: 1,895 |Likes:
Published by muhammad yaumi

More info:

Published by: muhammad yaumi on May 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/29/2012

pdf

text

original

 
UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACAANAK DALAM ERA DIGITALISASIOlehMuhammad Yaumimuhammadyaumi@gmail.com A. Latar Belakang
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi sering menjadi penghalangtumbuh dan berkembangnya minat baca anak. Media digital dan elektronik telahberhasil menarik perhatian kebanyakan anak Indonesia yang secara langsung dan tidaklangsung memicu aktivitas keseharian mereka lebih terkonsentrasi pada pemanfaatanmedia tersebut. Bahkan media telah mengambialih peran orang tua dalammengembangkan kepribadian anak. Hal ini sejalan dengan pandangan Yaumi (2008)yang mengatakan bahwa anak yang hidup di perkotaan memiliki kebiasaan nontontelevisi dan bermain video game, playstation, dan Internet yang rasionya 19 kaliberbanding 1 kali berbicara dengan orang tua. Selain itu, transformasi budaya lisan(percakapan) ke budaya tulisan di kalangan masyarakat secara umum masih dalamtahap transisi, karena kecenderungan menerima informasi melalui percakapan ataudisebut bahasa lisan kenyataannya lebih mendominasi dari minat dan kebiasaanmembaca di kalangan siswa dan masyarakat. Sehingga kebiasaan membaca danmenulis masih belum berkembang dengan baik (Konsultan Perpustakaan, 2010).Selanjutnya, sebagian besar orang Indonesia belum sampai pada tahapmenjadikan kegiatan membaca sebagai kebutuhan yang mendasar (Kartika, 2010).Padahal membaca sangat perlu. Dengan membaca seseorang dapat memperluaswawasan dan pandangannya, dapat menambah dan membentuk sikap hidup yang baik,sebagai hiburan serta menambah ilmu pengetahuan, dengan membaca ibarat dapat
 
membuka “jendela dunia”. Dengan membaca dapat dihindari sikap picik
dan fanatismeyang negatif. Dengan demikian kualitas pendidikan di Indonesia masih menghadapimasalah dan bahkan ada indikasi keburaman.Keburaman yang dimaksud dapat dilihat dari hasil survei World CompetitivenessYear Book dari 55 negara yang disurvei kualitas pendidikan Indonesia berada padaurutan yang ke 53. Dampak dari kualitas pendidikan yang rendah ini mempengaruhiHuman Development Index (HDI), dari 177 negara HDI Indonesia berada pada urutanke-107. Kualitas pendidikan di Indonesia yang rendah, ternyata dipengaruhi oleh minatbaca siswa yang rendah. Menurut
International Association for Evaluation of Educational Achievement 
(IAEEA) minat baca anak-anak Indonesia selevel denganSelandia Baru dan Afrika Selatan.Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca ini adalahterbatasnya jumlah perpustakaan sekolah. Dari 200 ribu sekolah dasar di Indonesiacuma 20 ribu yang memiliki perpustakaan standar, sebanyak 70 ribu SLTP cuma 36%yang memenuhi standar. Untuk SMU, cuma 54% yang memiliki perpustakaan standar.Dapat disimpulkan bahwa perpustakaan sekolah selama ini belum dijadikan sebagaisalah satu hal yang penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pengelolaanperpsutakaan sekolah masih pula tertumpu pada anggaran yang diberikan olehpemerintah. Untuk mengatasi masalah ini, perlu mengembangkan perpustakaansekolah berbasis masyarakat. Makalah ini, tertumpu pada kajian pengoptimalanperpustakaan sekolah melalui penglibatan peran serta masyarakat tersebut.Bertolak dari berbagai fenomena seperti telah disebutkan di atas, maka perlumelakukan upaya dalam menumbuhkan minat bakat membaca menuju Lampung
 
cerdas menghadapi derasnya arus globalisasi teknologi dan informasi dewasa ini.Tulisan ini akan mencoba menyoroti peranan pemerintah, dalam hal ini pemerintahdaerah, rumah tangga, sekolah, dan masyarakat lebih khusus pada media massasebagai penopang tumbuhnya minat bakat membaca anak.
B. Optimalisasi Fungsi Perpustakaan Daerah
Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia salah satunya dipengaruhi olehminimnya fasilitas pendukung, seperti jumlah perpustakaan yang tidak sesuai denganrasio jumlah penduduk. Sementara kehadiran televisi dan audiovisual lainnya begitucepat dan inovatif, sehingga keadaan ini semakin meminggirkan tradisi baca dikalangan masyarakat Indonesia dan tidak heran pula saat ini di dalam masyarakatIndonesia sedang terjadi lompatan budaya dari budaya praliterer ke masa pacaliterertanpa melalui masa literer, artinya melompat menjadi masyarakat yang senangmenenton telivisi tanpa melalui budaya gemar membaca. Lompatan budaya ini berlakudalam kalangan anak didik di Indonesia.Dilihat dari segi jumlah perpustakaan umum sebagai salah satu tempatmendapatkan bahan bacaan masyarakat sampai saat sekarang jumlahnya hanya 2.585perpustakaan. Jika dirasional dengan jumlah penduduk Indonesia, maka satuperpustakaan umum harus sanggup melayani 85 ribu penduduk 14. Dari 64.000 desa diIndonesia, ternyata yang mempunyai perpustakaan hanya 22%. Sedangkan jumlah unitperpustakaan di berbagai departemen dan perusahaan, baru sekitar 31% yangmempunyai perpustakaan.Keminiman bahan bacaan juga menjadi salah satu hambatan bagi masyarakat

Activity (32)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Barizi liked this
Yusrin Bhayu liked this
Vivit Afrianty liked this
muhammad yaumi liked this
Dani Boy Wild liked this
Dani Boy Wild liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->