Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
23Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembangunan Koperasi dan UMKM

Pembangunan Koperasi dan UMKM

Ratings: (0)|Views: 2,483|Likes:
Published by anggaradiva

More info:

Published by: anggaradiva on May 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/18/2012

pdf

text

original

 
Usaha kecil dan menengah (UKM) idealnya memang membutuhkan peran (camputangan) pemerintah dalam peningkatan kemampuan bersaing. Namun yang perlu diperhatikanadalah bahwa kemampuan di sini bukan dalam arti kemampuan untuk bersaing dengan usaha(industri) besar, lebih pada kemampuan untuk memprediksi lingkungan usaha dan kemampuanuntuk mengantisipasi kondisi lingkungan tersebut. Menurut Staley dan Morse (1965), terdapatkarakteristik khusus dari suatu produk yang cocok untuk industri kecil dan ada kelompok produk yang cocok untuk industri besar. Industri kecil tidak akan mampu bertahan pada kelompok  produk yang cocok untuk industri besar. Dan sebaliknya, industri besar tidak akan tertarik untuk masuk dan bersaing dalam kelompok produk yang cocok untuk industri kecil, karena pertimbangan efisiensi skala usaha. Peran pemerintah ini juga bukan pada pemberian modal,tetapi lebih pada membina kemampuan industri kecil dan membuat suatu kondisi yangmendorong kemampuan industri kecil dalam mengakses modal. Atau dengan kata lain, pemerintah harus membina kemampuan industri kecil dalam menghitung modal optimum yangdiperlukan, kemampuan menyusun suatu proposal pendanaan ke lembaga-lembaga pemberimodal, serta mengeluarkan kebijakan atau peraturan yang lebih memihak industri kecil dalam pemberian kredit.Permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah dalam upaya pengembangan wirausaha(pengusaha UKM) yang tangguh adalah pemilihan dan penetapan strategi (program) untuk duakondisi yang berbeda. Kondisi yang dimaksud adalah mengembangkan pengusaha yang sudahada supaya menjadi tangguh, atau mengembangkan wirausaha baru yang tangguh. Strategi(program) pengembangan untuk kedua kondisi tersebut haruslah berbeda (spesifik). Bahkanstrategi pengembangan untuk pengusaha yang sudah ada pun tidak dapat dilakukan dengan“penyeragaman”. Apa yang disebutkan di atas adalah kondisi yang di-generalisasi. Tiap jenisusaha, bahkan tiap pengusaha pada jenis yang sama akan mempunyai permasalahan yang berbeda. Diperlukan suatu studi yang matang dan mendalam (diagnosis) untuk mengetahui apasebenarnya permasalahan yang dihadapi oleh UKM yang akan dibina. Tanpa studi dan perencanaan yang matang, maka usaha program pengembangan (meski dengan niat yang baik)akan menemui banyak kendala, misalnya salah sasaran, sia-sia (mubazir) dan banyak manipulasidalam implementasinya. Kasus munculnya koperasi (dan UKM di dalamnya) “dadakan” ketikadiluncurkan kebijakan kredit tanpa bunga (kredit dengan bunga yang rendah), dapat dijadikansalah satu contoh kegagalan usaha pengembangan UKM yang dilakukan pemerintah.
 
