dalam meningkatkan derajat kemanusiaan dalam bidang teknologi. Konsekwensi logisyang diemban para da’i adalah menyebarkan doktrin pemuliaan Islam terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Dakwah mereka diorientasikan untuk membangunmasyarakat yang menguasai teknologi.
Kedua,
Membangun landasan moral etis dalam pengembangan kehidupan kemanusiaanmodern. Islam memberikan sandaran dalam penghormatan terhadap nilai-nilaikemanusiaan. Relasi antara Islam dan Hak Asasi Manusia (HAM) terfragmen dengan jelas dalam ajaran Islam. Ini terbukti dalam sejarah empirik umat Islam seperti etikadalam berperang yang memberkan penghormatan terhadap anak-anak, perempuan, orangtua, dan lingkungan. Para juru dakwah dalam hal ini bertugas dalam mengeksplor landasan teologis dalam Hak Asasi Manusia. Ini dapat dilakukan dengan rasionalisasidogma Islam.
Ketiga,
Merasionalisasikan urgensi spiritualitas ditengah-tengah kisaran modernitas.Kehidupan beragama
(spirituil)
yang oleh banyak filosof barat dianggap sebagai candu, perilaku orang gila, dan menjadikan manusia tidak independen, kini sudah tak layak lagididengungkan. Dunia spiritual yang abstrak ternyata dapat dipahami secara rasional.Melalui kajian ilmiah terbukti bahwa diri kita terdiri dari dua dimensi yaitu material danspiritual. Ini memperkuat argumen keselarasan spiritualitas dengan modernitas. Analisislogis seperti inilah yang mestinya dilakukan oleh da’i dalam menebarkan fragmentasiajaran Islam. Sehingga masyarakat dapat menerima dengan kesadaran rasional yangnyata bukan kesadaran palsu.
Keempat,
Logika sebagai ilmu mempertegas bahwa dakwah Islam adalah sebuah proseskritis dari
rationalitas intellection
berdasarkan sifatnya yang tidak dogmatis dan tidak berdasarkan sakralitas tertentu. Dalam pengertian ini maka da’i berinteraksi dengan beragam tafsir atas Islam, kemudian mendakwahkan kepada masyarakat. Proses yangtidak dogmatis ini mensyaratkan da’i untuk mengajak masyarakat menyelami kedalaman pemikirannya terhadap agama. Agama menjadi objek yang dikaji secara empiris danlogis. Terlepas dari keyakinan akan kesempurnaan keagamaan kita terhadap Islam. Kitamesti mengakui sisi-sisi lemah Islam secara historis sembari menyelaraskan diri denganajaran yang terkonstruk dengan sempurna. Dengan cara ini sang da’i akan mudahditerima masyarakat lintas keyakinan karena logis.Beberapa pemikiran diatas menurut hemat penulis akan merubah paradigma dakwahIslam. Rekonstruksi ini jika dijalankan dengan konsisten, pada saatnya nanti akanmengubah paradigma masyarakat sehingga memandang agama secara proporsional danrasional. Beragama secara rasional berarti mengkritisi doktrin keagamaan dengan cermat,mempelajari dengan komprehensif, dan mengamalkan dengan penuh pertimbangan yangrasional.Dengan demikian peranan logika dalam berdakwah adalah sangat penting. Dan padatulisan ini secara khusus penulis menkonstuksikan logika sebagai dasar pemahamandakwah keagamaan. Dasar ini mengandaikan fungsinya yang menyeluruh pada seluruhaspek agama. Karena dakwah yang penulis maksud adalah dakwah yang rasional dan