Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Industri Sebagai Sumber Pence Mar An

Industri Sebagai Sumber Pence Mar An

Ratings:

3.0

(1)
|Views: 480 |Likes:
Published by Wanto Kece

More info:

Published by: Wanto Kece on Jun 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2011

pdf

text

original

 
13
INDUSTRI SEBAGAI SUMBER PENCEMARANKata Kunci:
 industri, sumber pencemaran Pada dasarnya fungsi industri mengolah input menjadi output. Sebagai input meliputi bahan baku, bahan penolong, tenaga kerja mesin dan tenaga ahli dan lain-lain. Pilihanklasifikasi industri tergantung pada jenis bahan baku sehingga pengelompokannya dapatdilakukan dengan mudah apakah suatu industri itu termasuk dalam kelompok industri primair, sekunder ataupun tertier.Untuk beberapa hal industri primer dapat diidentifikasi sebagai industri hulu karena pada dasarnya industri itu mengolah bahan baku menjadi bahan setengah jadi, seperti pengolahan hasil pertanian,perkebunan, pertambangan dan obatobatan. Sebagai outputindustri diklasifikasikan produk utama, sampingan dan limbah yang dapat diuraikan menjadilimbah bernilai ekonomis dan nonekonomis. Penyelidikan sumber pencemaran dapatdilaksanakan pada input, proses maupun pada output-nya dengan melihat jenis dan spesifikasilimbah yang diproduksi.Bagan 1 menggambarkan hubungan antara subkegiatan dengan kegiatan lain yangterdapat kemungkinan limbah diproduksi. Pencemaran yang ditimbulkan industri karena adalimbah keluar pabrik mengandung bahan beracun dan berbahaya. Bahan pencemar keluar  bersama bahan buangan melalui media udara, air dan bahan padatan,Bahan buangan yangkeluar dari pabrik masuk dalam lingkungan dapat diidentifikasi sebagai sumber pencemar.Sebagai sumber pencemar perlu diketahui jenis bahan pencemar yang keluar, jumlahdan jangkauannya. Antara pabrik satu dengan yang lain berbeda jenis, dan jumlahnyatergantung pada penggunaan bahan baku, sistem proses, dan cara kerja karyawan dalam pabrik. Untuk mengidentifikasi industri sebagai pencemar maka perlu diketahui jenisindustrinya, bahan baku, sistem proses dan pengolahan akhir.
 
13
Permasalahan lingkungan hidup telah menjadi suatu penyakit kronis yang dirasa sangatsulit untuk dipulihkan. Selama 20 tahun terakhir Pembangunan ekonomi Indonesia mengarahkepada industrialisasi. Tidak kurang terdapat 30.000 industri yang beroperasi di Indonesiadari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Peningkatan jumlah ini menimbulkan dampak ikutan dari industrialisasi ini yaitu terjadinya peningkatan pencemaran yang dihasilkan dari proses produksi industri. Pencemaran air, udara, tanah dan pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) merupakan persoalan yang harus dihadapi oleh komunitas-komunitas yang tinggal di sekitar kawasan industri.Gejala umum pencemaran lingkungan akibat limbah industri yang segera tampak adalah berubahnya keadaan fisik maupun peruntukan sesuatu lingkungan. Air sungai atau air sumur sekitar lokasi industri pencemar, yang semula berwarna jernih, berubah menjadi keruh berbuih dan terbau busuk, sehingga tidak layak dipergunakan lagi oleh warga masyarakatsekitar untuk mandi, mencuci, apalagi untuk bahan baku air minum. Terhadap kesehatanwarga masyarakat sekitar dapat timbul penyakit dari yang ringan seperti gatal-gatal pada kulitsampai yang berat berupa cacat genetic pada anak cucu dan generasi berikut.Parahnya lagi, penyakit akibat pencemaran ada yang baru muncul sekian tahunkemudian setelah cukup lama bahan pencemar terkontaminasi dalam bahan makanan menurutdaur ulang ekologik, seperti yang terjadi pada kasus penyakit minaimata sekitar 1956 diJepang. terdapat lebih dari 100 orang meninggal atau cacat karena mengkonsumsi ikan yang berasal dari Teluk Minamata. Teluk ini tercemar merkuri yang berasal dari sebuah pabrik  plastik. Bila merkuri masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran pencernaan, dapatmenyebabkan kerusakan akut pada ginjal sedangkan pada anak-anak dapat menyebabkan
 Pink Disease/ acrodynia
, alergi kulit dan kawasaki
disease/mucocutaneous lymph node syndrome.
Dalam pantauan Walhi, hampir di seluruh wilayah Indonesia terjadi pencemaranindustri dalam berbagai skala dan dalam beragam bentuk. Sejak awal berdiri, sektor industriseringkali menimbulkan masalah, misalnya, lokasi pabrik yang dekat dengan pemukiman penduduk, pembebasan tanah yang bermasalah, tidak dilibatkannya masyarakat dalamkebijakan ini, buruknya kualitas AMDAL, sering tidak adanya pengolahan limbah, dan lainsebagainya. Dampak lainnya yang timbul adalah polusi udara, polusi air, kebisingan, dan
 
13sampah. Semua dampak tersebut menjadi faktor utama penyebab kerentanan yang terjadidalam masyarakat. Kehidupan masyarakat menjadi tambah rentan karena buruknya kualitaslingkungan.Hal ini tercermin dalam berbagai kasus dugaan pencemaran industri;
Sulawesi-kasus Pencemaran Teluk Buyat, dugaan pencemaran teluk Buyat akibat dari pembuangan limbah tailing (
 submarine tailing disposal 
)
dugaan yang sama terhadap Perairan laut Lombok Timur akibat operasi PT. Newmont Nusa Tenggara (PT.NTT) NTB
Papua; PT. Freeport beroperasi dari tahun 1967 telah menimbulkan dampak Hancurnya Gunung Grasberg, Tercemarnya Sungai Aigwa, Meluapnya air danauWanagon, Tailing mengkontaminasi
:
35.820 hektar daratan dan 84.158 hektar LautArafura
di Kalimantan Selatan, Pembuangan limbah industri ke aliran Sungai oleh PT GaluhCempaka.
Kalimantan Tengah; Tiga sungai besar di Kalimantan Tengah masih tercemar air raksa (merkurium) akibat penambangan emas di sepanjang daerah aliran sungai(DAS) Barito, Kahayan, dan Kapuas. Pencemaran itu melebihi baku mutu yangdipersyaratkan.
Di Jawa, Pembuangan limbah pabrik-pabrik di Sungai Cikijing selama puluhan tahun(Jawa Barat), pembuangan limbah oleh beberapa pabrik ke Kali Surabaya, dansederetan kasus pencemaran industri yang telah nyata-nyata menimbulkan korban.
Tidak Perlu Kaca Pembesar!
Kronisnya permasalahan lingkungan hidup terutama menyangkut pencemaran industriyang selama ini terjadi di Indonesia sepertinya tidak memberikan pelajaran yang berarti bagi Negara, minimal berbenah untuk melakukan tindakan-tindakan secara komprehensif dalammenangani pencemaran oleh limbah industri.Massifnya pencemaran limbah industri dalam beberapa dekade menyebabkan tidak diperlukannya keahlian khusus untuk mengetahui akar persoalan dari tidak tuntasnya penanganan pencemaran limbah industri ini. Secara gamblang dapat dikatakan bahwa

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Unhy Reski liked this
Arif Mulyono liked this
ola donnie liked this
ucakasse liked this
Andy Malik liked this
zafirakanara liked this
pretty_girl liked this
Fauzi Aji liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->