Untuk menegatasi hal tersebut, dalam presentasi Gues Lecture Bapak Sobroto disebutkan, pembangunan Koperasi dan UMKM menjadi salah satu program prioritas dari Kabinet IndonesiaBersatu, dan telah diformalkan dalam Undang-undang No 17 tahun 2007 tentang RPJP NasionalTahun 2005 – 2025, Peraturan Presiden Nomor7 tahun 2005 tentang RPJM Nasional Tahun 2004 – 2009, Peraturan Menteri/ Kepala LNPD yang terkait dengan penetapan rencana strategis pada berbagai Kementerian/ Departemen/LPND, Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 36/PER/M.KUKM/XI/2005 tentang RTJM Pemberdayaan KUMKM, Peraturan Daerahyang berkaitan dengan RPJM Daerah,dan berbagai dokumen perencanaan lainnya,seperti:dokumenRencana Aksi Pemberdayaan Usaha Mikro,dan lain-lain. Koperasi dan UMKM (KUMKM)diyakini mampu menjadi dinamisator dan penyangga bagi perekonomian nasional. PembangunanKUMKM di Indonesia telah berjalan secara baik,namun bagi banyak kalangan dirasakan masih berjalan lamban,sehingga upaya percepatan pembangunan UKM selalu dimasukkan dalam berbagai program monitoring yang terkait dengan pinjaman internasional, seperti : ADB, IMF(pada masa lalu), dan selalu menjadi perhatian utama dari Presiden RI yang memasukkan pentingnya perluasan peranan UKM dalam Keppres No 17 Tahun 2006 tentang UKP3R.Masuknya pembangunan KUMKM dalam agenda percepatan reformasi ekonomimengindikasikan perlunya upaya percepatan pembangunan KUKM di Indonesiapada masamendatang.Pembangunan KUMKM memerlukan landasan hukum yang jelas dan tegas, sertadipahami secara baik oleh lintas pelaku agar dapat efektif diimplementasikan sebagai dasar memberdayakan KUKM di Indonesia. Landasan hukum pembangunan KUMKM sebenarnyacukup kuat, dimulai dari substansi Undang-undang Dasar yang dijabarkan ke dalam Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasiandan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1995tentang Usaha Kecil serta berbagai undang-undang lainnya, Peraturan Pemerintah,KeputusanPresiden dan berbagai Keputusan Menteri khususnya Menteri Koperasi dan UKM. Namun,implementasi peraturan dan kebijakan pengembangan KUMKM relative berjalan lamban danhanya sedikit gerakan koperasi, pelaku usaha dan masyarakat yang memahaminya,dan pada sisilain perhatian dunia internasional terhadap perkembangan KUMKM sangat besar, sehingga pembangunan KUMKM selalu menjadi focus perhatian dalam berbagai agenda pertemuaninternasional seperti: APEC, ASEAN, UNDP dan berbagai forum kerjasama ekonomi lainnya.
 
Kelambanan dan ketersendatan implementasi berbagai kebijakan pemerintah dibidangKUMKM kemungkinan terjadi akibat beberapa kendala antara lain berkaitan dengan substansi pengaturan kebijakan yang kurang relevan dengan dinamika perkembangan KUMKM; atauketidak konsistenan kebijakan dari tahun ke tahun; atau kurangnya sosialisasi dan rendahnya pemahaman substansi dikalangan pelakuusaha; atau berkaitan dengan tumpang tindihnyakebijakan satu dengan yang lain sebagai akibat kodifikasi yang kurang jelas; atau substansi pengaturan kebijakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan KUMKM, atau berbagai alasanlainnya.Dalam bagian analisis ini kami akan mencoba mengnalisis terhadap berbagai kebijakan pemerintah dibidang pemberdayaan KUMKM, dan melihat efektivitasnya. Analisis ini dilakukanterhadap kebijakan pemerintah yang tercantum dalam RPJP dan RPJM, untuk itu akan dijelaskandahulu ulasan singkat mengenai RPJP dan RPJM ini.
A.
RPJP Nasional 2005 - 2025Undang-undang Nomor 17 tahun 2007 tentang RPJP Nasional 2005 – 2025 merupakan dokumen perencanaan pembangunan nasional jangka panjang yang seharusnya menjadi pondasi darisemua dokumen perencanaan pembangunan di Indonesia. Undang-undang ini merupakandokumen perencanaan pemberdayaan KUMKM yang paling kuat posisinya dari tata urutan peraturan perundang-undangan. Dalam undang-undang ini pemberdayaan KUMKM hanya diatur dalam 3 butir arah kebijakan,yang berkaitan dengan 4 sasaran utama,yaitu:
1)
meningkatkan daya saing UKM di berbagai wilayahdi Indonesia,
2)
UKM diarahkan menjadi pelaku ekonomi yang makin berbasis IPTEK dan mampumenyediakan kebutuhan barang dan jasa kebutuhan masyarakat,
3)
mendorong pengembangan koperasi sebagai wahana untuk meningkatkan posisi tawar dan efisiensi kolektifpara anggotanya,
4)
memberdayakan untuk meningkatkan pendapatan kelompokmasyarakat berpendapatanrendah dalam rangka mengurangi kesenjangan pendapatan dan kemiskinan.

Activity (23)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Marlina Sylviana liked this
Ari Wiyanto liked this
Muh Margono liked this
Enzo Aby Manyu liked this
Enzo Aby Manyu liked this
bastian_as liked this
tombadawi liked this
Oki Andi Permana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->