Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
76Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGERTIAN FILSAFAT PENDIDIKAN

PENGERTIAN FILSAFAT PENDIDIKAN

Ratings: (0)|Views: 7,019 |Likes:
Published by Fikhy Pramudi

More info:

Published by: Fikhy Pramudi on Jun 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2013

pdf

text

original

 
Nama : Surida Eka SariNim : 340826564Fakultas : TarbiyahJurusan : PBI 1Semester : IVTugas Filsafat PendidikanPENGERTIAN FILSAFAT PENDIDIKAN
Ajaran filsafat yang komprehensif itu telah menduduki status yang tinggi dalam kehidupankebudayaan manusia, yakni sebagai ideologi suatu bangsa dan negara. Seluruh aspek kehidupan suatu bengsa, diilhami dan berpedoman ajaran-ajaran filsafat bangsa itu. Dengan demikian kehidupan sosial, politik, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan, bahkan kesadaran atas nilai-nilai hukum dan moral bersumber atas ajaran filsafat itu.Bidang ilmu pendidikan dengan berbagai cabang-cabnagnya merupakan landasan ilmiah bagi pelaksanaan pendidikan, yang terus berkembang secara dinamis. Sedangkan filsafat pendidikan sesuaidengan peranannya, merupakan landasan filosofis yang menjiawai seluruh kebijaksanaan dan pelaksanaan pendidikan. Kedua bidang diatas harus menjadi pengetahuan dasar (basic knowledge) bagi setiap pelaksana pendidikan, apakah ia guru ataukah sarjana pendidikan. Membekali mereka dengan pengetahuan dimaksud diatas berarti memberikan dasar yang kuat bagi sosialnya profesi mereka. Dengandemikian seorang guru dan sarjana pendidikan seyogyanya mengapproach masalah pendidikan denganmasalah approach yang komprehensif dan integral : dan bukan dengan approach yang elementer, bahkantidak dengan approach ilmiah semata-mata. Untuk maksud ini perlu dipahami arti dan fungsi filsafat pendidikan di samping ilmu pendidikan (dan cabanng-cabangnya).
 
PERANAN FILSAFAT PENDIDIKAN
Proses pendidikan adalah proses perkembangan yang teleologis, bertujuan. Tujuan proses perkembngan itu secara alamiah adalah kedewasaan, kematangan. Sebab potensi manusia yang palingalamiah adalah bertumbuh menuju ketingkat dewasaan, kematangan. Potensi ini akan terwujud apabila prakondisi alamiah dan sosial manusia memungkinkan, misalnya: iklim, makanan, kesehatan, keamanan,relatif sesuai dengan kebutuhan manusia.Jadi peranan filsafat pendidikan merupakan sumber pendorong adanya pendidikan. Dalam bentuknya yang lebih terperinci kemudian, filsafat pendidikan menjadi jiwa dan pedoman asasi pendidikan.Sekedar tinjauan sejarah ide-ide filsafat pendidikan itu, antara lain tersimpul di dalam pendangan :
1.Teori (Hukum) Empirisme.
Ajaran filsafat empirisme yang dipelopori oleh John Locke (1632-1704) mengajarkan bahwa perkembangan pribadi ditentukan oleh faktor-faktor lengkungan, terutama pendidikan. John Locke berkesimpulan bahwa tiapa individu lahir sebagai kertas putih, dan lingkungan itulah yang “menulisi”kertas putih itu. Teori ini terkenal sebagai teori Tabula-rasa atau teori Empirisme. Bagi John Locke faktor  pengalaman yang berasal dari lingkungan itulah yang menentukan pribadi seseorang. Karena lingkuganitu relatif dapat diatur dan dikuasai menusia, maka teori ini bersifat optimis dengan tiap-tiap perkembangan pribadi.
2.Teori (Hukum) Nativisme.
Ajaran filsafat Natisme yang dapat digolongkan filsafat idealisme berkesimpulan bahwa perkembangan pribadi hanya ditentukan oleh hereditas, faktor dalam yang bersifat kodrat. Tokoh Nativisme ini, Arthut Schopenhauer (1788-1860) menganggap faktor pembawaan yang bersifat kodratkelahiran, yang tak dapat diubah oleh pengaruh alam sekitar atau pendidikan itulah kepribadian manusia.Potensi-pptensi hereditas itulah pribadi seseorang, bukan hasil pendidikan. Tanpa potensi-potensihereditas yang baik, seseorang tidak mungkin mencapai taraf yang dikehendaki, meskipun dididik denganmaksimal. Seorang anak yang potensi hereditasnya rendah, akan tetap rendah, meskipun sudah dewasadan telah dididik. Pendidikan tidak merebah manusia, karena potensi itu bersifat kodrati.
 
3.Teori (Hukum) Konvergensi.
Bagaimanapun kuatnya alasan kedua aliran pendangan diatas, namun keduanya kurang realistis.Suatu kenyataan, bahwa potensi hereditas yang baik saja, tanpa pengaruh lingkungan (pendidikan) yang positif tidak akan membina kepribadian yang ideal. Sebaliknya, meskipun lingkungan (pendidikan) yang poositif dan maksimal, tidak akan menghasilkan kepribadian ideal, tanpa potensi hereditas yang baik.Oleh karena itu, perkembangan pribadi sesungguhnya adalah hasil proses kerja sama kedua faktor, baik internal (potensi hereditas) maupun faktor eksternal (lingkungan, pendidikan). Tiap pribadi adalah hasil proses convergensi faktor-faktor internal dan eksternal. Teori ini dikemukakan oleh William Stern (1871-1938) dan dikenal sebagai teori Convergensi.Filsafat adalah menentapkan ide-ide dan idealisme, dan pendidikan merupakan usaha merealisasiide-ide itu menjadi kenyataan, tindakan, tingkah laku, bahkan membina kepribadian.Filsafat pendidikan adalah menyelidiki perbandingan pengaruh-pengaruh (i) dari filsafat-filsafatyang bersaingan di dalam proses kehidupan dan (ii) dari kemungkinan proses-proses pendidikan dan pembinaan watak keduanya mengusahakan menemukan pengelolaan pendidikan yang dikehendaki untuk membina watak yang paling konstruktif bagi kaum muda dan tua.Brubacher menulis tentang fungsi filsafat pendidikan secara terperinci, dan pokok pikirannyadapat diikhtisarkan sebagai berikut :Bahwa fungsi filsafat pendidikan tersimpul dalam fungsi-fungsi sebagai berikut :
1.Fungsi Spekulatif.
Filsafat pendidikan berusaha mengerti keseluruhan persoalan pendidikan dan mencobamerumuskannya dalam satu gambaran pokok sebagai pelengkap bagi data-data yang telah ada dari segiilmiah. Filsafat pendidikan berusaha mengerti keseluruhan persoalan pendidikan dan antar hubungannyadengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pendidikan.
2.Fungsi Normatif.
Sebagai penentu arah, pedoman untuk apa pendidikan itu. Asas ini tersimpul dalam tujuan pendidikan, jenis masyarakat apa yang ideal yang akan dibina. Khususnya norma moral yang bagaimanasebaiknya yang manusia cita-citakan. Bagaimana filsafat pendidikan memberikan norma dan pertimbangan bagi kenyataan-kenyataan normatif dan kenyataan-kenyataan ilmiah, yang pada akhirnyamembentuk kebudayaan.

Activity (76)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
adambitor1713 liked this
Ayodya Riswanty liked this
Nofy Ongko liked this
Nisa Qairun added this note
mana pengertiannya....jdi bingung...!!!
Yosherlina Alvy liked this
Ieraa Wati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->