Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
122Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KEPEMIMPINAN EFEKTIF

KEPEMIMPINAN EFEKTIF

Ratings:

4.8

(25)
|Views: 9,776 |Likes:
Published by Joko
Pemimpin zaman sekarang harus belajar, harus membaca, harus mempunyai pengetahuan mutakhir dan pemahamannya mengenai berbagai soal yang menyangkut kepentingan orang-orang yang dipimpin. Juga pemimpin itu harus memiliki kredibilitas dan integritas, dapat bertahan, serta melanjutkan misi kepemimpinannya. Kalau tidak, pemimpin itu hanya akan menjadi suatu karikatur yang akan menjadi cermin atau bahan tertawaan dalam kurun sejarah di kelak di kemudian hari.
Pemimpin zaman sekarang harus belajar, harus membaca, harus mempunyai pengetahuan mutakhir dan pemahamannya mengenai berbagai soal yang menyangkut kepentingan orang-orang yang dipimpin. Juga pemimpin itu harus memiliki kredibilitas dan integritas, dapat bertahan, serta melanjutkan misi kepemimpinannya. Kalau tidak, pemimpin itu hanya akan menjadi suatu karikatur yang akan menjadi cermin atau bahan tertawaan dalam kurun sejarah di kelak di kemudian hari.

More info:

Published by: Joko on Jun 04, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

 
KEPEMIMPINAN EFEKTIF, KEPEMIMPINAN YANG MAMPU MENGAMBILKEPUTUSAN YANG TEPATNISRUL IRAWATI SE, MBAFakultas EkonomiUniversitas Sumatera UtaraKEPEMIMPINAN EFEKTIF, KEPEMIMPINAN YANG MAMPUMENGAMBIL KEPUTUSAN TEPATI. PENDAHULUAN
Akhir-akhir ini banyak orang membicarakan masalah krisis kepemimpinan.Konon sangat sullt mencari kader-kader pemimpin pada berbagai tingkatan. Orangpada zaman sekarang cenderung mementingkan diri sendiri dan tidak atau kurangperduli pada kepentingan orang lain, kepentingan lingkungannya.Krisis kepemimpinan ini disebabkan karena makin langkanya keperdulianpada kepentingan orang banyak, kepentingan lingkungannya. Sekurang-kurangnyaterlihat ada tiga masalah mendasar yang menandai kekurangan ini. Pertama adanyakrisis komitmen. Kebanyakan orang tidak merasa mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memikirkan dan mencari pemecahan masalah kemaslahatan bersama,masalah harmoni dalam kehidupan dan masalah kemajuan dalam kebersamaan.Kedua, adanya krisis kredibilitas. Sangat sulit mencari pemimpin atau kaderpemimpin yang mampu menegakkan kredibilitas tanggung jawab.Kredibilitas itu dapat diukur misalnya dengan kemampuan untukmenegakkanetika memikul amanah, setia pada kesepakatan dan janji, bersikap teguh dalampendirian, jujur dalam memikul tugas dan tanggung jawab yang dibebankanpadanya, kuat iman dalam menolak godaan dan peluang untuk menyimpang. Ketiga,masalah kebangsaan dan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Saat initantangannya semakin kompleks dan rumit. Kepemimpinan sekarang tidak cukuplagi hanya mengandalkan pada bakat atau keturunan.Pemimpin zaman sekarang harus belajar, harus membaca, harus mempunyaipengetahuan mutakhir dan pemahamannya mengenai berbagai soal yangmenyangkut kepentingan orang-orang yang dipimpin. Juga pemimpin itu harusmemiliki kredibilitas dan integritas, dapat bertahan, serta melanjutkan misikepemimpinannya. Kalau tidak, pemimpin itu hanya akan menjadi suatu karikaturyang akan menjadi cermin atau bahan tertawaan dalam kurun sejarah di kelak dikemudian hari.Apa yang dibutuhkan seorang Pemimpin ?
II. ARTI KEPEMIMPINAN
Leadership is capatibilty of persuading others to work together undertheir direction as a team to accomplish certain designated objectives
(kepemimpinanadalah kemampuan meyakinkan orang lain supaya bekerja sama di bawahpimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai atau melakukan suatu tujuan
 
