Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
YAHUDI dalam sejarah

YAHUDI dalam sejarah

Ratings: (0)|Views: 408 |Likes:

More info:

Published by: Fania Zahidan Az-Zacky on Jun 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2012

pdf

text

original

 
 YAHUDIDALAM WACANA SEJARAH
Zainal ArifinPendahuluan
Yahudi, Kristen dan Islam biasa disebut agama-agama Ibrahimi
(abrahamic religions)
, karena pokok- pokok ajarannya bernenek moyang kepada ajaran nabi Ibrahim (sekitar abad 18 SM), yaitu agama yangmenekankan keselamatan melalui iman, menekankan keterkaitan atau konsekuensi langsung antara imandan perbuatan nyata manusia. Menurut agama-agama samawi itu, Tuhan tidak dipahami sebagai yang berlokus pada benda-benda (
totemisme
), atau upacara-upacara (sakramentalisme) seperti pada beberapaagama lain, tetapi sebagai yang mengatasi alam dan sekaligus menuntut manusia untuk menjalani hidupnyamengikuti jalan tertentu yang ukurannya ialah kebaikan seluruh anggota masyarakat manusia sendiri.Dengan kata lain, selain bersifat serba transendental dan maha tinggi, Tuhan juga bersifat etikal, dalam arti bahwa Ia menghendaki manusia untuk bertingkal laku yang etis dan bermoral.Karena menekankan amal perbuatan yang baik dan benar itu , para ahli kajian ilmiah tentang agama-agamamenyatakan Islam dan Yahudi yang juga sering disebut agama semitik 
(semitic religion)
ini, tergolongagama etika
(ethical religion)
, yakni agama yang mengajarkan bahwa keselamatan manusia tergantung pada perbuatan baik dan amal salehnya. Ini berbeda dari agama Kristen yang juga termasuk agama semitik,disebabkan teologinya berdasarkan doktrin kejatuhan
(fall)
manusia (Adam) dari surga yang menyebabkankesengsaraan abadi hidupnya, mengajarkan bahwa manusia perlu penebusan oleh kemurahan (
Grace
)Tuhan dengan mengorbankan putra tunggalnya ‘I
<sa> al-Masi>h} untuk disalib menjadi "SangPenebus". Maka kajian ilmiah menggolongkan agama Kristen sebagai agamasakramental
(sacramen relegion)
yaitu agama yang mengajarkan bahwakeselamatan itu diperoleh melalui sang penebus dosa, dan penyatuan diri kepadanyadengan memakan roti dan minum anggur yang telah ditransubstansiasikan menjadidaging dan darah ‘I<sa> al-Masi>h} dalam upacara
Sakramen Ekaritsi.
Menurut Artur Hyman semua agama yang bersumber pada kitab suci wahyumempunyai masalah yang sama menyangkut doktrin tentang penciptaan alam, tapiagama-agama itu berbeda sampai batas bahwa yang lain mengalami persoalanpemikiran atau filsafat. Umat Yahudi mempunyai masalah mengenai persoalantertentu seperti Israel sebagai bangsa pilihan dan keabadian hukum. Umat Islammenghadapi persoalan apakah al-Qur’a>n sebagai firman Allah itu diciptakan atauabadi. Umat Kristen sendiri menghadapi berbagai deretan persoalan yang serupa,kelak yang dikatagorikan sebagai "
misteri"
antara lain doktrin Trinitas Suci
(Holy Trinity)
dan Sakramen Ekaritsi yang merupakan sesuatu yang tipikal. Doktrin Trinitasmengatakan bahwa Tuhan adalah Esa dengan tiga pribadi Bapak, Anak dan Roh Suci, Tuhan adalah satu sekaligus tiga. Sakramen Ekaritsi mengisyaratkan perubahan rotidan anggur ekaritsi menjadi daging dan darah Kristus, proses yang dikenal dengantransubstansiasi. Jadi dapat dikatakan bahwa agama Kristen dalam sisi tertentumengalami tantangan yang lebih sulit diatasi daripada agama Islam atau Yahudi.Lebih lanjut, karena alasan-alasan teologis dan historis atau doktrin etika dan politik,Kristen berbeda dari agama Yahudi dan Islam. Salah satu perbedaannya adalahkonsep tentang manusia, manusia mengalami kejatuhan dari surga, sebab itu perlukemurahan Tuhan untuk penyelamatan. Meski para pemikir Kristen mengagumi hasil-hasil temporal doktrin-doktrin etika dan politik, mereka menganggap bahwa doktrindan hasil itu masih belum cukup untuk keselamatan manusia. Sebaliknya, sejumlahpemikir Muslim dan Yahudi, khususnya mereka yang berkecenderungan Aristotelian,menggambarkan hidup yang baik berdasarkan pengembangan nilai-nilai utamamoral dan intelektual, lalu mengidentifikasi hidup sesudah mati dengan wujud bukan jasmani dan intelek. Kitab suci diperlukan dan dipahami dalam berbagai cara guna
 
