Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
45Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Stock Split Terhadap Likuiditas Perdagangan Dan Return Saham

Pengaruh Stock Split Terhadap Likuiditas Perdagangan Dan Return Saham

Ratings:

3.0

(1)
|Views: 1,219 |Likes:
The analysis use data of the emitens at JSX in 2002 which announced stock splits policy and event study. Research took 21 days tradding, where 10 days before splits and 10 days after splts and the day of the first time of split. The results of this study are (1) Stock splits have implication to stock’s price. (2) No implication to trade volume, # transaction per day, spread percentage and stock’s
abnormal return.
The analysis use data of the emitens at JSX in 2002 which announced stock splits policy and event study. Research took 21 days tradding, where 10 days before splits and 10 days after splts and the day of the first time of split. The results of this study are (1) Stock splits have implication to stock’s price. (2) No implication to trade volume, # transaction per day, spread percentage and stock’s
abnormal return.

More info:

Published by: Perdana Wahyu Santosa on Jun 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2012

pdf

text

original

 
 Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
1
 Volume 2 Nomor 1, Januari 2005/ Dzulhijjah 1425 H ISSN 1411 - 0776
 
PENGARUH
STOCK SPLIT 
TERHADAP LIKUIDITASPERDAGANGAN DAN RETURN SAHAMDI BURSA EFEK JAKARTA
PERDANA WAHYU SANTOSA
1
 KURNIAWAN EKA PRASETYA
2
 
 Abstract 
In this paper we examine the relation between stock splits and liquidity of transaction andindividual stock’s return. The research of stock splits has often been done by researchers in manyimplications to other variable such as significance change of price and others fundamental factors. But Stock splits still have been a puzzling to capital market analyst. The reason of somereactions after stock splits has not been clearly understood. There are two types of opinion instock splits. The first, stock splits have no implication to stock (cosmetics) and secondly it hassignificance implication. The purposes of this paper is retest whether stock splits can impliedliquidity of stock transaction and associated with stock’s return itself at Jakarta Stocks Exchange(JSX). This test use paired saemple t-test for each variable and multiple regression. The analysisuse data of the emitens at JSX in 2002 which announced stock splits policy and event study.Research took 21 days tradding, where 10 days before splits and 10 days after splts and the dayof the first time of split. The results of this study are (1) Stock splits have implication to stock’s price. (2) No implication to trade volume, # transaction per day, spread percentage and stok’sabnormal return.
Key words:
Stock splits, stock price, spread percentage, # transaction per day and abnormalreturn.
PENDAHULUAN
Salah satu alternatif dalam kebijakan dividen adalah dengan mengeluarkankebijakan
stock split
atau melakukan pemecahan saham. Uniknya dari kebijakan iniadalah bahwa saham yang telah diperjual belikan ternyata dapat dipermurah harganyadengan menambah jumlah lembar sahamnya tanpa mengubah nilai nominalnya. Halini akan mempengaruhi saham itu sendiri dalam aktifitasnya di dalam kegiatan pasarmodal.
1
Staf Dosen Keuangan dan Pasar Modal Fakultas Ekonomi Universitas YARSI Jl. Letjen Suprapto, Cempaka Putih,Jakarta 10510. Email: perdana.ws@gmail.com
2
Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas YARSI
 
 Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
2
 Volume 2 Nomor 1, Januari 2005/ Dzulhijjah 1425 H ISSN 1411 - 0776
 
Para investor memerlukan informasi yang cukup mengenai proses pembentukanharga di dalam pasar modal. Hal ini akan menentukan keputusan apa yang akandiambil oleh investor tersebut. Apakah ia akan menjual sahamnya, ataukah akanmembeli saham lainnya. Informasi tersebut dapat mengurangi ketidakpastian yangterjadi sehingga keputusan yang akan diambil diharapkan dapat sesuai dengan tujuanyang hendak dicapai.Dalam pasar modal informasi yang dapat diperoleh oleh para investor banyaksekali jenisnya. Salah satu informasi yang ada adalah pengumuman mengenai
stock split
 atau pemecahan saham. Informasi mengenai saham yang akan dipecah merupakan halyang sangat menarik untuk para investor. Hal ini agar investor tidak salah dalammenganalisa saham guna pengambilan keputusan yang akan diambilnya.Banyak penelitian yang telah dilakukan mengenai
stock split
dilakukan oleh parapeneliti dari berbagai periode waktu dan jumlah sampel perusahaan yang tidak sedikit.Namun dari sekian banyak penelitian yang dilakukan terdapat hasil yang berbeda-bedadan cenderung untuk saling mematahkan hasil penelitian sebelumnya.Dari banyaknya penelitian yang telah dilakukan, dapat kita kelompokkan kedalam dua hal. Hal tersebut adalah bahwa
stock split
hanyalah perubahan yang bersifatkosmetik dan yang kedua adalah bahwa
stock split
dapat mempengaruhi perdagangan,resiko, keuntungan dan lain sebagainya. Hal inilah yang membuat peneliti inginmendalami dan meneliti tentang
stock split
dan bagaimana pengaruhnya terhadap pasarmodal di Indonesia.
TINJAUAN PUSTAKA
Suatu perusahaan dapat memperbanyak jumlah sahamnya dengan caramengurangi nilai nominal sahamnya. “Pengurangan nilai nominal ini dapat menambah jumlah lembar saham tanpa adanya penyetoran atau kapitalisasi dari laba tidakdibagi”. (Baridwan, 241; 1997)
Stock split
merupakan suatu aktifitas yang dilakukan oleh perusahaan go publikuntuk meningkatkan jumlah saham yang beredar.”(Sears & Trennepohl, 1993, 256). Jadi
stock split
merupakan suatu kebijakan yang diambil guna memperbanyak jumlahlembar saham yang beredar dengan cara melakukan pemecahan atas saham yangberedar.Dalam contoh diatas perusahaan melakukan
stock split
dengan perbandingan 1:2.Artinya bahwa saham perusahaan tersebut dipecah dari satu lembar saham dengannilai nominal Rp. 1000 menjadi dua lembar saham dengan nilai nominal Rp. 500.Pengurangan nilai nominal ini tidak mengubah struktur permodalan perusahaan.Dalam hal ini yang berubah adalah jumlah lembar saham dan nilai nominalnya saja.Dengan adanya
stock split
ini maka para pemegang saham akan mendapatkan dualembar saham untuk menukarkan tiap lembar saham yang dimilikinya. Jumlah hargapokok saham tidak mengalami perubahan, tetapi karena jumlah lembar sahamnyabertambah dua kali lipat maka harga pokok per lembar saham turun menjadisetengahnya.
 
