semesta beserta manusia adalah aspek lahir dari satu hakikat tunggal. Allah Ta'ala.
1. ALAM AHDAH
Dalam memperkatakan Alam Qaibull-Quyyub yaitu pada martabat Ahdah di mana belumada sifat, belum ada ada asma ', belum ada afaal dan belum ada apa-apa lagi yaitu padaMartabat LA TAKYIN, Zat UlHak telah menegaskan untuk memperkenalkan dirinya danuntuk diberi tanggung jawab ini kepada manusia dan di tajallikanNya akan dirinya darisatu tingkat ke tingkat sampai pula manusia berbadan rohani dan jasmani.
Adapun Martabat Ahdah ini terkandung ia di dalam Al-Ikhlas pada ayat pertama yaitu(QulhuwallahuAhad), yaitu Sa pada Zat semata-mata dan inilah dinamakan Martabat Zat.Pada martabat ini diri Empunya Diri (Zat Ulhaki) Tuhan RabbulJalal adalah dengan diasemata-mata yaitu dinamakan juga Diri Sendiri. Tidak ada awal dan tiada akhirnya yaituWujud Hakiki Lagi Khodim.
Saat ini tidak ada sifat, tidak ada Asma dan tiada Afa'al dan tiada apa-apa pun kecuali ZatMutlak semata-mata maka berdirilah Zat itu dengan Dia semata-mata di dalam keadaanini dinamakan ainul KAFFUR dan diri zat dinamakan Ahdah jua atau di namakanKUNNAH zat.
2. ALAM Wahdah
Alam Wahdah merupakan peringkat kedua dalam proses pentajalliannya diri EmpunyaDiri telah mentajallikan diri ke suatu martabat sifat yaitu "La Tak Yin Sani" - sabit nyatayang pertama atau disebut juga martabat noktah mutlak yaitu ada awalnya.
Martabat ini di namakan martabat noktah mutlak atau disebut juga Sifat Muhammadiah.Juga pada menyatakan martabat ini dinamakan martabat ini Martabat Wahdah yangterkandung ia pada ayat "Allahus Shomad" yaitu tempatnya Zat Allah tiada terselindungsedikit pun meliputi 7 buah langit dan 7 buah bumi.
Pada tahap ini Zat Allah Taala mulai bersifat. Sifatnya itu adalah sifat batin jauh dari Nyata dan boleh diumpamakan sebuah pohon besar yang subur yang masih di dalam biji,