Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TASAWUF DALAM ISLAM

TASAWUF DALAM ISLAM

Ratings: (0)|Views: 687 |Likes:
Published by ABDU AZIS AHMADI

More info:

Published by: ABDU AZIS AHMADI on Jun 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANSudah disebut bahwa ada segolongan umat Islam yang belum merasa puas dengan pendekatan diri kepada tuhan melalui ibadat shalat, puasa, haji. Mereka ingin lebihdekat lagi dengan Tuhan. Jalan untuk itu di berikan oleh al-tasawwuf. Al-tasawwuf atau sufisme,ialah istilah yang khusus dipakai untuk menggambarkan mistisme dalam islam.Tujuan dari mistisme, baik yang di dalam maupun yang diluar Islam, ialah memperoleh hubungan langsung dan disadari benar bahwa seseorang berada di hadirat Tuhan. Intisari dari mistisme, termasuk dalamnya tasawuf, adalah kesadaran akan adanya komunikasi dan dialog antara roh manusia dengan tuhan, dengan mengasingkan diri dan berkontemplasi. Kesadaran itu selanjutnya mengambil bentuk rasa dekat sekali dengan Tuhan dalam arti bersatu dengan tuhan ynag dalam istilah Arab disebutittihad dan istilah Inggris mystical unionBerbagai teori dimajukan tentang asal-usul kata al-tasawuf dan al-sufi. Teori yang banyak diterima ialah bahwa istilah itu berasal dari kata suf yaitu wol. Yangdimaksud bukanlah wol dalam arti modern, wol yang dipakai orang-orang kaya, tetapi wol primtif dan kasar yang dipakai di zaman dahulu oleh orang-orang miskin di Timur Tengah.dizaman itu pakaian kemewahan ialah sutra. Orang sufi ingin hidupsederhana dan menjauhi hidup keduniawian daan kesenangan jasmani, dan untuk itumereka hidup sebagai orang-orang miskin dengan memakai wol kasar tersebutBagaimanapun paham bahwa Tuhan dekat dengan manusia, yang merupakan ajaran dasardalam mistisme, terdapat dalam Al-Qur’an dan HadisAllah SWT berfirman (Qs. Qaf:16)

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya sendiri,Telah dibayangkan di atas bahwa mistisisme, termasuk dalamnya taswwuf, erat hubungannya dengan keadaan menjauhi hidup duniawi dan kesenangan materil. Hal ini dalam istilah tasawuf disebut zuhd (asceticism). Mempunyai sifat zuhd merupakan langkah pertama dalam usaha mendekati Tuhan. Orang yang mempunyai sifat ini disebut zahid (ascetic). Setelah ini barulah orang menungkat menjadi sufi (mystic)BAB IIPEMBAHASANA. ASAL USUL TASAWUFa. PengertianTasawuf Secara LughawiDalam mengajukan teori tentang pengertian tasawuf, baik secara etimologis maupunsecara istilah, para ahli ternyata berbeda pendapat. Secara etimologi, pengertian tasawufdapat di lihat menjadi beberapa macam pengertian, seperti di bawah ini:Pertama, tasawuf berasal dari istilah yang di konotasikan dengan “ahlu suffah” yang berarti sekelompok orang di masa rasulullah yang hidupnya banyak berdiam diserambi-serambi mesjid, dan mereka menjadikan hidupnya untuk beribadah kepada All
 
