1.Bagaimanakah tanggung jawab Notaris dalam menjalankan profesinya?2.Bagaimanakah tanggung jawab profesi Notaris dalam membuat akta-akta Notaris?3.Bagaimanakah kekuatan mengikat Kode Etik Notaris dalam rangka Notarismembuat akta-akta Notaris?
C. Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaandan wawancara. Tipe penelitian yang digunakan menurut sifatnya adalah penelitiandeskriptif, menurut penerapannya adalah penelitian berfokus masalah, dan menurutilmu yang digunakan adalah monodisipliner.Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier sebagai berikut.[3]1.Bahan hukum primer, yaitu bahan hukum yang mempunyai kekuatan mengikat berupa peraturan perundang-undangan Indonesia dan kode etik profesi Notaris.2.Bahan hukum sekunder, yaitu bahan hukum yang erat kaitannya dengan bahanhukum primer dan dapat membantu menganalisa, memahami, dan menjelaskan bahan hukum primer, yang antara lain adalah teori para sarjana, buku, penelusuraninternet, artikel ilmiah, dan surat kabar.3.Bahan hukum tersier, yaitu bahan hukum yang memberikan petunjuk maupun penjelasan atas bahan hukum primer dan sekunder, misalnya kamus.
BAB IIISIA. Notaris sebagai Profesi
Sungguh benar bahwa tidak semua pekerjaan dalam hidup ini dapat dikatakan sebagai profesi dan benar juga bahwa tidak semua profesi ada di dunia merupakan profesiluhur atau terhormat ataupun profesi mulia (officium nobile). Hanya pekerjaan- pekerjaan tertentu saja yang merupakan profesi. Menurut Abdulkadir Muhammad,agar suatu pekerjaan dapat disebut suatu profesi ada beberapa syarat yang harusdipenuhi, antara lain:[4]1. Adanya spesialisasi pekerjaan;2. Berdasarkan keahlian dan keterampilan;3. Bersifat tetap dan terus menerus;4. Lebih mendahulukan pelayanan daripada imbalan;5. Mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi;6. Terkelompok dalam suatu organisasi profesi.2