Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
1213850097_BULETIN_APRIL_08

1213850097_BULETIN_APRIL_08

Ratings: (0)|Views: 158 |Likes:
Published by tulus

More info:

Published by: tulus on Jun 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2011

pdf

text

original

 
 
BULETIN CP APRIL 2008
 
 
Edisi Aril 2008
 
A Traditional of ualit
 
Nomor 100 / Tahun IX
 
PERUNGGASANINDONESIA 2008 :
 
“BERTAHAN DI TENGAHBADAI”
 
D
isaat Indonesia mulai berbenah dari krisis moneterhingga perunggasan mulai stabil, Indonesia kembali terkenabadai kembali di tahun 2007 hingga awal 2008. Berawal darikrisis energi disebabkan cadangan bahan bakar yang makinmenipis hingga beralik ke sumber bahan bakar alternative yakni jagung sebagai bahan pilihan yang murah. Dengan fenomenaini, bagaimana dampaknya terhadap perunggasan saat ini?Simak selengkapnya pada “Perunggasan Indonesia 2008 :“Bertahan di Tengah Badai”“Pentingnya Biosekuritas Pabrik Pakan” kiranyamerupakan suatu hal yang perlu dipertimbangkan oleh suatufeedmill. Banyaknya bahan baku untuk produksi pakan ternaksehingga memungkinkan untuk dilakukan penyimpanan, makasangat mengundang kehadiran hama ataupun pembusukanyang disebabkan oleh mikroorganisme. Selengkapnya akandibahas pada Buletin edisi bulan ini.Kenaikan harga kedelai akhir-akhir ini sangatmeresahkan terutama bagi produsen tempe dan tahu sertaprodusen pakan ternak. Di satu sisi, para peneliti mulai bekerjakeras untuk mendapatkan varietas unggul yang mudah carapenanamannya serta dapat memproduksi lebih banyak.“Mallika, Raja Emas Hitam dari Gunung Kidul” mulaidikembangkan oleh peneliti dari UGM karena keunggulannyadalam meningkatkan produktivitas kedelai hitam serta tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik serta dayasimpan yang baik.Salah satu penyebab keracunan akibat makan teluradalah akibat kontaminasi bakteri terutama Salmonella. Paraindustri penghasil telur sudah seharusnya mencari solusi untukmenghilangkan bakteri tersebut. “Bagaimana Membuat TelurBebas dari Bakteri Pathogen?” Beberapa prosedur danperlakuan mengenai telur bebas bakteri akan dibahas padaedisi kali ini.Beberapa informasi lain yang kami ketengahkandiantaranya : Flu Burung yang diisukan telah menyebar keanjing yang terjadi di Korea, Apakah makan telur menyebabkanpenyakit jantung? Serta Issue Daging Terhadap Gender,Demikianlah informasi yang dapat kami sajikan,semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian. Selamat Bekerja,
Dari Redaksi
 
Krisis Energi DuniaK
ita ingat betul, 10 tahun yang lalu perunggasanIndonesia masuk dalam 10 besar industri yang mengalamiketerpurukan terparah akibat krisis moneter Indonesia.Bersama industri manufacture dan real estate, perunggasanmerupakan agrobisnis yang langsung terkena dampak akibatkrisis moneter. Saat itu, dua faktor utama yang menjadipenyebab adalah ketergantungan pada sumber daya impordan efek lanjut dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadapUS$ pada titik terendah sepanjang sejarah (Rp. 14.000/US$)menyebabkan harga bahan baku import menjadi tidak terjangkau.Sekian tahun kita berbenah, perunggasan mulaimenampakkan stabilitasnya. Tetapi tahun 2007 hingga awal tahun 2008 ini, badai itu seolah kembali menerpa duniaperunggasan kita. Bukan lagi US$ yang menjadi penyebab, tetapi faktor lain yang juga merupakan penyebab bagi krisisdunia saat ini.Berawal dari krisis energi pada negara industri majuyang menggunakan bahan bakar fosil akibat cadangan bahanbakar yang semakin menipis, menyebabkan negara penghasilminyak membatasi kuota produksinya, akibatnya hargamelebihi batas harga psikologis 100 US$/barrel. Beberapanegara industri tidak tinggal diam, mereka mencobamengalihkan pada bahan bakar yang bersumber dari bahanyang berkompetisi dengan pangan manusia.Jagung menjadi pilihan yang murah untuk dijadikansumber energi oleh dunia industri modern. Padahal produksi jagung dunia tidak bertambah sejalan dengan bertambahnyapermintaan ini.Naiknya harga minyak dunia dan berkompetisinya jagung untuk industri energi dan pangan secara frontalmenghantam perunggasan dunia, termasuk Indonesia.Naiknya biaya transportasi perkapalan, naiknya biaya industri
 
 berbahan bakar minyak, danmelambungnya harga jagung sangatsignifikan menyebabkan kenaikanharga pakan ternak.
Harga pakan ternak dankomoditasnya
Harga jagung dan bungkilkedelai tahun 2007 naik tajam sekitar63% dibandingkan tahun sebelumnya,menyebabkan kenaikan index hargapakan hingga 28%. Bahan bakualternatif seperti bungkil rapeseed,sunflower dan peanut tidak mampusepenuhnya menggantikan kedelaikarena :1.
 
