Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
edisi 373

edisi 373

Ratings: (0)|Views: 1,316 |Likes:
Published by harybuana

More info:

Published by: harybuana on Jun 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2012

pdf

text

original

 
HARGA ECERAN Rp2.500,- LUAR JAWA + Ongkos Kirim
Tepat & Perlu
Media KMedia KMedia KMedia KMedia Komomomomomunikasi Masyunikasi Masyunikasi Masyunikasi Masyunikasi MasyaaaaaakaakaakaakaakatttttTTTTTanspar anspar anspar anspar anspar ananananan
Selengkapnya baca Halaman 3
Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010
Simak Halaman Khusus
PURWASUKA
Satu Halaman Untuk Purwakarta - Subang dan Karawang
Halaman 5
 d  i   h   a l   4  
Bukan itu saja, heboh video mesumini juga dikhawatirkan memilikidampak luas terhadap moralgenerasi muda. Sebabbagaimanapun, pemeran videoporno ini--bila hasil pemeriksaanpolisi memang asli—adalah tokohpujaan idola kaum muda negeri ini. Tak heran, pihak yang palingmerasa khawatir atas maraknyavideo syur mirip selebritis inidikemukakan Sekjen KomnasPerlindungan Anak (KPA) AristMerdeka Sirait. Arist meminta Ariel,Luna Maya, dan Cut Tari mintamaaf kepada bangsa Indonesiaapabila nanti terbukti video yangberedar luas di masyarakat terbuktimereka. Ia juga menekankan Ariel,Luna, dan Cut Tari harus keluardari dunia artis.“Kalau memang orang dalamvideo itu mereka, cepat-cepatlahminta maaf. Kalaupun tidak benar, ya bilang saja tidak benar,” katanya.Selain meminta maaf, Ariel,Luna, dan Tari juga diharapkan bisamengatakan kepada fans-nya agartidak meniru perilaku yang ada didalam video. “Mereka kan publikfigur, dengan bilang ‘jangan ditiru’ diharapkan itu bisa meredam inisemua,” kata Arist.Arist mengatakan, peredaran
Maraknya Adegan SyurSelebritis Meresahkan
Maraknya beredar videoporno mesum miripAriel, Luna Maya, danCut Tari di dunia mayamenimbulkankeprihatinan banyak kalangan. Terbukti, sejak video mesum ini hebohdi masyarakat, 200.000lebih gambar-gambartidak senonoh itu telahdiunduh orang.
pornografi di lingkungan anak-anaksaat ini sudah sangat tinggi. Apalagidengan adanya video porno miripidola para remaja ini. “Ariel danLuna itu kan idola, bayangkankalau idolanya melakukandemikian. Bisa ditiru itu samaanak-anak,” kata Aris.Maraknya peredaran video pornoakhir-akhir ini juga ditanggapiserius anggota DPR RI dari FraksiPDIP Eva Kusuma Sundari. MenurutEva, dalam kasus maraknyaperedaran video porno terlihat jelaspemerintah telah gagal melindungiharkat dan martabat manusia dan wilayah pribadi yang menjadi ranahpublik dengan menyebar luasnyavideo porno, dan ini dikhawatirkanberdampak buruk hubungan sosialdi masyarakat.“Saya menyalahkan Negara yangtidak mengeluarkan sejak dinimemblokir sumber atau situs yangmengeluarkan tayangan videoporno yang mirip selebritis papanatasnya,” kata Eva.Karenanya, proses hukum harussegera dilakukan untukmengungkap fakta sesungguhnyadan meminta polisi membekukotak penyebar video porno yangsudah menyebar secara nasionalbahkan internasional.Eva juga berharap pemerintahharus optimal mereduksi dampakmenyebarluasnya gambar videoporno khususnya kepada anak-anak yang belum dewasa agar tidakberakibat buruk bagiperkembangan moral, pikiran. Dan yang paling dikhawatirkan adalahmerusak kejiwaan mereka.Sementara itu, Meneg Infokom Ir Tifatul Sembiring yang dihubungi
Medikom
terkait beredarnya videoporno mirip artis papan atas iniberharap aparat kepolisian segeramemproses secara hukumterutama untuk membuktikanapakah video itu asli atau rekayasa.Meski begitu, menurut Tifatul, otakpenyebaran video porno ini harussegara dibekuk. Tifatul juga menyayangkan apa yang terjadi semestinya adalahdalam lingkup rahasia pribadikaum dewasa. Dan semestinyatidak disebarluaskan. Karenabagaimanapun hal itu sangatsensitif dan dilarang untukmemasuki ranah publik.Dan para pelaku dapatdikenakan Undang-UndangPornografi KUHP dan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.Di samping itu, menurut mantanPresiden Partai PKS ini, sangatmenyayangkan kalau artis dalam
Ke Halaman 11
CIANJUR,
 Medik om
-
Programnasional dalam pendataanpenduduk yang lebih dikenaldengan sebutan sensuspenduduk dilakukan olehBadan Pusat Statistik (BPS).Pendataan pun dilakukan diseluruh wilayah republik ini, takterkecuali di Kabupaten Cianjur Jawa Barat.Namun sangat ironis yangterjadi di Cianjur, selainmenghitung jumlah pendudukdalam program sensus, KantorBPS Cianjur juga dijadikanajang penghitungan keuntu-ngan materi dalam programnasional ini. Kantor BPS Cianjuribarat menggunakan peribahasa“satu kali mendayung dua tigapulau terlewati”. Diduga KantorBPS Cianjur mengeluarkanproduk (baca “proyek”) terbaruberupa pembuatan jaket berlogo
Jaket Sensus BerlabelBPS Cianjur SehargaRp100.000
‘BPS Cianjur’ yang dijual kepadapara petugas sensus yang adaKabupaten Cianjur.Lumayan juga angkanya. Sebabsaat berlangsungnya pendataan,petugas sensus yang adaberdasarkan data dari BPS,berjumlah 4.000 orang. Masing-masing petugas, sebagaimanadiungkapkan salah seorang petugaspendata BPS yang tidak maumenyebutkan jati dirinya, kepada
Medikom
, diwajibkan mengambil jaket dengan cara pembayarandipotong dari honornya. Besarnyapemotongan sebesar Rp100.000,sama dengan harga satu potong jaket tersebut. “Selain pemotongansejumlah harga jaket sebesarRp100.000, masih ada pemotongansebesar Rp20.000 yang tidak jelasperuntukannya,” jelas petugas
Ke Halaman 11
 TANGERANG KOTA,
 Medik om
-Pasca-keluarnya pengumumanhasil tender pengadaan asuransikesehatan DPRD Kota Tange-rang yang dimenangkanperusahaan PT Asuransi JasaIndonesia, muncul berbagaikeberatan dan protes. Di anta-ranya karena Jasindo dianggapperusahaan yang belum berpe-ngalaman dalam menanganiasuransi kesehatan. Selain itudipersoalkan juga cara panitiatender yang pada akhirnyamengumumkan PT Jasindosebagai pemenang.“Harga penawaranperusahaan kami lebih rendah,di mana sesuai Keppres 80/2003, harga terendah yang lebihdahulu diberi kesempatanuntuk mengerjakan suatukegiatan bila perusahaantersebut mampu dan sejalandengan prinsip pengadaanbarang dan jasa yang efesien,adil dan akuntabel,” kata RobertSitompul SE, salah satuperwakilan dari peserta tender
Setwan Kota TangerangDiduga Melakukan KKN
lainnya.“Bila PT Asuransi jasa Indonesiatetap dimenangkan juga olehBapak/panitia, patut diduga dandisinyalir bahwa panitia telahmelakukan persekongkolan atauKKN, baca Keppres 80/2003 Pasal27,” katanya, seraya menambahkanakibat perbuatan panitia tersebutnegara berpontensi mengalamikerugian dari selisih penawaranantara perusahaan tersebut.Namun, Sekwan Kota TangerangDrs H Emed Mashuri MMmenyanggah penilaian tersebut.Dikatakan, sesuai dokumenpenawaran yang diterima pihakpanitia, PT Asuransi Jasa Indonesia(Persero) adalah perusahaan yangbergerak di bidang asuransikesehatan dan telah memenuhisyarat administrasi maupun datateknis sebagai calon pemenang.Sedangkan mengenaimekanisme di panitia dikatakanbahwa proses evaluasi datapelelangan sebagaimana tercantum
Ke Halaman 11
SUBANG,
 Medik om
 –Isu tentangpejabat teras Pemkab Subangdilaporkan atlet Seagames cabangbalap sepeda, Ferinanto ke MapolresSubang, terkait dugaan selingkuhdengan istrinya, ternyata tidakterbukti.Kepada
Medikom
, Sabtu (12/6)di Rumah Makan Purnama, Ferimengatakan, jika ia tidak pernahmelaporkan pejabat tersebut.Karena, tambah Feri, apa yangterjadi adalah kesalah pahamandan ada pada lingkup persoalankeluarga. Kehadiran pejabat terasPemkab Subang tersebut beradapada tempat yang salah, ketikakonflik rumah tangga dirinya terjadi.“Sebenarnya, kehadiran pejabattersebut, berhubungan denganorang tua pihak istri, berkait denganusaha keluarga, bila diisukanadanya ketegangan antara saya danpejabat tersebut, memang terjadi,namun persoalan itu sudah adakata sepakat untuk salingmemaafkan,” ungkap Feri.Menyangkut tudingan adanyaperselingkuhan antara istrinyadengan pejabat tersebut, secarategas Feri membantah, jika dirinyatidak pernah memberikan ketera-ngan kepada wartawan, bahwatelah terjadi perselingkuhan antarapihak istrinya dengan pejabat yangdiisukan. Ia hanya melihat ketikaia pulang, istrinya, Ani Nur Eka Sarisedang bertiga di teras rumahdengan orang yang semula tidakdikenalnya. Hingga terjadi pecek-cokan antara Feri dengan istrinya.Disulut emosi, dia sempat me-nampar istrinya. Pada kala itulah,orang yang kemudian ternyata
Pejabat Dilaporkanke Polisi Hanya Isu
pejabat teras Pemkab Subangtersebut melerai pertengkaran. Halitulah yang diasumsikan olehmasyarakat seolah-olah yangbertengkar tersebut adalah dirinyadengan pejabat.“Sebenarnya rumah tangga sayaberjalan biasa saja, tapi saya merasaheran mengapa tiba-tiba istri sayamengatakan, bahwa rumah tanggakami sudah cerai, inilah yangmemicu saya jadi emosional kalaitu,” jelas Feri.Feri juga menyayangkan insidenitu terjadi, yang akhirnya menyebarkarena ditunggangi oleh kepen-tingan-kepentingan pihak lain.Padahal, apa yang terjadi, adalahsebuah insiden tanpa perencanaan, yang bersifat emosional sesaat.“Dan saya dengan pejabat yangbersangkutan sudah salingmemaafkan, dan saya menyadariini sebuah kealfaan,” tambah Feri.Sementara Kasat Intel PolresSubang, Asep Hamim menyatakan,sampai kemarin Polres Subang be-lum menerima pengaduan dari pi-hak pelapor yang bernama Feri-nanto, atlet seagames cabor sepeda. Jika ada media yang memberitakansudah terjadi pelaporan, menurutKasat Intel, secara fakta hukumbelum ada. “Mungkin saja, Kapolresmemberikan keterangan karenadidesak wartawan, jawabanKapolres pun, secara resmi belummenerima pelaporan. Artinya, apa yang diisukan adanya pejabat yangdilaporkan kepada kepolisian,sampai saat ini, Polres Subangbelum menerima,” tegas Asep.Isu dilaporkannya pejabat terasSubang terkait isu perselingkuhan,menjadi bola liar, berbagai pendapatbaik itu pro dan kontra terjadi dimasyarakat. Namun menurutpengacara Edi Sapran SH, dalampersoalan hukum, masyarakatharus tunduk pada standar hukum.Dalam peristiwa yang menyangkutFeri, pihak kepolisian belummenerima pelaporan secara resmi,maknanya belum terjadi tindakpidana. “Semua orang harusmenghormati asas praduga tidakbersalah. Apalagi terkait denganpejabat teras, jangan sempat isudigulirkan justru menimbulkan
