Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
AHGN-Penerapan Hukum Internasional

AHGN-Penerapan Hukum Internasional

Ratings: (0)|Views: 3,490|Likes:
Published by setia wirawan

More info:

Categories:Business/Law
Published by: setia wirawan on Jun 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
 
Penerapan Hukum Internasionaldalam Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat di Indonesia.
Oleh : Abdul Hakim G NusantaraSetelah perang dunia ke II yang dahsyat itu Hukum Internasional HakAsasi Manusia (HIHAM) mengalami perkembangan yang pesat dan signifikanserta dengan sendirinya menjadi rujukan berbagai aktor seperti, negara,organisasi internasional, nasional, dan individu ketika menanggapi banyakperistiwa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Hubungan antar bangsa didunia meliputi tidak saja kepentingan ekonomi, politik dan militer, tapi jugakepentingan sosial dan budaya. Hubungan antar bangsa di berbagai bidangkegiatan itu tak terelakkan wajib menghormati dan mematuhi HAM. Dalamkonteks ini Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) secara umummenyebutkan, bahwa “PBB akan memajukan penghormatan dan kepatuhanterhadap HAM dan kebebasan-kebebasan dasar bagi semua bangsa tanpapembedaan suku bangsa, kelamin, bahasa atau agama.” (Pasal 55 c PiagamPBB). Selain itu pada bulan Desember tahun 1948 Majelis Umum PBB menerimadan mengesahkan Deklarasi Umum HAM PBB (DUHAM PBB). DUHAM PBB memuatnorma-norma HAM di bidang-bidang sipil, politik, ekonomi, sosial dan budaya.Norma-norma HAM itu dinyatakan dalam suatu deklarasi dan berlaku sebagaistandar atau baku pelaksanaan HAM bagi semua bangsa dan semua negara.Piagam dan DUHAM PBB tersebut di atas merupakan salah satu sumberawal bagi lahirnya HIHAM seperti, Konvensi Pencegahan dan PenghukumanGenosida tahun l948, Konvensi Internasional Hak-hak Sipil dan Politik, KonvensiInternasional Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya, Konvensi InternasionalMenentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang Kejam,Tidak Manusiawi dan Merendahkan Martabat Manusia, Konvensi InternasionalPenghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial, Konvensi MengenaiPenghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan, KonvensiInternasional Tentang Hak-hak Anak, dan lain sebagainya. Konvensi-konvensi
1
 
 
internasional tersebut perlu dikemukakan untuk menggambarkan tahapanperkembangan Undang-undang HAM Internasional (
International Bill of Rights
).J.G. Starke menyebutkan secara kronologis tiga tahapan penyusunanInternational Bill of Rights sebagai berikut: pertama, sebuah Deklarasi yangmenetapkan bermacam-macam hak manusia yang seharusnya dihormati; kedua,serangkaian ketentuan Konvensi yang mengikat negara negara untukmenghormati hak-hak yang telah ditetapkan tersebut; dan ketiga, langkah-langkah dan perangkat kerja untuk pelaksanaannya. Sebagian dari Konvensikonvensi internasional itu sudah diratifikasi oleh Republik Indonesia dan karenaitu sudah menjadi bagian dari hukum nasional Indonesia. Konvensi konvensiinternasional yang telah diratifikasi itu, antara lain Konvensi internasionalMenentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Penghukuman lain yang Kejam,Tidak Manusiawi dan Merendahkan Martabat Manusia, Konvensi InternasionalPenghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial, Konvensi InternasionalMengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan,Konvensi Internasional Tentang Hak Anak, dan berbagai Konvensi InternationalLabour Organization ( ILO ) yang tidak disebutkan disini.Bila kita mencermati substansi konvensi konvensi internasional HAMtersebut di atas kita tidak akan menemukan suatu difinisi tunggal yangmenjelaskan secara memadai pengertian pelanggaran HAM berat. PelanggaranHAM berat pada umumnya difahami sebagai suatu perbuatan pelanggaran HAMyang membawa dampak buruk yang luar biasa dahsyat pada jiwa, raga danperadaban manusia. Salah satu bentuk pelanggaran HAM berat adalah genosida.Menurut Konvensi Pencegahan dan Penghukuman Genosida Tahun l949 genosidaberarti tindakan dengan kehendak menghancurkan sebagian atau keseluruhankelompok nasional, etnis, ras atau agama; atas salah satu dari lima tindakanberikut ini yaitu:(a)
 
Membunuh anggota kelompok;(b)
 
Menyebabkan cacat tubuh atau mental yang serius terhadap anggotakelompok;
 
 
(c)
 
Secara sengaja dan terencana mengkondisikan hidup kelompok kearah kehancuran fisik secara keseluruhan atau sebagian ;(d)
 
Memaksakan langkah-langkah yang ditujukan untuk mencegahkelahiran dalam kelompok tersebut ;(e)
 
Dengan paksa memindahkan anak-anak kelompok tersebut kekelompok lain.Menurut Geoffrey Robertson QC pengertian genosida tersebut di atascukup luas di mana termasuk didalamnya perbuatan pembersihan etnis danpembersihan massal agama. Akan tetapi difinisi itu tidak menyentuhpembantaian terhadap suatu kelas ekonomi tertentu (kaum Kulaks) dan jutaanorang yang dianggap pengkhianat yang dilakukan oleh Stalin. Definisi genosidatersebut di atas juga tidak menjangkau pembunuhan ribuan orang yangmempunyai keyakinan politik tertentu yang dilakukan oleh para penguasamiliter. Misalnya, atas dasar itu pemerintah Kerajaan Inggris menolak untukmemenuhi tuntutan Jaksa Spanyol yang menuduh Jenderal Pinochet telahmelakukan genosida karena membantai kelompok sayap kiri di Chili.Sebagaimana telah disebutkan di atas tidak ada satu difinisi tunggal yangmemadai untuk menjelaskan perbuatan yang dapat dikatagorikan pelanggaranHAM berat. Berbagai bentuk pelanggaran HAM berat tidak cukup diterangkandalam satu difinisi hukum. Piagam Pengadilan Militer Internasional Nurembergmenyebutkan kejahatan yang dapat dikatagorikan sebagai pelanggaran HAMberat sebagai berikut:1.
 
Kejahatan terhadap perdamaian (
Crimes against peace
). Termasukkejahatan terhadap perdamaian ialah: merencanakan, mempersiapkan,memulai, atau menjalankan perang agresi, atau perang yang melanggarperjanjian-perjanjian internasional, persetujuan-persetujuan ataujaminan-jaminan; atau turut serta di dalam rencana bersama ataukomplotan untuk mencapai salah satu daripada tujuan perbuatan-perbuatan tersebut di atas.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->