Harganya juga naik2.
 
Low replacement rateGambar. 1 Jagung pipilanHarga pakan ternakmengalami peningkatan yang cukupbesar selama satu tahun belakanganini. Kenaikan harga pakan ini otomatismeningkatkan biaya produksikomoditas pangan asal unggas (daging dan telur). Prosentase kenaikan biayaproduksi ini belum terimbangi olehkenaikan efisiensi performance daripeningkatan genetik. Seefisien apapunperformance genetik strain komersialsaat ini masih belum mampumengimbangi peningkatan hargabahan baku pakan.Di pihak lain, kenaikan biayaproduksi bahan pangan asal unggas iniGambar. 2 Bungkil Kedelai yang harganya makin naik juga belum diimbangi dengan kenaikanharga jual. Sehingga anomali prinsipindustri terjadi pada duniaperunggasan kita. Harga komoditas tidak sejalan dengan biaya produksidan profit margin yang diharapkan.Fenomena ini selalu menarik untukmenjadi bahan kajian.
Pemenuhan Gizi AsalUnggas
Angka konsumsi proteinhewani asal unggas pendudukIndonesia masih tetap berada dibawah angka rata-rata konsumsi duniabahkan juga dibawah angka rata-ratanegara ASEAN. Tetapi yang menarikadalah perkembangan teknologikomunikasi dan transportasi diIndonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat.Bila kita melakukan survey terhadap 20 orang yang terdekatdengan kita, hampir pasti lebih 17orang diantaranya sudah memilikisarana komunikasi mobile. Industri telekomunikasi Indonesia mengklaimhampir separuh dari 250 jutapenduduk Indonesia telah memilikihandphone. Bertambahnya volumekendaraan di jalan raya juga turutmenjadi bukti bahwa masyarakatIndonesia saat ini tidak semiskin 50 tahun yang lalu.
 Ada asumsi yang menyatakanbahwa gaya hidup modern yang terpaksalah yang menghinggapi masyarakat Indonesia saat ini. Polakonsumsi (pembelanjaan uang) bukandiarahkan pada pemenuhankebutuhan gizi (protein) untuk kecerdasan bangsa, tetapi terpaksaharus diarahkan pada pembelian pulsadan pelunasan atas tagihanpembayaran kendaraan bermotor, sehingga perunggasan Indonesia saatini seperti dipukul dari depan olehenergi dan harga bahan baku sertaditendang dari belakang oleh polahidup masyarakat sendiri.
Kondisi Makro Ekonomi
Secara rata-rata, beberapaparameter kondisi ekonomi makroIndonesia cukup menarik investoruntuk berinvestasi di Indonesia. IHSGmelebihi level 2.000 merupakan angka tertinggi yang pernah di raih Indonesia.Fluktuasi Rupiah juga cukup stabilpada kisaran 9000 sampai 9400 perUS $ ini cukup menarik bagi duniausaha. Namun sayangnya kondisimakro ekonomi tidak diimbangidengan kondisi mikro ekonomi.Kucuran kredit dana pihakketiga yang tersimpan di Bank, sangatsedikit yang tersalurkan pada sektor riilproduksi. Kucuran kredit lebih banyakpada kredit-kredit konsumtif (elektronik, kendaraan bermotor danrumah). Akibatnya sebagian besarmasyarakat Indonesia menjadikonsumtif dan tidak produktif.“Life Must Go On” kata orang bijak. Ya…semua itu harus kita hadapi.Walau badai itu sekarang ada ditengahkita, kita harus bertahan. Kita yakin“Badai Pasti Berlalu”.
(Sopyan Haris, Technical Support East Java, PT CPI Surabaya)
 