character assassination
(pembu-nuhan karakter-red). Ini bukan lagipersoalan hukum, tapi sudah me-lenceng ke mana-mana,” ujar Edi.Sementara, dari perspektif politik,Enjang Beno Sobarna, bisamemaklumi isu dilaporkannyapejabat terkait perselingkuhan,menyebar bak bola liar, terkaitberbagai persoalan kepemimpinanpemerintahan di KabupatenSubang. Tapi, tambah Beno, wacana politik yang bersifat blackcampaign ini, semestinya tidak perludiperluas, karena masyarakat harusdididik kualitas kecerdasannyadalam pendekatan fakta- fakta.“Apalagi, faktanya, tuduhanperselingkuhan itu sebenarnyatidak ada. Pada sisi lain, masyarakat juga harus memiliki filter dalammenyaring informasi- informasi yang bersifat fakta, atau isu, agarbangunan kesadaran melihatpersoalan-persoalan penyeleng-garaan pemerintah, semakin baik.Rakyat, harus diberi kecerdasan me-milah- milah mana isu politik, danmana hukum,” tambah Beno. (***)
 TASIKMALAYA,
 Medik om
 –Ribuan warga belajar peserta pembe-rantasan buta huruf yang tersebardi berbagai kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya kelompok yang ditangani Dewan MesjidIndonesia (DMI) belum melak-sanakan kegiatan. Karena, sampaipertengahan bulan Juli, dana ban-tuan Gubernur masih terhambat dikas pemerintah daerah setempat.Dikhawatirkan, terhambatnyapencairan dana ini mengakibatkanpelaksanaan program pemberan-tasan buta aksara yang dicanang-kan harus tuntas tahun 2010 tidakmemenuhi target. Berdasarkanhasil informasi yang dikumpulkan
Medikom
, terhambatnya pencairandana kegiatan pemberantasan butaaksara di Kabupaten Tasikmalaya
Dana Terlambat Cair
Pelaksanaan Pemberantasan Buta Aksara Terhambat
ini karena adanya kebijakan yangtidak sejalan dengan pengelola DMI.Berdasarkan ketentuan, bahwa warga belajar kelompok DMIpenanganan serta dananya dikelolaoleh pengurus wilayah Jawa Barat.Sementara dinas pendidikanmenginginkan dana langsungdiserahkan kepada kelompok-kelompok. Tidak adanya titik temu antaradinas pendidikan dan DMI inilah yang membuat pelaksanaankegiatan program pemberantasanbuta huruf terkatung-katung yangsampai pertengahan tahun belum juga dilaksanakan. Padahal,berdasarkan data yang ada diKabupaten Tasikmalaya ada 676kelompok yang ditangani pihakdisdik Kabupaten Tasikmalaya.Sementara 400 kelompok ditanganipihak DMI.Bila jumlah kelompk DMIdikalikan 10 orang per kelompok,maka ada 4.000 warga belajarpeserta program pemberantasanbuta aksara yang belum tergarap.Kabid PNFI Dinas PendidikanKabupaten Tasikmalaya Roni A KS yang dihubungi
Medikom
mengakuiadanya keterlambatan pencairandana bagi warga belajar programpemberantasan buta huruf yangditangani oleh DMI. Namun Ronimembantah keterlambatan itukarena kebijakan dinas pendidikan.Menurut Roni, berdasarkanaturan dana bantuan gubernurmasuk kepada kas daerah. DanDinas Keuangan Kabupaten Tasikmalaya merekomendasikanagar pencairan langsung kepadarekening kelompok. Masalah inilahmenurut Roni yang belum ada titiktemu antara dinas keuangan, dinaspendidikan dan DMI.“Persoalan ini bukan kebijakandisdik. Tetapi atas rekomendasidinas keuangan Kabupaten Tasikmalaya. Dan kita telah limakali melakukan musyawarah ataurapat dan sampai kini memangbelum ada titik terangnya,”katanya.Sebenarnya menurut Roni sudahada solusi yang dilakukan dari hasilrapat terakhir yaitu ada dua opsi yang harus dilakukan. Pertama,dana dicairkan tetapi langsungditransfer ke kelompok. Opsi kedua,dana dapat dicairkan denganketentuan pihak DMI membuatpernyataan kelompok-kelompok yang ditanganinya sertamelampirkan adanyarekomendasi dari BiroKeuangan Provinsi Jawa Barat.Menjawab pertanyaan bahwapartisipasi keterlibatan DMI adaruang yang diberikan Inpres No5 Tahun 2006 menyangkutpartisipasi ormas dan LSMdalam wajar dikdas danpemberantasan buta aksara,Roni tidak membantah. DanRoni juga mengakui bahwapartisipasi DMI dalam mengelolakelompok warga belajar programpemberantasan buta aksaramerupakan kerja samapengurus DMI Wilayah Jawa
Ke Halaman 11
GARUT,
 Medik om
 –Pembangunanrumah sakit umum tipe C diPameungpeuk, Garut selatanhingga kini belum juga rampung.Padahal, rumah sakit yang mulaidibangun pada tahun 2006 silamtersebut, sudah menghabiskanbiaya miliaran rupiah. Kondisibangunannya saat ini, terlihatkumuh dengan kondisi dindingtembok rusak, sebagian kaca pecahserta halamannya penuh denganrerumputan dan serakan sampah.Hal itu, mencerminkan bangunantersebut tak terawat dan dibiarkanbegitu saja.Sekretaris Kantor KecamatanPameungpeuk Rakhmat Efendiketika ditemui di ruang kerjanyamengatakan, pembangunan
RSUD di Garut Selatan HinggaKini Belum Beroperasi
rumah sakit yang lokasinya beradadi Kampung Wanikari DesaSirnabakti Kecamatan Pameung-peuk merupakan satu-satunyarumah sakit di kawasan Garutselatan yang mencakup beberapakecamatan seperti KecamatanPameungpeuk, Cisompet, Cikelet,Cibalong, Caringin, dan Mekar-mukti. “Apabila Rumah SakitPameungpeuk sudah beroperasi,setidaknya 300.000 jiwa akanterlayani kesehatannya dan sayaheran kenapa sampai saat ini belum juga beroperasi, padahal pem-bangunan rumah sakit itu sudahdilakukan sejak tahun 2006 dengananggaran yang dikeluar-kan mencapai Rp48 miliar dariAPBN,” tukasnya.Ditambahkan Rakhmat, ke-beradaan Rumah Sakit Pa-meungpeuk sangat diharapkan warga Garut selatan. “Saat inimasyarakat yang berada diGarut selatan apabila sakithanya berobat di puskesmasterdekat. Kalau sakitnya tidakparah sih enggak apa-apa, akantetapi bila penyakitnya parahdan membutuhkan perawatanefektif, tentunya perlu dirawatdi rumah sakit sedangkanperjalanan dari Garut selatan kerumah sakit yang ada di Garutsaja perlu berjam-jam dan jaraknya lebih dari 80 kilometer,”paparnya.
Ke Halaman 11
Cabuli Tiga Anak Gadis Tetangga,Oknum Guru Ngaji Diciduk 
Bantuan PembangunanDesa Agar SegeraDirealisasikan
MAJALENGKA,
 Medik om
 – 
Parade Nusantara datangi gedung DPRDKabupaten Majalengka, Kamis (10/6). Mereka yang diterima olehKomisi A DPRD Majalengka, meminta pemerintah memberlakukanPeraturan Daerah No 14 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Desa,serta meminta dewan ikut mendorong RUU Pemerintahan Desasegera disahkan.Menurut beberapa kuwu dan masyarakat yang tergabung dalamParade Nusantara, pemberlakuan peraturan daerah seharusnyasudah dimulai sejak tiga tahun lalu, atau sejak disahkannya perdatersebut. Namun nyatanya hingga beberapa kali kuwu menuntut,pemerintah tetap tidak mentepati aturan tersebut.“Yang kami tuntut dari perda tersebut terutama pasal 26 tentangtunjangan untuk aparat desa,” ungkap salah seorang kuwu.Alasannya, lebih dari setengah jumlah desa di Majalengka, aparatdesanya tidak memiliki bengkok sehingga mereka tidak memilikipenghasilan terutama kuwu-kuwu yang berada di wilayah selatan.Sehingga tunjangan perangkat desa diperlukan guna menunjangkinerja kuwu dan aparat desa lainnya.“Kalau jumlah desa di Majalengka mencapai lebih dari 320, yangmemiliki bengkok dengan layak di bawah seratusan,” kata seorangkuwu.Di samping itu, mereka juga menuntut agar pemilihan kuwu didaerah dibiayai oleh pemerintah, sehingga calon kuwu ataupemerintahan di desa tidak dibebani biaya yang demikian besar.Mereka juga meminta pemerintah memberikan tunjangan purnabakti bagi jurutulis desa yang tidak diangkat menajdi PNS, karenadi antara mereka sudah ada yang mengabdi hingga belasan bahkanpuluhan tahun.
Para Kuwu KembaliTuntut Tunjangan Aparat Desa
SUMEDANG,
 Medik om
 –Petani tembakau di wilayah KabupatenSumedang, Jawa Barat, seyogianya bisa bernafas lega selama tigatahun terakhir. Paling tidak para petani tembakau di tatarSumedang Larang ini, seharusnya semakin memahami danmemiliki pengetahuan yang cukup terkait budidaya tembakausekaligus dengan ketataniagaannya.Bagaimana tidak, untuk Kabupaten Sumedang, sejak tahun2008–2009 silam, Pemerintah Pusat telah menggelontorkananggaran sekitar Rp933.297.997 yang bersumber dari Alokasi DanaBagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Secara logika, mengingat sumberdana tersebut, yang menjadi sasaran prioritas seharusnya adalahmasyarakat petani tembakau Sumedang. Namun, dari besarananggaran tersebut, diduga kuat, besaran anggaran yang menyentuhpara petani tembakau di daerah ini hanyalah sebagian keciknyasaja.Dugaan tersebut, sepertinya bukan tanpa alasan, dan bukansekadar mengada-ada. Lihat saja misalnya, tahun 2008, anggaran yang diperoleh Sumedang sebesar Rp113.772.480, yang secarakeseluruhan untuk kegiatan sosialisasi saja. Sementara untuktahun 2009, sebesar Rp819.525.517 yang dialokasikan untukbeberapa kegiatan seperti pelatihan dan kajian Rp113.773.480,sosialisasi, pengawasan dan pembinaan Rp327.552.109, pelatihanpengolahan temabakau Rp150.000.000, budidaya dan pascapanenRp124.999.928 dan sosialisasi bebas rokok di dalam ruangan kantorRp103.200.000.Secara spesipik, Euis Juliantini selaku Kepala Seksi BidangSumberdaya Kesehatan pada Dinas Kesehatan Sumedang ketika
Dana Bagi Hasil CukaiTembakau DidugaBermasalah
Ke Halaman 11Ke Halaman 11
 
