Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
polusi udara

polusi udara

Ratings: (0)|Views: 731 |Likes:
Published by Peno Lie Ti'en

More info:

Published by: Peno Lie Ti'en on Jun 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2013

pdf

text

original

 
POLUSI UDARA AKIBAT AKTIVITAS KENDARAANBERMOTOR DI JALAN PERKOTAANPULAU JAWA DAN BALI
Nanny Kusminingrum, G. Gunawan
Pusat Litbang Jalan dan JembatanJl. A.H. Nasution 264 Bandung 40294Nanny_kusminingrum@yahoo.com; gunyat_123@yahoo.com
*)
 
Diterima
 
:
 
18
 
September
 
2008;
 
Disetujui
 
:
 
19
 
Nopember
 
2008
 
 RINGKASAN 
Perkembangan volume lalu lintas di perkotaan Indonesia mencapai 15% pertahun. Transportasi di kota-kota besar merupakan sumber pencemaranudara yang terbesar, dimana 70% pencemaran udara diperkotaandisebabkan oleh aktivitas kendaraan bermotor. Parameter polusi udara darikendaraan bermotor seperti karbonmonoksida (CO), Nitrogen oksida(NOx), Methane (CH 
4
), nonmethane (NonCH 
4
), Sulful dioksida (SOx) danPartikel (SPM 
10
) dapat menimbulkan efek terhadap pemanasan global. Hasil monitoring tingkat pencemaran udara di ruas-ruas jalan kota besar seperti : Surakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Denpasar (Bali), danSerang (Banten), serta kota-kota yang dilalui Jalur Pantura tingkat  pencemaran udara sudah dan/atau hampir melampaui standar kualitasudara ambient khususnya untuk parameter oksida nitrogen (NOx), partikel(SPM 
10
) dan hidrokarbon (HC). Rentang tingkat pencemaran udaraambient untuk CH 
4
: 1,0 – 1,97 ppm; NonCH 
4
: 1,5 -3,78 ppm, NOx: 0,06 –0,490 ppm; Sox: 0,001 – 0,276 ppm; CO: 0,01 -11,53 ppm dan partikel(SPM 
10
): 6,0-260 ug/m3. Bila dilakukan evaluasi dengan Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) sesuai Kepmen Lingkungan Hidup No. 45 tahun1997, kondisinya sudah termasuk kategori ”sedang” dengan penjelasanbahwa tingkat kualitas udara tersebut tidak berpengaruh pada kesehatanmanusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan sensitif dannilai estetika. Beberapa strategi pengelolaan kualitas udara di lingkungan jalan yang mungkin diterapkan dalam upaya-upaya pengelolaan lingkungan jalan adalah :a.
 
Pertimbangan dan penerapan kebijakan serta aturan dibidanglingkungan menjadi satu hal yang penting untuk dilaksanakan dalamseluruh siklus tahap pembangunan/peningkatan jalan.
 
b.
 
Penyertaan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan, baik pemilik kendaraan, dan pengguna jalan serta masyarakat sekitar lingkungan jalan.c.
 
Penggunaan bahan bakar dan kendaraan yang ramah lingkungan.d.
 
Penataan dan penerapan teknologi pereduksi polusi udara diantaranya: penataan land-scape diruas-ruas jalan dengan tanaman pereduksi polusi udara.
 Kata kunci :
polusi udara, kendaraan bermotor, perkotaan
SUMMARY 
 Development of urban traffic volume has reached 15% per year.Transportation is a mayor cause of air pollution, 70% of air pollution isgenerated from vehicle exhausts. Air pollution parameters from motor vehicles such as carbon monoxide (CO), Nitrogen oxide (NO
 X 
), Methane(CH 
4
), Non Methane (NonCH 
4
), Sulfur dioxide (SOx) and Paticulate(SPM 
10
) contribute heavily to global warming. Monitoring result of air  pollution in urban roads such as Surakarta, Yogyakarta, Semarang,Surabaya, Denpasar (Bali), and Serang (Banten), and other cities passed by North Coast Road links showed that the air quality in this area nearly thelimit line or standard air quality ambient especially Nitrogen oxide (NOx),suspended particulate matter (SPM 
10
) and hydrocarbon (HC). The range of air quality ambient for CH 
4
: 1,0 – 1,97 ppm, NonCH 
4
: 1,5 – 3,78 ppm, NOx: 0,06 – 0,490 ppm, SOx: 0,001 – 0,276 ppm, CO : 0,01 -11,53 ppm and  particulate (SPM 
10
): 6,0 – 260 ug/m3. According to Ministerial decree of  Environment no. 45/1997. monitoring result with air pollution index (ISPU)showed that the condition was categorized “moderate” which mean the air quality will not affect on human health or animals, but can damage plantsand aesthetics-value. Some correctives and measures to minimize air  pollution are as follow :a.
 
