Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
5 makalah wisnu

5 makalah wisnu

Ratings: (0)|Views: 240 |Likes:
Published by adicepe

More info:

Published by: adicepe on Jun 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2011

pdf

text

original

 
 
Sertifikasi Kompetensi LPTK pada Era Globalisasi, Otonomi, 23dan Kebutuhan Daerah (Wisnu Djatmiko dan Muhammad Yusro )
Pendahuluan
A
danya kebijakan peningkatan jaminankualitas membawa konsekuensi di bidang pendidikan, antara lain perubahan dari pendekatan pembelajaran berbasis isi (
content-based instruction)
ke pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi(
competency-based instruction)
.Pembelajaran berbasis kompetensimenuntut perubahan desain kurikulum,dari model lama yang berisi uraian mata pelajaran ke dalam desain kurikulumyang berisi pernyataan seperangkatkompetensi. Hal ini membawakonsekuensi bahwa proses pembelajaranharus berorientasi pada pencapaiankompetensi. Dengan demikian, gurudituntut memiliki kemampuan untuk memilih model-model pembelajaran danmampu merancang pembelajaran yangsesuai dengan kompetensi dankarakteristik siswa.Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun2005 tentang Standar NasionalPendidikan, Pasal 19
A
yat (1)menyebutkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikandiselenggarakan secara interaktif,inspiratif, menyenangkan, menantang,memotivasi peserta didik untuk  berpartisipasi aktif, serta memberikanruang yang cukup bagi prakarsa,kreativitas, dan kemandirian sesuaidengan bakat, minat, dan perkembanganfisik serta psikologis peserta didik.Dengan demikian guru diharapkanmampu memberikan dorongan danmengembangkan sikap positif siswauntuk mengembangkan diri sesuaidengan potensi yang dimilikinya. Gurudiharapkan mampu mengajarkan bagaimana siswa bisa memecahkanmasalah yang dihadapi. Melaluikegiatan belajar interaktif memperoleh pengetahuan, memperluas dan meng-haluskan pengetahuan, danmenggunakan pengetahuan secara ber-makna diharapkan siswa dapatmengembangkan potensi yangdimilikinya, sehingga dapat menjadikansiswa mampu berpikir kreatif, inovatif dan produktif.Dengan adanya UU Guru dan Dosen,kedudukan guru dan dosen sebagaitenaga profesional akan berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran gurusebagai agen pembelajaran sehingga pada gilirannya nanti akan berfungsimeningkatkan mutu pendidikannasional. Diantara butir dalam UUGuru dan Dosen ini adalah pemberdayaan profesi guru dan dosenyang diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan
Sertifikasi Kompetensi LPTK pada Era Globalisasi, Otonomi, dan Kebutuhan Daerah
Wisnu Djatmiko, dan Muhammad YusroDosen Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika
Makalah telah disampaikan pada Konvensi Nasional III
A
PTEKINDO & Temu Karya XIVFT/FPTK/JPTK Universitas se-Indonesia 23 Gorontalo 15 -17 Pebruari 2006. Pembahasannyamenyangkut tentang kompetensi tenaga kependidikan kejuruan, sertifikasi di LPTK, dan peningkatanmutu LPTK pada Era Otonomi Daerah.
 
 
24 Pevote, Vol.1, No. 1 September 2006 : 23 - 40
24secara demokratis, dan berkelanjutandengan menjunjung tinggi hak asasimanusia, nilai keagamaan, dan kode etik  profesi untuk menjadi guru dan dosenyang memiliki kompetensi. Pengakuankedudukan guru dan dosen sebagaitenaga profesional akan dibuktikandengan sertifikat pendidik. Sedangkansertifikasi pendidik menurut pasal 11UU Guru dan Dosen diselenggarakanoleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenagakependidikan yang terakreditasi.Khusus bagi tenaga kependidikanlembaga Pendidikan Teknologi danKejuruan (LPTK) dituntut memiliki duakompetensi yakni sebagai pendidik dansebagai pelatih yang profesionaldisamping sikap yang peka terhadapinovasi. Dari banyak penelitian yangdilakukan terungkap bahwa tingkat partisipasi guru dan dosen LPTK dalamupaya pembaharuan pendidikan selamaini relatif rendah, rasa mampu diri dankeyakinan tentang keuntungan dankerugian, akan dialami sebagai dampak dari suatu inovasi itu. Salah satu faktor  penting LPTK adalah profesionalismedari tenaga kependidikannya.Di samping hal-hal tersebut di atas,globalisasi akan semakin besar dampaknya pada berbagai bidangkehidupan; sosial budaya, politik,maupun ekonomi. Salah satudiantaranya yang perlu kita waspadaiadalah semakin terbuka dan semakinketatnya persaingan antar bangsa. Hasil berbagai pertemuan internasional telahmenghasilkan berbagai kesepakatan perdagangan bebas, yang memberi kita peluang maupun tantangan baru. Darisegi ekonomi, kita harus meningkatkandaya saing industri serta diorientasikanke arah ekspor agar dapat mengambilmanfaat globalisasi. Tenaga kerja murahtidak lagi dapat digunakan sebagaitumpuan usaha, karena negara-negara
A
sia lain seperti Vietnam, Kambodiayang baru mulai dengan pembangunan industrinya akan segeradengan mudah mengambil alih.Ketergantungan teknologi luar negeriharus secara terencana dikurangi denganmenumbuhkan kemampuan di dalamnegeri. Untuk dapat mengatasitantangan dan kendala tersebut di atas,kualitas SDM harus segera ditingkatkan, baik untuk tenaga profesional untuk  penerapan iptek maupun tenaga ahliyang berkemam puan untuk mengembangkan iptek.Penguasaan teknologi yang dibutuhkanindustri menjadi sangat penting dalam proses globalisasi, di mana persainganekonomi sangat ketat dan tidak lagimengenal batas-batas negara.Penguasaan harus pula disertai dengankemampuan untuk mengembangkan,agar selalu dapat menghasilkan produk dengan kualitas yang lebih baik, hargalebih murah, proses lebih aman dandampak terhadap lingkungan yang lebihkecil. Untuk mencapai hal tersebut, perlu tersedia tenaga pelaksana dan peneliti, yang sesuai dalam jumlah, jenisdan tingkat kemampuan dengankebutuhan pembangunan.Pengembangan kemampuan penguasaaniptek ini akan menghadapi berbagaihambatan karena bangsa-bangsa yangmaju ingin tetap mempertahankandominasinya dalam persaingan dengan berbagai macam cara, termasuk  pembatasan akses terhadap pendidikan,hasil-hasil penelitian maupun teknologikunci yang mereka kuasai. Kesenjangankemampuan antara negara maju dengannegara berkembang akan semakin besar,tanpa upaya khusus yang dilakukan olehnegara berkembang dalam meningkatkan kualitas SDM.Proses sertifikasi kompetensi LembagaPendidikan Teknologi Kejuruanidealnya harus berdasar padakompetensi tenaga kependidikankejuruan, sertifikasi LPTK, kualitas
 
