Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
32Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hakikat Pembelajaran

Hakikat Pembelajaran

Ratings: (0)|Views: 3,531 |Likes:
Published by atikah oktaviani

More info:

Published by: atikah oktaviani on Jun 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2013

pdf

text

original

 
Cara untuk mencapai kompetensi sebagaimana yang disuratkan dalam uraian Kurikulumdan Hasil Belajar pada dokumen KBK sebaiknya direncanakan, dipilih, serta dipersiapkan baik- baik agar kegiatan bermakna, bermanfaat, dan menarik bagi siswa. Berbagai variasi teknik mengajar dan belajar dipilih dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, materi, sertakebutuhan pembelajar.Bahan-bahan dan variasi teknik belajar/mengajar tersebut seharusnya bermanfaat bagisiswa dan bermakna dalam arti dapat menambah pengetahuan baru berdasarkan pengetahuanawal siswa (
 prior knowledge
) melalui pengalaman-pengalaman belajar mereka (
constructivism)
.Hal yang perlu diperhatikan adalah guru dapat membawa siswa ke dalam situasi belajar yangdapat menghubungkan apa saja yang diperoleh di sekolah/kelas dengan apa yang ada dikehidupan nyata mereka. Dengan demikian, siswa akan merasakan dan menyadari manfaat belajar dengan pergi ke sekolah sebab mereka dapat membuktikan sendiri dan menemukan jawaban dalam menghadapi kehidupan di luar kelas yang penuh dengan masalah. Mereka dapatsaling membantu dan berbagi pengalaman dalam kelompok masyarakat belajar (
learning community)
, sehingga timbul keingintahuan
(inquiry)
dengan tidak melupakan untuk melakukanrefleksi diri.Pembelajaran secara kontekstual berhubungan dengan (1) fenomena kehidupan sosialmasyarakat, bahasa, lingkungan hidup, harapan dan cita yang tumbuh, (2) fenomena dunia pengalaman dan pengetahuan murid, dan (3) kelas sebagai fenomena sosial. Kontekstualitasmerupakan fenomena yang bersifat alamiah, tumbuh dan terus berkembang, serta beragamkarena berkaitan dengan fenomena kehidupan sosial masyarakat. Dalam kaitannya dengan ini,maka pembelajaran pada dasarnya merupakan aktivitas mengaktifkan, menyentuhkan,mempertautkan; menumbuhkan, mengembangkan, dan membentuk pemahaman melalui penciptaan kegiatan, pembangkitan penghayatan, internalisasi, proses penemuan jawaban pertanyaan, dan rekonstruksi pemahaman melalui refleksi yang berlangsung secara dinamis.Sementara itu, belajar pada dasarnya merupakan proses menyadari sesuatu, memahami permasalahan, proses adaptasi dan organisasi, proses asimilasi dan akomodasi, prosesmenghayati dan memikirkan, proses mengalami dan merefleksikan,dan proses membuat
 
komposisi dan membuka ulang secara terbuka dan dinamis. Itulah sebabnya landasan CTLadalah konsep konstruktivisme.
Pembelajaran Kontekstual
A. Latar belakang
Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalamiapa yang dipelajarinya, bukan memgetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada penguasaanmateri terbukti berhasil dalam kompetisi menggingat jangka pendek tetapi gagal dalammembekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang.Pendekatan kontektual (
Contextual Teaching and Learning /CTL
) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyatasiswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengankonsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlansung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer  pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil.Dalam kelas kontektual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya.Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugasguru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru datang dari menemukan sendiri bukan dariapa kata guru.Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual
B. Pemikiran tentang belajar
Pendekatan kontekstual mendasarkan diri pada kecenderungan pemikiran tentang belajar sebagai berikut.
1. Proses belajar
 
Belajar tidak hanya sekedar menghafal. Siswa harus mengkontruksi pengetahuan di benak mereka.
Anak belajar dari mengalami. Anak mencatat sendiri pola-pola bermakna dari pengetahuan baru, dan bukan diberi begitu saja oleh guru.
Para ahli sepakat bahwa pengetahuan yang dimiliki sesorang itu terorganisasi danmencerminkan pemahaman yang mendalam tentang sesuatu persoalan.
Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yangterpisah, tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan.
Manusia mempunyai tingkatan yang berbeda dalam menyikapi situasi baru.
Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagidirinya, dan bergelut dengan ide-ide.
Proses belajar dapat mengubah struktur otak. Perubahan struktur otak itu berjalan terusseiring dengan perkembangan organisasi pengetahuan dan keterampilan sesorang.
2. Transfer Belajar
Siswa belajar dari mengalami sendiri, bukan dari pemberian orang lain.
Keterampilan dan pengetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sedikit demisedikit)
Penting bagi siswa tahu untuk apa dia belajar dan bagaimana ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu
3. Siswa sebagai Pembelajar
 
Manusia mempunyai kecenderungan untuk belajar dalam bidang tertentu, dan seoranganak mempunyai kecenderungan untuk belajar dengan cepat hal-hal baru.
Strategi belajar itu penting. Anak dengan mudah mempelajari sesuatu yang baru. Akantetapi, untuk hal-hal yang sulit, strategi belajar amat penting.
Peran orang dewasa (guru) membantu menghubungkan antara yang baru dan yang sudahdiketahui.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->