Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
Antologi Islam

Antologi Islam

Ratings: (0)|Views: 97 |Likes:
Published by heri

More info:

Published by: heri on Jun 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2013

pdf

text

original

 
BAB IMENGAPA MAZHAB AHLULBAIT?
Berdasarkan hadits-hadits
mutawatir 
yang kesahihhannya diakui oleh sebuahMuslim, Rasulullah SAW telah mengabarkan kepada pengikut-pengikut beliau pada berbagai kesempatan bahwa beliau akan meninggalkan dua barang berharga dan bahwa beliau akan meninggalkan dua barang berharga dan bahwa jika kaum Muslim berpegangerat pada keduanya, mereka tidak akan tersesat setelah beliau tiada. Kedua barang berharga tersebut adalah Kitabullah dan Ahlulbait Nabi as.Diriwayatkan dalam
Shahih Muslim
, dan juga dalam sumber-sumber lainnya, bahwa sepulang dari haji
Wada
, Rasulullah SAW berdiri di samping sebuah telaga yangdikenal sebaiak Khum (Ghadir Khum) yang terletak antara Mekkah dan Madinah.Kemudian beliau memuji Allah dan berzikir kepada-Nya, dan lalu bersabda,“Wahai manusia, camkanlah! Rasanya sudah dekat waktunya aku hendak dipanggil (oleh Allah SWT), dan aku akan memenuhi panggilan itu. Camkanlah! Akumeninggalkan bagi kalian dua barang berharga. Yang pertama adalah Kitabullah, yangdidalamnya terdapat cahaya dan petunjuk. Yang lainya adalah Ahlulbaitku. Aku ingatkankalian, atas nama Allah, tentang Ahlulbaitku! Aku ingatkan kalian, atas nama Allah,tentang Ahlulbaitku! Aku ingatkan kalian, atas nama Allah, tentang Ahlulbaitku (tigakali)!
1
Sebagaimana terlihat dalam hadis sahih
Muslim
di atas, Ahlulbait tidak hanyaditempatkan berdampingan dengan Quran, tetapi juga disebutkan tiga kali oleh NabiMuhammad SAW.Meskipun ada fakta bahwa penyusun
Shahih Muslim
dan ahli-ahli hadis Sunnilainnya telah mencatat hadis di atas dalam kitab-kitab
Shahih
mereka, disayangkan bahwa mayoritas Sunni tidak menyadari keberadaan Ahlulbait tersebut, bahkan ada yangmenolaknya sama sekali. Kontra argumen mereka adalah sebuah hadis yang lebih mereka pegangi yang dicatat oleh Hakim dalam
al-Mustadrak-nya
 berdasarkan riwayat AbuHurairah yang menyatakan bahwa Rasulullah berkata, “Aku tinggalkan di antara kaliandua barang yang jika kalian mengikutinya, kalian tidak akan tersesat setelahku;Kitabullah dan Sunnahku!”Tiada keraguan bahwa semua Muslim dituntut untuk mengikuti Sunnah NabiMuhammad SAW. Namun, pertanyaannya adalah Sunnah mana yang asli dan Sunnahmana yang dibuat-buat belakangan, dan Sunnah palsu mana yang dinisbahkan kepada Nabi Muhammad SAW.Menjejaki sumber-sumber laporan Abu Hurairah yang menyatakan hadis versi‘Quran dan Sunnah’, kami menemukan bahwa hadis itu tidak dicatat dalam enam koleksihadis sahih Sunni
(Shihah as-Sittah).
Tidak hanya itu, bahkan Bukhari, Nasa’i, Dzahabidan masih banyak lainnya, menyatakan bahwa hadis ini adalah lemah karena sananyalemah. Meski dicatat bahwa meskipun kitab milik Hakim adalah sebuah koleksi hadisSunni yang penting, tetapi kitab ini dipandang Iebih rendah dibandingkan dengan enamkoleksi utama hadis-hadis Sunni. Sementara itu,
Shahih Muslim
(yang menyebutkan‘Quran dan Ahlulbait’) menempati urutan kedua dalam enam koleksi hadis Sunnitersebut.Tirmidzi melaporkan bahwa hadis versi ‘Quran dan Ahlulbait’ terujuk pada lebihdari 30 Sahabat. Ibnu Hajar Haitsami telah melaporkan bahwa dia mengetahui bahwalebih dari 20 Sahabat juga mempersaksikannya.Sementara versi ‘Quran dan Sunnah’ hanya dilaporkan oleh Hakim melalui hanyasatu sumber. Jadi, mesti disimpulkan bahwa versi ‘Quran dan Ahlulbait’ adalah jauh
1
 
