Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
15Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dody Firmanda 2010 - Revitalisasi Komite Medik se Kalimantan Timur

Dody Firmanda 2010 - Revitalisasi Komite Medik se Kalimantan Timur

Ratings: (0)|Views: 1,896|Likes:
Disampaikan pada Acara Seminar Revitalisasi Komite Medik di Kalimantan Timur diselenggarakan oleh RSUD Dr. Kanujoyo Djatiwibowo Balikpapan Kalimantan Timur, Hotel Novotel Balikpapan Kalimantan Timur, 6 Juni 2010. (Dody Firmanda)
Disampaikan pada Acara Seminar Revitalisasi Komite Medik di Kalimantan Timur diselenggarakan oleh RSUD Dr. Kanujoyo Djatiwibowo Balikpapan Kalimantan Timur, Hotel Novotel Balikpapan Kalimantan Timur, 6 Juni 2010. (Dody Firmanda)

More info:

Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/07/2012

pdf

text

original

 
1
Revitalisasi Komite Medik dalam BLUD danUndang Undang RI Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
Dr. Dody Firmanda, Sp.A, MAKetua Komite MedikRSUP Fatmawati, Jakarta.
Pendahuluan
Sejak tanggal 1 Januari 2010 telah berlaku implementasi modus keempatdalam era liberalisasi perdaganan jasa bidang kesehatan untuk negarakawasan Asia Tenggara sesuai dengan perjanjian kerjasama ASEAN
Mutual Recognition Arrangement on Medical Practitioners 
(MRA-MP).
1
Ada 4 tujuandalam MRA-MP yakni:1. mengatur mobilitas praktisi dokter di wilayah ASEAN;2. meningkatkan dan mengembangkan kerja sama pertukaran informasiantar profesi medis;3. meningkatkan mutu kualifikasi dan standar layanan dan;4. kerjasama pendidikan dan pelatihan profesi medisPada tanggal 20 November 2008
The Joint Commissio
Amerika Serikatmeluncurkan
Health care at the crossroads: Guiding principles for thdevelopment of the hospital of the future 
berdasarkan hasil rekomendasipertemuan tanggal 26-27 April 2007 di Lake Buena Vista Florida tentang
What does the future hold for hospital care across the globe? The Hospital of the future.
Sebelumnya WHO Regional Eropa telah melakukan uji coba suatu instrumen yang akan digunakan untuk menilai kinerja mutu
(performamce) 
rumah sakitoleh WHO regional Eropa yang dinamakan
Performance Assessment Tools for 
Disampaikan pada Acara Seminar
Revitalisasi Komite Medik di Kalimantan Timur 
diselenggarakan olehRSUD Dr. Kanujoyo Djatiwibowo Balikpapan Kalimantan Timur, Hotel NovotelBalikpapan KalimantanTimur, 6 Juni 2010
1
ASEAN Mutual Recognition Arrangement on Medical Practitioners, 2004.
2
The Joint Commission -
Health care at the crossroads: Guiding principles for the development of the hospital of the future 
, November 20, 2008.
3
The Joint Commission and The Joint Commission Resources -
What does the future hold for hospital care across the globe? The Hospital of the future 
. Florida, April 26-27, 2007.
 