Sisi Lain
Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010
2
Jawa Barat
GARUT,
 Med ik om
 –Thalassemiamerupakan penyakit akibat kelainandarah yang terdapat di banyak negaradi dunia. Kelainan darah tersebutditurunkan dari kedua orang tuakepada anak-anaknya sehinggathalassaemia digolongkan penyakitgenetik utama. Hingga saat ini belumada obat untuk penyakit thalas-saemia secara total. Untuk menjagastamina dan kesehatan penderitathalassaemia mayor dilakukandengan transfusi darah secarateratur, sekali dalam empat minggu.Umumnya anak-anak yang menja-lankan transfusi demikian, tumbuhsecara normal dan hidup bahagiasampai usia dua puluhan. Tetapiuntuk hidup lebih lama merekamemerlukan pengobatan lainnya.Di Kabupaten Garut, berdasarkancatatan yang ada di UTD PMI Garut,sampai dengan bulan Juni 2010, jumlah penderita thalassaemiamencapai 153 penderita. Melihatfenomena tersebut, Bupati GarutAceng H.M Fikri menilai, persoalanthalassaemia bukan hanya milik pen-
Penderita Thalassaemiadi Garut Meningkat
derita dan orang tua penderita saja,akan tetapi merupakan persoalansemua.Ia mengajak, untuk senantiasabersama-sama membantu,meringankan penderitaan anak-anak dengan berbagai macam cara,di antaranya dengan mendonorkandarah secara rutin, memberikanperhatian dan dorongan psikologiskepada penderita serta orang tua agarmereka tidak merasa sendirian.“Penyakit thalassaemia tidak bisadianggap enteng, meski tidakmenular namun penyakit tersebuthingga ini belum ada obatnya.Makanya salah satu upaya untukmenangani penyakit thlassaemia,saya mengimbau kepada masyarakatbaik orang tua maupun remajakhususnya yang akan menikah,sebelum melangsungkan pernikahandiharapkan untuk memeriksadarahnya,” tutur Bupati pada acarapelantikan Pengurus PerhimpunanOrang Tua Penderita ThalassaemiaIndonesia (POPTI) Kabupaten Garutperiode 2010-2013 di Aula DesaWanaraja, Kecamatan Wanaraja,Kabupaten Garut, Kamis (10/6).Sementara itu, setelah dilantik,pengurus POPTI Kabupaten Garutmengunjungi penderita thalassaemiadi RSU Dr Slamet, didampingi KetuaPOPTI Jabar Ny Djoyo, dan KetuaPOPTI Pusat Ruswandi, serta KetuaDewan Pembina POPTI KabupatenGarut Rani Permata Diky Candra.Dalam kesempatan tersebut,Ketua POPTI Jabar dan Ketua POPTIPusat memberikan bantuan berupauang dan peralatan penunjang bagipenderita penyakit thalassaemia.Bantuan diterima langsung olehpengurus POPTI Kabupaten Garut diruang kerja Direktur RSU Dr Slamet.Ketua I POPTI Kabupaten Garut HPipin Ramdani MM Eg menuturkan,pihaknya merasa lega karena kini diRSU Dr Slamet Garut telah tersediaruangan khusus bagi penderitapenyakit thalassaemia. Hal itumenurutnya atas perhatian dandukungan dari semua pihak yangpeduli terhadap penderita penyakitthalasaemia.
(Kus)LUBUK PAKAM,
 