BULETIN CP. APRIL 2008
Pembina :
Fra
 
nciscus Affandi, Hadi Gunawan, Dr. Vinai Rakphongpairoj, Dr. Poeraphon Prayooravong, Paulus Setiabudi, Dr.Desianto B. Utomo
Pengarah :
Jemmy Wijaya, Fiece Kosasih, Christian Tiono, Wayan Sudhiana, R. Widarko, Josep Hendryjanto,Hartono Ludi, Dian Susanto, Filhasny Junus
Penanggung Jawab :
Askam Sudin
Redaktur Pelaksana :
Mochtar Hasyim, M.Hamam, Syahrir Akil
Sekretaris Redaksi :
Roli Sofwah Hakim
Koresponden Daerah
 
:
Arief Yulianto (Surabaya), Bethman(Medan) Alamat Redaksi : Technical Service and Development Department, Jl. Ancol Barat VIII/1, Ancol Barat, Jakarta Utara,Telepon : 021 – 6919999, Fax : 021 – 6907324, E-mail : techdevl@cp.co.id 
We Serve “ A Traditional Of Quality Product”
Diterbitkan oleh Divisi Agro Feed Business Charoen Pokphand Indonesia
BULETIN CP APRIL 2008
 
 
PENTINGNYA BIOSEKURITASPABRIK PAKAN 
BULETIN CP APRIL 2008
 
D
i tengah gencarnya penyakitflu burung yang menjangkiti beberapaorang di Indonesia dan menyebabkankematian, maka ramai dilakukan tindakan biosekuriti pada berbagaifasilitas yang berkaitan dengan ternakunggas. Biosekuriti di lingkunganpeternakan, perkandangan, kendaraanpengangkut ternak, dll menjadi tindakan vital yang menjadi prasyaratmencegah merebaknya berbagaipenyakit khususnya AI.
Apakahbiosekuriti menjadi hal yang perludilakukan di lingkungan feedmill?
Mempertimbangkan banyaknya jenis bahan baku “hidup” yang digunakan untuk produksi pakan ternak, memungkinkan pertumbuhan,pembusukan atau penularan kumanpenyakit di setiap jalur fasilitas mesinproduksi. Ditambah lagi penyediaanbahan baku dalam jumlah besar padakondisi penyimpanan yang kemungkinan tidak memadai,mengundang kehadiran hama tikus,burung liar, dll yang berpotensimenularkan bibit penyakit dari bahanke pakan dan seterusnya ke ternak.Menjaga dan mengupayakanproduksi pakan yang higienis danbersih yang hanya bisa dihasilkan darisuatu fasilitas feedmill dan sistemproduksi yang tersanitasi danhigienis. Berbagai penyimpangan didalam sistem produksi ataupunfeedmill keseluruhan berpotensimenghasilkan pakan yang tidakhigienis, terkontaminasi, mengandung kuman penyakit dll yang akanmerugikan banyak pihak. Semakinlama akan semakin tinggi tingkatkesadaran konsumen untuk membelisegala sesuatu berkaitan dengankonsumsi makannya yang aman,higienis dan bersihPakan ternak termasukdalam mata rantai makanan yang dalam kriteria ideal karenanya harusmemenuhi persaratan tersebut di atas.Terdapat tiga sistem manajemen kerjayang secara langsung maupun tidaklangsung melakukan pengaturan-pengaturan guna menjamindihasilkannya produk yang berkualitasbaik dan aman. Sistem itu antara lainISO 2000, GFMP (Good FeedManufacturing Practice) dan HACCP(Hazard Analysis and Critical ControlPoints). Khusus HACCP pada mulanyaditerapkan dan berasal dari sektorindustri makanan (manusia) danbelakangan ini mulai banyakditerapkan pada sektor industriperunggasan. Di antaranya adalahupaya penanganan pakan bebassalmonella dimulai sejak bahan bakumasuk ke dalam feedmill. Sistem tersebut akan mengatur konseppengendalian kontaminasi salmonelladi dalam bahan baku, tindakanpembersihan berbagai fasilitasfeedmill, perlakuan panas yang efektif dalam proses pembutan pakan, danmencegah kontaminasi ulang berikutnya terhadap pakan di dalamsarana feedmill.Mengendalikan kemungkinankontaminasi terhadap pakan danfasilitas pabrik pada prinsipnyabertujuan untuk :1.
 
Menyingkirkan faktor bahayakontaminasi dari pakan.2.
 
Mencegah perkembangbiakanorganisme di dalam pakan.3.
 