ahKedua, tasawuf berasal dari kata “shafa” yang berarti sebagai nama bagi orang-orang yang “bersih” atau “suci”. Maksudnya adalah orang-orang yang menyucikan dirinya di hadapan tuhannyaKetiga, istilah tasawuf berasal dari kata “shaf” ini di nisbahkan kepada orang-orang yang ketika shalat selalu berada di shaf yang paling depan.Keempat,taswuf itu berasal dari “shaufanah”yaitu sebangsa buah-buahan kecil berbulu banyak tumbuh di padang pasir di tanah Arab dan pakaian kaum sufi berbulu-bulu seperti itu pula, dalam kesederhanaannyab. Pengertian Tasawuf Berdasarkan Istilahpengerttan tasawuf secara istilah, telah banyak di rumuskan oleh ahli, yang satusama lain berbeda sesuai dengan seleranya masing-masing.Amir bin Usman Al-makki pernah mengatakan (Tasawuf) adalah seorang hamba yang setiap waktunya mengambil waktu yang utama.Menurut Syammun. Ia mengatakan Tasawuf adalah bahwa engkau memiliki sesuatu dantidak memiliki sesuatu.Menurut Al-junaedi menyatakan Tsawuf adalah membersihkan hati dari apa yang mengganggu perasaan kebanyakan mahluk, berjuang menanggalkan pengaruh budi yang asal(instink) kita,memadamkan sifat-sifat kelemahan kita sebagai manusia menjauhi segala seruan dari hawa nafsu, mendekati sifat suci kerohanian,dan bergantung pada ilmu-ilmu hakikat, memakai barang yang penting dan terlebih kekal, menaburkannasihat kepada semua umat manusia, memegamg teguh janji dengan Allah dalam hal hakikat dan mengikuti contoh Rasulullah dalam hal syari’at.c. Dasar-dasar Tasawuf Dalam Al-qur’an dan HadistDewasa ini, kajian tentang tasawuf semakin banyak di minati orang-orang sebagaibuktinya adalah misalnya, semakin banyaknya buku yang membahas tasawuf di sejumlah perpustakaan, di negara-negara yang berpenduduk muslim juga negara-negara barat sekalipun yang mayoritas masyarakatnya non muslim ini dapat menjadi salah satu alasan betapa tingginya ketertarikan mereka terhadap tasawuf. Ketertarika mereka terhadap tasawuf dapat dilihat pada dua kecenderungan terhadap kebutuhan fitrah atau naluriah, dan kedua , karena kecenderungan pada persoalan akademis.1.Landasan Al-quranSecara umum ajaran islam mengatur kehidupan yang bersifat lahiriah atau batiniah. Pemahaman terhadap unsur kehidupan yang bersifat batiniah pada gilirannya nanti melahirkan tasawuf. Unsur kehidupan taswuf ini mendapat perhatian yang cukup besar dari sumber ajaran islam, Al-qur’an dan As-sunnah serta praktek kehidupan Nabi dan para sahabatnya. Al-qur’an antara lain berbicara tentang kemungkinan manusia dapat saling mencintai (mahabbah) dengan tuhan, Hal itu misalnya di sebutkan dalam alqur’an(Qs.Al-maidah:54)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtaddari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah Lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha luas(pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.Dalam Al-qur’an Allah pun memerintahkan manusia agar senantiasa bertobat, membersihkan diri, dan mmemohon ampunan kepada-Nya sehingga memperoleh cahaya dari-Nya(Qs. At-tahrim:8)

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
 


 

 

 

 

 

 .Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa(taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang mukmin yang bersama Dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka,sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah Kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."Allah pun menjelaskan kedekatan manusia dengan-Nya, seperti disebutkan dalam firman-Nya (Qs. Al-baqarah:186)

 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila iamemohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) danhendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran2. Landasan HadistSejalan dengan apa yang di sebutkan dalam al-qur’an, sebgaimana disebutkan di atas, tasawuf juga dapat di lihat dalam kerangka hadis. Dalam hadist Rasulullah banyak di jumpai keterangan yang berbicara tentang kehidupan rohaniah manusia. Berikut ini beberapa matan hadis yang dapat di pahami dengan pendekatan tasawuf“ Barang siapa yang mengenal dirinya sendiri berarti ia mengenal tuhannya”Hadist di atas memberi petunjuk bahwa manusia dan tuhan dapat bersatu. Diri manusia dapat lebur dalam diri tuhan, yang selanjutnya dikenal dengan istilahfana yaitu fana-nya mahluk sebagai mencintai kepada tuhan seperti yang di cintainya namun istilah “ lebur atau fana”ini, dipertegas bahwa antara tuhan dan manusia tetaplah ada jarak atau pemisah, sehingga tetap ada perbedaannya antara Tuhan dengan hamba-NyaUraian dasar-dasar taswuf di atas, baik Al-qur’an, Al-hadist, maupun teladan dari para sahabat merupakan benih-benih tasawuf dalam kedudukannya. Sebagai ilmu tentang tingkatan (maqamat) dan keadaan (ahwal). Dengan kata lain, ilmu tentang moral dan tingkah lakumanusia terdapat rujukannya dala Al-qur’an. Dari sini jelaslah bahwa dalam pertumbuhan pertamanya, tasawuf ternyata ditimba dari sumber Al-qur’an itu sendiri.B. AJARAN TASAWUFAjaran tasawuf pada dasarnya berkonsentrasi pada kehidupan rohaniyah, mendekatkan diri kepada tuhan melalui berbagai kerohanian seperti pembersihan hati, zikir,ibadah lainnya serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tasawuf juga mempunyaiidentitas sendiri dimana orang-orang yang menekuninya tidak menaruh perhatian yang besar pada kehidupan dunia bahkan memutuskan hubungan dengannya. Disampingitu, taswuf di Dominasi oleh ajaran-ajaran seperti khauf dan raja’al-taubah,al-zuhd,al-tawakkal, al-syukur, al-shabar, al-ridho dan lainnya yang tujuan akhirnyafana atau hilang identitas diri dalam kekekalan(baqa) Tuhan dalam mencapai ma’rifat (pengenalan hati yang dalam akan tuhan)Di dalam al-qur’an al-karim yang didalamnya ditemukan sejumlah ayat yang berbicara atau paling tidaak berhubungan dengan hal-hal tersebut diatasDidalam al-qur’an ditemukan perintah beribadah dan berdzikir,diantaranya(Qs. Al-anbiya:25)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku".

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Boby Chaini liked this
Reflita Putri liked this
Ramadhan Syawwal liked this
Oedien Regar liked this
Hary Subagyono liked this
Nazwa Simanzhu liked this
Cep Cepi Cipta liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->