lebih bisa dipegang. Lebih-lebih, Hakim sendiri juga menyebutkan versi’Quran danAhlulbait’ dalam kitabnva (
al-Mustadrak)
melalui beberapa rantai otoritas
(isnad),
danmenegaskan bahwa versi ‘Quran dan Ahlulbait’ adalah hadis yang sahih sesuai berdasarkan kriteria yang digunakan oleh Bukhari dan Muslim, hanya saja Bukhari tidak meriwayatkannya.Lebih jauh, kata ‘Sunnah’ sendiri tidak memberikan landasan pengetahuan.Semua Muslim, tanpa memandang kepercayaan mereka, mengklaim bahwa merekamengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW. Perbedaan di antara kaum Muslim munculdari perbedaan jalur periwayatan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Sedangkan hadishadistersebut bertindak sebagai penjelas atas makna-makna Quran, yang keasliannyadisepakati oleh semua Muslim. Maka, perbedaan jalur periwayatan hadis yang padagilirannya mengantarkan pada perbedaan interpretasi atas Quran dan Sunnah Nabi - telahmenciptakan berbagai versi Sunnah. Semua Muslim, jadinya terpecah ke dalam berbagaimazhab, golongan, dan sempalan, yang diyakini berjumlah sampai 73 golongan.Semuanya mengikuti Sunnah versi mereka sendiri yang mereka klaim sebagai Sunnahyang benar. Kalau demikian, kelompok mana yang mengikuti Sunnah Nabi? Golonganmanakah dari 73 golongan yang cemerlang, dan akan tetap bertahan? Selain hadis yangdisebutkan dalam
Shahih Muslim
di atas, hadis sahih berikut ini memberikan satu-satunya jawaban detail terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut. Rasulullah SAW telah bersabda:Aku tinggalkan di antara kalian dua ‘perlambang’ yang berat dan berharga,yang jika kalian berpegang erat pada keduanya kalian tidak akan tersesatsetelahku. Mereka adalah Kitabullah dan keturunanku, Ahlulbait-ku. YangPemurah telah mengabariku bahwa keduanya tidak akan berpisah satu samalain hingga mereka , datang menjumpaiku di telaga (surga).
2
Tentu saja, setiap Muslim harus mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW.Demikian pula kami, pengikut Ahlulbait, tunduk kepada Sunnah asli yang betul-betuldipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW dan meyakininya sebagai satu-satunya jalankeselamatan. Akan tetapi, hadis yang telah disebutkan di atas memberikan bukti bahwasetiap apa yang disebut sebagai Sunnah, yang bertentangan dengan Ahlulbait, adalah bukan Sunnah yang asli, melainkan Sunnah yang diadakan belakangan oleh beberapaindividu bayaran yang menyokong para tiran. Dan inilah basis pemikiran mazhab Syi’ah(mazhab Ahlulbait). Ahlulbait Nabi, yakni orang-orang yang tumbuh dalam keluarga Nabi, adalah orang yang lebih mengetahui tentang Sunnah Nabi dan pernik-perniknyadibandingkan dengan orang-orang selain mereka, sebagaimana dikatakan oleh pepatah:“Orang Mekkah lebih mengetahui gang-gang mereka daripada siapapun selain mereka.”Secara argumentatif, bila kita menerima kesahihan kedua versi hadis tersebut(Quran-Ahlulbait dan Quran-Sunnah), maka seseorang mesti tunduk kepada interpretasi bahwa kata ‘Sunnah-ku’ yang diberikan oleh Hakim berarti Sunnah yang diturunkanmelalui Ahlulbait dan bukan dan sumber selain mereka, sebagaimana yang tampak dariversi Ahlulbait yang diberikan oleh Hakim sendiri dalam
al-Mustadrak-nya
dan olehMuslim dalam
Shahih-nya.
Kini, marilah melihat hadis yang berikut ini:Ummu Salamah meriwayatkan bahwa Rasulullah telah bersabda, ‘Ali bersama Quran, dan Quran bersama Ali. Mereka tidak akan berpisah satusama lain hingga kembali kepadaku kelak di telaga (di surga).”
3
Hadis di atas memberikan bukti bahwa Ali bin Abi Thalib dan Quran adalah tidak terpisahkan. Jika kita menerima keotentikan versi’Quran dan Sunnah’, maka orang dapatmenyimpulkan bahwa yang membawa Sunnah Nabi adalah Imam Ali, sebab dialah orangyang diletakkan berdampingan dengan Quran.
2
 
