Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
50Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tanggung Jawab Profesi Notaris Dalam Menjalankan ya

Tanggung Jawab Profesi Notaris Dalam Menjalankan ya

Ratings: (0)|Views: 8,297|Likes:
Notaris bertanggung jawab atas akta yang dibuatnya, akan tetapi setiap perbuatan hukum yang dilakukan oleh Notaris harus dianggap berlaku secara sah sebelum ada perbuatan yang menyatakan sebuah akta yang dibuat oleh Notaris mengalami kesalahan maupun cacat secara hukum yang dikenal dengan asas presumtio iustae causa.
Notaris bertanggung jawab atas akta yang dibuatnya, akan tetapi setiap perbuatan hukum yang dilakukan oleh Notaris harus dianggap berlaku secara sah sebelum ada perbuatan yang menyatakan sebuah akta yang dibuat oleh Notaris mengalami kesalahan maupun cacat secara hukum yang dikenal dengan asas presumtio iustae causa.

More info:

Published by: Herman Adriansyah AL Tjakraningrat on Jun 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/23/2013

pdf

text

original

 
TANGGUNG JAWAB PROFESI NOTARIS DALAM MENJALANKANJABATANNYABAB IPENDAHULUANA. Latar Belakang Masalah
Hukum merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakatmanusia sehingga di dalam masyarakat selalu ada sistem hukum, ada masyarakat adanorma hukum (ubi societas ibi ius). Hal tersebut dimaksudkan oleh Cicero bahwa tatahukum harus mengacu pada penghormatan dan perlindungan bagi keluhuran martabatmanusia. Hukum berupaya menjaga dan mengatur keseimbangan antara kepentinganatau hasrat individu yang egoistis dan kepentingan bersama agar tidak terjadi konflik.Kehadiran hukum justru mau menegakkan keseimbangan perlakuan antara hak  perorangan dan hak bersama. Oleh karena itu, secara hakiki hukum haruslah pasti danadil sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya.Hal tersebut menunjukkan pada hakikatnya para penegak hukum (hakim, jaksa, Notaris, dan polisi) adalah pembela kebenaran dan keadilan sehingga para penegak hukum harus menjalankan dengan itikad baik dan ikhlas, sehingga profesi hukummerupakan profesi terhormat dan luhur (officium nobile). Oleh karena mulia danterhormat, profesional hukum sudah semestinya merasakan profesi ini sebagai pilihandan sekaligus panggilan hidupnya untuk melayani sesama di bidang hukum. Akantetapi, ironisnya para profesi hukum kurang memiliki kesadaran dan kepeduliansosial. Hal ini dapat dilihat para pakar hukum menjadi orang-orang sewaan yangdibayar mahal oleh kliennya, pelayanan hanya diberikan kepada orang-orang yang berdiut saja. Oleh karena itu, Theo Huijbers menuliskan beberapa kriteria yang harusdimiliki oleh para profesional, antara lain:[1]1.Sikap kemanusiaan, agar tidak menanggapi hukum hanya secara formal, tetapiselalu mendahulukan hukum secara material dengan mengutamakan penghormatan pada hak asasi manusia;2.Sikap keadilan untuk menentukan apa yang layak bagi masyarakat agar terjaminrasa keadilannya;3.Sikap kepatuhan dalam mempertimbangkan apa yang sungguh-sungguh adildalam suatu perkara;4.Sikap jujur agar tidak ikut-ikutan dalam mafia peradilan.Begitu juga dengan profesi Notaris yang memerlukan suatu tanggung jawab baik individual maupun sosial terutama ketaatan terhadap norma-norma hukum positif dankesediaan untuk tunduk ada kode etik profesi, bahkan merupakan suatu hal yangwajib sehingga akan memperkuat norma hukum positif yang sudah ada.[2]
B. Pokok Permasalahan
Adapun ruang lingkup pokok permasalahan yang akan penulis bahas dalam critical paper ini, terdiri atas:1
 