©2004 Digitized by USU digital library 
1
tertentu), demikian tulis James M Black dalam bukunya Management, A guideto Executive Command.Seorang pemimpin itu adalah berfungsi untuk memastikan seluruh tugas dankewajiban dilaksanakan di dalam suatu organisasi. Seseorang yang secara resmidiangkat menjadi kepala suatu group I kelompok bisa saja ia berfungsi atau mungkintidak berfungsi sebagai pemimpin.Seorang pemimpin adalah seseorang yang unik dan tidak diwariskansecaraotomatis tetapi seorang pemimpin haruslah memiliki karekteristik tertentu yangtimbul pada situasi -situasi yang berbeda.Menurut John. R. Schermer Horn, Jr1)Leading and being a manager are not one and the samething. To be amanager means to act effectively in the comprehensive sense of planning,organizing,leading and controlling. Leadership sucuss is a necessary but not suffcient conditionfor managerial success. A good manager is always a good leader, but a good leaderis not necesserily a good manager.
III. KEKUASAAN DAN WEWENANG
Untuk dapat mengusahakan orang lain bekerjasama dengannya, makapemimpin dapat menggunakan kewibawaan tertentu atau diberikankewenangan/kekuasaan formal tertentu. Kekuasaan merupakan suatu bagian yangmerasuk ke seluruh sendi kehidupan organisasi. Bahkan dikatakan oleh Mc Clellandkekuasaan merupakan salah satu kebutuhan manusia. Manager dan non managermenggunakan kekuasaan dalam aktivitas sehari-harinya. Mereka memanipulasikekuasaan untuk mencapai tujuan dan memperkuat kedudukan mereka. Dalam teoriotoritas formil, kewenangan adalah suatu kekuasaan atau hak untuk bertindak,untuk memerintah atau menurut tindakan oleh orang lain.
KEKUASAAN DAN WEWENANG
Kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi orang lain untukmencapai sesuatu dengan cara yang diinginkan. Studi tentang kekuasaan dandampaknya merupakan hal yang penting dalam manajemen. Karena kekuasaanmerupakan kemampuan mempengaruhi orang lain, maka mungkin sekali setiapinteraksi dan hubungan sosial dalam suatu organisasi melibatkan penggunaankekuasaan. Cara pengendalian unit organisasi dan individu di dalamnya berkaitandengan penggunaan kekuasaan. Kekuasaan manager yang menginginkanpeningkatan jumlah penjualan adalah kemampuan untuk meningkatkan penjualanitu.Kekuasaan melibatkan hubungan antara dua orang atau lebih. Dikatakan Amempunyai kekuasaan atas B, jika A dapat menyebabkan B melakukan sesuatu dimana B tidak ada pilihan kecuali melakukannya. Kekuasaan selalu melibatkaninteraksi sosial antar beberapa pihak, lebih dari satu pihak. Dengan demikianseorang individu atau kelompok yang terisolasi tidak dapat memiliki kekuasaankarena kekuasaan harus dilaksanakan atau mempunyai potensi untuk dilaksanakanoleh orang lain atau kelompok lain:
 
©2004 Digitized by USU digital library 
2
Kekuasaan amat erat hubungannya dengan wewenang. Tetapi kedua konsepini harus dibedakan. Kekuasaan melibatkan kekuatan dan paksaan, wewenangmerupakan bagian dari kekuasaan yang cakupannya lebih sempit. Wewenang tidakmenimbulkan implikasi kekuatan. Wewenang adalah kekuasaan formal yang dimilikioleh seseorang karena posisi yang dipegang dalam organisasi. Jadi seorang bawahanharus mematuhi perintah manajernya karena posisi manajer tersebut telahmemberikan wewenang untuk memerintah secara sah.Unsur yang ada di dalam wewenang :11. Wewenang ditanamkan pada posisi seseorang. Seseorangmempunyaiwewenang karena posisi yang diduduki, bukan karena karakteristikpribadinya;22. Wewenang tersebut diterima oleh bawahan. Individu pada posisi wewenangyang sah melaksanakan wewenang dan dipatuhi bawahan karena dia memilikihak yang sah; serta33. Wewenang digunakan secara vertikal. Wewenang mengalir dari atas kebawah mengikuti hierarkii organisasi.Konsep lain yang sangat dekat dengan kekuasaan adalah pengaruh. Pengaruhmerupakan suatu transaksi sosial di mana seseorang atau sekelompok orang yanglain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan orang atau ke!ompok yangmempengaruhi. Dengan demikian kita bisa mendefinisikan kekuasaan sebagaikemampuan untuk mempunyai pengaruh. Pembedaan kekuasaan dengan pengaruhakan lebih memperjelas pemahaman atas konsep ini. Tetapi para penulis juga seringmenggunakan konsep pengaruh dengan maksud menjelaskan kekuasaan, begitusebaliknya. Dalam modul ini istilah pengaruh dan kekuasaan bisa dipakai secarabergantian.
BASIS KEKUASAAN
Kekuasaan dapat berasal dari berbagai sumber. Bagaimana kekuasaantersebut diperoleh dalam suatu organisasi sebagian besar tergantung jeniskekuasaan yang sedang dicari. Kekuasaan dapat berasal dari basis antar pribadi,struktural, dan situasi.
1. Kekuasaan Antarpribadi
John R.P. French dan Bertram Raven mengajukan lima basis kekuasaan antar pribadisebagai berikut : kekuasaan legitimasi, imbalan, paksaan, ahli, dan panutan.
1a. Kekuasaan Legitimasi
Kekuasaan legitimasi adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhiorang lain karena posisinya. Seorang yang tingkatannya lebih tinggi memilikikekuasaan atas pihak yang berkedudukan lebih rendah. Dalam teori, orang yangmempunyai kedudukan sederajat dalam organisasi, misalnya sesama manajer,mempunyai kekuasaan legitimasi yang sederajat pula. Kesuksesan penggunaankekuasaan legitimasi ini sangat dipengaruhi oleh bakat seseorang mengembangkanseni aplikasi kekuasaan tersebut. Kekuasaan legitimasi sangat serupa denganwewenang.Selain seni pemegang kekuasaan, para bawahan memainkan peranan penting dalampelaksanaan penggunaan legitimasi. Jika bawahan memandang

Activity (122)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
EvitaIrmayanti liked this
Yen Nee liked this
Syarifudin Rakay liked this
Sever Schorpio liked this
Habiba Biba liked this
Kamarudin Saman liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->