Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Permen PU No 9 Thn 2008

Permen PU No 9 Thn 2008

Ratings: (0)|Views: 1,145 |Likes:
Published by badaruddin1972

More info:

Published by: badaruddin1972 on May 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2012

pdf

text

original

 
 
MENTERI PEKERJAAN UMUMREPUBLIK INDONESIA 
PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUMNOMOR : 09/PER/M/2008TENTANGPEDOMAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN UMUMDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAMENTERI PEKERJAAN UMUM
Menimbang
 :
a. bahwa dalam rangka mewujudkan tertib penyelenggaraan pekerjaankontruksi, penyelenggara pekerjaan konstruksi wajib memenuhisyarat-syarat keamanan, keselamatan dan kesehatan kerja padatempat kegiatan konstruksi;b. bahwa agar penyelenggaraan keamanan, keselamatan dankesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi Bidang PekerjaanUmum dapat terselenggara secara optimal, maka diperlukan suatupedoman pembinaan dan pengendalian sistem keselamatan dankesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi Bidang PekerjaanUmum;c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud padahuruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri tentangPedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja(K3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum;Mengingat
 :
1. Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945;2. Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja ;3. Undang-Undang Nomor 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi;4. Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;5. Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2000 tentang Usaha danPeran Masyarakat Jasa Konstruksi;6. Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 2000 tentangPenyelenggaraan Jasa Konstruksi;
 
7. Peraturan Pemerintah Nomor 30 tahun 2000 tentangPenyelenggaraan Pembinaan Jasa Konstruksi;
1
 
 
 
8. Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang StandardisasiNasional;9. Keputusan Presiden Nomor 80 tahun 2003 tentang PengadaanBarang / Jasa Pemerintah;10. Peraturan Presiden Nomor 9 tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas,Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementrian negaraRepublik Indonesia;11. Surat Keputusan Bersama Menteri Tenaga Kerja dan MenteriPekerjaan Umum Nomor: 174/MEN/1986 & 104/KPTS/1986 tentangKeselamatan dan Kesehatan Kerja pada Tempat KegiatanKonstruksi;12. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.02/MEN/1992 tentangTata Cara Penunjukkan, Kewajiban dan Wewenang AhliKeselamatan dan Kesehatan Kerja.13. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.05/MEN/1996 tentangSistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja;14. Keputusan Menteri Kimpraswil Nomor 384/KPTS/M/2004 tentangPedoman Teknis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada TempatKegiatan Konstruksi Bendungan;15. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 43/PRT/M/2007 tentangStandar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi;
 
16. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 01/PRT/M/2008 tentangOrganisasi dan Tata Kerja Departemen Pekerjaan Umum.
MEMUTUSKAN
Menetapkan
:
PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM TENTANG PEDOMANSISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA(K3) KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN UMUM
 
BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini, yang dimaksud dengan:1.
K3
adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan pengertian pemberianperlindungan kepada setiap orang yang berada di tempat kerja, yang berhubungandengan pemindahan bahan baku, penggunaan peralatan kerja konstruksi, prosesproduksi dan lingkungan sekitar tempat kerja.2.
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
adalah bagian darisistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan,tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagipengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakankeselamatan dan kesehatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang selamat, aman,efisien dan produktif.
2
 
 
 
3.
SMK3 Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum adalah
SMK3 pada sektor jasa konstruksiyang berhubungan dengan kepentingan umum (masyarakat) antara lain pekerjaankonstruksi: jalan, jembatan, bangunan gedung fasilitas umum, sistem penyediaan airminum dan perpipaannya, sistem pengolahan air limbah dan perpipaannya, drainase,pengolahan sampah, pengaman pantai, irigasi, bendungan, bendung, waduk, danlainnya.4.
Ahli K3 Konstruksi
adalah Ahli K3 yang mempunyai kompetensi khusus di bidang K3Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum dalam merencanakan, melaksanakan danmengevaluasi Sistem Manajemen K3 Konstruksi sesuai pedoman ini di tempatpenugasannya yang dibuktikan dengan sertifikat dari yang berwenang dan sudahberpengalaman sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun dalam pelaksanaan K3 KonstruksiBidang Pekerjaan Umum yang dibuktikan dengan referensi pengalaman kerja.
 
5.
Petugas K3 Konstruksi
adalah petugas di dalam organisasi Pengguna Jasa dan/atauOrganisasi Penyedia Jasa yang telah mengikuti pelatihan/sosialisasi K3 KonstruksiBidang Pekerjaan Umum.6.
P2K3 (Panitia Pembina K3)
adalah badan pembantu di perusahaan dan tempat kerjayang merupakan wadah kerjasama antara pengusaha dan pekerja untukmengembangkan kerja sama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam penerapankeselamatan dan kesehatan kerja. Unsur P2K3 terdiri dari Ketua, Sekretaris danAnggota. Ketua P2K3 adalah pimpinan puncak organisasi Penyedia Jasa dan SekretarisP2K3 adalah Ahli K3 Konstruksi.7.
Tempat kerja
adalah setiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atautetap, dimana tenaga kerja bekerja, atau yang sering dimasuki tenaga kerja untukkeperluan suatu usaha dan dimana terdapat sumber atau sumber sumber bahaya baikdidarat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara yang berada didalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.
 
8.
Bahaya K3
adalah suatu keadaan yang belum dikendalikan sampai pada suatu batasyang memadai.9.
Risiko K3
adalah perpaduan antara peluang dan frekuensi terjadinya peristiwa K3dengan akibat yang ditimbulkannya dalam kegiatan konstruksi.10.
Kategori Risiko K3
berupa tinggi, sedang atau kecil. Jika terjadi perbedaan pendapattentang penentuan kategori risiko, harus diambil tingkat risiko yang lebih tinggi.11.
Risiko Tinggi
mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya berisiko sangatmembahayakan keselamatan umum, harta benda, jiwa manusia, dan lingkungan sertaterganggunya kegiatan konstruksi.12.
Risiko Sedang
mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya dapat berisikomembahayakan keselamatan umum, harta benda dan jiwa manusia serta terganggunyakegiatan konstruksi.13.
Risiko Kecil
mencakup pekerjaan konstruksi yang pelaksanaannya tidakmembahayakan keselamatan umum dan harta benda serta terganggunya kegiatankonstruksi.14.
Manajemen Risiko
adalah proses manajemen terhadap risiko yang dimulai dari kegiatanmengidentifikasi bahaya, menilai tingkat risiko dan mengendalikan risiko.
metode deduktif. 
3
 

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hartono Laly added this note
trim's
Muhammad Juraij liked this
Aria DharmaWan liked this
Erlin Hardi liked this
mhanafi_15 liked this
Bam Bang liked this
abepramana liked this
Dinda Savitri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->