Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Narkoba

Narkoba

Ratings: (0)|Views: 712 |Likes:
Published by hermanto_tbi

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: hermanto_tbi on Jun 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2013

pdf

text

original

 
PENDAHULUANNarkoba
atau
NAPZA
adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang (pikiran, perasaan dan perilaku) serta dapat menimbulkanketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah: Narkotika,Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika danObat/Bahan berbahaya yang telah populer beredar dimasyarakat perkotaan maupun di pedesaan, termasuk bagi aparat hukum. Sebenarnya dahulu kala masyarakat jugamengenal istilah madat sebagai sebutan untuk candu atau opium, suatu golongannarkotika yang berasal dari getah kuncup bunga tanaman Poppy yang banyak tumbuh disekitar Thailand, Myanmar dan Laos (The Golden Triangle) maupun di Pakistan danAfganistan.Selain Narkoba, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen KesehatanRI adalah NAPZA yaitu singkatan dari Narkotika, Pasikotropika dan Zat adiktif lainnya.Semua istilah ini sebenarnya mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyairisiko yang oleh masyarakat disebut berbahaya yaitu kecanduan (adiksi). Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akanmempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga bilamanadisalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karenaitu Pemerintah memberlakukan Undang-Undang untuk penyalahgunaan narkoba yaituUU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.Golongan Psikotropika adalah zat atau obat baik alami maupun sintetis namun bukan Narkotika yang berkhasiat aktif terhadap kejiwaan (psikoaktif) melalui pengaruhnya padasusunan syaraf pusat sehingga menimbulkan perubahaan tertentu pada aktivitas mentaldan perilaku. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang akan menyebabkan perubahan kesadaran, mengurangisampai menghilangkan rasa sakit dan dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi)Jenis Narkotika yang sering disalahgunakan adalah morfin, heroin (putauw), petidin,termasuk ganja atau kanabis, mariyuana, hashis dan kokain.Sedangkan jenis Psikotropika yang sering disalahgunakan adalah amfetamin, ekstasi,shabu, obat penenang seperti mogadon, rohypnol, dumolid, lexotan, pil koplo, BK,termasuk LSD, Mushroom.
 
Zat adiktif lainnya disini adalah bahan/zat bukan Narkotika & Psikotropika sepertialkohol/etanol atau metanol, tembakau, gas yang dihirup (inhalansia) maupun zat pelarut(solven).Sering kali pemakaian rokok dan alkohol terutama pada kelompok remaja (usia 14-20tahun) harus diwaspadai orangtua karena umumnya pemakaian kedua zat tersebutcenderung menjadi pintu masuk penyalahgunaan Narkoba lain yang lebih berbahaya(Putauw)
Apa yang dimaksud dengan narkotika ?
 Narkotika berasal dari
bahasa Yunani Narkoun
yang berarti membuat lumpuh atau matirasa. Menurut
Undang-undang R.I No.22/1997
ditetapkan sebagai zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik buatan maupun semi buatan yang dapatmenyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkannyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan atau kecanduan. Undang-undang inimemberi batasan penyalahgunaan narkotika adalah orang yang menggunakan narkotikatanpa sepengetahuan dan pengawasan dokter. Dalam pasal 45 dinyatakan bahwa pecandunarkotika wajib menjalankan pengobatan dan atau perawatan
Mengapa narkotika merupakan masalah kita semua ?
Sebenarnya narkotika yang digunakan sebagai terapi nyeri dalam dunia kedokteran tidak  banyak menimbulkan masalah namun penyalahgunaannya selalu membawa persoalanserius karena di samping merusak kesehatan juga berdampak kerugian ekonomi sertamenimbulkan masalah sosial dan moral.
Apa saja konsekuensi penyalahgunaan narkotika pada kesehatan seseorang ?
Pada pemakaian melalui hisapan dapat menyebabkan kerusakan paru karena iritasi jalan pernafasan. Namun yang jauh lebih serius adalah kerusakan akibat pemakaian melalui jarum suntik. Overdosis atau luaptakar dapat menyebabkan kematian. Tertular infeksihepatitis, endokarditis bahkan parah kalau kena HIV/AIDS. Makan yang tidak teratur serta tidak memperhatikan higienis mengundang penyakit kulit, anemia, dan gigi keroposkarena karies.
Sejak kapan orang mengenal narkotika ?
Jauh sebelum Masehi orang-orang
Mesopotamia
telah membudidayakan tanaman
poppy
yang berkhasiat mengurangi nyeri dan memberi efek nyaman (joy plant). Zat ini dalam bahasa Yunani disebut
opium
atau yang kita kenal sebagai candu. Pada tahun 1803seorang apoteker Jerman berhasil mengisolasi bahan aktif opium yang memberi efek 
 
