Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
29Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peranan Logika Dalam Dakwah

Peranan Logika Dalam Dakwah

Ratings: (0)|Views: 1,607 |Likes:
Published by www_aneyusup

More info:

Published by: www_aneyusup on May 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2013

pdf

text

original

 
PERANAN LOGIKA DALAM DAKWAH
(Upaya Merekonstruksi Pola dan Metodologi Dakwah Islam Menuju Dakwah yang  Rasional)
Oleh : Moh Hanifudin MahfudsI. Pendahuluan
Pada dekade terakhir ini ditengah-tengah modernisme yang melaju begitu cepat, pergeseran paradigma berpikir masyarakat pun terus bergerak progresif, masyarakat berevolusi dari pola berpikir yang berdasarkan dogma, mitos dan takhayul beralihmenjadi semakin masyarakat yang rasional dan fungsional. Hal ini dapat dilihat dariketeraturan spesikasi pekerjaan dalam struktur social dan orientasi hidup yang lebihmaterialistis.Kondisi demikian menggugah penulis untuk merekonstruksi metodologi dakwah Islamdari dakwah yang dogmatis menuju dakwah yang rasionalis. Dakwah dogmatis hanyaakan membawa umat pada fanatisme yang berlebihan tanpa memahami argumen teologisyang valid, sehingga berimplikasi kepada terbukanya konflik social keagamaan yangakan merusak tatanan demokrasi dan cita-cita masyarakat madani dalam masyarakat.Dakwah rasionalis yang penulis maksudkan adalah upaya menyiarkan Islam dengan perangkat keilmuan yang empirik untuk menghadirkan Islam secara objektif kehadapanmasyarakat. Pola dakwah ini diharapkan akan membangun kesadaran, kecerdasan dankeadaban masyarakat.Melalui tulisan singkat ini, penulis ingin mengemukakan beberapa pokok pikiran penulisdalam upaya merekonstruksi pola dan metodologi dakwah Islam yang dogamatis menujurasionalis. Harapan penulis, semoga sumbangsih yang kecil ini bermanfaat, khususnya bagi penulis dan umat manusia yang memiliki
 fitrah
ber-Tuhan pada umumnya.
II. Pembahasan
Sejak diturunkannya wahyu yang pertama kepada Nabi Muhammad SAW dan diikutidengan risalah kenabian yang lainnya, kewajiban untuk menyebarkan kebenaran yang berasal dari Allah SWT menjadi tugas yang harus disebarkan kepada seluruh umatmanusia. Risalah kenabian Muhammad tidak saja disebarkan untuk masyarakat Arab,tetapi juga bagi masyarakat umat manusia pada umumnya. Karena seruan-seruan kepadakebenaran yang diamanatkan Allah ditujukan untuk manusia secara universal. Inilah titik tolak dakwah Islam.Hal diatas memperjelas Islam sebagai sebuah agama
missionary
atau agama dakwah.Kewajiban berdakwah bukanlah tugas Muhammad saja, namun juga merupakan tugasyang secara turun-temurun diwarisi kepada setiap generasi muslim. Mulai dari sahabat,tabi’in, tabi’ittabi’in dan ulama serta umat Islam hingga periode terakhir ini. Tak heran
 
 jika kemudian dalam kurun terakhir ini hampir separuh penduduk bumi memeluk agamaIslam.Ditengah kesemarakkan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia ini, ada hal yangmembuat miris kita. Yaitu masih adanya metode pola praktik dakwah Islam yangmenghadirkan Islam secara dogmatis, disandarkan kepada mitos, takhayul danmengindentikkan Islam kepada hal yang beraroma mistik atau bahkan kuburan. Hal initerlihat di layar kaca hampir setiap hari. Tayangan mistik dibungkus dengan petuahustadz, sinetron islami dengan metafor siksaan, kuburan dan diselimuti dengan nasehatdari sang kiyai.Penulis secara tegas tidak sepakat dengan pola dakwah yang seperti tergambar diatas.Menurut penulis dakwah seperti itu tidak menghadirkan Islam secara komprehensif dan proporsional. Islam memiliki dimensi yang luas tidak sebatas pada mistik dan siksaan.Banyak sisi-sisi Islam yang tertutupi oleh tayangan itu. Akibatnya masyarakat tidak mengenal Islam secara
kaffah
. Dakwah yang terformat dalam tayangan mistik dan"kuburan" tidak mengangkat citra Islam tetapi justru mendistorsi ajaran adiluhung Islamyang terfragmen dalam al-Qur’an dan Hadits.Untuk membagun masyarakat yang cerdas dalam beragama, maka perlu ada metode yangcerdas pula dalam menghadirkan Islam ketengah mereka. Metode dakwah karena ituharus dirubah dengan mengarus utamakan dimensi rasionalitas Islam. Upaya inilah yangmempertegas fungsi logika dalam dakwah. Dan penulis kira masyarakat yang semakinmodern ini pun mendambakan pendekatan
(approach)
yang menjunjung tinggi peran danfungsi akal dalam pemahaman keagamaan. Terasa ironis sekali tentunya jikakemoderanan yang terus menggurita ini tidak diiringi dengan kemoderenan dalam beragama.Kemodernan disini penulis identikkan dengan rasionalitas. Kemampuan manusiamemanfaatkan hasil olah teknologi mutakhir dalam kehidupan keagamaan seperti;televisi, internet, dan telepon seluler, jika tidak diimbangi dengan kemampuan olah pikir dalam menganalisa persoalan keagamaan tentu akan timpang. Fakta di atas tadi adalah buktinya.Logika sebagai aturan hukum berpikir yang rasional dan logis, penulis kira sudah saatnyadimanfaatkan sebagai sarana dakwah. Melalui hukum-hukum berpikir kita dapatmenganalisa perintah-perintah Allah, membangun preposisi yang valid dan silogismeyang kuat. Metode logika akan membuka cakrawala berpikir masyarakat menuju ber-Islam yang rasional. Apa yang dapat kita lakukan dengan menggunakan logika dalamdakwah? Tentu saja banyak, penulis mengidentifikasi beberapa hal, antara lain;
 Pertama,
Membangun sinergi antara Islam dengan penemuan teknologi modern. Islamsecara gamblang menyuruh umat manusia untuk mengelaborasi tanda-tanda kekuasaanAllah yang tersebar di jagat raya ini. Dengan pendasaran ini maka penemuan teknologimodern adalah penegasan akan kemahakuasaan Allah. Hal ini memacu umat khususnyaumat Islam untuk mengembangkan dan mengejar ketertinggalan kita dengan dunia barat
 