menetapkan aturan tertentu bagi kehidupan intelektual, membuat hukum yangbersifat umum menjadi spesifik, menjadikan pendapat yang benar bisa digapaisemua orang, atau memberi ajaran tertentu secara mendalam yang tidak bisadidapat dengan cara lain. Bagi kaum Yahudi dan Muslim, ajaran filsafat, moral danpolitik berada tidak terlalu jauh dari yang ada dalam agama.Persoalan teologis yang dialami agama Kristen, terutama yang menyangkut doktrin Trinitasnya membuat watak monotheismenya sudah tidak murni lagi. Malahan bapaksosiologi modern, Max Weber, membenarkan tesis itu dengan mengatakan bahwahanya agama Yahudi dan Islam yang secara tegas bersifat monotheistis, meski padayang kedua (Islam) terjadi beberapa penyimpangan dengan adanya kultus kepadaorang yang dipandang suci (wali) yang muncul kemudian. Trinitarianisme Kristentampak memiliki kecenderungan monotheistis hanya bila dikontraskan denganbentuk-bentuk tri theistis (paham) tiga Tuhan, Hinduisme, Budisme dan Taoisme. Tentunya tidak berlebihan jika Weber mencatat praktik-praktik yang menyimpangdari monotheisme Islam yang murni dan radikal itu, yaitu berupa pemujaan kepadapara wali dan kuburannya hampir di seluruh dunia Islam. Kenyataan ini merupakansesuatu yang ironis, mengingat nabi Muhammad telah memperingatkan untuk tidakmengagungkan keturunan apapun dan siapapun. Tesis Weber ini kiranya perludijadikan bahan instrospeksi diri dan renungan kaum Muslimin sendiri. Tentang determinisme sejarah orang Yahudi menjadi ras suatu dunia yang hebat,atau masyarakat pilihan (
a distinctive community 
), ini tidak bisa dipisahkan daripartisipasi mereka dalam peradaban Islam masa lalu yang begitu jauh dan dalam.Kosa kata keimanan Islam masuk kedalam buku-buku Yahudi, al-Qur’a>n menjadidalil mereka. Kebiasaan orang-orang Arab mengutip syair dalam banyak karyanyaditiru oleh orang-orang Yahudi. Tulisan-tulisan mereka penuh dengan kalimat-kalimatyang berasal dari para ilmuwan, filosof dan ahli kalam Arab/Islam. Sastra Arab yangasli atau yang impor menjadi latar belakang umum apa saja yang ditulis orang-orang Yahudi. Semua itu berlangsung begitu lama, tidak ada rasa permusuhan terhadapilmu asing, tanpa rasa curiga kepada dampak yang negatif atau berbahaya,sebagaimana yang telah diingatkan oleh sumber-sumber kitab Talmud kepadameraka untuk mempelajarinya. Karena itu sampai ada sebutan Yahudi Islam, orang-orang Yahudi yang sudah sedemikian rupa terpengaruh oleh ajaran Islam mereka itusebenarnya
adalah "orang-orang Yahudi jenis baru" (a new type of Jews).
Dengan pengalaman kaum Yahudi yang begitu indah dalam pangakuan Islam itu,banyak dari mereka yang sadar bahwa berdirinya negara Israel merupakan suatumalapetaka atau anakronistik. Malahan bisa dipandang sebagai hal yang tidakrelevan, baik secara historis, berkaitan dengan pengalaman indah umat Yahudi padamasa Islam klasik, atau secara geografis, karena Palestina telah berabad-abadberada ditangan orang-orang Arab, yang sebagian mereka itu termasuk Yahudi yangsudah ter-Arabkan, berdirinya negara Israel merupakan kedzaliman diataskedzaliman, kedzaliman terhadap sejarah mereka sendiri dalam kaitannya denganperadaban Islam, dan kedzaliman terhadap bangsa Arab yang telah menjadipelindung mereka berabad-abad lamanya.Masalah etika dan politik sangat dijunjung tinggi dan dihormati oleh agama Yahudi.Prinsip-prinsip etika itu diformulasikan dalam kalimat-kalimat yang indah danmenarik. Diawali dengan kata negasi (jangan) dan imprasi (kerjakan). Dikenaldengan sepuluh perintah Tuhan,
Ten Commandements
atau "
al-Was
}a>ya al-`Ashar"(sepuluh wasiat), yang isinya:
 