 
Sertifikasi Kompetensi LPTK pada Era Globalisasi, Otonomi, 25dan Kebutuhan Daerah (Wisnu Djatmiko dan Muhammad Yusro )
LPTK, pendidikan kejuruan di eraotonomi daerah, Upaya MeningkatkanProfesional Dosen LPTK, StrategiPelaksanaan, Peningkatan Mutu LPTK  pada Era Otonomi Daerah, dan Potensidan kebutuhan daerah yang adadisekitar lembaga pendidikan teknologikejuruan tersebut.
Kompetensi Tenaga KependidikanKejuruan
Pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan kemampuan dankapasitas peserta didik untuk memahami serta mengikuti tata nilaikemasyarakatan yang berlaku.Pendidikan merupakan usaha sadar danterencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya.Dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perubahan masyarakat dan lingkunganglobal, pendidikan adalah usaha penyiapan peserta didik yang terencana,sistemik dan sistimatik untuk menghadapi tantangan kehidupan.Kompetensi tenaga kependidikanterutama guru bersifat kompleks.Kompetensi merupakan satu kesatuanutuh yang menggambarkan potensi, pengetahuan, keterampilan, sikap, dannilai yang dimiliki guru terkait dengan profesinya, terkait dengan kemampuanmengaktualisasikan atau mewujudkandalam bentuk perilaku, tindakan ataukinerja untuk menjalankan profesi.Kualifikasi profesional merupakan bentuk perwujudan kompetensi yangdimililiki guru terutama yang menjaditenaga kependidikan kejuruan.Kompetensi mengandung unsur-unsur yang dapat ditampilkan dan yang tidak dapat ditampilkan. Manifestasi yangdapat ditampilkan dan nampak secaralahiriah disebut
 performance
. Seseorangdapat menunjukkan
 performance
 apabila memiliki kompetensi.Kompetensi guru dapat dilihat dari penampilannya ketika mengajar.Menurut Suwarno, dkk. (2005) adasepuluh kompetensi guru yaitu (1)Kompetensi menguasai bahan, (2)Kompetensi mengelola program, (3)Kompetensi mengelola kelas, (4)Kompetensi menggunakan media /sumber, (5) Kompetensi menggunakanlandasan pendidikan, (6) Kompetensimengelola interaksi belajar mengajar,(7) Kompetensi menilai prestasi siswauntuk kepentingan pengajaran, (8)Kompetensi mengenal danmenyelenggarakan administrasi sekolah,(9) Kompetensi mengenal fungsi dan program layanan bimbingan, dan (10)Kompetensi memahami prinsip-prinsipdan hasil penilaian pendidik gunakeperluan pengajaran.Kompetensi pendidik sebagai agen pembelajaran termuat dalam PP RI No19 Th 2005 tentang Standar NasionalPendidikan Bab IV disebutkan bahwaStandar pendidik dan tenagakependidikan meliputi empatkompetensi yaitu : (a) kompetensi paedagogik: meliputi pemahamanterhadap peserta didik, perancangan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, pengembangan pendidikan, (b)kompetensi kepribadian terkait dengan pribadi mantap dan stabil, dewasa, arif, berwibawa dan memiliki akhlak mulia,(c) kompetensi profesional ditunjukkandengan menguasai keilmuan bidangstudi dan mampu mengkaji secara kritisuntuk mendalami bidang studi, dan (d)kompetensi sosial terkait dengankemampuan berkomunikasi dan bergauldengan peserta didik, kolega danmasyarakat.Dengan mempertimbangkan kajiantentang berbagai konsep, makakompetensi guru, minimal dirangkum

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Dasman Johan liked this
Dasman Johan liked this
Atsiga Ailemrak liked this
yoyoyooyo liked this
Nur Kholiq liked this
hasveri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->