Menarik untuk melihat bahwa Hakim sendiri memiliki banyak hadis tentangkeharusan mengikuti Ahlulbait, dan salah satunya adalah hadis berikut ini. Hadis ini jugadiriwayatkan oleh banyak ulama Sunni lainnya, dan dikenal sebagai ‘Hadis Bahtera’,yang dalamnya Nabi Muhammad SAW menyatakan, “Camkanlah! Ahlulbait-ku adalahseperti Bahtera Nuh. Barang siapa naik ke dalamnya selamat, dan barangsiapa berpalingdarinya binasa.”
4
Hadis di atas memberikan bukti fakta bahwa orang-orang yang mengambilmazhab Ahlulbait dan mengikuti mereka, akan diselamatkan dari hukuman neraka,sementara orang-orang yang berpaling dari mereka akan bernasib seperti orang yangmencoba menyelamatkan diri dengan memanjat gunung (tebing), dengan satu-satunya perbedaan adalah bahwa dia (anaknya Nuh yang memanjat tebing tersebut) tenggelamdalam air, sedangkan orang-orang ini tenggelam dalam api neraka. Hadis yang berikut ini juga menegaskan hal tersebut bahwa Nabi Muhammad SAW telah berkata tentangAhlulbait; “Jangan mendahului mereka, kalian bisa binasa! Jangan berpaling dari mereka,kalian bisa binasa, dan jangan mencoba mengajari mereka, sebab mereka lebih tahu darikalian!”
5
Dalam salah satu hadis yang lain Rasulullah SAW bersabda, “Ahlulbaitku adalahseperti Gerbang Pengampunan bagi Bani Israil. Siapa saja yang memasukinya akanterampuni.”
6
Hadis di atas berhubungan dengan Surah
al-Baqarah
ayat 58 dan Surah
al-A’raf 
ayat 161, yang menjelaskan Gerbang Pengampunan bagi Bani Israil, sahabat-sahabatMusa yang tidak memasuki Gerbang Pengampunan dalam ayat tersebut, tersesat di padang pasir selama empat puluh tahun. Sedangkan orang-orang yang tidak memasukiBahtera Nuh, tenggelam. Ibnu Hajar menyimpulkan bahwa:Analogi ‘Bahtera Nuh’ mengisyaratkan bahwa barang siapa yang mencintai danmemuliakan Ahlulbait, dan mengambil petunjuk dari mereka akan selamat darigelapnya kekafiran, dan barang siapa yang menentang mereka akan tenggelam disamudra keingkaran, dan akan binasa dalam ‘sahara’ kedurhakaan dan pemberontakan.
7
Sudahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri, mengapa Nabi ‘MuhammadSAW begitu menekankan Ahlulbait? Apakah hanya disebabkan karena mereka adalahkeluarga beliau, atau karena mereka membawa ajaran-ajaran (Surunah) beliau yang benar dan mereka adalah individu-individu yang paling berpengetahuan di antara masyarakatsetelah beliau tiada?Berbagai versi dari ‘Hadis Dua Barang Berat
(ats-Tsaqalain)’,
yangmembuktikan secara konklusif tentang perintah untuk mengikuti Quran dan Ahlulbait,adalah hadis-hadis yang tidak biasa. Hadis-hadis ini sering diulang-ulang dandihubungkan dengan otoritas lebih dari 30 sahabat Nabi Suci melalui berbagai sumber. Nabi Suci senantiasa mengulang dan mengulang kata-kata ini (dan tidak hanya dalamsatu keadaan, tetapi bahkan pada berbagai kesempatan) di depan publik, untuk menunjukkan kewajiban mengikuti dan menaati Ahlulbait. Beliau mengatakannya kepadakhalayak pada saat Haji Perpisahan, pada hari Arafah, pada hari Ghadir Khum, pada saatkembali dari Tha’if, juga di Madinah di
.
atas mimbar, dan di atas peraduan beliau saatkamar beliau penuh sesak oleh sahabat-sahabat beliau, beliau bersabda,Wahai saudara-saudara! Sebentar lagi aku akan berangkat dari sini, danmeskipun aku telah memberitahu kalian. Aku ulangi sekali lagi bahwa akumeninggalkan di antara kalian dua barang, yaitu Kitabullah danketurunanku, yakni Ahlulbait-ku. (Kemudian beliau mengangkat tangan Ali
3

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
heri liked this
Zubir Osman liked this
nerailkobah liked this
nerailkobah liked this
Rayzaldi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->