Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
34Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Komunikasi Politik Dan Marketing Politik

Komunikasi Politik Dan Marketing Politik

Ratings: (0)|Views: 1,965 |Likes:
Published by RobbyMilana

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: RobbyMilana on Jun 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

 
Robby Milana
Komunikasi Politik dan Marketing Politik
A. Komunikasi politik 1. PengertianSecara sederhana, komunikasi politik (
 political communication
) adalah komunikasiyang melibatkan pesan-pesan politik dan aktor-aktor politik, atau berkaitan dengankekuasaan, pemerintahan, dan kebijakan pemerintah. Dengan pengertian ini, sebagai sebuahilmu terapan, komunikasi politik bukanlah hal yang baru. Komunikasi politik juga bisadipahami sebagai komunikasi antara “yang memerintah” dan “yang diperintah”.Mengkomunikasikan politik tanpa aksi politik yang kongkret sebenarnya telahdilakukan oleh siapa saja, mulai dari tokoh partai, dosen, mahasiswa, hingga tukang ojek danpenjaga warung di kaki lima. Tidak heran jika ada yang menjuluki komunikasi politik sebagaisekedar
neologisme
, yakni ilmu yang sebenarnya tidak lebih dari istilah belaka.Dalam praktiknya, komunikasi politik sangat kental dalam kehidupan sehari-hari.Tidak satu pun manusia yang tidak berkomunikasi, dan kadang-kadang sudah terjebak dalamanalisis dan kajian komunikasi politik. Berbagai penilaian dan analisis orang awamberkomentar soal kenaikan harga BBM, merupakan contoh kecenderungan komunikasipolitik.Menurut Gabriel Almond, komunikasi politik adalah salah satu fungsi yang selalu adadalam setiap sistem politik. “
 All of the functions performed in the political system, politicalsocialization and recruitment, interest articulation, interest aggregation, rule making, ruleapplication, and rule adjudication,are performed by means of communication
.”
1
 Menurut Dan Nimmo,
Political communication is communication (activity)considered political by virtue of its consequences (actual or potential) which regulate humanconduct under the condition of conflict 
.
2
 Sementara Jack Plano mendefinisikan komunikasi politik sebagai penyebaran aksi,makna, atau pesan yang bersangkutan dengan fungsi suatu sistem politik, melibatkan unsur-unsur komunikasi seperti komunikator, pesan, dan lainnya. Kebanyakan komunikasi politik merupakan lapangan wewenang lembaga-lembaga khusus, seperti media massa, badan
1
http://jurnalistikuinsgd.wordpress.com/2007/05/04
2
 
Ibid 
.
 
Robby Milana
informasi pemerintah, atau parpol. Namun demikian, komunikasi politik dapat ditemukandalam setiap lingkungan sosial, mulai dari lingkup dua orang hingga ruang kantor parlemen.
3
 Komunikasi Politik adalah suatu proses pengoperasian lambang atau simbolkomunikasi yang berisi pesan politik dari seseorang atau kelompok kepada orang lain dengantujuan untuk membuka wawasan atau cara berpikir, serta memengaruhi sikap dan tingkahlaku khalayak yg menjadi target politik.
4
 Dari definisi-definisi di atas, komunikasi politik merupakan proses penyampaianpesan-pesan dan penyebaran tindakan yang dilakukan komunikator yang memiliki makna.Hal ini berarti bahwa fungsi komunikasi politik terdapat secara inherent di dalam setiapfungsi sistem politik.Dalam praktiknya, komunikasi politik memiliki bentuk-bentuk yang lebih konkretdalam retorika politik, agitasi, propaganda politik, kampanye politik, pembentukan opinipublik, lobby politik, dan lain sebagainya. Dari berbagai kegiatan tersebut, maka perankomunikator politik menjadi unsur yang penting dalam komunikasi politik.Komunikator politik penting dalam memainkan peran sosialnya, terutama dalamproses pembentukan opini publik. Komunikator politik juga sangat berperan dalammenempatkan posisi sebagai aktor simbolik. Dan Nimmo (1989) mengklasifikasikan tigakomunikator utama dalam politik, yakni politikus, professional, dan aktivis.
5
 a. PolitikusPolitikus adalah orang yang bercita-cita untuk dan atau memegang jabatan pemerintah,tidak peduli apakah mereka dipilih, ditunjuk, atau pejabat karier, dan tidak mengindahkanapakah jabatan itu eksekutif, legislatif, atau yudukatif. Daniel Katz (dalam Nimmo, 1989)membedakan politikus ke dalam dua hal yang berbeda berkenaan dengan sumberkejuangan kepentingan politikus pada proses politik, yaitu politikus ideolog (negarawan)serta politikus partisan.
6
 1.
Politikus ideolog
adalah orang-orang yang dalam proses politik lebihmemperjuangkan kepentingan bersama/publik. Mereka tidak begitu terpusatperhatiannya kepada mendesakkan tuntutan seorang langganan atau kelompoknya.
3
 
