Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
35Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Skripsi Qu

Skripsi Qu

Ratings: (0)|Views: 1,020 |Likes:
Published by Oncik Aneuk Atjeh

More info:

Published by: Oncik Aneuk Atjeh on May 30, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Pemasalahan
Jasa konstruksi sangat diperlukan dalam membangun sarana dan prasaranauntuk menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat. Dalam pekerjaan konstruksiterdapat dua pihak yaitu penyedia jasa (pemborong) dan pengguna jasa (yangmemborongkan). Untuk melaksanakan suatu pekerjaan, maka antara pengguna jasadengan penyedia jasa sangat diperlukan suatu kontrak atau perjanjian.Pengertian kontrak kerja konstruksi menurut Pasal 1 angka 5 Undang-undang Nomor 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi (selanjutnya disebut UUJK) adalah“keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi”.Untuk sahnya suatu perjanjian menurut hukum, maka perjanjian tersebutharus memenuhi ketentuan yang terdapat dalam Pasal 1320 Kitab Undang-undangHukum Perdata (selanjutnya disebut KUH Perdata) yaitu, “supaya terjadi persetujuanyang sah, perlu dipenuhi empat syarat, yaitu kesepakatan mereka yang mengikatkandirinya, kecakapan untuk membuat suatu perikatan, suatu pokok persoalantertentu,dan suatu sebab yang tidak terlarang.Selanjutnya berdasarkan Pasal 1338 Ayat (1) KUH Perdata menegaskan bahwa “semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlakusebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”. Dengan demikian apabila pengguna jasa konstruksi membuat perjanjian atau kontrak konstruksi dengan
 
2
 penyedia jasa konstruksi dan telah menandatanganinya, maka kedua belah pihak terikat untuk melaksanakan isi kontrak tersebut.Pengguna jasa konstruksi dapat berupa perorangan maupun badan hukum baik  pemerintah maupun swasta.
 
Berdasarkan Pasal 1 Ketentuan Umum KeputusanPresiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman PelaksanaanPengadaan Barang/Jasa Pemerintah (selanjutnya disebut Keppres No. 80 Tahun2003), bagi proyek-proyek pemerintah pengguna barang/jasa adalah kepalakantor/satuan kerja/pemimpin proyek/pemimpin bagian proyek/pengguna anggaranDaerah/pejabat yang disamakan sebagai pemilik pekerjaan yang bertanggung jawabatas pelaksanaan pengadaan barang/jasa dalam lingkungan unit kerja/proyek tertentu.Selanjutnya, Pengguna Anggaran Daerah adalah pejabat di lingkungan pemerintah provinsi, kabupaten/kota yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang dibiayai dari dana Anggaran Pendapatan dan BelanjaDaerah (selanjutnya disebut APBD).Pejabat yang disamakan adalah pejabat yang diangkat oleh pejabat yang berwenang di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI)/Kepolisian Republik Indonesia (Polri)/pemerintah daerah/Bank Indonesia (BI)/Badan Hukum Milik  Negara (BHMN)/Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah(BUMD), yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pengadaan barang/jasa yangdibiayai dari APBN/APBD.Dengan adanya Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 TentangPemerintahan Aceh (selanjutnya disebut UUPA), maka khusus untuk Provinsi Aceh,
 
3
APBD disebut dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (selanjutnya disebutAPBA).Penyedia jasa konstruksi adalah perusahan-perusahaan yang bersifat perorangan maupun badan hukum, baik pemerintah maupun swasta. Bagi proyek- proyek pemerintah, penyedia jasa harus berbentuk badan usaha.Pemilihan penyedia jasa konstruksi oleh pengguna jasa didasarkan padaKeppres No. 80 Tahun 2003 yang didalamnya ada beberapa cara yaitu:
1.
Melalui pelelangan umum;
2.
Melalui pelelangan terbatas;
3.
Melalui pengadaan langsung;4.Melalui pemilhan langsung.Dalam rangka mencari penyedia jasa yang benar-benar berbobot untuk melaksanakan pembangunan fisik ini, pemerintah menetapkan syarat-syarat yangyang harus di penuhi oleh penyedia jasa yang ingin ikut serta dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut yaitu antara lain:a.Telah lulus prakualifikasi sesuai dengan bidang dan klasifikasi yang telah ditentukan; b.Tidak termasuk daftar hitam rekanan.Syarat-syarat tersebut di atas merupakan syarat yang harus dipenuhi penyedia jasa sebelum pelelangan pekerjaan dilaksanakan dan ini merupakan seleksi pendahulun yang dilakukan oleh panitia pelelangan pekerjaan. Sedangkan padakualifikasi yang dinilai adalah kemampuannya dalam menangani proyek, termasuk 

Activity (35)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
khafid_anka liked this
Yuno Sukaito liked this
Kang Ajat liked this
nebula008 liked this
Rangga Narziz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->