embrio dan kegagalan penetasan. Suhu yang baik untuk penetasan ikan 27 –30
o
CKelarutan oksigen terlarut dan intensitas cahaya akan mempengaruhi prosespenetasan. Oksigen dapat mempengaruhi sejumlah organ embrio. Cahaya yangkyat dapat menyebabkan laja penetasan yang cepat, kematian dan pertumbuhanembrio yang jelek serta figmentasi yang banyak yang berakibat padaterganggunya proses penetasan.Menurut Nelson dalam Sumantadinata (1983), proses pembelahan sel padabinatang bertulang belakang meliputi :Cleavage:Pembelahan zygote secara cepat menjadi unit-unit yanglebih kecil yang di sebut blastomer.Blastulasi:Proses yang menghasilkan blastula yaitu campuran sel-selblastoderm yang membentuk rongga penuh cairansebagai blastocoel. Pada akhir blastulasi, sel-selblastoderm akan terdiri dari neural, epidermal,notochordal, meso-dermal, dan endodermal yangmerupakan bakal pembentuk organ-organ.Glastrulasi:Proses pembelahan bakal organ yang sudah terbentukpada saat blastulasi.Organogenesis:Proses pembentukan berbagai organ tubuh berturut-turutbakal organ-organ antara lain susunan syaraf, notochord,mata, somit, lateralis, jantung, aorta, insang, infudibulumdan lipatan-lipatan sirip (Balinsky, 1948 dalamSumantadinata (1983).
1. Cara Penetasan Telur Ikan
Teknik penetasan telur beberapa jenis ikan berbeda-beda sesuai dengan sifattelur ikan. Telur ikan mas, lele, patin menempel pada substrat kemudianditetaskan di wadah penetasan. Sedangkan telur ikan nila, banal ditetaskanmelayang-layang di wadah penetasan.Penetasan telur ikan lele, mas yang dipijahkan secara semi buatan maupunalami dilakukan dengan memisahkan induk dan telur. Setelah induk selesai
134