 Med ik om
 –PialaAdipura kelima diraih Kota LubukPakam “Bersinar” (bersih, indah,aman dan rapi). Bupati DeliserdangDrs H Amri Tambunan menerimalangsung piala dari Presiden DR HBambang Susilo Yudhoyono padaperingatan Hari Lingkungan Hidupse Dunia, 8 Juni pekan kemarin diIstana Negara. Setibanya di LubukPakam, Rabu (9/6) siang, pialaAdipura langsung diarak kelilingkota.Sebelum diarak keliling kota, PialaAdipura yang dibawa Bupati Drs HAmri Tambunan didampingi KepalaBapedalda (Badan PengendaliDampak Lingkungan Daerah) Drs HSusmono disambut melalui acarapenyambutan di kantor bupati. Hadirpada acara itu, Wakil BupatiDeliserdang H Zainuddin Mars,unsur muspida, Wakil Ketua DPRDRuben Tarigan SE, Sekdakab Drs HAzwar MSi, Ketua TP PKK Anita Amri Tambunan, pimpinan SKPD, paracamat serta tokoh masyarakat diantaranya Ketua MUI Drs HLukmanul Hakim Siregar, Ketua
Piala Adipura Diarak Keliling Kota Lubuk Pakam
 Drs H Amri Tambunan menerima langsung piala dari Presiden DR H Bambang Susilo Yudhoyono pada peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia, 8 Juni pekan kemarin di Istana Negara.
Asosiasi Pengusaha PeduliPendidikan Sunggal Datuk SelamatFery serta petugas kebersihan.Pada kesempatan itu, bupatimengatakan rasa bangga danharunya atas keberhasilan KotaLubuk Pakam kembali mendapatkanpenghargaan tertinggi dalampengelolaan kota bersih. Diharapkandengan keberhasilan Kota LubukPakam meraih Piala Adipura, harusdimaknai dalam kehidupan secaranyata seperti budaya hidup sehat danbersih akan terus semakinbertumbuh dan berkembang ditengah-tengah masyarakatkhususnya Kota Lubuk Pakam.Apa yang telah dicapai Kota LubukPakam, berkat peran aktif seluruhlapisan masyarakat dalam mengelolakebersihan kota sehingga menda-patkan piala Adipura. Karenanya,harus terus dipertahankan, agar padatahun-tahun mendatangpenghargaan tertinggi pengelolaankota bersih tetap diperoleh KotaLubuk Pakam yang merupakanibukota Kabupaten Deliserdang.Pada kesempatan itu, Bupati jugamenyampaikan terima kasihnyakepada semua elemen masyarakatDeliserdang khususnya KotaLubuk Pakam dan seluruhpetugas kebersihan yang berperanaktif menjaga kebersihan kota.Sebagai rasa syukur diberikankemampuan dan kekuatan untukmembangun daerah ini, tentu kedepan harus meningkatkan tekaddan semangat. Pada kesempatanitu juga menyampaikansambutan Wakil Ketua DPRDRuben Tarigan SE.Di akhir acara syukuran, BupatiDeli Serdang Drs H Amri Tambunan menyerahkan PialaAdipura itu kepada Camat LubukPakam Drs Sariguna Tanjungdidampingi Danramil LubukPakam Kapten Inf Cetak Barusserta Kapolsek Lubuk Pakam AKPHasan Basri.Selanjutnya Piala Adipura itudiiarak kelililing Kota LubukPakam agar masyarakat menge-tahui kota mereka mendapatkanpenghargaan tertinggi sektorkebersihan.
(R David Sagala)MAJALENGKA,
 Medik om
-Perlindungan Pekerja Anak–Program KeluargaHarapan merupakan salah satu program pemerintah pusat dalam rangkamengurangi pekerja anak dalam usia sekolah yang berasal dari keluargasangat miskin (RTSM) dengan usia di bawah 18 tahun. PPA–PKH telahdilaksanakan dua kali, yakni akhir 2008 dan 2010 ini.“Pelaksanaan kegiatan program ini sekaligus mengurangi jumlahpekerja anak yang putus sekolah dari rumah tangga sangat miskin untukditarik kembali dan belajar seperti biasanya,” tutur Rachman Hidayat SSH MM, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan PengawasanKetenagakerjaan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi KabupatenMajalengka.Diharapkan output dari program ini ialah benar-benar berkurang pekerjadi bawah umur dan meningkat partisipasi anak untuk mengenyampendidikan sebagaimana mestinya.Untuk tahun 2010, lanjut Rachman, terdiri dari 50 kabupaten dan 13provinsi se-Indonesia yang serentak, termasuk Majalengka, mendapatkan jatah 60 siswa dari 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Lemahsugih, Banjaran,Maja, Jatiwangi, Cikijing dan Panyingkiran, selama satu bulan.Menurut Embun Sutana, Kasi Pengawasan Ketenagakerjaan,pelaksanaan tahun 2008 jumlah anak didik 30 orang, dan hampir 100%kembali mengikuti pendidikan baik formal maupun non formal sepertikejar paket B dan C. Harapannya, anak dari rumah tangga sangat miskin(RTSM) dapat mengenyam pendidikan yang sejalan dengan programpemerintah, yaitu mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bertanahair. (
 Tatang
/
 Jun
)
Program PPA-PKH diMajalengka Berjalan Lancar
 TASIKMALAYA,
 Medik om
 –Car Free Day atau hari bebas kendaraanbermotor di Kota Tasikmalaya akan dilaksanakan hari Minggu 20 Juni di Jln Oto Iskandar Dinata, mulai dari pukul 07.30 sampaidengan 14.00 WIB. Hal ini sesuai kesepakatan hasil rapat persiapanHari Lingkungan Hidup tingkat Kota Tasikmalaya, Jumat (10/6) diRuang rapat Wali Kota yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Tasikmalaya Ir H Dede Sudrajat MP.Hadir saat rapat, di antaranya dari Kantor Lingkungan Hidup,Dinas Pendidikan, Kodim, Lanud Wiriadinata, Polresta Tasikmalaya,Pol PP, kecamatan, kelurahan, DEM Unsil, HMI, BUMN, perbankan,Dinas Ciptakarya dan Kebersihan, Dinas Binamarga, danDishubkominfo.Selain menggelar Car Free Day, peringatan Hari Lingkungan Hiduptingkat Kota Tasikmalaya juga akan dilaksanakan berbagai kegiatandi antaranya Gerakan Kebersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) di tigalokasi yaitu Sungai Ciromban, Sungai Cihideung, dan SungaiCidukuh. Gerakan Kebersihan Kota di 2 lokasi yaitu sekitar MasjidAgung dan Jln HZ Mustofa mulai dari Masjid Agung sampaiPadayungan, dan Sosialisasi UU No 32/2009 tentang Perlindungandan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya yang berkaitan denganpelestarian bukit sebagai daerah resapan dan sumber mata air.Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan DPC HimpunanKeluarga Tani Indonesia (HKTI) Kota Tasikmalaya dan pihakkecamatan. Selain itu, upacara peringatan Hari Lingkungan Hiduptingkat Kota Tasikmalaya akan dilaksanakan pada hari Kamis, 17 Juni di Halaman Bale Kota Tasikmalaya.Sedangkan kegiatan yang sudah dilaksanakan, di antaranyapenanaman pohon pelindung sebanyak 1.442 bibit di 11 lokasi,bantuan teknis pembuatan sumur resapan sebanyak 6 lokasi, LembagaPendidikan dan Sosial Al Fitrah Kelurahan Panglayungan KecamatanCipedes, pembuatan sumur resapan dan lubang biopori di Balekota,Bale Wiwitan, sekolah, masyarakat, uji kualitas udara di terminalPadayungan, Pertigaan Rancabango, dan Jalan RSU, uji kualitas airdi Sungai Cihideung, Cimulu, Ciroyom, dan uji kualitas air limbah diRSUD, Nurjaya (Kulit Paseh), dan RS Jasa Kartini.
(A Cucu)
Jalan Oto Iskandar DinataBebas Kendaraan Bermotor
CIBINONG,
 
 Medik om
 –Dalam rangkamenyambut Hari Ulang Tahun ke-528 Bogor, Kementerian AgamaKabupaten Bogor mengadakanpernikahal massal bagi keluarga yangkurang mampu. Pernikahal massal yang berlangsung di halaman kantorKementerian Agama KabupatenBogor tersebut dihadiri 40 pasangan,dari masing-masing kecamatan.H Karyawan Fathurahman WakilBupati Bogor, yang ikutmenyaksikan pernikahan massaltersebut kepada wartawanmenyampaikan, acara ini bertepatandengan Hari Jadi Bogor yang ke-528. Jadi ini merupakan kado istimewa
40 Pasangan Nikah Massal Berbahagia
bagi pasangan keluarga yang kurangmampu untuk menikah, dan inisesuai dengan UU Nomor 1 Tahun1974 tentang Pernikahan.“Nikah secara sah sesuai denganUU itu perlu untuk melindungi wargadari segi hukum. Beda dengan nikahsiri yang tidak tercatat di negara dansangat merugikan pasangannyaterutama wanitanya. Kalian harusbangga sekarang karena pernikahankalian telah tercatat di negara. Dananak keturunan kalian nanti bisasekolah dengan tenang karena bisamemiliki akta kelahiran. Bedadengan anak lahir dari nikah siri,anak tersebut tidak bisa dibikini suratketerangan akta kelahiran,” ungkapWakil Bupati dari PDIP ini.Hal yang sama juga disampaikanKepala Kementerian AgamaKabupaten Bogor H Asep ZaenalAbidin. Ia menuturkan,penyelenggaraan pernikahan massalini dikhususkan bagi keluarga yangkurang mampu. Dan jumlah 40pasangan ini diambil dari masing-masing satu pasangan dari 40kecamatan yang ada di KabupatenBogor.“Acara pernikahan massal iniinsyaAllah akan kita selenggarakansetiap tahun,” imbuhnya.
(Edison)GARUT,
 Medik om
 –Para pelajar daribeberapa provinsi, Rabu (9/6)diterima Wakil Bupati Garut DikyCandra di aula Setda KabupatenGarut dalam acara pelepasan danserah terima peserta ProgramPertukaran Pemuda Antarprovinsi(PPAP). Para pelajar tersebutditempatkan di Desa Tanjung Karya,Kecamatan Samarang, Garut,daerah yang terkena banjir danlongsor pada 15 Februari lalu.Pada kesempatan tersebut, Drs HWahyu Kurnia Kabid Pemuda danOlahraga Dinas Olahraga danPemuda provinsi Jawa Barat menga-takan, program pertukaran pemudaantarprovinsi secara rutin di seleng-garakan setiap tahun. Tujuannya,untuk memberikan kontribusi positif tehadap pembangunan bidangkepemudaan khususnya di JawaBarat. Kegiatan ini juga merupakan wahana untuk meningkatkanintensitas interaksi antarbudaya
Garut Terima Peserta ProgramPertukaran Pemuda Antarprovinsi
masing-masing daerah sehinggapemuda menjadi terbiasa dengansituasi dan kondisi yang berbeda.“Kami berharap dengan kegiatanini pemuda lebih mandiri, memilikiprestasi di segala bidang, baik sosial,budaya, ekonomi, teknologi maupunolahraga. Mudah-mudahan dapatmeningkatkan koordinasi antarin-stansi di tingkat nasional dan daerahuntuk mengembangkan sistem pe-rencanaan, pelaksanaan dan pengen-dalian pembangunan kepemudaan,serta dikembangkannya sisteminformasi manajemen kepemudaandan meningkatkan programkewirausahaan juga kecakapanhidup pemuda,” tuturnya.Wakil Bupati Garut Diky Candramenuturkan, dengan adanya pro-gram pertukaran pemuda antar-provinsi mampu menggerakkan danmemberdayakan potensi masyarakatsekitar khususnya pemuda melaluikegiatan pendidikan, kesehatan,penghijauan, dan pelestarianlingkungan hidup, pariwisata, senibudaya dan kewirausahaan jugaberpartisifasi secara lebih efektif dalam pembangunan masyarakatpedesaan. “Pemkab Garut saat initelah melakukan pemulihan danperbaikan pascabanjir lumpur yangtelah menyebabkan berbagaikerusakan infrastruktur, mulai dariinfrastruktur pendidikan, kesehatan,maupun fasilitas umum lainnya,”terangnya.Ia menegasakan, program ini dapatmenjadi elemen penting dalammeningkatkan kerja samaantarprovinsi khususnya di bidangpemuda dan tentunya memperkokohkerja sama antarprovinsi apabiladitopang oleh tingginya intensitashubungan masyarakat.Dalam kegiatan tersebut hadirKepala Dinas Pendidikan KabupatenGarut Drs H Komar M MPd sertatamu undangan lainnya.
(Yudi K)
Kepada Yth.Pimpinan Redaksi Mingguan
Medikom
 Jln. Pratista Utara II No. 12 AntapanidiBandungPerihal: Keberatan atas Isi Berita Minggua
Medikom
Memperhatikan dan mencermati isi berita Mingguan
Medikom
edisi371 Tahun VII 31 Mei s.d. 6 Juni 2010 dengan judul Yance BerniatMundur dari Ketua Golkar Jabar (Ogah Cabut SK Neneng HasanahYasin) sebagaimana terlampir. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, saya:Nama: drg. H. TONNY APRILIANI, M.ScNPAG: 10140002021 Jabatan: Wakil Ketua Bidang OrganisasiDPD Partai Golkar Provinsi Jawa Baratmenyatakan keberatan atas isi pemberitaan Mingguan
Medikom
dimaksud, dikarenakan saya merasa tidak pernah diwawancarai ataudimintai keterangan perihal sebagaimana tercantum dalam beritatersebut dan saya mengharapkan agar Pimpinan Redaksi Mingguan
Medikom
mengklarifikasi kebenaran pemberitaan tersebut ke DPPPartai Golkar dan DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.Demikian untuk menjadi perhatian, atas bantuannya kamiucapkan terima kasih.Bandung, 5 Juni 2010Wakil Ketua Bidang OrganisasiDPD Partai Golkar Provinsi Jawa Baratdrg. H. TONNY APRILIANI, M.ScNPAG. 10140002021
Catatan Redaksi:Wartawan k am i m ewawancarai drg. H. Tonny Apriliani, M.Scmelalui telepon selular dengan nomor 0811232XXX pada tanggal 28 Mei 2010 pukul 14.50 WIB.
TANGGAPAN
 TASIKMALAYA,
 