Consideration and application policy with environment regulationsbecome important steps to the whole cycle road-projects.b.
 
Social participation in environmental management as vehicle owners,road user and community of road environment.c.
 
utilization of and environmental fuel and vehicles.d.
 
The application of air pollution reduction technology such as landscapearrangement by restoration of vegetation.
 Key words :
air pollution, vehicle, urban
 
 
PENDAHULUAN
 Aktivitas transportasi khususnyakendaraan bermotor merupakansumber utama pencemaran udaradi daerah perkotaan. MenurutSoedomo,dkk, 1990, transportasidarat memberikan kontribusi yangsignifikan terhadap setengah daritotal emisi SPM
10
, untuk sebagianbesar timbal, CO, HC, dan NOx didaerah perkotaan, dengankonsentrasi utama terdapat didaerah lalu lintas yang padat,dimana tingkat pencemaran udarasudah dan/atau hampir melampauistandar kualitas udara ambient.Sejalan dengan itupertumbuhan pada sektortransportasi, yang diproyeksikansekitar 6% sampai 8% per tahun,pada kenyataannya tahun 1999pertumbuhan jumlah kendaraan dikota besar hampir mencapai 15%per tahun. Dengan menggunakanproyeksi 6-8% maka penggunaanbahan bakar di Indonesiadiperkirakan sebesar 2,1 kalikonsumsi tahun 1990 pada tahun1998, sebesar 4,6 kali pada tahun2008 dan 9,0 kali pada tahun 2018(World Bank, 1993 cit KLH, 1997).Pada tahun 2020 setengah dari jumlah penduduk Indonesia akanmenghadapi permasalahanpencemaran udara perkotaan,yang didominasi oleh emisi darikendaraan bermotor.Hasil uji emisi gas buangkendaraan bermotor tahun 2001yang dilakukan di kota Bandungoleh Badan Pengelola LingkunganHidup Daerah (BPLHD) dari jumlahkendaraan sebanyak 1468 buahyang berbahan bakar bensin dansolar, adalah sebagai berikut :
 
 Yang berbahan bakar bensinsekitar 56% melampaui BakuMutu yang ditetapkan
 
 Yang berbahan bakar solarsekitar 90% tidak memenuhiBaku Mutu yang ditetapkanPerkiraan hasil studi Bank Dunia tahun 1994 (
Indonesia Environment and Developmen 
t)menunjukkan bahwa kendaraan diJakarta (diperkirakan kondisi yangsama terjadi pada kota-kota besarlainnya) memberikan kontribusitimbal 100%, SPM10 42%,hidrokarbon 89%, nitrogen oksida64% dan hampir seluruh karbonmonoksida.Hasil kajian yang dilakukanoleh Bank Dunia tahun 1996,tentang kerugian akibatpencemaran udara di kota Jakarta,mencapai sekitar $ 200 jutaUS/tahun untuk seluruh jumlahpenduduk Jakarta, sementara hasilkajian yang dilakukan olehPuslitbang Jalan dan Jembatan(Gunawan, dkk 1997), denganmetoda wawancara dilakukan dikota Bandung dan Surabaya,

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
aal liked this
Shabrina Islami liked this
Gunadi P liked this
Surya Saputra liked this
Ali Ridho Alatas liked this
Ninik Yuningsih liked this
Ananda Hidayat liked this
prawiraadiputra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->