Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
IMUNISASI

IMUNISASI

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 612 |Likes:
Published by Dasan VRangarajan

More info:

Published by: Dasan VRangarajan on Jun 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2014

pdf

text

original

 
IMUNISASI
Adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatupenyakit, sehingga bila kelak ia terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau sakit ringan.
1.
 
Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)a.
 
Difteri
Adalah penyakit yang disebabkan bakteri Corynebacteriumdiphteriae dengan gejala panas lebih kurang 38
o
C disertai adanyapseudo
membran 
(selaput tipis) putih keabu-abuan padatenggorokan (laring, faring, tonsil) yang tak mudah lepas danmudah berdarah. Dapat disertai nyeri menelan, leher membengkakseperti leher sapi (bull neck) dan sesak nafas disertai bunyi (stridor)dan pada pemeriksaan apusan tenggorok atau hidung terdapatkuman difteri.
b.
 
Pertusis
Adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Bardetella pertusisdengan gejala batuk beruntun dan pada akhir batuk menarik nafaspanjang terdengar suara “hup” (
whoop 
) yang khas, biasanya disertaimuntah. Serangan batuk lebih sering pada malam hari. Akibat batukyang berat dapat terjadi pedarahan selaput lendir mata (
conjunctiva 
)atau pembengkakan di sekitar mata (
oedema periorbital 
). Lamanyabatuk bisa mencapai 1-3 bulan dan penyakit ini sering disebut penyakit100 hari. Pemeriksaan lab pada apusan lendir tenggorokan dapatditemukan kuman pertusis (
Bordetella pertussis 
).
c.
 
Tetanus
Adalah penyakit disebabkan oleh
Clostridium tetani 
dengan terdiridari
tetanus neonatorum 
dan tetanus.
Tetanus neonatorum 
adalah bayi lahir hidup normal dan dapatmenangis dan menetek selama 2 hari kemudian timbul gejala sulitmenetek disertai kejang rangsang pada umur 3-28 hari. Tetanusdengan gejala riwayat luka, demam, kejang rangsang, risus sardonicus(muka setan), kadang-kadang disertai perut papan dan
opistotonus 
 (badan melengkung) pada umur di atas 1 bulan.
d.
 
Tuberkulosis
Adalah penyakit yang disebabkan
Mycobacterium tuberculosa 
menyebar melalui pernapasan lewatbersin atau batuk, gejala awal adalah lemah badan, penurunan berat badan, demam dan keluarkeringat pada malam hari. Gejala selanjutnya adalah batuk terus menerus, nyeri dada dan dapatterjadi batuk darah.
e.
 
Campak
Adalah penyakit yang disebabkan oleh virus measles, disebarkan melaluidroplet bersin atau batuk dari penderita, gejala awal penyakit adalahdemam, bercak kemerahan, batuk, pilek, conjunctivitis (mata merah),selanjutnya timbul ruam pada muka dan leher, kemudian menyebar ketubuh, tangan serta kaki.
f.
 
Poliomielitis
Adalah penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh satu daritiga virus yang berhubungan, yaitu virus polio type 1, 2, atau 3. Secaraklinis penyakit polio adalah anak di bawah umur 15 tahun yangmenderita lumpuh layu akut (acute flaccid paralysis/AFP). Penyebaranpenyakit adalah melalui kotoran manusia (tinja) yang terkontaminasi.Kelumpuhan dimulai dengan gejala demam, nyeri otot dan kelumpuhanterjadi pada minggu pertama sakit. Kematian bisa terjadi jika otot-ototpernapasan terinfeksi dan tidak segera ditangani.
 
g.
 
Hepatitis B
Adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang merusak hati. Penyebaran penyakitterutama melalui suntikan yang tidak aman, dari ibu ke bayi selama proses persalinan, melaluihubungan seksual. Infeksi pada anak biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala yang ada adalahlemah, gangguan perut dan gejala lain seperti flu, urine menjadi kuning, kotoran menjadi pucat. Warna kuning bisa terlihat pula mata ataupun kulit. Penyakit ini bisa menjadi kronis danmenimbulkan
Cirrhosis 
hepatis, kanker hati dan menimbulkan kematian.
h.
 
