Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
41Activity
×
P. 1
Rencana Penataan Permukiman BAB 5 Tlogolele

Rencana Penataan Permukiman BAB 5 Tlogolele

Ratings: (0)|Views: 11,177|Likes:
Published by icuzinxmnizdw

More info:

Published by: icuzinxmnizdw on Jun 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/11/2013

pdf

text

original

 
Rencana Penataan Permukiman (RPP)Desa Tlogolele Kecamatan SeloKabupaten Boyolali
 
BAB VRENCANA PENGEMBANGAN WILAYAH DESA/ KELURAHAN
 
5.1. ARAHAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN BOYOLALI
Penataan ruang pada dasarnya merupakan kegiatan untuk mengatur ruang agar aktivitaskehidupan manusia dan lingkungan alam di sekitarnya berkembang secara harmonis dan bersifatlestari. Di sini terdapat dua hal pokok yang perlu mendapatkan perhatian secara serius, yaitu,Pertama, adanya tiga unsur penting dalam penataan ruang, yaitu,
manusia beserta aktivitasnya,lingkungan alam sebagai tempat, dan pemanfaatan ruang oleh manusia di lingkungan alam tersebut.
Kedua, proses pemanfaatan ruang haruslah bersifat
terbuka, berkeadilan, memiliki perlindungan hukum dan mampu memenuhi kepentingan semua pihak (petaruh/stakeholder) secara terpadu dan berdayaguna serta serasi.
Dua hal pokok inilah yang menjadi asaspemanfaatan ruang yang diatur dalam UU No. 24/1992 tentang Penataan Ruang.Sesuai dengan perkembangan sosial politik dan ekonomi saat ini, terjadi tuntutan masyarakat yangmenyebabkan adanya pergeseran pola pikir yang menyangkut penyelenggaraan pemerintahandaerah, yang kemudian dituangkan dalam UU No. 22/1999 tentang Pemerintahan Daerah. Sejalandengan UU No. 22/1999, penyusunan tata ruang kota/kabupaten sepenuhnya dilakukan olehpemerintah daerah. Pemerintah pusat hanya berperan sebagai mitra dalam memberikan saranpemecahan masalah bagi penyelesaian konflik penataan wilayah antar daerah melalui fasilitasipenyiapan masukan teknis dalam bentuk bantuan teknis, norma dan standar, serta pedoman.Dengan demikian, baik pemerintah pusat, maupun provinsi tidak terlibat secara fisik dalampenataan ruang wilayah dan kota, kecuali pada tingkat yang lebih makro dan strategi nasional,seperti penataan ruang nasional, pulau dan kepulauan, serta kawasan-kawasan perbatasan.Terkait dengan hal ini, pemerintah daerah juga harus mulai melakukan desentralisasi peran yangselama ini ditangani oleh pemerintah daerah kepada kelompok masyarakat yang tumbuh secarademokratis. Dengan demikian, sesuai UU No. 22/1999 peran masyarakat dalam penataan ruangsemakin dipertegas. Pemerintah tidak harus selalu memimpin sebagai inisiator, tetapi dapatberperan sebagai fasilitator dan pemampu masyarakat.Selain itu, perencanaan tata ruang perlu didasarkan pada pemahaman bahwa pengembanganwilayah harus dilakukan sesuai dengan daya dukungnya. Wilayah yang terlalu besar menyebabkantidak efisiennya pelayanan di seluruh wilayah tersebut terhadap warganya serta berpotensimerusak lingkungan. Sebaliknya wilayah yang terlalu kecil juga seringkali mengalami kesulitandalam mencapai
economic scale
dalam penyediaan pelayanan bagi warganya. Dengan demikiansebaiknya penataan ruang wilayah dapat mengarahkan perkembangan wilayah padapengembangan yang kompak dan padat berisi sehingga terjadi efisiensi pelayanan. Untukmendapatkan pengembangan wilayah yang padat berisi perlu dilakukan optimasi pengembangan
 