 Med ik om
 – Perombakan Kabinet Bupati Tasikmalaya sudah kembali terjadidi tahun 2010 ini. Menurutcatatan
Medikom
, selama tahunini sudah berlangsung dua kalisejak bulan Maret sampai bulan Juni. Pada pelantikan pejabatstruktural eselon II, III, dan IV yangberlangsung hari Jumat (11/6)tercatat sebanyak 92 pejabat. Terdiri dari pejabat eselon IIsebanyak 8 orang, pejabat eselonIII sebanyak 32 orang, dan pejabateselon IV sebanyak 52 orang.Setelah mengambil sumpah dan janji pejabat eselon II, III, dan IV,Bupati Tasikmalaya Drs H TatangFarhanul Hakim MPdmengatakan, para pejabat yanghari ini dilantik khususnya yangmendapat promosi jabatandiharapkan menjaga kepercayaanuntuk bertugas. Buatlahkebijakan-kebijakan yang dapatdirasakan oleh masyarakatbanyak.Dalam kesempatan itu, Bupatimenyingung tahun anggaran 2010saat ia menjabat Bupati di tahun yang kesembilan, sebagai tahun yang sangat devisit anggaran.“Makanya kami padapenyusunan tahun anggaranperubahan 2010 mengusulkanbanyak yang dipangkas. Itu salahsatu upaya menekan devisitanggaran yang perlu dicarisolusinya,” tuturnya.Menurut Bupati, sesuairencana, bulan Agustus pusat
Bupati Tasikmalaya Lantik 92 Pejabat Struktural
pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya akan pindah ke lokasibaru di wilayah Singaparna. Untukitu, perlu didukung oleh semua dinasintansi agar segera membangungedung kantor dinas di wilayah ibukota kabupaten.Bagi dinas yang belummembangun kantornya, Tatangmengimbau supaya cepat terwujuduntuk meminta bantuan dana kepemerintah pusat, karena kalaumengandalkan dana dari APBDsangat kecil. Bupati juga memintakepada Kepala Dinas PendapatanPengelolaan Keuangan dan AsetDaerah agar berani segera menjualaset milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang dapat menunjangkelancaran pembangunan pusatpemerintahan kabupaten.Para pejabat eselon II yang dilantik Jumat (11/6) sebanyak 8 orang, yakniDrs H Munawar MM menjabat KadisSosial Kependudukan dan TenagaKerja, Drs H Adang Karyaman, KepalaDinas Perhubungan, H Idi SupriadiHidayat SH MSi, Kepala Dinas TataRuang dan Permukiman, Drs HYusup Yustisiawandana MM, KadisPendapatan Pengelolaan Keuangandan Aset Daerah, H I Sutiaman SSosMM, Kepala Staf Ahli BidangPembangunan, H Harmaen Muchyidan staf Ahli Bupati BidangPemerintahan H Cece SM SPd.Sementara yang mendapatpromosi jabatan di eselon III, HMaman Suherman SAg MPmendapat jabatan Camat Cibalong,sebelumnya Sekretaris CamatManonjaya dan untuk jabatan eselonIV yang mendapat promosi jabatandi lingkungan Setwilda Kabupaten Tasikmalaya Wawan SSos menjabatKepala SUB Bagian Perlengkapanpada Bagian Umum SetdaKabupaten Tasikmalaya. Untuk jabatan Teknis Perawat KesehatanAtang Sumardi menjabat KepalaUPTD Puskesmas KecamatanManonjaya.
(A Cucu)Pelantikan pejabat eselon II, III, dan IVdi lingkungan Pemkab Tasikmalaya.CIAMIS,
 Med ik om
 – 
Saat ini,pembangunan Gedung DakwahIslam (GDI) di KecamatanKalipucang, Kabupaten Ciamisbaru mencapai 60%. Gedungberlantai dua berukuran 20 x 15meter ini berdiri kokoh di atastanah wakaf dari H Karnaenseluas 25 m x 20 m persegi. Danapembangunannya, didapat daribantuan Pemprov Jabar sebesarRp100 juta ditambah donator warga se Kecamatan Kalipucangsebesar Rp150 juta.Ketua GDI KH Mahfud,mengucapkan rasa syukur kepada
GDI DiharapkanSelesai Tahun Ini
Allah SWT dan menyampaikanterimakasih kepada para donator.Ia berharap, pembangunan GDIbisa terwujud secepatnya, sesuaiharapan selesai pada tahun ini.Camat Kalipucang Kiswaya SH yang didampingi Kasi Pember-dayaan Masyarakat Desa BoyAriswana SSn MM kepada
Me-dikom
mengatakan, pembangu-nan GDI diharapkan bisa selesaisecepat mungkin. Dengan demi-kian, akan menambah saranaprasarana untuk kepentinganmasyarakat, terutama di bidangkeagamaan.
(Agus S)
CIAMIS,
 Medik om -
Setiap tindak-tandukpegiat organisasi, forum,atau apapun namanya,sepanjang keberadaanorganisasi itu masihdalam kerangka besarNKRI, mesti mengacupada peraturanperundangan yangberlaku di republik ini.
Maka, patut disayangkantindakan dari seorang yangmengaku koordinator sebuahforum yang diberi nama ForumPeduli Masyarakat Desa Sukasari,beralamat di Dusun Sukahurip,Desa Sukasari, KecamatanBanjarsari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.Pasalnya, sang koordinatormenolak kehadiran wartawandalam pertemuan antara forumtersebut dengan unsur muspika,baru-baru ini. Padahal muspikatermasuk pejabat publik atauaparat penyelenggara negara yangkegiatan dan kinerjanyamasyarakat berhak untuk tahu(mendapatkan informasi). Tanpa ada basa-basi,koordinator dari forum tersebutdengan sekonyong-konyong“melakukan pengusiran” dariacara tatap muka denganMuspika Kecamatan Banjarsari,di aula kantor kecamatan, Selasa(8/6). Menurut kabar yang sempatdiperoleh, tatap muka tersebutmerupakan tindak lanjut atasdilakukannya demo oleh forumtersebut sehari sebelumnya, Senin(7/6), di Aula Desa Sukasari.Pada demo tersebut aparaturDesa Sukasari dituntut untukmundur, terkait prosespenerimaan bantuan gempa yangdianggap tidak tepat sasaran danmenyimpang dari ketentuan.
 Aktivis Forum Peduli MasyarakatTolak Kehadiran Wartawan
Demo diawali penyebaran kertasselebaran atas nama ForumPeduli Desa Sukasari yangmengangkat topik kepedulianterhadap nasib rakyat yangtertimpa musibah gempa pada 2September 2009 lalu.Ar (inisial), koordinator dariforum tersebut, menyampaikankeluh kesah masyarakat akibatkebijakan pemerintah, khususnyakinerja perangkat Desa Sukasari,dalam penanganan bantuanbencana gempa, sehinggamenuntut harga mati “perangkatdesa untuk mundur”. Tapi, padaacara tatap muka denganmuspika tersebut, koordinatorbertindak seakan masyarakat luastidak perlu tahu apakah aspirasimereka diutarakan atau tidak.Bahkan dengan cara yangmelecehkan profesi wartawan,sebagai perpanjangan mata dantelinga masyarakat dalammemperoleh informasi.Dengan memasang muka yangterlihat bengis dia menyuruh wartawan untuk segera keluardari ruangan. Seakan-akan yangmereka bahas rahasia negara.Pada saat itu, selain beberapaanggota forum peduli masyarakat,tampak hadir tiga unsur MuspikaKecamatan Banjarsari, yakni DrsUga Yugaswara MSi selaku CamatBanjarsari, AKP Asep KH Baehaqiselaku Kapolsek Banjarsari, danDjuanda selaku DanramilBanjarsari. Mereka pun tampaktercengang atas sikap Ar yangmenyuruh pergi wartawan yanghendak masuk.“Apakah ini rahasia, koksampai-sampai wartawan tidakboleh meliput,” celoteh beberapa warga. “Menjadi pertanyaan besar,ada apa pertemuan itu. Jangan- jangan ada main mata akhirnyananti, dari kepedulian yangmengatasnamakan masyarakat,”celetuk yang lainnya.Pengusiran terjadi saat sekitarseperempat jam acaraberlangsung pada ruangan yangterbuka dan tanpa adanyapenerima tamu itu. Lucunya, saatkoordinator forum tersebutmenyuruh agar wartawan keluarruangan, diiringi kata-kata bahwadirinya juga wartawan. Meskikebenarannya patutdipertanyakan, karena tidak ciri-ciri yang jelas kalau selama ini diabenar seorang wartawan. Dantidak jelas pula sebagai wartawanuntuk media apa. Bahkan tidakdiketahui oleh para wartawan yang sering meliput di wilayahBanjarsari.“Kalau dirinya juga seorang wartawan, harusnya Aripin tidakmemperlakukan sikap ketusdengan pengusiran terhadap wartawan tersebut,” protesseorang wartawan yang dihubungi
Medikom
telepon genggamnya.Menurut seorang wartawanharian sekaligus anggota PWI,kejadian ini sudah termasukkategori menghalang-halangitugas jurnalistik, sehingga bisadikenakan sanksi atasperbuatannya itu. “Barangkali diabelum tahu tentang adanyaundang-undang pers, barangkalimasih belajar,” celetuknya.Seorang warga desa punberkomentar senada, bahwauntuk menjadi aktivis, sekali punitu di tingkat desa, perlu banyakbelajar. Termasuk mempelajariperaturan perundangan yangberlaku, di antaranya sepertiundang-undang pers.Hal senada dilontarkan mantananggota yang sekarang sebagaidewan penasehat di PWIKabupaten Ciamis danmerupakan perintis lahirnyaForum Silaturahmi WartawanKabupaten Ciamis (sekarangsebagai sekjen). Dirinya sangatmenyayangkap sikap koordinatorforum pada acara pertemuandengan unsur muspika tersebut.“Siapa pun tidak bolehmengahalang-halangi wartawan,dan itu ada sanksinya. Apalagi ini jelas kepentingannya, demipemberitaan, demi masyarakatluas. Bila perlu, laporkan kepolsek sekitar,” tandasnya, kepada
Medikom.
(
Heru P
)
 