Ibid 
.
4
Aminah Swarnawati, “Komunikasi Politik,” Diktat mata kuliah Komunikasi Politik MIKOM UMJ, 23Mei 2010.
5
http://adiprakosa.blogspot.com/2008/03/komunikator-politik-3.html
6
 
Ibid 
.
 
Robby Milana
Mereka lebih menyibukkan dirinya untuk menetapkan tujuan kebijakan yang lebihluas, mengusahkan reformasi, bahkan mendukung perubahan revolusioner-jika halini mendatangkan kebaikan lebih bagi bangsa dan negara.2.
Politikus partisan
adalah orang-orang yang dalam proses politik lebihmemperjuangan kepentingan seorang langganan atau kelompoknya.Dengan demikian, politikus utama yang bertindak sebagai komunikator politik yangmenentukan dalam pemerintah Indonesia adalah: para pejabat eksekutif (presiden,menteri, gubernur, dsb.); para pejabat eksekutif (ketua MPR, Ketua DPR/DPD, KetuaFraksi, Anggota DPR/DPD, dsb.); para pejabat yudikatif (Ketua/anggota MahkamahAgung, Ketua/anggota Mahkamah Konstitusi, Jaksa Agung, jaksa, dsb.).b. ProfesionalProfesional adalah orang-orang yang mencari nafkah dengan berkomunikasi secaraprofesional, karena keahliannya berkomunikasi. Komunikator profesional adalah peranansosial yang relatif baru, suatu hasil sampingan dari revolusi komunikasi yang sedikitnyamempunyai dua dimensi utama: munculnya media massa dan perkembangan mediakhusus (seperti majalah untuk khalayak khusus, stasiun radio, dan lain-lain) yangmenciptakan publik baru untuk menjadi konsumen informasi dan hiburan. Baik mediamassa maupun media khusus mengandalkan pembentukan dan pengelolaan lambang-lambang dan khalayak khusus. Di sini masuklah komunikator profesional ”yangmengendalikan keterampilan yang khas dalam mengolah simbol-simbol dan yangmemanfaatkan keterampilan ini untuk menempa mata rantai yang menghubungkan orang-orang yang jelas perbedaannya atau kelompo-kelompok yang dibedakan”. James Carey(dalam Nimmo, 1989) mengatakan bahwa komunikator profesional adalah makelarsimbol, orang yang menerjemahkan sikap, pengetahuan, dan minat suatu komunitasbahasa ke dalam istilah-istilah komunitas bahasa yang lain ang berbeda tetapi menarik dandapat dimengerti. Komunikator profesional beroperasi (menjalankan kegiatannya) dibawah desakan atau tuntutan yang, di satu pihak, dibebabnkan oleh khalayak akhir dan, dilain pihak , oleh sumber asal. Seperti politikus yang dapat dibedakan politikus ideolog dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->