Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
36Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Abdullah bin Saba' Bukan Tokoh Fiktif

Abdullah bin Saba' Bukan Tokoh Fiktif

Ratings: (0)|Views: 2,480|Likes:
Published by soelfan
Abdullah bin Saba' adalah sebuah nama dari pribadi seorang Yahudi yang jahat. Dia memainkan peran demikian riskan, yaitu menanam benih kejahatan yang menyebar di antara kaum munafik, rasialis, serta mereka yang mempunyai tendensi tertentu. Semua telah sepakat atas realita eksistensinya, baik para ahli hadits, ahli jarh dan ta'dil, sejarawan, penulis buku-buku tentang berbagai aliran, agama, sekte-sekte, sastrawan serta para penulis kitab khusus mengenai beberapa cabang ilmu pengetahuan.
Abdullah bin Saba' adalah sebuah nama dari pribadi seorang Yahudi yang jahat. Dia memainkan peran demikian riskan, yaitu menanam benih kejahatan yang menyebar di antara kaum munafik, rasialis, serta mereka yang mempunyai tendensi tertentu. Semua telah sepakat atas realita eksistensinya, baik para ahli hadits, ahli jarh dan ta'dil, sejarawan, penulis buku-buku tentang berbagai aliran, agama, sekte-sekte, sastrawan serta para penulis kitab khusus mengenai beberapa cabang ilmu pengetahuan.

More info:

Published by: soelfan on Jun 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/25/2013

pdf

text

original

 
1
 ABDULLAH BIN SABA' BUKAN TOKOH FIKTIF
(Abdullah bin Saba’ Haqiiqatan Laa Khayaalan)
Diterbitkan pertama tahun 1406 HOleh Maktabah Ad-Daar, Madinah Al-MunawarahDiterjemahkan : Mazi Salaman, Zeid Husein AhmadDisunting : Najmah AttamimiTerjemahan Indonesia pada AmarpressCetakan pertama 1988
PENGANTAR PENERJEMAH
Dengan idzin Allah, selesailah terjemahan buku karya Dr. Sa'diy Al-Hasyimi. Buku ini merupakan jawaban atas pendapat yang mengatakan, bahwaIbnu Saba' hanyalah sekedar mitos atau ilusi. Penulis ingin menyampaikan padapembaca, bahwa Ibnu Saba' mempunyai wujud yang nyata. Memang, banyak  buku yang telah ditulis, di mana di satu pihak menentang Syi'ah, sedang di pihak lain mendukung Syi'ah, dalam arti bahwa Syi'ah masuk dalam konteks besarkaum Muslimin.Terlepas dari masalah pro dan kontra, kami terjemahkan buku ini gunamenjadi studi perbandingan dengan buku-buku yang telah beredar lebih dahulu.Dengan maksud, agar dalam membaca, kaum Muslimin tidak hanya menelanmentah-mentah apa yang dibacanya, namun hendaklah menganalisa terlebihdahulu, agar tidak ceroboh dalam mengatakan mana yang salah dan mana yang benar. Sehingga kebenaran tidak sekedar sebagai kata-kata yang diucapkan,tetapi hendaknya menjadi bukti bahwa yang benar memang benar dan harusditegakkan. Dalam membaca sesuatu, haruslah kita membacanya dengan hatiterbuka. Karena hal itu akan menyampaikan kita pada kebenaran dan kita harusmenerima kebenaran dari mana pun datangnya. Sebagai penterjemah buku ini,hanya satu harapan kami, agar kaum Muslimin tetap bersatu di bawah naungan Al-Qur'an. Karena berbagai sekte dalam Islam hanyalah ciptaan manusia, sedangciptaan Allah adalah "Al-Islam". WassalamMazi SalmanZeid Husein Alhamid
 
2
 ABDULLAH BIN SABA' BUKAN TOKOH FIKTIF
 Abdullahbin Saba' adalah sebuah nama dari pribadi seorang Yahudi yang jahat. Dia memainkan peran demikian riskan, yaitu menanam benih kejahatan yang menyebar di antara kaum munafik, rasialis, serta mereka yang mempunyaitendensi tertentu.Semua telah sepakatatas realita eksistensinya, baik para ahli hadits, ahli
 jarh
dan
ta'dil,
sejarawan, penulis buku-buku tentang berbagai aliran, agama,sekte-sekte, sastrawan serta para penulis kitab khusus mengenai beberapacabang ilmu pengetahuan. Abdullah bin Saba', atau yang dijuluki dengan Ibnu Sauda mulai memeluk Islam pada masa kekhalifahan Utsman r.a. serta menampakkan kebaikan danmengadakan pendekatan kepada Ali bin Abi Thalib r.a. Demi mewujudkanambisi busuknya, yaitu meretakkan ketaatan kaum muslimin terhadap paraimam mereka, maka iamasuk dari negeri yang satu ke negeri lainnya. Langkahawalnya bermula di Hijaz, kemudian Basrah, Kufah, kemudian ketika iamemasuki Damsyiq (Damaskus), iamengalamikegagalan. latidak dapatmewujudkan ambisinya atas ahli Syam, bahkan mereka mengusirnya darikawasan tersebut. Hal itu membuat langkahnya tertuju ke Mesir, untuk kemudian menetap di sana. Di tempat ini Abdullah mulai mengadakankomunikasi melalui surat dengan orang munafik dan para pendengki yang inginmelampiaskan dendam mereka atas khalifah kaumMuslimin. lamulaimengumpulkan para pendukung dan mengorganisir mereka. Kemudian, Abdullah bin Saba' mulai meniupkan kepercayaannya yang jahat danmenaburkan benih-benih pembangkangan dan penentangan, hingga mereka berani melakukan pembunuhan atas khalifah ketiga; menantu Rasulullah
Sallallahu Alaihi wa Sallam,
pengumpul Al-Qur'anul Karim; Utsman bin Affan, yang mati syahid dalam rumahnya sendiri,semoga Allah meridhainya. Merekamelakukan itu tanpa sedikitpun memperdulikan kehormatan kota Rasulullah(Medinah), tanpa memperdulikan keadaannya yang ketika itu sedang membaca Al-Qur'an serta tidak pula memperdulikan
asyyahrul haram
(bulan yangdihormati).Mereka yang sedikit berakal dan berilmu tidakakan mengingkari realitaini, kecuali hanya sedikitorang pada era ini. Di antaranya adalah kaum orientalis yang dendam dan orang-orang yang mengikuti mereka, dan mendekatkan diridengan sekte-sekte danide-ide mereka serta yang berbicara satu bahasa denganmereka, atau muslim yang bodoh, atau penentang fanatik dari sebagian kaumSyi'ah era ini. Mereka tidak memperdulikan suatu kebenaran yang telah jelas dan berpegang teguh pada pendapa~pendapat yang kontroversial, yangsesungguhnya lebih lemah dari sarang laba-laba.
Sikap paraOrientalis
Para Orientalis Barat mengingkari realita adanyaAbdullah bin Saba'.Mereka mengatakannya sebagai tokoh fiktif, sekedar imajinasi para ahli haditsabad kedua. Di antara para orientalis yang mengingkari realita tersebut adalah:Seorang Yahudi Britania, Dr. Bernard Lewis'
1),
seorang Yahudi Jerman yang
 