Lintas Kota
3
Edisi 373 Tahun VII 14 s.d. 20 Juni 2010
BANDUNG-
 Medik om
-
Komisi A DPRDKota Bandung akan menerbitkanperaturan daerah inisiatif tentangpedagang kaki lima (PKL). Karenaperaturan daerah (Perda K 3) yangada saat ini dinilai kurang efektif untuk mengatasi permasalahan PKL sehingga keberadaannya sulitdikendalikan.Rencana Komisi A DPRD KotaBandung tersebut mendapatdukungan dari Ketua AsosiasiPekerja-Pedagang Kaki Lima (APPKL),Iwan Suhermawan. Menurut Iwan,Perda K3 yang telah berusia sepuluhtahun tersebut hanya menyebutkanpelarangan,sanksi, dan mekanismepembayaran denda. “Perda ituterkesan hanya untuk menakut-nakuti kami (para PKL),” katanya.Permasalahan pedagang kakilima, menurut Iwan, sudah kronissehingga tidak bisa diselesaikanhanya dengan cara penertiban.Namun, perlu adanya pembinaanberkelanjutan yang harus dilakukanoleh Pemerintah Kota Bandungdengan memberi pemahamankepada para PKL.“Pemkot harus menjelaskankenapa berjualan di trotoar ataubahu jalan itu salah dan juga dicari
Atasi PKL Tidak Hanyadengan Penertiban
ada solusi masalahnya. Itu sudahsepantasnya dicantumkan dalamundang-undang supaya pemerintahtidak hanya menertibkan pedagang,sehingga setelah penertiban merekatidak kembali berjualan,” jelasnya.Menyikapai hal tersebut, Wali KotaBandung Dada Rosada berpendapat,rencana pembahasan peraturandaerah (perda) solusi penangananpedagang kaki lima hanya akanmembuang-buang waktu dan uangsaja. Alasannya, penataan pedagangkaki lima cukup didasarkan padaPerda Nomor 11/2005 tentangPerubahan atas Perda Nomor 3/2005 tentang PenyelenggaraanKetertiban, Kebersihan, danKeindahan (K3).Karenanya, menurut Dada,peraturan daerah itu (PKL) tidakperlu dibahas, namun cukup denganaturan yang sudah ada danpelaksanaannya harus diefektifkandan aturan yang tercantum didalamnya lebih ditegakkan. “Sayapikir tidak perlu lagi ada perda barutentang K3 karena hanya akanbuang-buang waktu dan uang,”ungkap Dada di Balai Kota Bandungbeberapa waktu lalu.Dalam Perda K3, jelas Dada, adadua poin yang berhubungan denganpengaturan pedagang kaki lima. Dankeduanya tercantum dalam Pasal 49ayat 1. Di mana pada poin bb tertulislarangan berusaha atau berdagangdi trotoar, jalan/badan jalan, taman, jalur hijau, dan tempat-tempat laintanpa persetujuan wali kota.Sementara pada poin jj, wargadilarang mendirikan kios dan atauberjualan di trotoar, taman, jalurhijau, melakukan kegiatan yangmengakibatkan kerusakankelengkapan taman, atau jalurhijau. “Pelanggaran kedua pointersebut sama-sama diberi sanksidenda sebesar Rp1 juta serta sanksiadministrasi,” tegasnya.Untuk mengatasi permasalahanPKL, Kepala Dinas Satpol PP KotaBandung Ferdi Ligaswara jugaberencana mengundang sejumlahinstansi pemerintah dan swasta,untuk bersama-sama mencarisolusi. “Terus terang, menanganipersoalan PKL itu sangat berat. Kalaudikatakan kami menyerah, ya bolehdibilang begitu. Untuk itu agarmasalah ini bisa tuntas hinggaakarnya perlu ada sinergiantarinstansi terkait,” tandasnya.
(SR)BANDUNG,
 Medik om
 –PemerintahKota Bandung membutuhkantenaga ahli bidang pajak untukmenangani pengelolaan pajak bumidan bangunan (PBB), bea perolehanhak atas tanah dan bangunan(BPHTB), serta pajak pengambilanair bawah tanah.Selama ini, kewenanganpengelolaan ketiga jenis pajaktersebut dipegang PemerintahProvinsi Jawa Barat. Namun yangmenjadi masalah adalahmekanisme perekrutan tenaga ahlitersebut. Badan Anggaran (Banggar)DPRD Kota Bandung sedang mencariformula proses rekrutmen tenagaahli pajak. Banggar melakukan studibanding hingga ke Batam sejak
Pemkot Butuh Ahli Pajak 
Senin (8/2) hingga Kamis (11/2).Bahkan, sebelumnya Banggarmelakukan studi ke DKI Jakarta.Ketua Banggar DPRD KotaBandung Tomtom Dabbul Qomarmenuturkan, dari hasil studi ke Jakarta diketahui ada komparasiantara Dirjen Pajak dan DinasPendapatan Daerah (Dispenda).Sementara di Batam, beberapapetugas Dirjen Pajak direkrutmenjadi tenaga pegawai negeri sipil(PNS) di Dispenda. “Beberapaformula ini akan kita kaji, mana yang kira-kira bisa diadopsi di KotaBandung,” ujar Tomtom kepada wartawan.Selain masalah SDM, tambah Tomtom, yang kemudian harusdipikirkan adalah infrastruktur,ketersediaan hardware dan software,serta beberapa hal lainnya. Hal initentunya harus ditunjang perda yangmengaturnya, sehingga bisadilaksanakan semaksimal mungkin.Studi banding ke Batam, kata Tomtom, tidak lain adalah bagiandari kesiapan Pemkot Bandungdalam melaksanakan peraturanbaru ini.Menurutnya, Batam dan DKI Jakarta dipilih sebagai tempat studibanding karena keduanya mem-punyai permasalahan yang hampirsama dengan Kota Bandung. Meskidemikian, dari segi pendapatan KotaBandung jauh lebih tinggidibandingkan Batam.
(Dudi)
BANDUNG,
 Medik om
 – Untuk meningkatkanpelayanan publik,menyempurnakan yangkurang dan menguatkanimplementasi berbagaikebijakan, Wakil Wali KotaBandung Ayi Vivanandamewakili Wali Kota BandungH Dada Rosada, melantik219 pejabat struktural dilingkungan Pemerintah Kota(Pemkot) Bandung. Enamorang di antaranya pejabateselon II.b pada jabatanAisten Setda, Kepala Dinasdan Kepala Badan.Pelantikan berlangsung diAula Serbaguna Balaikota,Rabu (9/6)
.Enam jabatan eselon II.b yangdilantik yaitu Asisten AdministrasiPemerintahan, Timbul Butarbutar,Kepala Dinas Perhubungan (Dishub),Prijo Kusumo Utojo Soebiandono,
219 Pejabat Struktural Pemkot Dilantik
Kepala Dinas Pemadam danPencegahan Kebakaran (Damkar), John Hilbert, Kepala DinasKependudukan dan Pencatatan Sipil(Disdukcapil), Ema Sumarna, KepalaBadan Pelayanan Perijinan Terpadu(BPPT), Dandan Riza Wardana, danKepala Badan PengelolaanLingkungan Hidup (BPLH), AhmadRekotomo. Jabatan eselon III.a, yaitu EdiHaryadi menjadi Kepala Bagian(Kabag) Pembangunan dan SumberDaya, Rahmat Hidayat (KabagKesejahteraan Rakyat danKemasyarakatan), Jaja Nurzaman(Kabag Umum dan Perlengkapan),Dodi Ridwansyah (KabagPerekonomian), Medi Mahendra(Kabag Pemerintah Umum), AiSutriansih (Camat Rancasari), dan Tatang Sunarya (CamatKiaracondong).Sedangkan jabatan eselon IV a(lurah), di antaranya CecepRusmana Lurah Kebon Jeruk,Engkus Maulana Qusoy (Citarum),Kastawa Prawira (Pelindung Hewan),Wawan Karyawan (Campaka),Sunarko (Pamulang), EnangKusnadi (Cijagra), M Karim(Mekarmulya), Dedi Suhendi(Pasanggrahan), Jana Surjana(Cipadung Kidul).Dada mengingatkan, jabatanadalah kepercayaan pimpinan,bukan hak PNS, apalagi hak yangdipaksakan. Untuk itu tandasnyapenting dipahami, alih tugas dalambentuk rotasi, mutasi dan promosiharus mampu meningkatkan kinerjapelayanan publik,menyempurnakan yang kurang danbisa mengkaselarasi capaian 7agenda prioritas pembangunan KotaBandung.“Jabatan bisa tidak berfungsidengan baik jika pejabat tidakmampu, tidak mau belajar, tidakmau bertanya atau berkoordinasi.Untuk itu pahami secara utuh danbenar tugas pokok, funsi, peranandan tanggung jawab agar bisamelaksanakan tugas secaraprofesional,” pintanya.Syarat pemegang jabatan, kembaliDada mengingatkan, adalahmemenuhi kriteria 3PB (prestasi,penampilan, pergaulan, berani).Prestasi ditempuh dengan belajar,bertanya dan berkoordinasi.Penampilan adalah kemampuan diriuntuk membuat orang lain danlingkungan menjadi senang.Sedangkan pergaulan dicirikandengan kemampuan berkomunikasidengan siapa saja, disertaikeberanian berbuat dalam posisi yang baik, benar dan sesuai prosedur.“Jika ini dipahami, saya percayakinerja pelayanan publik akansemakin membaik, profesonalismeterjaga dan warga kota terpuaskan,”harapnya.
(Dudi)SOREANG,
 Medik om
 –Para kepaladesa di Kabupaten Bandungberharap bantuan daripemerintah untukpembangunan, seperti bantuanADPD, aspirasi, serta bantuanlainnya segera direalisasikan.Seperti di Desa Baros, DesaMangunjaya Kecamatan Arjasaridan Desa MargamekarKecamatan Pangalengan,pembangunan di masing-masingRW yakni pembangunan jalangang, MCK, dan pemberdayaanekonomi sudah diprogramkandan dimusyawarahkan denganmasyarakat melalui RT, RW, BPD,dan LPMD.Makanya, Kepala Desa BarosAhmad, Kepala Desa Mangun Jaya Asep T, dan Kepala DesaMargamekar Ade Wahyu saatdihubungi
Medikom
terkaitrencana pembngunan tahun2010, sangat mengharapkabnbantuan dari pemewrintahsecepatnya direalisasikanApalagi, jelas mereka, sekarang
Bantuan Pembangunan Desa Agar Segera Direalisasikan
