Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
59Activity
×

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KIK toksikologi industri

KIK toksikologi industri

Ratings: (0)|Views: 19,610|Likes:
Published by dr. M.F. Romdhoni

More info:

categoriesTypes, Research
Published by: dr. M.F. Romdhoni on May 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/15/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1.1Latar Belakang
Sehat merupakan kehendak dan idaman semua lapisan masyarakat,guna mewujudkan hal tersebut maka banyak hal yang perlu dilakukan dansalah satu hal yang cukup penting ialah berupaya menyelenggarakan suatu pelayanan kesehatan yang baik, berkualitas, menyeluruh dan terpadu(
comprehensive and integrated health services
) yakni suatu pelayanan yangmemadukan berbagai upaya kesehatan baik pelayanan peningkatan dan pemeliharaan kesehatan, pencegahan dan penyembuhan penyakit serta pemulihan kesehatan, selain itu berupaya untuk menciptakan suatu pelayanankesehatan yang menerapkan pendekatan secara menyeluruh (
holisticapproach
), jadi tidak hanya memperhatikan keluhan penderita saja tetapi jugamemperhatikan berbagai aspek dari latar belakang sosial ekonomi, sosial budaya, sosial psikologi dan lain sebagainya (Fahrizal Z, 2008).Sektor industri merupakan sektor andalan utama bagi Indonesia karenasektor ini mampu memberikan peluang kerja bagi penduduk Indonesia. Selainitu, sektor industri menggunakan berbagai input baik dari sektor pertanianmaupun sektor-sektor lainnya termasuk sektor industri itu sendiri. Keterkaitanantar sektor yang cukup besar ini menjadi hal yang cukup baik karenakemajuan sektor industri akan mendorong pertumbuhan sektor lainnya yang pada gilirannya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi (Aliasuddin, 2005).Struktur perekonomian Indonesia mengalami perubahan yangsignifikan melalui pola normal pembangunan ekonomi seperti pola yangdijelaskan oleh ilmu ekonomi. Perubahan struktur ini ditandai oleh pergeserankontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian. Kontribusi sektor  pertanian mengalami penurunan sedangkan kontribusi sektor industri terusmengalami peningkatan, sehingga menjadikan sektor industri menjadikontributor utama dalam perekonomian Indonesia.Kemajuan sektor industri berarti kemajuan ekonomi Indonesia dansebaliknya. Peranan sektor industri ini tidak hanya terbatas pada besarnyakontribusi sektor ini terhadap perekonomian, tetapi lebih luas lagi, termasuk didalamnya kemampuan sektor ini dalam menciptakan peluang kerja bagi1
 
sebagian masyarakat Indonesia. Menurut laporan Statistik Indonesia atau BPStahun 2001, dapat dijelaskan bahwa sektor industri menyerap tenaga kerjasebanyak 4.234.983 orang di seluruh Indonesia. Jumlah ini hanya untuk industri besar dan sedang saja. Sementara itu, industri kecil mampu membuka peluang pekerjaan sebanyak 2.004.590 orang dan industri rumah tanggasebanyak 4.502.183 orang dalam perekonomian Indonesia, sedangkan nilaioutput yang dihasilkan oleh industri besar dan sedang sebanyak Rp 582.863miliar, industri kecil sebanyak Rp 15.392 miliar, industri rumah tanggasebesar Rp 24.741 miliar. Semua angka-angka ini memperlihatkan bahwa betapa besarnya peranan sektor industri dalam perekonomian Indonesia.Angka-angka ini juga dengan jelas memperlihatkan bahwa sektor industrimerupakan sektor andalan dalam perekonomian Indonesia. Kemajuan sektor industri berarti kemajuan ekonomi Indonesia dan sebaliknya (Aliasuddin,2002).Era globalisasi harus dijadikan agenda baru bagi kesehatan masyarakat,ketika Indonesia memasuki abad 21 globalisasi akan memberikan dampak yang sangat luas kepada Indonesia. Dampak globalisasi diperkirakan dapatmemberikan pengaruh baik terhadap penggunaan teknologi kesehatan, sistim pelayanan, macam penyakit baru, hingga kondisi sosial kemasyarakatanlainnya. Dengan kata lain mau tidak mau, dampak globalisai harus menjadisalah satu prioritas dalam bidang kesehatan di Indonesia (FKM undip, 2010).Aspek penting dalam perlindungan kesehatan masyarakat dan pekerjadi industri ialah pencegahan dan pengurangan paparan bahan-bahan (kimia)yang dapat memberikan kontribusi baik secara langsung maupun tidalangsung terhadap peningkatan timbulnya penyakit, ketidaknyamanan ataukecacatan bahkan laju kematian (Pusat K3, 2008).Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek yang pentingdalam aktivitas dunia industri. Relativitas kadar penting tidaknya akankeselamatan dan kesehatan kerja (K3) ini tergantung pada seberapa besar  pengaruhnya terhadap subjek dan objek itu sendiri. Resiko adalah kesempatanuntuk terjadinya kecelakaan atau kerugian, juga kemungkinan dari akibat dankemungkinan bahaya tertentu (Pararaja Arifin, 2008).Pesatnya perkembangan industri beserta produknya memiliki dampa positif terhadap kehidupan manusia berupa makin luasnya lapangan kerja,2
 