3
memulai studinya dengan Teologi, Yulius Wellhausen
2),
seorang AmerikaFriedlaender
3),
serta seorang Itali, Caetani Leone
4).
Bagi orang-orang berakal dan bijak telah tahu pasti, bahwa dalam masalahagama kita, dogma kita, sejarah kita serta apa yang berkaitan dengan pusaka kita,tidaklah mungkin kita akan mengandalkan ocehan-ocehan serta berbagai kajian yang dilakukan oleh mereka yang menaruh dendam ini, yang bernaung di bawahpanji perang Salib dan penyerang secara ideologis, bukan dengan cara-caramiliter. Jika niat mereka benar, niscaya Allah akan melapangkan dada merekadengan iman, setelah mereka menyaksikan kesucian Islam. Tetapi, merekamenguras tenaga dan menghabiskan waktu mereka demi menciptakan berbagaikeraguan dan kebingungan terhadap segala yang berkenaan dengan Al-Qur'an,Sunnah, berbagai tatanan Islam serta Sejarah Islam. Mereka, kaum orientalistersebut, mayoritas dari kaum Padri dan Yahudi. Pekerjaan serta program-program mereka diorganisir oleh gereja, atau Badan-badan Intelijen sertaDepartemen-departemen Luar Negeri. Sementara jumlah mereka yang benar- benar menyukai ilmu dan pengkajian relatif kecil.
Pengikut Kaum Orientalis:
Para pengikut orientalis yang tertipu oleh mereka dan terkecoh denganmetode ilmiah mereka, lalu mengikuti ide-ide serta pengkajian-pengkajianmereka tersebut dan mendengung-dengungkan keyakinan mereka guna meraihtempatterdekat. Yang ternama adalah: Dr. Toha Husain
5),
di mana ia menjejalirongga-rongga otaknya dengan ide-ide kaum orientalis Barat, hingga ia pernahmelahirkan ucapan (yang cukup sebagai suatu kerendahan): "Sesungguhnya saya berpikir dengan pikiran Perancis, tetapi saya menulis dengan bahasa Arab."
6)
Sesungguhnya ia adalah tunggangan kaum Yahudi. Para propagandis pahamKomunis di Mesir pada era ini adalah orang-orang Yahudi. Mereka adalah;Henry Caryl, Davl Caryl serta Reymond Agiun. Mereka dan yang lain sama-samamembiayai gerakan-gerakan Komunis dengan harta, juga seks. Mereka telah bersepakat dengan Dr. Toha Husain atas penerbitan majalah Al Katibul Misri.Sementara, sejak awal, Dr. Toha Husain telah mendukung konsepsi "YahudiTalmud" ketika ia mengingkari adanya Ibrahim dan Ismail serta mendustakan Al-Qur'an dan Taurat. Tidaklah disadari, bahwa pada akhirnya semua itumerupakan persiapan untuk merealisasikan berbagai ide dan kesesatan zionis
7),
di mana tidak ada yang berani secara terang-teran anmenyatakannya, walaupara orientalis sendiri
8).
Penjelasan Mengenai Toha Husain
:Sebagaimana yang telah diketahui mengenai Toha Husain, bahwa ayahnyadatang ke tanah Mesir, Mudiriah Minya, dari daerah yang tidak dikenal diMarokko. labekerja sebagai tukang timbang di perusahaan gula Yahudi.Sementara Toha Husain adalah orang yang secara sepihak mengeluarkankonklusi, yaitu menunjuk pendeta Yahudi-Hayim Nahum Afandi, ketika itusebagai anggota Lembaga Bahasa Arab diKairo-agar menjadi ketua paracendekiawan dan pakar bahasa. Sebagaimana iajuga menetapkan sejumlahguru-guru asing dalam Fakultas Sastra, di mana sebagian di antaranya adalahorang-orang Yahudi yang kesemuanya memerangi Islam atau menciptakan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->