ini sudah memasuki bulan Juni, dansebentar lagi akan melaksanakanpemilihan bupati, sudah jelasbanyak sekali kesibukan di masing-masing desa.Oleh karna itu, PemerintahKabupaten Bandung diharapkansecepatnya menurunkan bantuanuntuk pembangunan di masingmasing desa, termasuk bantuanrekonstruksi rumah yang kenamusibah bencana gempa bumi padatahun 2009. Karena, untukkerusakan yang ringan dan beratmasih banyak warga yang belummenerima bantuan tersebut.“Ya kalau bisa secepatnyasekarang, jangan sampai menunggubulan Agustus karena kelamaan.Intinya lebih cepat lebih baik, karenauntuk kepentingan masyarakat yangkena musibah. Kasihan masyarakatharus menunggu satu tahun, manamasih banyak warga yang masihtidur di tenda akibat tidak punyauang dan menunggu bantuan daripemerintah yang belum turun,”paparnya.Selain itu, Kepala DesaMargamekar Ade Wahyu dan KepalaDesa Baros Ahmad berharap kepadaBupati Bandung melalui DinasDispertasih agar dapat membantukebutuhan desa dari bantuan pusatatau bantuan provinsi untukpembangunan jalan, perumahandan pembangunan lainnya yangtidak dianggarakan PemkabBandung. Sebab, banyak sekaliprogram yang perlu dilaksanakan,untuk kepentingan masyarakat desa.Hal tersebut disampaiakan duakepala desa pada Kasi PerumahanDinas Dispertasih KabupatenBandung Karyono BAE diDispertasih. Pihak Dispertasih jugamerespons dan akanmengusahakan kebutuhan keduadesa tersebut dan akan berkoordinasibaik dengan provinsi maupun pusat.“Mudah-mudahan dapatdirealisaikan, karena masih banyakprogram yang berasal daripemerintah provinsi dan pusat,”papar Karyono di sela-selaobrolannya.
(S Rohmani)BANDUNG,
 Medik om
 –PemkotBandung menginginkan,persoalan perselisihan antaraSerikat Pekerja Mandiri (SPM) ekskaryawan dan manajemen HotelGrand Aquila cepat selesai dantidak berlarut-larut. Para pihak yang bertikai sama-sama maumembuka diri mencari solusiterbaik yang berkeadilan.Caranya bisa denganmusyawarah dalam kerangkahubungan industrial Pancasila.Kalaupun harus diselesaikansecara hukum, taati mekanismedan prosedur kaidah hukum yang dipersyaratkan. Demikiandiungkapkan Wali Kota BandungH Dada Rosada pada musya- warah Tripartit (pemerintah,pengusaha, karyawan) di Ruang Tengah Balaikota, Kamis (10/6).Hubungan pengusaha dankaryawan, kata Dada, sangatberkait erat dengan yangdisebutnya sebagai simbiosis
Demo Pekerja Hotel AquilaPersoalan Kota Bandung
mutualistis, hubungan yang salingmembutuhkan dan harus salingmembantu. Karenanya kuncipenyelesaian ada pada para pihak yang berselisih terutama padakearifan pengusaha. Pemkot hanyasekadar memfasilitasi.Wakil Wali Kota Bandung AyiVivananda menyatakan, pertamadalam sejarah dalam musyawarahpenyelesaian perselisihan antarapengusaha dan pekerja sampaidipimpin langsung oleh seorangkepala daerah, di Indonesia baru KotaBandung. Atensi yang harusdiapresiasi, karena menurutnyaberlarut-larutnya persoalan Aquilabisa menjadi preseden buruk. Duniausaha dari luar akan menganggap,Pemkot Bandung tidak mampusehingga merugikan pengembanganiklim usaha di Kota Bandung.“Aksi demo pekerja di halamanHotel Aquila bukan persoalanmanajemen Aquila, tapi persoalanKota Bandung,” ungkapnya.Presdir Hotel Grand Aquila IndahMargaret menyatakan, untukmenyelesaikan persoalan menurut-nya bukan bisa dan tidak bisa.Kewajiban perusahaan dianggapnyatelah dipenuhi. Eks pekerjadinilainya mengundurkan diri bukandi PHK sepihak. Untuk itu, pihaknyatetap mempercayakan sepenuhnyapada tim pengacara, penyelesaiantetap melalui proses hukum.Di tempat yang sama, pengacaraSPM eks Grand Aquila, HamasariDarmabumi menyatakan, pihaknyatidak menyoal jika manajemenAquila akan menyelesaikanpersoalan lewat proses hukum.Namun dirinya mengingatkan,pengusaha juga harus konsekuen,tidak menunda-nunda denganmenolak menandatangani BAP dariDisnaker sebagai persyaratandilimpahkan ke kejaksaan. Selamaini tidak dilakukan, proses hukumAquila tidak akan pernah terlaksana.
(Dudi)SOREANG,
 Medik om
 –Pemkab Bandung berencana menurunkan bantuanstimulan untuk warga yang tertimpa musibah banjir seperti di daerahKecamatan Dayeuhkolot. Untuk itu, kelompok masyarakat (pokmas)diharapkan segera terbentuk. Karena, keberadaan pokmas merupakansalah satu syarat untuk mencairkan dana stimulan.“Kami berharap pokmas secepatnya dibentuk seperti yang dilakukandi Kecamatan Baleendah,” kata Ketua RT 02 Taufik di lingkunganKampung Lewibandung yang juga sebagai koordinator pengungsiankorban banjir di Kecamatan Dayeuhkolot. Taufik menekankan agar pengurus pokmas berasal dari korban banjir yang memiliki rasa tanggung jawab. Artinya, pengurus pokmas harustransparan tidak memiliki kepentingan pribadi dan kelompok serta benar-benar berasal dari korban banjir.Ia juga berharap agar pemerintah dari mulai pemerintahan desa/kelurahan dan kecamatan secepatnya mensolisasikan danmemusyawarahkan pengucuran dana stimulan tersebut dengan wargakorban banjir yang rumahnya rusak akibat terendam banjir terutama diKampung Leuwibandung. Taufik menuturkan, pihaknya sempat mendapat informasi darilapangan yang menyebutkan dana stimulan untuk korban banjir diKecamatan Dayeuhkolot sudah ada dan akan segera turun. “Cumamasalah nominal untuk warga korban banjir untuk warga KecamatanDayeuhkolot belum jelas. Kalau informasi itu benar, diharapkan dapatdirealisasikan dan disalurkan kepada warga korban banjir,” imbuhnya.
(Suhendar)
Pokmas Harus dariKorban Banjir
BANDUNG,
 Medik om
-
Kemajuan dan kejayaan nusantara tidak lepas daripelestarian budaya dan perkembangan museum. Maka, sebagai tolakukur peradaban dan kemajuan sebuah bangsa, diharapkan revitalisasiterhadap 80 museum di seluruh Indonesia bisa dilakukan lebih terkelola.Pernyataan ini dikemukakan Dirjen Purbakala dan Arkeologi KementerianKebudayaan dan Pariwisata RI Intan Mardiana MHum, Minggu (6/6),dalam sambutan mewakili Menbudpar dalam Milangkala (Milad) MuseumSri Baduga Ke-30 di Bandung.Dikatakan, adanya kekakuan dalam pelayanan atau fasilitas yangtersedia di museum harus dirubah menjadi lebih dinamis, sehinggasesuai dengan kebutuhan dan bisa digemari masyarakat. Olehkarenanya, revitalisasi secara dinamis haruslah jadi program utama,termasuk di Museum Sri Baduga, hingga tahun 2014, agar bisa sejalandengan peningkatan angka kunjungan ke museum secara signifikan.Peran serta masyarakat untuk memberikan kontribusi pengembangandan revitalisasi museum, tambahnya, secara sinergis harus terusdiupayakan supaya sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Sebabperkembangan teknologi informasi (TI) saat ini searah dengan perhatianterhadap peran museum sebagai media informasi. “Sinergisitas antarapemerintah dengan masyarakat sangat mendukung peningkatanstandarisasi pelayanan sekaligus angka kunjungan ke museum,” ujarnya.Peringatan milad ke-30 Museum Sri Baduga ini diisi denganpenyelenggaraan pameran permuseuman dan kepurbakalaan selamasatu bulan sejak 6 Juni 2010 hingga 6 Juli 2010. Pameran diikuti oleh 10provinsi yang menjadi anggota Mitra Praja Utama (MPU), yang diantaranya diikuti perwakilan dari Jabar, DKI Jakarta, Jateng, Jatim,Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT). “Diharapkankegiatan ini menjadikan Museum Sri Baduga semakin dikenal sebagaibarometer museum di Indonesia. Pameran tingkat nasional selamasebulan penuh ini sangat strategis untuk memperkuat kekuatan dankesatuan bangsa,” tuturnya.Dalam kesempatan itu, pernyataan senada dikemukakan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Jabar Lex Laksamana. (
Zaz
)
Sri Baduga Dirancangsebagai BarometerMuseum Indonesia
BANDUNG,
 Medik om
 – 
RahmatKurnia, mantan Dirut PD PasarSurya Surabaya dipastikan akanmemimpin Perusahaan DaerahPasar Bermartabat Kota Ban-dung. Rahmat akan didampingiHeryadi, mantan Direktur BankBTN Bandung dan Dani Ram-dani mantan General ManagerBMC Bandung. “Yang tiga inisudah saya tandatangani, sudahsaya tunjuk. Ketiganya tertinggidari hasil
fit and propertest
tim
Tiga Direksi Kelola PD Pasar Bermartabat
penilai,” ungkap Wali Kota BandungH Dada Rosda menjawab pertanyaanterkait perkembangan seleksi jajarandireksi PD Pasar Bermartabat, diBalaikota Jalan Wastukancanapekan lalu.Dari 28 pelamar, tutur Dada, timseleksi calon direksi PD PasarBermartabat, berhasil menjaring 13pelamar terbaik, terakhir diambil tigapelamar dengan nilai terbesar. Nilaiterbesar kesatu untuk jabatanDirektur Utama, terbesar keduaDirektur Operasi, dan terbesar ketigauntuk Direktur Administrasi.Dada berharap, berdasarkopetensi yang diminta Pemkot dandengan kemampuan para calondireksi ini, bisa mengelola danmemenej pasar lebih baik danprofesional. Kepada mereka, akandilakukan kontrak politik jugapembekalan materi dari DPRD. Kalaudalam waktu tertentu tidak mampu,pemkot pasti akan mengganti.“Jabatan direksi ini 4 tahun, tapikita evaluasi setiap tahun. Kalauternyata tidak mampu, ya harusdiganti,” ujarnya.Pengelolaan PD PasarBermartabat selama ini, diakuiDada, selain ada yang kurang, adasejumlah masalah.. Kekurangandan masalah-masalah yang ada inimenjadi tugas yang harusdiselesaikan direktur yang sekarangkhususnya persoalan pedagangpasar dan pasar-pasar yang belumterisi pedagang. Pasar sudahdibangun tapi masih kosong, karenapedagang ada di luar.Mereka harus memiliki kemam-puan, di antaranya kepemimpinan,pengetahuan tentang pasar, mana- jemen perusahaan, juga kebersa-maan dalam memajukan usaha.Sementara soal dirutnya mantanDirut PD Pasar Surya, kalau kemu-dian mengadopsi seperti manajemenpasar di Surabaya, dikatakannyatidak soal. Bahkan harus kalau itumemang dirasakan baik.
(Dudi)
 