2
Hospital 
(PATH).
4,5,6,7
Kedua instrumen tersebut kemungkinan besar akanditerapkan oleh seluruh rumah sakit di dunia sebagaimana halnya programWHO
World Alliance for Patient Safety – Move Program 
sebagai
world class hospitalsbenchmarking 
. Untuk mengantisipasi hal tersebut diatasDepartemen Kesehatan RI telah menerbitkan Peraturan Menteri KesehatanRI Nomor: 659/MENKES/PER/VIIII/2009 tentang Rumah Sakit IndonesiaKelas Dunia pada tanggal 14-08-2009.Saat ini di tanah air telah terbit dan berlaku berbagai perundangan danperaturan yang menyangkut profesi medis antara lain Undang Undang RINomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Undang Undang RINomor RI 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Kesehatan Nasional,Undang Undang RI Nomor 25 Tahun 2009 tentang Layanan Publik (termasukkesehatan), Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2009 tentangKesejahteraan Sosial, Undang Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentangKesehatan, dan terakhir Undang Undang Nomor RI 44 Tahun 2009 tentangRumah Sakit.Inti dari tujuan Undang Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang PraktikKedokteran yakni:1. Memberikan perlindungan kepada pasien
(patient safety) 
2. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis yangdiberikan3. Memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dan dokter.dan inti tujuan Undang Undang Nomor RI 44 Tahun 2009 tentang RumahSakit yakni:1. Mempermudah akses masyarakat untuk mendapatkan pelayanankesehatan2. Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat,lingkungan rumah sakit dan sumber daya manusia di rumah sakit
4
WHO Regional Office for Europe. Measuring hospital performance to improve the quality of care inEurope: a need for clarifying the concepts and defining the dimensions. January 2003
5
WHO Regional Office for Europe. How can hospital performance can be measured and monitored.August 2003.
6
WHO Regional Office for Europe. PATH (Performance Assessment Tools for Quality Improvementin Hospitals). 2007.
7
WHO Regional Office for Europe. Assuring the quality of care in the European Union. 2008
 
3
3. Meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan rumahsakit; dan4. Memberikan kepastian hukum kepada pasien, masyarakat, sumber dayamanusia rumah sakit, dan Rumah Sakit.Keberadaan profesi medis di rumah sakit sangat penting dan strategis dalammenentukan arah pengembangan dan kemajuan suatu rumah sakit. Makapengorganisasian dan pemberdayaan profesi medik dalam atau wadah KomiteMedik sangat penting untuk membangun dan memajukan rumah sakit tersebutbaik dari segi pelayanan maupun pendidikan dan penelitian. Peran dan fungsiKomite Medik di rumah sakit adalah menegakkan etik dan mutu profesimedik.
8,9
Yang dimaksud dengan etik profesi medik disini adalah mencakupKode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI)
10
, Kode Etik PenelitianKedokteran Indonesia (untuk saat ini dapat diadopsi dan digunakan Kode EtikPenelitian yang dipakai oleh institusi pendidikan)
11
dan untuk rumah sakitpendidikan ditambah dengan Kode Etik Pendidikan Kedokteran Indonesia(untuk sementara ini bagi profesi medik dapat mengacu kepada KODEKI).Pada makalah ini akan dibahas mengenai Peran Komite Medik dalam UndangUndang RI Nomor 44 tentang Rumah Sakit. Namun secara lengkap saat ini ditanah air telah terbit dan berlaku berbagai perundangan dan peraturan yangmenyangkut profesi medis antara lain Undang Undang RI Nomor 29 Tahun2004 tentang Praktik Kedokteran, Undang Undang RI Nomor RI 40 Tahun2004 tentang Sistem Jaminan Kesehatan Nasional, Undang Undang RINomor 25 Tahun 2009 tentang Layanan Publik (termasuk kesehatan),Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial,Undang Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan terakhirUndang Undang Nomor RI 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Disampingitu telah terbit Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor:659/MENKES/PER/VIII/2009 tentang Rumah Sakit Indonesia Kelas Duniapada tanggal 14-08-2009.
8
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 631/SK/Menkes/IV/2005 tentang Pedoman PeraturanInternal Staf Medis
(Medical Staff Bylaws) 
di rumah sakit.
9
Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Depkes RI Nomor HK 00.06.1.4.2895 tanggal23 Mei 2007 tentang Fungsi, Tugas dan Wewenang Komite Medis di Rumah Sakit.
10
Undang Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 Pasal 8 huruf f dan penjelasannya.
11
Komunikasi pribadi dengan Prof. DR. Dr. FA. Moeloek, Sp.OG (Ketua Konsil Kedokteran) Rabu 16 Mei2007.

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Joni Rasmanto liked this
Safrina Dewi liked this
riptoadiwidoyo liked this
cbi_bdg liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->