1.Bagaimanakah tanggung jawab Notaris dalam menjalankan profesinya?2.Bagaimanakah tanggung jawab profesi Notaris dalam membuat akta-akta Notaris?3.Bagaimanakah kekuatan mengikat Kode Etik Notaris dalam rangka Notarismembuat akta-akta Notaris?
C. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaandan wawancara. Tipe penelitian yang digunakan menurut sifatnya adalah penelitiandeskriptif, menurut penerapannya adalah penelitian berfokus masalah, dan menurutilmu yang digunakan adalah monodisipliner.Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier sebagai berikut.[3]1.Bahan hukum primer, yaitu bahan hukum yang mempunyai kekuatan mengikat berupa peraturan perundang-undangan Indonesia dan kode etik profesi Notaris.2.Bahan hukum sekunder, yaitu bahan hukum yang erat kaitannya dengan bahanhukum primer dan dapat membantu menganalisa, memahami, dan menjelaskan bahan hukum primer, yang antara lain adalah teori para sarjana, buku, penelusuraninternet, artikel ilmiah, dan surat kabar.3.Bahan hukum tersier, yaitu bahan hukum yang memberikan petunjuk maupun penjelasan atas bahan hukum primer dan sekunder, misalnya kamus.
BAB IIISIA. Notaris sebagai Profesi
Sungguh benar bahwa tidak semua pekerjaan dalam hidup ini dapat dikatakan sebagai profesi dan benar juga bahwa tidak semua profesi ada di dunia merupakan profesiluhur atau terhormat ataupun profesi mulia (officium nobile). Hanya pekerjaan- pekerjaan tertentu saja yang merupakan profesi. Menurut Abdulkadir Muhammad,agar suatu pekerjaan dapat disebut suatu profesi ada beberapa syarat yang harusdipenuhi, antara lain:[4]1. Adanya spesialisasi pekerjaan;2. Berdasarkan keahlian dan keterampilan;3. Bersifat tetap dan terus menerus;4. Lebih mendahulukan pelayanan daripada imbalan;5. Mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi;6. Terkelompok dalam suatu organisasi profesi.2
 
Hal ini sejalan dengan pendapat Rina Utami Djauhari, S.H., yang menyatakan bahwaApa yang dilakukan sehari-hari oleh Notaris pasti berhubungan dengan tanggung jawab Notaris, selain tanggung jawab moril sebagai profesional, kalau merugikan pihak lain, Notaris harus dapat mempertanggung jawabkan pekerjaannya di mukahukum.[5]Lebih lanjut menurut C.S.T. Kansil, menjelaskan kaidah-kaidah pokok yang berlaku bagi suatu profesi adalah sebagai berikut:[6]1.Profesi merupakan pelayan, karena itu mereka harus bekerja tanpa pamrih,terutama bagi klien atau pasiennya yang tidak mampu;2.Pelaksanaan pelayanan jasa profesional mengacu pada nilai-nilai luhur;3.Pelaksana profesi berorientasi kepada masyarakat secara keseluruhan;4.Pola persaingan dalam 1 (satu) profesi haruslah sehat.Sedangkan menurut E. Y. Kanter menyatakan bahwa sebuah profesi terdiri darikelompok terbatas orang-orang yang memiliki keahlian khusus dan dengan keahlianitu mereka dapat berfungsi di dalam masyarakat dengan lebih baik dibandingkandengan warga masyarakat lain pada umumnya atau dalam pengertian yang lain,sebuah profesi adalah sebutan atau jabatan dimana orang yang menyandangnyamemiliki pengetahuan khusus yang diperolehnya melalui training atau pengalamanorang lain dalam bidangnya sendiri.[7]Sejalan dengan pendapat diatas, Daryl Koehn melihat seorang profesional sebagaiorang yang mengucapkan janji di hadapan publik dengan suatu komitmen moral,mengemukakan kriteria seorang profesional sebagai berikut:[8]1.Orang yang mendapat izin dari negara untuk melakukan suatu tindakan tertentu;2.Menjadi anggota organisasi pelaku-pelaku yang sama-sama mempunyai hak suarayang menyebarluaskan standar dan/atau cita-cita perilaku dan yang salingmendisiplinkan karena melanggar standar itu;3.Memiliki pengetahuan atau kecakapan yang hanya diketahui dan dipahami olehorang-orang tertentu saja serta tidak dimiliki oleh anggota-anggota masyarakatlain;4.Memiliki otonomi dalam melaksanakan pekerjaannya dan pekerjaannya itu tidak amat dimengerti oleh masyarakat yang lebih luas;5.Secara publik di muka umum mengucapkan janji (sumpah) untuk memberi bantuan kepada mereka yang membutuhkan bantuan.Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa Notaris merupakan profesi yangcukup unik, karena Notaris dalam melaksanakannya dituntut serba profesional, initerlihat dalam melaksanakan tugasnya Notaris tidak boleh menguntungkan salah satu pihak, selain itu Notaris berbeda dengan profesi advokat, Notaris harus bersifat netral,karena Notaris mewakili 2 (dua) belah pihak dalam melakukan perjanjian. Hal ini berbeda dengan advokat hanya mewakili salah satu pihak dalam suatu permasalahanhukum.[9] Dengan perkataan lain, Notaris harus menunjukkan sifatnya yang netral bagi para pihak meski ia diminta bantuan hukum oleh salah satu pihak.[10]Menurut penelusuran penulis, maka Notaris sebagai profesi dapat dijelaskan olehseorang Notaris/PPAT bernama Ariani Theresiana, S.H. yang menyatakan, profesi3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->