BANDUNG,
Medik om
 –Sanitasilingkungan adalah statuskesehatan suatu lingkungan,mencakup perumahan, pembu-angan kotoran, penyediaan airbersih. Pembangunan sanitasisangat disadari perlu perhatianmemadai berbagai pihak,khususnya pemerintah untukmenyediakan alokasi anggarandan fasilitas yang memadai.Perusahaan Daerah AirMinum Kota Bandung (PDAM) yang mengurus air bersih danair kotor saat ini sedangmeningkatkan pelayananpengolahan air limbah. Salahsatunya dengan meningkatkanpengolahan limbah tinja darimasyarakat.Direktur Air Limbah PDAMKota Bandung Ir Pian Sopian MT menuturkan, Kota Bandungdalam pengolahan air limbahdomestik (rumah tangga) telahmemiliki sitem perpipahan yangbaik. Secara teknik istilahnyaadalah
offside
dan
onside
.
Offside
yaitu jaringan perpi-paan yang menghubungkanlimbah domestik ke pengolahanBojongsoang. Sementara
onside
lebih dikenal dengansistem
septictank
.“Sebelum PDAM mempunyaiinstalasi pengolahan air limbahInhofthank kemudian pindahBojongsoang, dulu tahun 1980dikembangkan melaluiBandung Urbant DevelopmentProject (BUDP). Jaringan induklayanan air kotor di sepanjang Jln Soekarno-Hatta yangberakhir di IPAL Bojongsoang,
PDAM Miliki IPAL yang Memadai
cakupannya sudah mencapai 58persen. Dengan sitem penataan yang sedang kita jalani diharapkanada peningkatan sekitar 2 persen,”ungkapnya.Pian menjelaskan, investasidalam pengolahan air limbahterbilang mahal, berbeda denganpengolahan air bersih. Contohnyapada harga pipa yang sangatberbeda antara untuk limbah yangdengan air bersih. Kendati mahal,hal itu menjadi tantangan karenafungsinya sangat penting untukpengolahan.Lanjut Pian, pembangunan jaringan air kotor di sepanjang JlnSoekarno-Hatta, agar bisadikoneksikan langsung ke IPAL Bojongsoang, dan terintegrasipada sistem saluran perpipahantersebut. Sehingga dengan sistemperpipahan dengan koneksilangsung ke pengolahan IPAL Bojongsoang, meminimalisirpencemaran air Citarum darilimbah domestik dan diharapkandapat menyelamatkan Citarumagar tidak bertambah parah akibatpencemaran dari limbah domestik.“Makanya limbah domestik yangdihasilkan dari rumah tanggasebelum masuk ke Citarum kitaolah dulu. Setelah itu baru kitabuang ke Citarum. Itu motivasikami dalam mewujudkan sanitasisehat masyarakat Kota Bandung,” jelasnya.Pian berharap, sitem pengolahanair limbah melalui perpiaan yangbaik ini menjadi salah satupenilaian adipura. Sebab tidaksemua kota memiliki seperti di KotaBandung. Sejauh ini baru ada dikota Medan, Solo, Semarang, danCirebon. Jadi pengolahan airlimbah di Kota Bandung, dengansarana dan sitem perpiaan yangsudah tertata dengan baik dapatberjalan maksimal.“Saya berharap, parameter atauindikator penilaian Adipura, salahsatunya dalam sistem pengolahanair limbah/kotor. Bila hal ituterjadi, Kota Bandung mungkindapat meraih Adipura,” harapnya.Kepala Bappeda Kota BandungH Taufik Rachman menuturkan,saluran air pembuangan air kotordi Kota Bandung, kini masih ba-nyak bercampur dengan drainasesaluran terbuka. Karenanya, upayapercepatan pembangunan sanitasiditandaskannya, mutlakdiperlukan perubahan perilakumasyarakat. Terkait percepatanpembangunan sanitasi di KotaBandung, Pemkot imbuh Taufik,belum lama telah menambah jaringan induk layanan air kotordi sepanjang Jalan Soekarno-Hattaarah ke IPAL Bojongsoang. Dibiayaibantuan Pemerintah Pusat Rp62miliar.IPAL seluas 85 hektare danterbesar di Asia Tenggara ini,dikatakannya masih ideal karenapemanfaatannya baru sekitar 48%.Artinya masih ada peluang, belumover kapasiti. “Tugas PemkotBandung sekarang, bagaimanasaluran buangan air kotor darirumah-rumah tangga
connect
kesaluran itu. Jika ini bisadimaksimalkan, insyaAllah bisameningkatkan kualitas kesehatanmasyarakat,” tuturnya.
(Dudi)BANDUNG,
 Me d ik om
 –PT  Telekomunikasi Indonesia(Telkom) menawarkan obligasiII Telkom senilai Rp3 triliun.Obligasi tersebut telahmendapatkan peringkat AAA(Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia(Pefindo). Bertindak sebagaipenjamin pelaksana emisiobligasi ini PT BahanaSecurities, PT DanareksaSekuritas, dan PT MandiriSekuritas. PT CIMB Niagabertindak sebagai Wali Amanat. Telkom dan PenjaminPelaksana Emisi Obligasimerencanakan (perkiraan)masa penawaran dari tanggal28–29 Juni 2010, penjatahanpada tanggal 30 Juni 2010, danpencatatan obligasi di BursaEfek Indonesia pada tanggal 5 Juli 2010. Obligasi inimemberikan pilihan bagimasyarakat untuk memilih seri yang dikehendaki, yaitu:Seri A: Jangka waktu obligasiadalah lima tahun.Pembayaran obligasi dilakukansecara penuh (
bullet payment
)dan ditawarkan dengan nilai100% dari jumlah pokokobligasi pada saat jatuh tempopada tahun 2015. Bungaobligasi dibayarkan setiaptriwulan.Seri B: Jangka WaktuObligasi adalah sepuluh tahun.Pembayaran obligasi dilakukan
Telkom TawarkanObligasi II Rp3 Triliun
secara penuh (
bullet payment
)sebesar 100% dari jumlah pokokobligasi pada saat tanggal jatutempo pada tahun 2020. Bungaobligasi dibayarkan setiaptriwulan.Obligasi yang ditawarkan tidakdijamin dengan agunan khususberupa benda, pendapatan atauaktiva lain perseroan dalam bentukapapun serta tidak dimasukkandalam program penjaminan bank yang dilaksanakan oleh BankIndonesia atau lembagapenjaminan lainnya.Seluruh harta kekayaanperseroan baik barang bergerakmaupun barang tidak bergerak,baik yang telah ada maupun yangakan ada di kemudian hari,menjadi jaminan atas semuahutang perseroan kepada semuakrediturnya yang tidak dijaminsecara khusus atau tanpa hakpreferen termasuk obligasi inisecara pari passu sesuai denganketentuan dalam pasal 1131 danpasal 1132 Kitab Undang-UndangHukum Perdata.Dana yang diperoleh dari hasilPenawaran Umum Obligasi setelahdikurangi biaya-biaya emisi,seluruhnya akan dipergunakanuntuk meningkatkan belanjamodal y
ang meliputi: New WaveBroadband (Softswitching,Datakom, ITI & Others),Infrasructure (Backbone, Metro,RMJ, IP), Optimizing Legacy (Fixed wireline & wireless)
.
 
(IthinK)

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Anggi Vidya Rini liked this
Hari P Sutanto liked this
vietz_rie liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->