 Dikta Ekonomi Jurnal Ekonomi dan Bisnis
3
 Volume 2 Nomor 1, Januari 2005/ Dzulhijjah 1425 H ISSN 1411 - 0776
 
Stock Split dan Stock Dividen
“Bagian yang tidak terlepaskan dari kebijakan dividen adalah mengeluarkandividen saham dan pemecahan saham.” (Petty et al, 1982; 490). Keduanyamengeluarkan saham baru yang diberikan kepada pemegang saham secaraproporsional. Adapun fungsi dari
stock dividen
dan
stock split
adalah untukmeningkatkan jumlah saham yang beredar.Satu-satunya perbedaan antara
stock dividend
dan
stock split
berhubungan denganperlakuan akuntansinya. Dengan kata lain yaitu tidak ada perbedaan dalam halekonomi antara
stock dividend
dan
stock split.
(Keown. et all, 2000; 628).Hal ini dilakukan oleh karena sesuai dengan prinsip dasar keuangan. “Prinsipdasar dalam keuangan adalah seluruh transaksi bisnis di catat dalam neraca dengannilai mata uang yang telah disepakati saat terjadi transaksi.”( James dan Chatton, 2003;14)Dengan
stock deviden
, nilai pari tidak berkurang, sedangkan dengan split nilai paritersebut menjadi berkurang. Dilihat dari struktur permodalannya antara sebelum dansetelah split menunjukkan bahwa ekuitas pemegang saham tetap sama, yang berubahhanya pada nilai pari dari saham tersebut.Namun, bagaimana pun stock split biasanya dapat memberikan pertimbangankepada perusahaan yang menginginkan pengurangan pada harga/lembar saham.“Masih jarang, perusahaan yang dapat mempertahankan dividen kasnya antarasebelum dan setelah split, tetapi perusahaan dapat meningkatkan dividen kepadapemegang saham secara efektif.” (Horne, 1998; 319)Pemecahan saham biasanya digunakan untuk menurunkan harga secara besar-besaran setelah saham mengalami kenaikan yang tajam. Deviden saham biasanyadiberikan secara teratur setiap tahunnya untuk menjaga kestabilan harga saham.Misalnya jika laba dan deviden suatu perusahaan tumbuh 10 persen per tahun, makaharga saham akan cenderung naik pada tingkat yang relatif sama dan hal itu akanmengakibatkan saham sulit untuk diperdagangkan. Dividen saham tahunan sebesar 10% akan mempertahankan harga saham dalam kisaran perdagangan yang optimal.Namun dividen saham yang kecil menimbulkan masalah pembukuan dan beban yangtidak perlu. Jadi perusahaan dewasa ini jauh lebih sering menggunakan pemecahansaham daripada dividen saham. (Brhigham dan Auston, 2001; 1995)Banyak penelitian yang mengindikasikan bahwa para investor sudah mengetahuimaksud yang sebenarnya dari kebijakan dividen tersebut. Jika
stock dividen
atau
stocksplit
tidak disertai dengan peningkatan dividen kas dan trend postif terhadap laba,maka peningkatan harga pada saat stock dividen dan stock split menjadi tidaksignifkan. Bagaimanapun, investor hendaknya waspada terhadap “iming-iming”perusahaan yang memberikan gambaran peningkatan “nilai” bagi para investor padasaat split maupun stock dividen. Jika perusahaan mengalami masalah kas, maka perusahaan dapat menggantinyadengan memberikan
stock split
ataupun
stock dviden
. Seperti sebelumnya, investor akanmelihat kemungkinan yang terjadi di luar dividen untuk memastikan agar dapat

Activity (45)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Cindy Eta liked this
Johan Tumiwa liked this
Revi Berlian liked this
Revi Berlian liked this
Revi Berlian liked this
Revi Berlian liked this
Munawwir Fuadi S liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->