1.
Akulah Tuhanmu, yang membawa kamu keluar dari tanah Mesir, daritempat perbudakan. Jangan ada padamu Allah lain dihadapanKu.
 2.
 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada dilangit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalamair di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atauberibadah kepadanya, sebab Aku Tuhanmu, Tuhan yang pemerhati,yang membalaskan kesalahan bapak kepada anak-anaknya, kepadaketurunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenciAku, tapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitumereka yang mengasihi Aku, dan yang berpegang pada perintah-perintahKu.
 3.
 Jangan menyebut nama Tuhanmu dengan sembarangan, sebab Tuhanakan memandang bersalah orang yang menyebut namaNya secarasembarangan.
 4.
Ingat dan sucikanlah hari Sabat; enam hari lamanya kamu bekerja danmelakukan segala pekerjaanmu, tapi hari ketujuh adalah hari Sabat Tuhanmu, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, kamuatau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, hambamu laki-laki,hambamu perempuan, lawanmu, atau orang-orang asing yang ada ditempat kediamanmu.
 5.
Hormatilah bapak dan ibumu agar umurmu lanjut di tanah yangdiberikan Tuhan Allah kepadamu.
 6.
 Jangan membunuh.
 7.
 Jangan berzina.
 8.
 Jangan mencuri.
 9.
 Jangan bersaksi dusta terhadap sesamamu.
 10.
 Jangan menginginkan rumah sesamamu, istrinya, hambanya laki-laki,hambanya perempuan, lembunya, keledainya atau apapun yangmenjadi miliknya.
 
Selain itu masih ada sejumlah kepercayaan mendasar yang ditulis oleh para pemikirdan pemuka agama Yahudi, antara lain Musa bin Maimun atau
Maimonides
padaakhir abad ke-12. Tulisan ini merupakan keterangan tambahan terhadapkomentarnya tentang
Mishna
karya Sanhedrin, yang kemudian dikenal dengan
Credo
, terdiri atas 13 keyakinan, yaitu:
1.
Percaya kepada Tuhan
 2.
 Tuhan Yang Esa
 3.
 Tuhan Yang Maha Kuasa
 4.
 Tuhan Yang Maha Kekal
 5.
Semua ibadah untuk Tuhan
 6.
Percaya kepada Rasul Tuhan
 7.
Percaya terhadap Musa sebagai Rasul Tuhan
 
8.Dan Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa di Sinai9.Kitab itu kekal
10.
 Tuhan Maha Tahu
 11.
Percaya tentang pahala dan dosa, baik di dunia dan akhirat
 12.
Percaya akan datangnya
Massiah
, juru selamat
 13.
Percaya adanya kehidupan sesudah mati.
 

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Zoel Firman liked this
Acha'jhi Hafsah liked this
Dede Lay's liked this
Rifai Abun liked this
Koh Ka Ceng liked this
nerailkobah liked this
nerailkobah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->