Rencana Penataan Permukiman (RPP)Desa Tlogolele Kecamatan SeloKabupaten Boyolali
 
wilayah, yaitu antara lain memperhatikan struktur wilayah, keterkaitan antar lahan, pergerakanorang dan barang.Upaya untuk mengoptimalkan penggunaan ruang kota juga perlu didukung oleh adanya
peraturan mintakat 
(
zoning
) dengan sistem kontrol yang ketat, sehingga tidak terdapat lahan-lahan tidur danlahan yang tidak optimal penggunaannya di dalam kota, Optimasi ini tentu saja mesti mampumencegah eksploitasi lingkungan.Pengembangan wilayah harus memberi perhatian penuh terhadap keterpaduan faktor lingkungandan kegiatan. Faktor lingkungan, dalam hal ini misalnya sumber daya air yang merupakan satukesatuan daerah aliran sungai yang tidak dapat dipisahkan berdasarkan batas-batas adminsitrasi.Oleh karenanya diperlukan suatu perencanaan yang terpadu antar daerah-daerah yang dilalui olehsuatu sungai dari hulu sampai hilir. Di samping itu juga perlu dilakukan pemeliharaan terhadapdaerah-daerah resapan air.Pembangunan berwawasan lingkungan telah lama menjadi istilah selingkung jargon pada setiaprencana pembangunan terutama dalam dua dasawarsa terakhir. Namun demikian, “berwawasanlingkungan” itu sendiri tidak mudah dijabarkan ke dalam
framework
yang lebih nyata, sehinggasering hanya menjadi penghias pada halaman-halaman depan rencana pembangunan, termasukrencana tata ruang.Wawasan lingkungan ialah cara pandang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupdengan memasukkan kelestariannya sebagai unsur pertimbangan utama dalam penyusunansistem tujuan. Tidak dapat disangkal bahwa sebenarnya prinsip-prinsip wawasan lingkungan sudahditerapkan dalam program-program pembangunan yang ada meskipun dalam pelaksanaannyaselalu ada skala prioritas. Kata kunci lain yang tak terpisahkan dari wawasan lingkungan ialah“bertahan-kelanjutan (
sustainable
)” dan khususnya untuk penataan perkotaan (dan perdesaan)“livable” atau nyaman untuk ditinggali.Kabupaten Boyolali termasuk dalam Kawasan Strategis Subosuka, sub wilayah pengembanganJawa Tengah yang telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi (RTRWP)Jateng yang baru saja diperbarui. Kawasan tersebut terdiri dari wilayah Kota Surakarta, KabupatenBoyolali, Kabupaten Karanganyar, dan Kabupaten Sukoharjo yang masing-masing mempunyaipotensi besar untuk berkembang. Pusat pertumbuhan kawasan ini berada di Surakarta, denganwilayah pendukung yang akan saling membutuhkan adalah Boyolali, Sukoharjo dan Karanganyar.Wilayah lain yang juga masuk dalam pengaruh kawasan ini adalah Klaten dan Sragen.Pada tahun anggaran 2002 ini Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali bermaksud untukmenyusun Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Boyolali Tahun 2003 – 2013, yangberpedoman pada prinsip-prinsip kelestarian lingkungan hidup. Pada penyusunan RTRW inidiharapkan mempunyai konsep penataan yang dinamis dan mempunyai pengertian lebihmendekatkan pada penataan ruang wilayah pada pelaksanaan program pembangunanberwawasan lingkungan. Dengan demikian penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah ini dapat
 
Rencana Penataan Permukiman (RPP)Desa Tlogolele Kecamatan SeloKabupaten Boyolali
 
mengidentifikasikan beberapa kawasan strategis dan sektor strategis yang secara terpadu danmengkait dengan kegiatan pembangunan yang sedang dilaksanakan oleh semua pihak, baikpemerintah daerah, maupun swasta.
5.1.1 Visi Dan Misi Kabupaten Boyolali
Visi Kabupaten Boyolali adalah :a.
 
Menjadikan masyarakat Kabupaten Boyolali berbudi pekerti luhur, tangguh, sehat jasmani dan rohani, cerdas, patriotik, berdisiplin, kreatif, produktif, dan profesional sertaberjiwa IMTAQ dan demokratisb.
 
Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa dan negarac.
 
Mewujudkan supremasi hukum dan HAMSedangkan misi Kabupaten Boyolali adalah :a.
 
Meningkatkan SDM dengan didukung paket program pendidikan dan perlatihan didalam dan luar negerib.
 
Menjadikan Kabupaten Boyolali sebagai daerah pertanian modern, tangguh dan efisien,berorientasi agrobisnis dan agrowisatac.
 
Menjadikan Kabupaten Boyolali sebagai daerah potensial untuk industri menengah dankecild.
 
Menjadikan Kabupaten Boyolali sebagai daerah tujuan wisata di Subosuka Wonosratenmelalui wisata hutan, alam, dan budayae.
 
Meningkatkan upaya pemerataan pembangunan dan pertumbuhanf.
 
Mewujudkan aparatur negara yang berfungsi melayani masyarakat dan profesionalg.
 
Meningkatkan inisiatif pembangunan dari bawah dan partisipatif 
5.1.2 Arah Kebijakan Penataan Ruang Kabupaten A. Strategi Pemanfaatan Ruang
Strategi pemanfaatan ruang wilayah Kabupaten Boyolali dapat diuraikan pada
Tabel 5.1
 berikut:
Tabel 5.1Strategi Pemanfaatan Ruang Wilayah Kabupaten BoyolaliNoStrategiPemanfaatan Ruang Wilayah ArahanPengelolaan dan Pengembangan
1 Pengembangan kawasan perdesaan; Pengembangan kawasan pedesaan khususnya kawasanpemukimannya diarahkan untuk pengembangan yang mamputerbuka bagi pusat-pusat kegiatan sekitarnya yaitu denganpengaturan sebagai berikut :
 
Pengembangan kawasan permukiman diarahkan menyebar terutama pada simpul-simpul kegiatan (
nodes
).
 
Membuka hubungan pusat-pusat kegiatan dengan kantong-kantong permukiman pedesaan.
 
Menciptakan pola permukiman yang mampu menampungkegiatan pengolahan pertanian baik berupa kerajinan, industrikecil, maupun pariwisata.

Activity (41)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fatimah Samsi liked this
Mikoyoso Miko liked this
Hesty Trihastuti liked this
Irma Suryani liked this
Tri Putra Gulo liked this
marlis rosa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->