kemudahan dalam komunikasi dan transportasi yang akhirnya berdampak pada peningkatan sosial ekonomi masyarakat. Disisi lain dampak negatif yangterjadi adalah timbulnya penyakit akibat pajanan bahan-bahan selama prosesindustri atau dari hasil produksi itu sendiri. Timbulnya penyakit akibat kerjatelah mendapat perhatian dari pemerintah Indonesia, berdasarkan SuratKeputusan Presiden Nomor 22 tahun 1993 telah ditetapkan 31 macam penyakit yang timbul karena kerja. Berbagai macam penyakit yang timbulakibat kerja, organ paru dan saluran nafas merupakan organ dan sistem tubuhyang paling banyak terkena oleh pajanan bahan-bahan yang berbahaya ditempat kerja. Penyakit paru akibat kerja merupakan penyakit atau kelainan paru yang terjadi akibat terhirupnya partikel, kabut, uap atau gas yang berbahaya saat seseorang sedang bekerja. Tempat tertimbunnya bahan-bahantersebut pada saluran pernafasan atau paru dan jenis penyakit paru yang terjaditergantung pada ukuran dan jenis yang terhirup. Beberapa jenis partikel yangdi antaranya bisa menyebabkan penyakit paru yaitu partikel organik dananorganik. Selain itu gas dan bahan aerosol lain seperti gas dari hidrokarbon, bahan kimiawi insektisida, serta gas dari pabrik plastik dan hasil pembakaran plastik (Krishna Oka, 2010). penyakit paru akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh partikel, uap gas atau kabut berbahaya yang menyebabkan kerusakan paru jika terinhalasi selama bekerja. Saluran nafas dari lubang hidung sampaialveoli menampung 14.000 liter udara ditempat kerja selama 40 jam kerjadalam satu minggu.
 American lung Association
menmbagi penyakit parumenjadi dua kelompok besar, yaitu ; Pneumoconiasis yang disebabkan debuyang masuk kedalam paru-paru, dan hipersensitivitas seperti asma yangdisebabkan karena reaksi yang berlebihan karena polutan udara. Sebagaitambahan beberapa kasus yang sering sebagai penyakit paru akibat kerja.
1.2Rumusan Masalah
Berdasar latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :a.Bagaimana strategi penanganan masalah kesehatan dalam bidang industrimakanan dan minuman? b.Bagaimana kebijakan pemerintah dalam menangani toksikologi bidangindustri ?3

Activity (59)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Cik Cahaya Mata liked this
Ellysabet Dian liked this
Monica Shendy liked this
Ririn Tyastuti liked this
Harnitaa Dewii added this note|
okeee komplit
Kardyian Chool liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->