Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
hukum hukum islam tentang kesehatan

hukum hukum islam tentang kesehatan

Ratings: (0)|Views: 1,736 |Likes:
Published by Zaenudin
tugas mata kuliah agama menguraikan hukum2 islam seperti KB, kloning dll
tugas mata kuliah agama menguraikan hukum2 islam seperti KB, kloning dll

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Zaenudin on Jun 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/24/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
A. Latar Belakang.B. Tujuan PenulisanAdapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas matakuliah Pendidikan Agama Islam. Selain itu juga agar kita bisa mengaplikasikan konsepkebersihan atau hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari menurut ajaran Islam.C. Perumusan Masalah1. Apa yang dimaksud dengan Kebersihan ?2. Mengapa Kebersihan Sangat Penting Dalam Kehiupan ?3. Apa Saja Cakupan Kebersihan Dalam Ajaran Islam?4. Bagaimanakah Tuntunan Ajaran Islam Dalam Kebersihan Pribadi Dan Keluarga ?D. Metode PenulisanDalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan metode studi kepustakaan.E. Sistematika PenulisanAdapun sistematika penulisan dalam penyusunan makalah ini adalah sebagi berikut :BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang MasalahB. Tujuan PenulisanC. Perumusan MasalahD. Metode PenulisanE. Sistematika Penulisan.BAB II PEMBAHASANA. Pengertian KebersihanB. Pentingnya KebersihanC. Cakupan KebersihanD. Tuntunan Kebersihan Pribadi dan KeluargaBAB III PENUTUPA. KesimpulanB. SaranDAFTAR PUSTAKA
1
 
A.Pandangan islam terhadap KB
International Conference on Population and Development (ICPD) di Kairo, 1994,sepakat agar negara memberi akses pelayanan dan informasi keluarga berencana(KB). Millennium Development Goals (MDGs) 2000 lebih menegaskan agar  pelaksanaan KB “disesuaikan dengan kedaulatan tiap negara, sejalan dengan hukumdan prioritas pembangunan, menghargai nilai-nilai agama, etika dan latar belakang budaya bangsa, serta sesuai dengan hak asazi manusia.” Negara-negara Islam di duniatermasuk Indonesia, yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, mendukungdan melaksanakan program kesehatan reproduksi dan KB yang memungkinkankeluarga menentukan jumlah dan kapan anak itu diinginkan agar keluarga dapat hidupnyaman dan tenang. Saat ini, penduduk dunia berjumlah lebih dari 6 milyar jiwa danyang beragama Islam sebesar 1,2 milyar orang atau 20 %. Indonesia yang berpenduduk 225 juta orang, 193 juta orang atau 89 % beragama Islam (PopulationReference Bureau, PRB, 2004). Dapat dikatakan bahwa sebagian besar dari sekitar 25 juta pasangan peserta KB di Indonesia adalah pemeluk agama Islam. Ini jelasmenunjukkan bahwa orang Islam Indonesia mendukung program KB.Menurut Islam, keluarga merupakan unsur kehidupan bermasyarakat yang penting.Oleh karena itu KB hanya boleh dilaksanakan oleh keluarga yang dibentuk oleh perkawinan yang syah menurut syari’at Islam. Al Qur’an sebagai sumber hukumagama Islam menyatakan hal berikut tentang keluarga:“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah diciptakanNya untukmu pasanganhidup dari kelompokmu sendiri agar kamu mendapat ketenangan hati dan diberiNyakasih sayang di antara kamu.” (QS, Ar-Rum, Ayat 21).“Dan Allah yang telah menentukan pasangan-pasanganmu dari kelompokmu sendiri,dan lahirkanlah untukmu dari mereka anak-anak dan cucu-cucumu." (QS, Al Nahl,Ayat 73).Ulama Islam tidak melarang KB asalkan penundaan kehamilan dan membatasikelahiran dilakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan anaknya. Telah dipahami bahwa melahirkan terlalu sering, terlalu dekat waktunya, dan di usia terlalu muda atauterlalu tua akan membahayakan kesehatan dan hidup ibu serta anak. Hal ini juga akanmenyulitkan ekonomi keluarga sehingga tak bisa mengasuh, membesarkan danmendidik anak dengan baik.Al Qur’an secara jelas menyebutkan bahwa Allah SWT tidak ingin membuat susahhidup manusia:“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesusahan bagimu.”
2
 