Meningitis Meningokokus
Adalah penyakit akut radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri
Neisseria meningitidis 
.Meningitis penyebab kematian dan kesakitan diseluruh dunia, CFR melebihi 50%, tetapi dengandiagnosis dini, terapi modern dan suportif CFR menjadi 5 - 15%. Pencegahan dapat dilakukandengan imunisasi dan kemoprofilkasis untuk orang-orang yang kontak dengan meningitis dankarier.
i.
 
Demam Kuning (Yellow Fever)
Adalah penyakit infeksi virus akut dengan durasi pendek (inkubasi 3 sd 6 hari) dengan tingkatmortalitas yang bervariasi, disebabkan oleh virus demam kuning dari genus
Flavivirus 
, famili
Flaviviridae 
, vektor perantara adalah
Aedes aegypti 
. Icterus sedang ditemukan pada awal penyakit.Beberapa kasus berkembang menjadi stadium intoksikasi yang lebih berat ditandai dengan gejalahemoragik seperti epistaksis, perdarahan gingiva, hematemesis, melena, gagal ginjal dan hati, 20%- 50% kasus ikterik berakibat fatal.
2.
 
Pengendalian PD3I
Pengendalian penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi berdasarkan Kepmenkes No.1611/2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Imunisasi.
a.
 
Tujuan Umum
Turunnya angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegahdengan Imunisasi (PD3I)
b.
 
Tujuan Khusus
1)
 
Tercapainya target Universal child immunization (UCI) yaitu cakupan imunisasi lengkapminimal 80% secara merata pada bayi di 100% desa/kelurahan pada tahun 2010.2)
 
Tercapainya eliminasi tetatus maternal dan neonatal (
Maternal Neonatal Tetanus Elimination 
 /MNTE) (insidens di bawah 1/1000 kelahiran hidup dalam 1 tahun) di tingkatkabupaten/kota pada tahun 20123)
 
Eradikasi Polio pada tahun 20084)
 
Tercapainya reduksi Campak (ReCam) 20085)
 
Memberikan kekebalan tubuh terhadap penyakit Meningitis meningokokus tertentu padacalon jemaah haji.6)
 
Memberikan kekebalan efektif bagi semua orang yang melakukan perjalanan berasal dariatau ke negara endemis demam kuning.7)
 
Menurunkan angka kematian pada kasus gigitan hewan penular Rabies.
c.
 
Strategi
1)
 
Memberikan akses (pelayanan) kepada masyarakat dan swasta2)
 
Membangun kemitraan dan jejaring kerja3)
 
Menjamin ketersediaaan dan kecukupan vaksin, peralatan rantai vaksin dan alat suntik4)
 
Menerapkan sistem pemantauan wilayah setempat (PWS) untuk menentukan prioritaskegiatan serta tindakan perbaikan5)
 
Pelayanan imunisasi dilaksanakan oleh tenaga profesional/terlatih6)
 
Pelaksanaan sesuai dengan standard7)
 
Memanfaatkan perkembangan methoda dan tekhnologi yang lebih efektif berkualitas danefisien8)
 
Meningkatkan advokasi, fasilitasi dan pembinaan
d.
 
Pokok-pokok kegiatan
1)
 
Imunisasi rutin:a.
 
Adalah kegiatan imunisasi yang secara rutin dan terus menerus harus dilakukan padaperiode waktu yang telah ditentukan.b.
 
Berdasarkan kelompok usia sasaran, imunisasi rutin dibagi menjadi : rutin pada bayi,wanita usia subur, dan anak sekolah
 
2)
 
Imunisasi tambahan – adalah kegiatan imunisasi yang dilakukan atas dasar ditemukannyamasalah dari hasil pemantauan atau evaluasi. Kegiatan ini sifatnya tidak rutin,membutuhkan biaya khusus dan kegiatannya dilaksanakan pada suatu periode tertentu. Yang dimaksud dalam kegiatan imunisasi tambahan adalah :a.
 
