Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
27Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perkembangan Program Antariksa China Pasca Perang Dingin

Perkembangan Program Antariksa China Pasca Perang Dingin

Ratings:

4.67

(6)
|Views: 18,342|Likes:
Published by Denis Toruan
Perkembangan program antariksa China pasca perang dingin, tepatnya sampai tahun 2006/07.
Perkembangan program antariksa China pasca perang dingin, tepatnya sampai tahun 2006/07.

More info:

categoriesTypes, School Work
Published by: Denis Toruan on Jun 10, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/22/2013

pdf

text

original

 
Perkembangan Program Antariksa CinaPasca Perang Dingin
oleh :
Denis L. Toruan
Antariksa dalam pandangan dunia moderen merupakan bentukpertahanan strategis yang sangat efektif dan akurat. Keberadaan akan teknologidan akses terhadap hal ini terbukti dapat meningkatkan kekuatan suatu negarasecara signifikan, terutama jika kita berbicara tentang suatu kontrol global.Negara-negara maju telah sadar akan hal serupa, yang kemudian berlomba-lomba untuk mengeksplorasinya. Uniknya, setiap negara yang tampil dipanggung ini memiliki latar belakang dan pemikirannya sendiri-sendiri, sehinggakebutuhan atas garansi keamanan (hingga hegemoni) merupakan fenomenayang dapat kita analisis dalam perkembangan perimbangan kekuatan dunia.Berikut sebuah ilustrasi mengenai konsep antariksa yang dikeluarkan pada eraPerang Dingin :
 Astronomically, space is a part of the space-time continuum by which all events are uniquely located. Physically, space is that property of theuniverse associated with extention in three mutually perpendiculadirections.
1
 
Sindrom Perang Dingin
Perang Dunia II (1939-1945) yang menimbulkan kerugian dan kehilangandalam jumlah masif di berbagai belahan dunia, mengantarkan banyak negara
1
 
McGraw-Hill Encyclopedia of Science and Technology 
: USA, 1960,vol 12
.
1
 
terlibat ke dalam suatu kondisi nasional dan internasional, di mana pemenuhankebutuhan pembangunan negara maupun pembangunan kembali negara yangrusak atau hancur, hingga tingkat keamanan negara adalah mutlak. Dua negarabesar yang kemudian muncul sebagai
superpower 
setelah PD II, yaitu AmerikaSerikat dan Uni Soviet, dihadapkan pada kebutuhan serupa. Amerika berpikir lebih agresif dari sebelumnya terutama menyangkut kebutuhan keamanannegara (Melvyn P. Leffler:1994). Di lain pihak, Uni Soviet yang keluar sebagaipemenang perang menderita kerusakan parah dan ingin memperkuatpertahanan negaranya dari kemungkinan agresi negara lain di masa mendatang;dalam hal ini Jerman (Michael MccGwire:1994). Untuk kemudian situasi yangkita kenal sebagai Perang Dingin ini, melahirkan berbagai program dan konsep-konsep dasar pertahanan aliansi negara-negara moderen (Pakta).Pemenuhan kebutuhan keamanan dan perkembangan ekonomi negara-negara
superpower 
tercermin dalam kebijakan luar negeri masing-masingnegara, seperti pada Amerika Serikat yang pertama kali merumuskan rencanapeningkatan pertahanan militernya pada awal 1944. Konsep dasar dari rencanaini tidak lain adalah dengan meningkatkan pos militer luar negerinya, terutamapada wilayah Atlantik dan Pasifik yang diyakininya sebagai jaminan keamanandari kemungkinan agresi negara lain di masa mendatang. Inilah yang kemudianmendorong AS untuk membentuk NATO. Di lain pihak, Uni Soviet pun tidak mauketinggalan dengan membentuk aliansinya sendiri ,yaitu Pakta Warsawa.Dalam bidang ekonomi, rumusan program pengembangan ekonomi yangdicanangkan AS dan Uni Soviet dalam menjalankan ekspansi ideologinya,tercermin dari program-program seperti
Marshall Plan
atau
Doktrin Breshnev 
.Masing-masing menginginkan adanya suatu garansi di masa mendatang,sehingga kegetiran akibat bahaya laten yang dirasakan pada saat dan setelahPerang Dunia, dapat diminimalisir bahkan dieliminiir, yaitu dengan carapeningkatan pertahanan negara dan kerjasama antara-antara (minimal dengan)negara-negara yang saling berkepentingan. Oleh karena itu, tidaklahmengherankan jika ambisi kedua superpower menimbulkan aroma persaingan(Perang Dingin) yang sangat kental di bidang-bidang yang telah disebutkan tadi.
2
 
Tetapi, ambisi dan persaingan antara keduanya tidak berhenti sampai disitu, masih terdapat ruang batas lain yang lebih potensial dalam meningkatkankeamanan negara. Pada tingkat eskalasi yang lebih jauh lagi, persaingan kedua
superpower 
berlanjut ke ruang angkasa. Inilah yang kemudian tercermin daripeluncuran
Sputnik 
oleh Uni Soviet dan
Telstar-1
oleh Amerika Serikat (1962),yang kemudian disusul dengan satelit-satelit dan pesawat antariksa lainnya.Pada era itu, peluncuran pesawat-pesawat luar angkasa seperti
Soyuz 
dan
Discovery 
merupakan hal fenomenal yang dapat terlihat dari persaingan saat itu.Keduanya merupakan pesawat luar angkasa berawak dan tidak tertutupkemungkinan di masa mendatang eksplorasi manusia ke luar angkasa akanmendatangkan banyak sekali manfaat. Hal ini tidaklah berlebih-lebihan ketikapersaingan yang timbul justru menimbulkan kemajuan baru bagi umat manusia,mengingat hingga saat ini belum pernah terjadi ‘perang bintang’ antara negara-negara maju, seperti yang sering kita saksikan di karya-karya fiksi.Perang dingin yang melibatkan Amerika Serikat dan Uni Sovietberlangsung selama kurang lebih empat puluh lima tahun (1945-1990) dan telahmenimbulkan banyak perkembangan dalam bidang teknologi, militer, ekonomi,Tentunya segala hal yang dicapai oleh kedua
superpower 
selalu merupakan halyang menarik untuk dibahas, apalagi jika menyangkut tentang hubungan kausal.Pada jaman moderen pasca perang dingin bermunculan beberapa negarayang diperkirakan tampil sebagai
“the rising star” 
dan tidak menutupkemungkinan bahwa suatu saat nanti akan menjadi kekuatan utama dunia.Mereka adalah Cina dan Uni Eropa.Cina moderen tampil sebagai kekuatan baru yang berkembang pesatdalam dua dekade terakhir. Negara dengan populasi penduduk sekitar seperlimapopulasi dunia (1,3 milyar orang) justru malah berbalik mematahkan semuaprediksi-prediksi negatif terhadapnya yang timbul pasca runtuhnya Uni Soviet(1991), yang dianggap sebagai kiblatnya komunisme. Pertanyaan yang palingdulu muncul ketika mendengar kata Cina saat itu adalah : “Bagaimana merekabisa melakukan itu? Apa lagi yang sedang mereka rencanakan sekarang?”Dalam dua dekade terakhir, terutama sejak
Gaige Kaifang 
(Reformasi
3

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Suroya Haqiqi liked this
Dini Susanti liked this
rahmiami liked this
Elly Hastuti liked this
Gudelia Gundala liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->