narkotika dan diberi nama Morfin.
Morfin
berasal dari
bahasa Latin
,
Morpheus
yaitunama dewa mimpi Yunani.
Apa yang melatarbelakangi seseorang menyalahgunakan narkotika ?
Alasannya berbeda-beda namun umumnya merupakan interaksi beberapa faktor risikoyang mendukung yaitu faktor individu dan lingkungan. Banyak yang berpengaruh padafaktor individu seperti kurang percaya diri, kurang tekun dan cepat merasa bosan atau jenuh. Rasa ingin tahu dan ingin mencoba, mengalami depresi, cemas atau persepsi hidupyang tidak realistis. Juga kadang-kadang dipakai sebagai simbol keperkasaan ataukemodernan di samping penghayatan kehidupan beragama sangat kurang. Pengaruhlingkungan yang berbahaya adalah mudah diperolehnya narkotika, hubungan antar keluarga tidak efektif dan harmonis disertai kondisi sekolah yang tidak tertib atau berteman dengan pengguna narkotika.
Apa yang dimaksud dengan ketergantungan narkotika ?
Ketergantungan narkotika dapat berupa ketergantungan fisik dan psikis. Ketergantunganfisik ditimbulkan akibat adaptasi susunan syaraf tubuh (
neurobiologis
) untuk menghadirkan narkotika yang ditandai dengan gejala putus narkotika. Ketergantungan psikis adalah pola perilaku yang sangat kuat untuk menggunakan narkotika agar memperoleh kenikmatan. Pada tingkat penyalahgunaan dan ketergantungan narkotikadapat menimbulkan konsekuensi-konsekuensi kesehatan yang serius.
Bagaimana bisa terjadi ketergantungan narkotika ?
Tidak semua yang baru mencoba narkotika dapat menjadi ketergantungan. Ada beberapatahap yang dilalui setelah mencoba dan menikmati narkotika yaitu menjadi pemakaiansosial yang bertujuan hanya untuk bersenang-senang saja. Peningkatan selanjutnyamenjadi pemakaian situasi artinya menggunakan narkotika pada saat-saat tertentumisalnya untuk menghalau perasaan stres, depresi atau sedih. Namun bilamana dipakaiterus menerus minimal 1 bulan tanpa indikasi medis atau telah terjadi gangguan fungsisosial maka keadaan ini telah bersifat menyimpang atau patologis atau dikatakan telahmenyalahgunakan narkotika (abuse). Tingkat terakhir merupakan tingkat ketergantungandengan adanya toleransi tubuh dan timbulnya gejala putus narkotika bila pemakaiandihentikan atau dikurangi atau tidak ditambah dosisnya.
Apa saja gejala putus narkotika itu ?
Akibat penggunaan berjangka lama dengan dosis yang cukup besar maka otomatis tubuhmenyesuaikan diri dengan narkotika dengan cara membentuk keseimbangan baru. Suatu

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yeli Asti liked this
Atnin Ad Damaqi liked this
Kamal Zaidi liked this
Kamal Zaidi liked this
Dhika Ini Andy liked this
angga gal liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->