BAB ISEJARAH KOPI
Kopi dalam bahasa arab disebut sebagai “Qahwahin” yang berasal dari bahasa Turki“Kahveh” yang kemudian menyebar ke daratan lainnya menjadi kata kopi yangsekarang kita kenal. Dalam bahasa Jerman disebut sebagai “Kaffee”, Inggris “Coffee”,Perancis “Café”, Belanda “Koffie” dan Indonesia “Kopi”.Sejarah tentang kopi pada dasarnya memang belum bisa dipastikan. Beberapa ahliberusaha menelusuri jejak perjalanan kopi dan mereka mendapatkan bahwa kopi padaawalnya tumbuh di dataran Afrika Timur (Ethiopia). Pada masa itu, muncul legendabahwa kopi ditemukan oleh para penggembala kambing yang mereka sebut sebagai“Kaldi”. Mereka curiga dengan kotoran kambing yang memakan buah dan keluarbijinya. Akhirnya mereka mencba sendiri memakan buah itu. Dan merasakan adanyatambahan energi, sehingga berita itu menyebar sampai ke mana-mana. Kopi kemudiandibawa ke wilayah Arab, dan mulai ditanam pertama kali di Yaman. Setelah itu kopimulai masuk ke Turki, dari sini kopi mulai di bakar dan di tumbuk untuk dibuatminuman seperti yang kita kenal sekarang ini.Beberapa ahli meyakini bahwa kopi berasal dari Ethiopia yang kemudian dibawa keArab, yang kemudian menjadi minuman para sultan untuk di minum malam harisebagai pencegah rasa ngantuk di tenda-tenda. Mereka menyebut minuman kopisebagai “Qahwa” yang berarti pencegah rasa ngantuk. Kopi setelah beratus-ratus tahunkemudian menyebar ke Konstantinopel (wilayah Turki sekarang) yang kemudianmenjadi awal pembukaan kedai kopi di dunia.Penanaman kopi di Yaman dimulai pada sekitar abad 15 dan 16 Masehi di dekat LautMerah. Konsumsi yang meningkat akhirnya menyebar sampai ke Eropa pada abad 17dan mengilhami kerajaan Belanda untuk menanam kopi di wilayah jajahannya. Padatahun 1714 Perancis berhasil membawa potongan pohon kopi dan menanam kopi diwilayah India dan Asia selatan lainnya.Kopi yang dibawa dari Belanda pada awalnya ditanam di Sri Lanka, kemudianpedagang Belanda (VOC) menanam kopi di daerah Batavia (Jakarta), Sukabumi danBogor. Kopi kemudian menyebar ke semua wilayah jajahan Hindia Belanda diIndonesia. Sementara untuk wilayah Timor dan Flores, kopi dikembangkan olehPortugis, karena pada saat itu wilayah ini masih dikuasai oleh Portugis.Dalam sejarahnya, Indonesia bahkan pernah menjadi produsen kopi Arabika terbesar didunia, walaupun tidak lama akibat munculnya serangan hama karat daun. Seranganhama yang disebabkan cendawan
hemileia vastatrix
tersebut menyerang tanaman kopidi Indonesia sekitar abad ke-19. Serangan hama ini banyak terjadi di wilayah jajahanHindia Belanda, sementara wilayah Jajahan Portugis (Flores dan Timor) tidak terkenaserangan hama. Hal ini kemungkinan karena interaksi antara pihak Hindia Belanda danPortugis yang kurang baik, sehingga tidak terjadi transfer hama akibat interaksi keduabelah pihak. Pemerintah Hindia Belanda mengganti kopi Arabika di Jawa dengan kopiLiberika, beberapa tanaman masih bisa ditemukan di wilayah Jawa Timur, kemudiansetelah itu banyak tanaman kopi Liberika diganti dengan kopi Robusta.