Membunuh organisma yang adadalam pakan dan karenanyamenghindarkan kontaminasi ulang.Hama pengganggu seperti tikusdan burung liar yang bebas berkeliarandi dalam sarana pergudangan danfasilitas pabrik membuang kotoran disembarang tempat yang menjadimedia yang subur bagi populasiorganisma pathogen. Jika ini dibiarkanmencemari bahan baku di gudang,maka selanjutnya akan menularipakan melalui sarana mesin pabrik.Diperparah oleh kondisi pabrik yang  jauh dari bersih dan higienis serta tidak mempunyai program sanitasimaka organisma pathogen akanberkembang pesat di berbagai bagianmesin dan tempat penyimpanan.Pakan yang tidak sehat dan terkontaminasi dapat memberikandampak yang sangat buruk terhadap ternak yang mengkonsumsinya.Penampilan parameter produksi dari ternak yang mengkonsumsinya akan terpengaruh seperti antara lain statuskesehatan, berat badan, konversipakan, mortalitas dan tingkat produksi telur (hen day atau hen housed). Pakanbermasalah atau tidak higienis secaralangsung akan berpengaruh terhadap tingkat konsumsi makan yang dalamperiode berikutnya menyebabkan ternak tidak memperoleh asupannutrisi yang cukup untuk mendukung kapasitas produksinya.Beberapa kasus kontaminasiyang menyebabkan pakan menjadi tidak higienis adalah : kutu besertarumah kutu atau serangga dan dalambentuk larvanya, cemaran salmonella,cemaran tikus termasuk ekskreta danurinnya, pertumbuhan jamur yang menghasilkan toksin, oksidasi berantaiyang menyebabkan ketengikan,kontaminasi benda-benda asing lainnya/kotoran mati yang menurunkan kualitas bahan baku, dll.Pakan sehat dan higienis hanyabisa dihasilkan dari pengendalian yang ketat atas 3 manajemen penting dalamfeedmill yaitu manajemenpenyimpanan, manajemen produksidan manajemen perangkat keras.Pada ketiga sistem manajemen tersebut melibatkan peran dan fungsiquality control yang bekerjasamadengan bagian-bagian terkait. PetugasQC dan sistem prosedurnya bisabertindak dalam mengendalikanberbagai kegiatan pemeliharaan danperbaikan kualitas bahan baku danpakan. Quality control diperlengkapidengan peralatan dan bahan obat-obatan yang memadai untukmelaksanakan tindakan pencegahanmaupun pengobatan. Misalnya untukmelakukan fumigasi atas bahan bakudi gudang dalam rangka mengurangipopulasi kutu, diperlukan terpal plastikdalam jumlah yang cukup dan obatfumigasi (biasanya digunakanphostoxin) yang berdaya bunuh kuat.Cara pengelolaan bahan baku termasuk di dalamnya adalah sejakbahan tersebut diterima untukkemudian disimpan sampai tibawaktunya digunakan untuk prosesproduksi. Selama proses penyimpananakan terjadi pengaruh faktor luar yang dapat menurunkan kualitas bahan.Konstruksi fasilitas penerimaan danpenyimpanan harus higienis dan tidakmendukung untuk pertumbuhanmikroorganisme merugikan.Penseleksian ini merupakanmenyaring bahan baku agar tidak adabahan baku bermasalah yang bisalolos masuk ke dalam gudang penyimpanan. Sebab bahan-bahanseperti itu berpotensi besar untukmencemari bahan lain, mencemarifasilitas penyimpanan dan produksi.
Kontaminasi Jamur
Faktor kontaminan yang utamadiperhatikan sejak awal adalah jamuryang khususnya terdapat pada jagung dan bahan bungkil (groundnut meal,soybean meal, dll). Jagung yang dibelidari pedagang tradisional yang pengeringannya mengandalkan panasmatahari biasanya mengandung kadarair 16-17 %. Pada musim hujan akansulit mendapatkan jagung kering,sehingga kadar air naik di atas 17 %.Selama penyimpanan di gudang feedmill, suhu dan kelembaban yang  tinggi cenderung mendukung pertumbuhan jamur.Kadar air yang aman dalam jagung adalah berkisar 14 % dimana jamur sulit bertumbuh danmenyebarkan sporanya. Sebaiknya jangan menerima jagung dengan kadarair di atas 17 % apalagi jika stok jagung cukup banyak dan akandisimpan dalam waktu lebih dari 2minggu. Karena selama penyimpanan, tingkat cemaran jamur bisaberkembang lebih 2-3 kali lipat. Jagung  juga cepat menjadi berbau asamkarena panas yang ditimbulkan akibatpertumbuhan jamur.Kontrol cara penyimpanan jagung yang tidak kering; jagung disusun dengan diberikan ruang kosong dalam jarak tertentu dan jangan menempel langsung padadinding gudang untuk memberikanventilasi angin yang baik terhadap tumpukan jagung, mencegahpembentukan panas danmemudahkan pemeriksaan.Laksanakan prinsip FIFO secara ketat.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->