(QS, Al Baqarah, Ayat 185). “Allah ingin meringankan bebanmu, karena manusiadiciptakan lemah.” (QS, An-Nisa, Ayat 28).Dalam kepemimpinan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH SyukriGhozali, dan Ketua Komisi Fatwa, Prof KH Ibrahim Hosen, MUI dalam Musyawarah Nasional Ulama 12-15 Oktober 1983, tentang tentang Kependudukan, Kesehatan danPembangunan, memutuskan untuk mendukung program pembangunan kependudukandan KB. Masalah kependudukan yang dihadapi Indonesia, membuat MUI berpendapat: “Pertambahan penduduk yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai masalah di masyarakat, antara lain terjadinya konflik ekonomi dan konflik sosial”. MUI juga mencermati, “Tingkat kematian yang masih tinggi, terutamakematian anak balita, dan tingkat kelahiran yang masih tinggi memerlukan peningkatan pelayanan kesehatan dan pemeliharaan kesehatan lingkungan”.Mengingat KB juga menyangkut kemaslahatan umat, MUI menyatakan bahwa: “Inisuatu ikhtiar atau usaha manusia untuk mengatur kehamilan dalam keluarga asalkantidak melawan hukum agama, undang-undang Negara dan moral Panca Sila dan demimencapai kesejahteraan bangsa pada umumnya. Ajaran Islam membolehkan KBuntuk menjaga kesehatan ibu dan anak, pendidikan anak agar menjadi anak yangsehat, cerdas dan saleh”. Namun MUI tetap berpesan agar KB dilaksanakan secarasukarela, tanpa paksaan, serta memperhatikan nilai-nilai adat dan kaidah-kaidahagama (MUI, 1984)Beberapa waktu yang lalu, KH Ma`ruf Amin, Ketua Komisi Fatwa MUI menegaskankegagalan program KB akhir-akhir ini adalah akibat makin merosotnya gerakan KBsejak krisis moneter 1997. Ini bukan disebabkan agama atau ayat kitab suci yang tak mendukung. "Bagi umat Islam, KB tidak menjadi masalah. Ayat KB-nya pun ada:Jangan menurunkan generasi lemah," kata KH Ma`ruf Amin. (Desember, 2006).Walaupun demikian tetap ada orang atau kelompok yang tidak mendukung KB.Alasan yang dikemukakan, antara lain: Al Qur’an tidak membolehkan pemakaian alatkontrasepsi yang dianggap sebagai membunuh bayi atau agama Islam menginginkanagar Islam mempunyai umat yang besar dan kuat. Namun, demi meningkatkankesejahteraan dan kualitas umat Islam, program KB yang semula ditolak kemudiandapat diterima. Di negara lain, revolusi Islam Iran 1979 telah melarang KB. Namun pada tahun 1988, KB dibolehkan lagi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitashidup manusia. Di Iran KB dianjurkan sebagai cara untuk mencegah kehamilan padawanita berusia di bawah 18 tahun dan lebih dari 35 tahun. Jadi ibu-ibu dianjurkanmelahirkan pada usia 18 sampai 35 tahun. Hasilnya, peserta KB meningkat menjadi74 %, total fertility rate (TFR) 2.0 dan laju pertambahan penduduk menurun menjadi1,2 % per tahun. (PRB, 2004).http://pustaka.bkkbn.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=109&Itemid=9diakses tgl 15Januari 2010.Jika program Keluarga Berencana (KB) dimaksudkan untuk membatasi kelahiran,maka hukumnya tidak boleh. Karena Islam tidak mengenal pembatasan kelahiran(
tahdid an-nasl 
). Bahkan, terdapat banyak hadits yang mendorong umat Islam untuk 
3

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mimie Utamy liked this
Indra Wijaya liked this
febry sushanty liked this
Irfan Ardianto liked this
Razali Amin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->