dalam meningkatkan derajat kemanusiaan dalam bidang teknologi. Konsekwensi logisyang diemban para da’i adalah menyebarkan doktrin pemuliaan Islam terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Dakwah mereka diorientasikan untuk membangunmasyarakat yang menguasai teknologi.
 Kedua,
Membangun landasan moral etis dalam pengembangan kehidupan kemanusiaanmodern. Islam memberikan sandaran dalam penghormatan terhadap nilai-nilaikemanusiaan. Relasi antara Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM) terfragmen dengan jelas dalam ajaran Islam. Ini terbukti dalam sejarah empirik umat Islam seperti etikadalam berperang yang memberkan penghormatan terhadap anak-anak, perempuan, orangtua, dan lingkungan. Para juru dakwah dalam hal ini bertugas dalam mengeksplor landasan teologis dalam Hak Asasi Manusia. Ini dapat dilakukan dengan rasionalisasidogma Islam.
 Ketiga,
Merasionalisasikan urgensi spiritualitas ditengah-tengah kisaran modernitas.Kehidupan beragama
(spirituil)
yang oleh banyak filosof barat dianggap sebagai candu, perilaku orang gila, dan menjadikan manusia tidak independen, kini sudah tak layak lagididengungkan. Dunia spiritual yang abstrak ternyata dapat dipahami secara rasional.Melalui kajian ilmiah terbukti bahwa diri kita terdiri dari dua dimensi yaitu material danspiritual. Ini memperkuat argumen keselarasan spiritualitas dengan modernitas. Analisislogis seperti inilah yang mestinya dilakukan oleh da’i dalam menebarkan fragmentasiajaran Islam. Sehingga masyarakat dapat menerima dengan kesadaran rasional yangnyata bukan kesadaran palsu.
 Keempat,
Logika sebagai ilmu mempertegas bahwa dakwah Islam adalah sebuah proseskritis dari
rationalitas intellection
berdasarkan sifatnya yang tidak dogmatis dan tidak  berdasarkan sakralitas tertentu. Dalam pengertian ini maka da’i berinteraksi dengan beragam tafsir atas Islam, kemudian mendakwahkan kepada masyarakat. Proses yangtidak dogmatis ini mensyaratkan da’i untuk mengajak masyarakat menyelami kedalaman pemikirannya terhadap agama. Agama menjadi objek yang dikaji secara empiris danlogis. Terlepas dari keyakinan akan kesempurnaan keagamaan kita terhadap Islam. Kitamesti mengakui sisi-sisi lemah Islam secara historis sembari menyelaraskan diri denganajaran yang terkonstruk dengan sempurna. Dengan cara ini sang da’i akan mudahditerima masyarakat lintas keyakinan karena logis.Beberapa pemikiran diatas menurut hemat penulis akan merubah paradigma dakwahIslam. Rekonstruksi ini jika dijalankan dengan konsisten, pada saatnya nanti akanmengubah paradigma masyarakat sehingga memandang agama secara proporsional danrasional. Beragama secara rasional berarti mengkritisi doktrin keagamaan dengan cermat,mempelajari dengan komprehensif, dan mengamalkan dengan penuh pertimbangan yangrasional.Dengan demikian peranan logika dalam berdakwah adalah sangat penting. Dan padatulisan ini secara khusus penulis menkonstuksikan logika sebagai dasar pemahamandakwah keagamaan. Dasar ini mengandaikan fungsinya yang menyeluruh pada seluruhaspek agama. Karena dakwah yang penulis maksud adalah dakwah yang rasional dan

Activity (29)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yayha Licht Talakua added this note
thanks atas artikelnya,, sangat mendukung dan berguna dalam kelegkapan makalahku... sukses selalu....
Pencari Kebenaran added this note
Dua konsep ‘rasionalisme’ yang berbeda Ilmu logika adalah ilmu untuk mencari bentuk kebenaran berdasar kepada tata cara berfikir sistematis-matematis yang murni yaitu tata cara berfikir yang tidak bergantung pada tangkapan langsung dunia panca indera.akal adalah alat berfikir yang memiliki karakter berfikir sistematis - matematis,sebab itu ada hubungan paralel antara akal dan ilmu l
Afdal Af liked this
Norazliza Puteh liked this
Lass Tanawani liked this
Tiecka Luphpha liked this
Mufid Syekher liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->