Backlog fighting 
– adalah upaya aktif melengkapi imunisasi dasar pada anak yangberumur 1 - 3 tahun. Sasaran prioritas adalah desa/kelurahan yang selama 2 tahunberturut turut tidak mencapai desa UCIb.
 
Crash program 
– ditujukan untuk wilayah yang memerlukan intervensi secara cepatuntuk mencegah terjadinya KLB. Kriteria pemilihan lokasi adalah : 1. Angka kematianbayi tinggi dan angka PD3I tinggi; 2. Infrastruktur (tenaga, sarana, dana kurang); 3.Desa yang selama 3 tahun berturut-turut tidak mencapai target UCI3)
 
Imunisasi dalam penanganan KLB
(Outbreak Response Imunization/ORI 
)4)
 
Kegiatan imunisasi khususa.
 
Pekan Imunisasi Nasional (PIN)b.
 
Sub Pekan Imunisasi Nasionalc.
 
Cacth-up 
campaign campak
3.
 
Vaksin
Pengertian Vaksin adalah suatu produk biologis yang terbuat dari kuman, komponen kuman(bakteri, virus atau riketsia), atau racun kuman (toxoid) yang telah dilemahkan atau dimatikan danakan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu.
a.
 
Jenis-Jenis Vaksin
1)
 
 Vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerine), untuk pemberian kekebalan aktif terhadaptuberkulosa.2)
 
 Vaksin DPT (Difteri Pertusis Tetanus), untuk pemberian kekebalan secara simultan terhadapdifteri, pertusis dan tetanus.3)
 
 Vaksin TT (Tetanus Toksoid), untuk pemberian kekebalan aktif terhadap tetanus.4)
 
 Vaksin DT (Difteri dan Tetanus), untuk pemberian kekebalan simultan terhadap difteri dantetanus.5)
 
 Vaksin Polio (Oral Polio Vaccine), untuk pemberian kekebalan aktif terhadappoliomyelitis.6)
 
 Vaksin Campak, untuk pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit campak.7)
 
 Vaksin Hepatitis B, untuk pemberian kekebalan aktif terhadap infeksi yang disebabkanoleh virus hepatitis B.8)
 
 Vaksin DPT/HB, untuk pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit difteri, tetanus,pertusis dan hepatitis B.
b.
 
Jadwal Pemberian ImunisasiJadwal Pemberian Imunisasi Pada Bayi
Vaksin Pembe rian Imuni sasiSelangWaktuPemberianUmur Dosis Tempat Suntikan
BCG 1 x0-11bulan0,05 ccLengan kanan atasluar, intrakutanDPT/HB3 x(DPT/HB 1, 2, 3)4minggu2 – 11bulan0,5 ccPaha tengah luar,intramuskularPolio 4x (Polio1, 2, 3, 4)4minggu0-11bulan2 tetes(0,1 cc)Diteteskan di mulutCampak 1 x9-11bulan0,5 ccLengan kiri atas,subkutanHepatitis B1 xHep.B 00-7hari0,5 ccPaha tengah luar,intramuskular
Jadwal Pemberian Imunisasi Pada WUS
Pemberian Imunisasi Selang Waktu Pemberian Masa Perlindungan Dosis
T1 0,5 ccT2 4 minggu setelah T1 3 tahun 0,5 ccT3 6 bulan setelah T2 5 tahun 0,5 ccT4 1 tahun setelah T3 10 tahun 0,5 ccT5 1 tahun setelah T4 25 tahun 0,5 cc

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
Lyla CiEendutzznisszz reviewed this
Rated 5/5
bagus
1 thousand reads
1 hundred reads
Rischa Nhandhia liked this
Mippy Nurya liked this
Neno Penggoam liked this
Rizal Aja added this note
imunisasi
Shidiq Widiyanto liked this
Putra Penyihir liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->