Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANGPERUBAHAN KEDUA ATASUNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,Menimbang: a. bahwa dalam rangka mewujudkan amanat Undang-UndangDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,penyelenggaraan pemerintahan daerah diarahkan agarmampu melahirkan kepemimpinan daerah yang efektif dengan memperhatikan prinsip demokrasi, persamaan,keadilan, dan kepastian hukum dalam sistem NegaraKesatuan Republik Indonesia;b. bahwa untuk mewujudkan kepemimpinan daerah yangdemokratis yang memperhatikan prinsip persamaan dankeadilan, penyelenggaraan pemilihan kepala pemerintahdaerah memberikan kesempatan yang sama kepada setiapwarga negara yang memenuhi persyaratan;c. bahwa dalam penyelenggaraan pemilihan kepalapemerintah daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah telah terjadi perubahan, terutama setelah putusanMahkamah Konstitusi tentang calon perseorangan;d. bahwa dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004tentang Pemerintahan Daerah belum diatur mengenaipengisian kekosongan jabatan wakil kepala daerah yangmenggantikan kepala daerah yang meninggal dunia,mengundurkan diri, atau tidak dapat melakukankewajibannya selama 6 (enam) bulan secara terus-menerusdalam masa jabatannya;e. bahwa dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004tentang Pemerintahan Daerah belum diatur mengenaipengisian kekosongan jabatan wakil kepala daerah yangmeninggal dunia, berhenti, atau tidak dapat melakukankewajibannya selama 6 (enam) bulan secara terus-menerusdalam masa jabatannya;f. bahwa . . .
 
 
- 2 -f. bahwa dalam rangka efisiensi dan efektivitaspenyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan wakil kepaladaerah, perlu adanya pengaturan untuk mengintegrasikan jadwal penyelenggaraan pemilihan kepala daerah sehinggaUndang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah perlu diubah;g. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a, huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, danhuruf f, perlu membentuk Undang-Undang tentangPerubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;Mengingat : 1. Pasal 18 ayat (4), Pasal 20, Pasal 27 ayat (1), dan Pasal 28Dayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubahdengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentangPenetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-UndangNomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIADANPRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATASUNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANGPEMERINTAHAN DAERAH.Pasal I . . .
 
 
- 3 -Pasal IBeberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), diubahsebagai berikut:1. Ketentuan Pasal 26 ditambah 4 (empat) ayat, yakniayat (4), ayat (5), ayat (6), dan ayat (7), sehingga Pasal 26berbunyi sebagai berikut:Pasal 26(1) Wakil kepala daerah mempunyai tugas:a. membantu kepala daerah dalam menyelenggarakanpemerintahan daerah;b. membantu kepala daerah dalammengkoordinasikan kegiatan instansi vertikal didaerah, menindaklanjuti laporan dan/atau temuanhasil pengawasan aparat pengawasan,melaksanakan pemberdayaan perempuan danpemuda, serta mengupayakan pengembangan danpelestarian sosial budaya dan lingkungan hidup;c. memantau dan mengevaluasi penyelenggaraanpemerintahan kabupaten dan kota bagi wakilkepala daerah provinsi;d. memantau dan mengevaluasi penyelenggaraanpemerintahan di wilayah kecamatan, kelurahandan/atau desa bagi wakil kepala daerahkabupaten/kota;e. memberikan saran dan pertimbangan kepadakepala daerah dalam penyelenggaraan kegiatanpemerintahan daerah;f. melaksanakan tugas dan kewajiban pemerintahanlainnya yang diberikan oleh kepala daerah; dang. melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerahapabila kepala daerah berhalangan.(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksudpada ayat (1), wakil kepala daerah bertanggung jawabkepada kepala daerah.(3) Wakil . . .
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • More From This User

    Notes
    Load more